Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Perbedaan Karakteristik Kemampuan Koordinasi Gerak Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin Siswa di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Air Hangat Barat Govinda Noza Putra; Syahrial Bakhtiar; Masrun Masrun; Anton Komaini
Jurnal Patriot Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Patriot
Publisher : Jurusan Kepelatihan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/patriot.v4i4.893

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah masih rendahnya kemampuan koordinasi gerak berdasarkan usia dan jenis kelamin Siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Karakteristik Kemampuan Koordinasi Gerak Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin Siswa di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Air Hangat Barat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan faktorial 2 x 2. Usia dan jenis kelamin adalah sebagai variabel faktor, sedangkan karakteristik kemampuan koordinasi gerak merupakan variabel terikat. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Air Hangat Barat yang berjumlah 180 orang siswa dari tingkatan umur 7 sampai 9 tahun dan 10 samapai 12 tahun dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Metode pengabilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik probability sampling. Pengumpulan data koordinasi gerak yaitu: (1) balance beam (2) Eye-hand coordination, (3) jumping sideway, (4) moving sideways, dan (5) Shuttle Throw. Data koordinasi gerak yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan statistik inferensial ANOVA 2 x 2 dua jalur (two way ANOVA ). Berdasarkan hasil analisis data dan interpretasi dari hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Terdapat perbedaan karakteristik kemampuan koordinasi gerak siswa usia 7 - 9 tahun dengan siswa usia 10 - 12 tahun. (2) Terdapat perbedaan karakteristik kemampuan koordinasi gerak siswa antara jenis kelamin laki-laki dengan jenis kelamin perempuan. (3) Terdapat perbedaan interaksi antara usia dan jenis kelamin terhadap karakteristik kemampuan koordinasi gerak, (4) Karakteristik kemampuan koordinasi gerak siswa usia 7 - 9 tahun memiliki perbedaan dengan usia 10 - 12 tahun pada pada jenis kelamin laki-laki, (5) Karakteristik kemampuan koordinasi gerak siswa usia 7 - 9 tahun memiliki perbedaan dengan usia 10 - 12 tahun pada pada jenis kelamin perempuan.
Implementasi Metode Belajar Kelompok Dalam Meningkatkan Ketrampilan Masase Olahraga Untuk Tunanetra Masrun Masrun; M Ridwan; Vega Soniawan; Ardo Okilanda
Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Vol. 5 No. 2 (2022): Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/dedikasi.v5i2.9178

Abstract

Tunanetra merupakan kondisi dimana seseorang yang indra penglihatannya (kedua-duanya) tidak berfungsi dengan normal, yan disebabkan oleh luka atau kerusakan, baik struktural maupuan fungsional. Bina Netra merupakan pantu asuhan tunanetra yang berlokasi di kecamatan Kuranji, kota Padang, Sumatera Barat. Panti Bina Netra mempunyai misi untuk mewujudkan dan menciptakan kemandirian dan kesejahteraan sosial penyandang cacat khususnya penyandang cacat netra. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program bimbingan usaha/kerja. Salah satu sub proramnya adalah ketrampilan masase. Masalah yang ada pada panti sosial Bina Netra adalah masih rendahnya terampilnya para Kelayan (tuna netra binaan) dalam melakuan masase olahraga. Hal ini dilihat dari hasil pre test yang dilakukan sebelum kegiatan pelatihan, yang dilakukan dengan tes berbasis kinerja, dimana diperoleh nilai rata-rata 36,2. Kegiatan pelatihan dilakukan selama 2 (dua) hari dengan menerapkan metode kelompok, dimana para kelayan dibagi menjadi 5 kelompok. Yang dipandu oleh instruktur yang bersertifikat. Setelah dilakukan pelatihan, terdapat peningkatan ketrampilan masase olahraga para kelayan secara signifikan dimana diperoleh p < 0.05. Dengan adanya peningkatan ketrampilan masase olehraga para kelayan, maka diharapkan mereka dapat berwirausaha, sehingga akhirnya merka dapat hidup mandiri dan sejahtera di kemudian hari.
Self-efficacy, learning motivation, learning environment and its effect on online learning outcomes Masrun Masrun; Rusdinal Rusdinal
Jurnal Kependidikan Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v6i2.49445

Abstract

This study aimed to analyze e students’ psychological factor, namely self-efficacy, learning motivation and learning environments on the results of online physical education learning during Covid-19 at Senior High School in Padang, West Sumatera. This study used a quantitative method using a path analysis approach, with structural equations to find out the causality of the dimensions of self-efficacy, motivation, directly on learning outcomes of physical education, or indirectly through the learning environment. The data collection was carried out using a survey technique to 160 high school students in Padang and analyzed using descriptive statistics. The results show that the power of direct influence the self-efficacy and learning motivation and significantly effect their online learning through the learning environment. It also has an impact on learning outcomes. When the teaching and learning process must be carried out through an online system, it is necessary to make improvements to various models and learning designs, so that the learning process is avoided from negative influences that can reduce student learning outcomes
Pengaruh kesegaran jasmani dan motivasi belajar terhadap hasil belajar pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan Masrun Masrun; Iyakrus Iyakrus; Dian Pujianto
Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2022): Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/altius.v11i2.18912

Abstract

The purpose of this study is to find out the influence of Physical Fitness and Learning Motivation on Physical Education Learning Achievement. Based on the research goals, this study used quantitative (associative) multiple linear regression methods. This study was conducted in SMPN 18 Padang. The population was the student of class 17, who participated in an extracurricular program.   The sample was taken by total sampling technique and with a total of 39 students. Physical Fitness was measured by the TKJI test, Learning Motivation was measured by a questionnaire, and Physical Education Achievement was taken from the test result of Physical Education Learning Achievement of the semester II periods. Before processing the data, several tests were made in advance, which was: the normality residual test, multicollinearity test, heteroscedasticity test, and autocorrelation test. The results of data analysis show that: (1) Physical Fitness influence Physical Education Learning Achievement (sig 0.00<0.05). (2) Leaning Motivation influence toward Physical Education Learning Achievement (sig 0.04 <0.05). (3) Physical Fitness and Leaning Motivation simultaneously affect Physical education Learning Achievement (sig 0.00 <0.05).
Psychological aspects and the roles for student’s sport performance Masrun; Alnedral; Yendrizal
Journal Sport Area Vol 7 No 3 (2022): December
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/sportarea.2022.vol7(3).9417

Abstract

Sports achievement is influenced by various factors such as; physical, technical, tactical and psychological factor. The purpose of this study is to see the relation of self-efficacy factors, achievement motivation, and its relation to self-confidence and its effect on sports performance. This research was conducted on 87 students. This is quantatif research and using path analysis method. The sample was taken by technique purposive random samplin and the sample was 45 people with certain considerations. The data of self-efficacy, achievement motivation, and self-confidence was taken by using valid and reliable quistionnaire, and the sport performance data taken from the performance (medal) are already gotten. For testing the structural effects of the model from this study, researchers used IBM SPSS software. The results show that self efficacy, achievement. motivation, and self-confidence have a significant influence on the athletes' sports performance inndividual sports both of directly and indirectly, or totally. The implications of the theory obtained reinforce that the variables tested have a direct impact toward athletes achievement of the Student Sport Training Center in West Sumatera Province. The limitation of this study is the instrument that needs to be developed more accurately and comprehensively to reveal psychological conditions.
Efektivitas Case Method Terhadap Hasil Belajar Service Tenis Masrun Masrun; Umar Umar; Yendrizal Yendrizal; Khairuddin Khairuddin
Jurnal Patriot Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Patriot
Publisher : Jurusan Kepelatihan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/patriot.v4i4.896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas case method dalam meningkatkan hasil belajar servis tenis mahasiswa departemen Kepelatihan FIK UNP. Case method merupakan sebuah metode pembelajaran yang dilakukan dengan cara memberikan kasus pada materi yang akan dicarikan solusinya, khususnya dalam mempelajari servis tenis. Pengunaan metode case method dapat mendorong mahasiswa untuk meningkatkan kinerja dalam menjalankan proses pembelajaran servis tenis. Penelitian ini menggunakan metode True Exspriment, two group pre-test post-test control design, dan pengambilan subjek secara acak dengan jumlah sampel sebanyak n = 32 orang, Pembagian kelompok dilakukan dengan menggunakan teknik ordinally mactching pairing dengan masing-masing kelompok berjumlah 16 orang. Untuk membuktikan hipotesis dan efek dari perlakuan yang diberikan, dilakukan pengukuran nilai kemampuan servis tenis. Data diolah dengan memanfaakan SPSS software. Data pengukuran akhir menunjukkan bahwa univariate analisis dari perbedaan (ANOVA) berdasarkan pada sebuah koefisien pengaruh t dan nilai dari statistik makna dari nilai p-v membuktikan di antara kelompok kontrol dan eksperimental secara statistik terdapat perbedaan, terlihat dari nila p=0,000 untuk ekperimen grup, dan p=0,743ns untuk kelas kontrol grup. Dari hasil pengolahan data tersebut menunjukkan bahwa, case method memberikan hasil positif terhadap peningkatan hasil belajar servis tenis yang lebih baik.
Pengaruh Kelincahan, Koordinasi Mata-Tangan Dan Konsentrasi Terhadap Keterampilan Dasar Tenis Meja Siswa Smp Asep Pitro Mahyudi; Syafruddin Syafruddin; Yendrizal Yendrizal; Masrun Masrun
JURNAL STAMINA Vol 5 No 8 (2022): Jurnal Stamina Edisi Desember 2022
Publisher : JURUSAN KESEHATAN DAN REKREASI FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan dasar tenis meja siswa ekstrakurikuler SMP Tanjung Alai XIII Koto Kampar Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh langsung dan tidak langsung, serta pengaruh secara bersama-sama variabel eksogen terhadap variabel endogen. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis jalur. Sample dalam penelitian ini adalah seluruh siswa ekstrakurikuler tenis meja SMP Tanjung Alai XIII Koto Kampar Riau yang berjumlah 30 orang. Sampel di ambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrument data kelincahan menggunakan tes Y-run, koordinasi mata-tangan menggunakan ballwerfen und-fangen test konsentrasi menggunakan Grid Concentration Test dan keterampilan dasar menggunakan test ketepatan pukulan forehand dan backhand drive serta test servis forehand sidespin. Data dianalisis dengan analisis jalur melalui pengujian model struktural pada α = 0,05. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan: 1) terdapat pengaruh langsung X1 terhadap Y sebesar 8,07%, 2) terdapat pengaruh X2 terhadap Y sebesar 3,69%, 3) terdapat pengaruh langsung X3 terhadap Y sebesar 37,09%, 4) terdapat pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X3 sebesar 39,30%, 5) terdapat pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X3 sebesar 15,49%), dan 6) terdapat pengaruh X1, X2 dan X3 secara simultan terhadap Y sebesar 87,60%.
Pengaruh Latihan Plyometric Dengan Metode Interval Dan Metode Circuit Training Dengan Motivasi Latihan Terhadap Hasil Lompat Jauh Siswa Putera Kelas X IPA SMA Negeri 14 Pekanbaru Hendra Agus Saputra; Willadi Rasyid; Hendri Neldi; Masrun Masrun
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 21 No. 1 (2023): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v21i1.11042

Abstract

Berdasarkan pengamatan peneliti dilapangan terlihat bahwa kurang maksimalnya materi pendekatan latihan dalam menerapkan pembelajaran lompat jauh. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan model latihan dan tingkat motivasi terhadap hasil lompat jauh siswa putera kelas X IPA SMA Negeri 14 Pekanbaru. Sampel dalam penelitian ini adalah 40 orang siswa putera kelas X IPA SMA Negeri 14 Pekanbaru setelah dilakukan pembagian kelompok (75x27=20)% tingkat motivasi latihan tinggi dan (75x27%=20) tingkat motivasi latihan rendah. Instrument yang digunakan adalah Test Lompat Jauh dan angket skala liker. Data yang diperoleh dianalisis dengan anava dua jalur dan dilanjutkan dengan uji Tuckey. Hasil analisis data menunjukan bahwa: (1) Secara keseluruhan Pendekatan latihan plyometric metode interval lebih baik dari pada pendekatan latihan plyometric metode circuit training. (2) Terdapat interaksi antara pendekatan latihan plyometric metode interval dan pendekatan latihan plyometric metode circuit training dengan motivasi terhadap hasil lompat jauh siswa putera kelas X IPA SMA Negeri 14 Pekanbaru. (3) Pada motivasi latihan kategori tinggi pendekatan latihan plyometric metode interval lebih baik dari pada pendekatan latihan plyometric metode circuit training terhadap hasil lompat jauh siswa putera kelas X IPA SMA Negeri 14 Pekanbaru. (4) Pada motivasi latihan kategori rendah pendekatan latihan plyometric metode circuit training lebih baik dari pada pendekatan latihan plyometric metode interval terhadap hasil lompat jauh siswa putera kelas X IPA SMA Negeri 14 Pekanbaru. Kata Kunci :Interval, Circuit Training, Motivasi, Hasil Lompat Jauh.
An analysis of the learning implementation of physical education in junior high schools Khairuddin Khairuddin; Masrun Masrun; Syahrial Bakhtiar; Syahruddin Syahruddin
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol 42, No 1 (2023): Cakrawala Pendidikan (February 2023)
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v42i1.54605

Abstract

This study aims to analyze the learning implementation of Physical Education in public junior high schools in the city of Padang, Indonesia, paying particular attention to the learning activities of students and teachers, the models and approaches employed, and the degree of physical fitness of the students. This research is survey research involving students (n=100) and Physical Education teachers (n=10) from 5 schools in the urban city, and 5 schools in the suburbs. Questionnaires and Indonesian physical fitness tests for the 13–15- year age group were used to collect the research data. Descriptive statistics were used for the analysis. The findings indicated that teachers' and students' movement-related learning activities in physical education were evaluated as low. Physical education teachers have used sports techniques with the command method rather than modifying sports games as a model for learning. Only 20.00% of them are student-centered, with 80.00% of them being more teacher centered. Then, with a classification of less and very less, it was discovered that students' levels of physical fitness were below average, or 53.00%. In conclusion, to achieve the objectives of physical education, physical education teachers should significantly prepare for learning as well as become proficient in a wide range of efficient learning techniques (cognitive, affective, and psychomotor). Future research is required to validate the findings of this study, including the conception of a sports game-modified learning model in physical education
The Effect of Plyometric and Extensive Interval Training Methods on the Accuracy of Jumping Smash Athletes of the Badminton Association of Padang City Muharsyad Al Azip; Syamsuar Syamsuar; Syafruddin Syafruddin; Masrun Masrun
JUARA : Jurnal Olahraga Vol 8 No 1 (2023): JUARA: Jurnal Olahraga
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/juara.v8i1.1677

Abstract

This study aims to determine the effect of pliometrik training methods and extensif intervals on increasing the accuracy of the jumping smash of PB Reta Utama athletes in Padang City. This study uses an experimental method with a "two groups pretest-posttest design" design. the sampling technique used purposive sampling, so the sample of this study was 12 male athletes. The jumping smash accuracy instrument uses a smash accuracy test. The data analysis technique used t-test with a significance level of 5%. The results showed that (1) there was a significant effect of the pliometrik training method on the accuracy of badminton jumping smash in PB Reta Utama athletes in Padang City (2) There was a significant effect of the extensif interval training method on the accuracy of badminton jumping smash in athletes of PB Reta Utama Kota. Padang (3) The extensif interval training method is better than the pliometrik training method in the accuracy of badminton jumping smash in PB Reta Utama athletes in Padang City, with a posttest average difference of 3.33.