Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Virtual Screening Senyawa Daun Sirsak Sebagai Inhibitor Potensial Antikolestrol Melalui Interaksi Dengan Reseptor HMG-CoA Reduktase Putri Syahira; Muhammad Fauzi; Nily Su'aida
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 3, No 1 (2026): Eksplorasi Strategi Terapeutik: Dari Potensi Bahan Alam hingga Evaluasi Pengguna
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v3i1.23858

Abstract

Kadar kolesterol tinggi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang umumnya diobati menggunakan statin seperti simvastatin. Namun, penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan efek samping sehingga diperlukan alternatif terapi yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi senyawa bioaktif daun sirsak (Annona muricata) sebagai kandidat antikolesterol melalui interaksi dengan reseptor HMG-CoA reduktase menggunakan pendekatan in silico. Metode penelitian meliputi molecular docking terhadap sepuluh senyawa bioaktif dengan simvastatin sebagai kontrol, serta prediksi farmakokinetik dan toksisitas menggunakan platform pkCSM. Hasil molecular docking menunjukkan bahwa xylopine (-6,59 kcal/mol), isoboldine (-6,01 kcal/mol), dan anomurine (-5,62 kcal/mol) memiliki afinitas ikatan yang kompetitif terhadap reseptor HMG-CoA reduktase dan berinteraksi dengan residu asam amino kunci yang serupa dengan simvastatin. Analisis ADMET menunjukkan bahwa seluruh senyawa memenuhi kriteria drug-likeness berdasarkan aturan Lipinski dan memiliki absorpsi usus yang baik. Beberapa senyawa menunjukkan potensi mutagenisitas dan hepatotoksisitas, sedangkan isoboldine menunjukkan profil keamanan yang lebih baik. Secara keseluruhan, xylopine, isoboldine, dan anomurine berpotensi dikembangkan sebagai inhibitor alami HMG-CoA reduktase. Penelitian lanjutan secara in vitro dan in vivo diperlukan untuk memastikan efektivitas serta keamanannya sebagai agen antikolesterol.
ANALISIS COST OF ILLNESS PASIEN DM TIPE 2 DENGAN METFORMIN DAN GLIMEPIRIDE DI RAWAT INAP RSUD JARAGA SASAMEH KOTA BUNTOK Hasniah Hasniah; Andryanto M Hasan; Erlianti Karina; Fadillah Aris; Fauzi Muhammad; Soemarie Yulistia Budianti; Ramadhani Juwita; Noriandani Riska Ayu
Pharmacoscript Vol. 9 No. 1 (2026): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v9i1.2397

Abstract

Diabetes mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang disebabkan oleh resistensi insulin dan penurunan produksi insulin oleh pankreas. Prevalensi yang tinggi serta risiko komplikasi jangka panjang menimbulkan kebutuhan terapi berkelanjutan yang berdampak pada peningkatan biaya pengobatan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis farmakoekonomi dengan pendekatan cost of illness (COI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui COI pasien DM tipe 2 dengan metformin dan glimepiride peserta BPJS kesehatan di rawat inap RSUD Jaraga Sasameh Kota Buntok tahun 2023. Desain penelitian bersifat observasional deskriptif retrospektif dengan pendekatan cost of illness dari perspektif Rumah Sakit. Data sekunder diperoleh dari Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), rekam medis pasien, serta bagian keuangan Rumah Sakit. Sampel penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 yang menjalani rawat inap dengan terapi metformin atau glimepiride peserta BPJS kesehatan di RSUD Jaraga Sasameh Buntok tahun 2023 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan cost of illness yaitu membandingkan seluruh komponen rata-rata dengan lama rawat inap di Rumah Sakit. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 113 pasien yang menggunakan metformin dan 70 pasien yang menggunakan glimepiride, dengan perspektif Rumah Sakit meliputi biaya langsung medis yaitu biaya obat antidiabetes (ADO) oral, obat penyerta lainnya, biaya perawatan, terapi komorbiditas, dan biaya rawat inap. Komponen biaya yang paling dominan pada kedua kelompok terapi adalah biaya perawatan, yang berkontribusi sebesar 67,09% pada terapi metformin dan 68,68% pada terapi glimepiride, diikuti oleh biaya rawat inap. Cost of illness (COI) dari perspektif Rumah Sakit pada pasien dengan terapi metformin sebesar Rp 1.367.043, sedangkan pada terapi glimepiride sebesar Rp 1.427.007. Kesimpulan pada penelitian ini adalah rata-rata biaya COI pasien yang menggunakan terapi glimepiride lebih besar dibandingkan terapi metformin.
STANDARISASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI AIR DAUN MURBEI (Morus alba L.) DENGAN METODE DPPH Rizqi Noor Maulida; Yulistia Budianti Soemarie; Muhammad Fauzi
Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Unggulan Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52674/jkikt.v7i1.236

Abstract

Excessive exposure to sunlight can lead to various skin health issues, including premature aging, as the skin serves as the body’s primary external protector. Mulberry leaves (Morus alba L.) are recognized for their content of anthocyanins and phenolic compounds, which act as antioxidant agents. This study aimed to evaluate the antioxidant effectiveness of the water fraction extracted from mulberry leaves. The research process involved collecting samples, followed by remaceration with 70% ethanol, standardization tests, and fractionation through a liquid-liquid method using n-hexane, ethyl acetate, and distilled water. The water fraction yield obtained was 6.23g. In the specific standardization tests, all parameters met the required standards; however, in the non-specific tests, the ash content exceeded the requirements, registering 10.5% above the acceptable threshold of less than 42%. Antioxidant activity was assessed using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method, with quercetin as a reference. Measurement via a UV-Vis spectrophotometer revealed an IC50 value of 25.020 ± 0.223 μg/mL for the mulberry leaf water fraction, compared to an IC50 of 0.012 ± 0.009 μg/mL for quercetin, indicating that the water fraction exhibits lower antioxidant potency.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN SENYAWA PADA TANAMAN KUNYIT (Curcuma longa Linn) TERHADAP RESEPTOR ESTROGEN ALFA SECARA MOLECULAR DOCKING Muhammad Fauzi; Nova Nurlaila; Darmatasiah Darmatasiah; Farras Nur Fahira; Nisrina Faiha
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 1 No 1 (2024): Eksplorasi Kefarmasian Komprehensif: Pendekatan In Silico, Teknologi Sediaan Alam
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v1i1.15393

Abstract

Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit degeneratif yang membahayakan. Selain itu, penyebab kematian terbesar kedua di dunia dan sebanyak 9,6 juta kasus kematian telah terjadi pada tahun 2018. Salah satu jenis kanker yang banyak menyerang penduduk Indonesia yaitu kanker payudara. Pengobatan medis untuk kanker biasanya dilakukan melalui kemoterapi, Salah satu tanaman yang dapat digunakan dalam kemoterapi secara alami adalah Curcuma Longa Linn. atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai kunyit.Senyawa-senyawa yang terkandung dalam kunyit pada penelitian ini, uji dilakukan dengan perangkat lunak autodock 4.2. Sebagai data pembanding dipersiapkan data ligan yaitu remdesivir menggunakan struktur 3D dengan format sdf yang diunduh melalui https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/. Situs ini menyediakan database struktur senyawa untuk keperluan virtual screening. 5 senyawa tersebut ditunjukkan Hasil penelitian yang didapatkan pada senyawa kurkumin memiliki konstanta inhibisi 8.69 mM dan energi bebas -2.81 kcal/mol, senyawa atlanton memiliki konstanta inhibisi 11.40 uM dan energi bebas -6.74 kcal/mol, senyawa bisdemethoxycurcumin konstanta 1.92 mM dan energi bebas -3.70 kcal/mol. Beberapa senyawa kurkumin memiliki aktivitas dalam penghambatan antikanker payudara karena memiliki kemiripan asam amino dengan obat standar yang digunakan dalam pengobatan kanker payudara yaitu kurkumin. Dari lima senyawa pada kunyit atlanton memiliki potensi lebih baik dalam penghambatan antikanker payudara dengan afinitas ikatan terbaik pada sisi aktif Main protease.
GREEN EXTRACTION PADA DAUN MURBEI DENGAN TWEEN 20, TWEEN 80, SPAN 20, DAN SPAN 80 SERTA PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN INHIBISI ENZIM TIROSINASE Hasniah Hasniah; Atikah Isma Rahmi; Karina Erlianti; Juwita Ramadhani; Muhammad Fauzi; Aris Fadillah
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 1 No 1 (2024): Eksplorasi Kefarmasian Komprehensif: Pendekatan In Silico, Teknologi Sediaan Alam
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v1i1.15395

Abstract

Murbei (Morus alba L.) mengandung senyawa aktif yang meliputi golongan fenolik, flavonoid seperti rutin, kuersetin, asam galat dan asam klorogenik sebagai antioksidan yang dapat mengantisipasi oksidasi kulit oleh radiasi sinar UV dan sebagai penghambat tirosinase. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Green Extraction pada daun murbei menggunakan alternatif pelarut pengganti pelarut organik dengan metode Microwave Assisted Extraction (MAE) serta uji daya peredaman radikal bebas DPPH dan inhibisi enzim tirosinase. Alternatif pelarut pengganti pelarut organik yang digunakan memiliki kepolaran yang berbeda-beda yaitu tween 20, tween 80, span 20, dan span 80. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 rata-rata yang diperoleh dari daya peredaman radikal bebas DPPH ekstrak daun murbei menggunakan tween 20, tween 80, span 20 dan span 80 beturut-turut adalah 9874, 12797, 23131, dan 41844 bpj. Sedangkan aktivitas inhibisi enzim tirosinase ekstrak daun murbei hasil ekstraksi menggunakan alternatif pelarut tween 20, tween 80, span 20 dan span 80 dimana pada konsentrasi 45000 bpj masing-masing ekstrak memberikan % inhibisi sebesar 19,62, 17,26, 15,84, dan 14,18 %. Dengan demikian, dalam penlitian ini alternatif pelarut yang paling baik digunakan untuk penerapan green extraction pada daun murbei adalah tween 20.
SCREENING OF COMPOUNDS ARTOCARPUS ALTILIS AS ANTICANCER COLORECTAL AGAINST EGFR RECEPTOR THROUGH MOLECULAR DOCKING Mochammad Erwinsyah Iham; Muhammad Fauzi; Juwita Ramadhani
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 1 No 1 (2024): Eksplorasi Kefarmasian Komprehensif: Pendekatan In Silico, Teknologi Sediaan Alam
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v1i1.15454

Abstract

According to WHO, cancer is the uncontrolled growth and spread of cells, while according to the NCI (National Cancer Institute) it is a disease in which abnormal cells divide uncontrollably and can attack the surrounding tissue. Colorectal cancer is a malignant tumor that arises from the epithelial tissue of the colon or rectum. Colorectal cancer refers to malignant tumors found in the colon and rectum. The standard drug compound used is cetuxinab, a colorectal cancer therapy drug, a flavonoid derivative compound from the breadfruit plant as a test ligand. The receptors used for molecular docking analysis were obtained from the Protein Data Bank (PDB) at http://www.rcsb.org/pdb/. The receptor used to predict activity is the EGFR receptor GDP code 4I22. Breadfruit plants contain various secondary compounds, such as flavonoids, phenolics, saponins, tannins, polyphenols, hydrocyanic acid, acetylcholine, riboflavin. The compounds used are 20 flavonoid compounds contained in breadfruit plants, including Artocarpin, Lysopine, Quarcetin, Morusin, Isocylomulberrin, Cyloaltilisin, Artonin-E, Cyloaltilisin-7, Cylocommunol, Cyclomorusin, Cyclomulberrin, Cyloartobiloxanthone, Isoclyclomorusin, Lupeol acetate, Artonin f, Cycloartomunin, Artocarpesin, Artocommunol ca, Artonol d, Artocommunol cc. three compounds that show good affinity for the EGFR receptor.
Molecular Docking Pada Senyawa Tanaman Kunyit (Curcuma Longa Linn) Yang Berpotensi Sebagai Antikanker Payudara Main protease (Mpro) Nur Laila; Darmatasiah Darmatasiah; Farras Nur Fahira; Nisrina Faiha; Muhammad Fauzi
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 1 No 2 (2024): Inovasi Terkini Ilmu Pengetahuan Farmasi: Desain Obat Berbasis Komputasi, Tinjaua
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v1i2.16893

Abstract

Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit degeneratif yang membahayakan. Selain itu, penyebab kematian terbesar kedua di dunia dan sebanyak 9,6 juta kasus kematian telah terjadi pada tahun 2018. Salah satu jenis kanker yang banyak menyerang penduduk Indonesia yaitu kanker payudara. Pengobatan medis untuk kanker biasanya dilakukan melalui kemoterapi, Salah satu tanaman yang dapat digunakan dalam kemoterapi secara alami adalah Curcuma Longa Linn. atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai kunyit. Senyawa-senyawa yang terkandung dalam kunyit pada penelitian ini, uji dilakukan dengan perangkat lunak autodock 4.2. Sebagai data pembanding dipersiapkan data ligan yaitu remdesivir menggunakan struktur 3D dengan format sdf yang diunduh melalui https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/. Situs ini menyediakan database struktur senyawa untuk keperluan virtual screening. 5 senyawa tersebut ditunjukkan Hasil penelitian yang didapatkan pada senyawa kurkumin memiliki konstanta inhibisi 8.69 mM dan energi bebas -2.81 kcal/mol, senyawa atlanton memiliki konstanta inhibisi 11.40 uM dan energi bebas -6.74 kcal/mol, senyawa bisdemethoxycurcumin konstanta 1.92 mM dan energi bebas -3.70 kcal/mol. Beberapa senyawa kurkumin memiliki aktivitas dalam penghambatan antikanker payudara karena memiliki kemiripan asam amino dengan obat standar yang digunakan dalam pengobatan kanker payudara yaitu kurkumin. Dari lima senyawa pada kunyit atlanton memiliki potensi lebih baik dalam penghambatan antikanker payudara dengan afinitas ikatan terbaik pada sisi aktif Main protease.
KAJIAN SUHU REAKSI TERHADAP POLA SUBSTITUSI DAN HASIL SINTESIS DERIVAT KUERSETIN Nur Aini; Muhammad Fauzi; Nily Su’aida
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Ibnu Sina
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v11i1.2976

Abstract

Quercetin is a flavonoid compound with various pharmacological activities but has limited solubility and stability. The derivatization synthesis of quercetin through acylation with benzoyl chloride was carried out at temperatures of 25°C, 40°C, and 60°C using acetone as the solvent and pyridine as the catalyst. The reflux reaction for 12 hours produced mono-benzoylation characterized by Thin Layer Chromatography (TLC), column chromatography, as well as UV-Vis and IR spectra confirming the presence of benzoyl groups on quercetin. The 60°C temperature resulted in multi-benzoylation substitution, indicated by two carbonyl bands at 1785.00 cm⁻¹ and 1742.36 cm⁻¹, along with the highest yield of 88%. Controlling the reaction temperature can direct a more selective substitution pattern and improve the efficiency of quercetin derivatization. Higher temperatures accelerate the reaction rate and promote multi-substitution, potentially affecting the biological activity of the product.
Analisis Efektivitas Biaya Metformin dan Glimepirid pada Pasien BPJS Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Buntok Muhammad Fauzi; Riska Ayu Noriandani; Hasniah Hasniah; Karina Erlianti; Aris Fadillah; M. Hasan Andryanto
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v17i1.43243

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis akibat resistensi insulin dan/atau gangguan sekresi insulin yang menimbulkan beban ekonomi signifikan pada sistem pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas biaya terapi metformin dan glimepirid pada pasien BPJS diabetes melitus tipe 2 di RSUD Jaraga Sasameh Buntok tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain retrospektif dari perspektif rumah sakit, melibatkan 183 pasien. Efektivitas klinis didefinisikan sebagai tercapainya target Gula Darah Sewaktu (GDS) <200 mg/dL. Analisis data dilakukan menggunakan Cost-Effectiveness Analysis (CEA) dengan parameter Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER), berdasarkan biaya terapi efektivitas pengendalian gula darah, rawat inap, dan komorbiditas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metformin lebih cost-effective pada pasien kelas I dengan nilai ACER sebesar Rp 750.594,00 dan ICER sebesar Rp 274.309,39, pada pasien kelas II dan III glimepirid menunjukkan efisiensi biaya yang lebih baik dengan nilai ACER masing-masing Rp 174.680,00 dan Rp 351.093,00. Nilai ICER metformin pada kelas II dan III lebih tinggi dibandingkan glimepirid. Kesimpulannya, metformin direkomendasikan sebagai pilihan terapi yang lebih cost-effective pada pasien BPJS kelas I, sedangkan glimepirid lebih tepat digunakan pada pasien kelas II dan III
PEMANFAATAN GULMA TANAMAN BUNDUNG SEBAGAI BAHAN SABUN PADA SISWA MADRASAH TSANAWIYAH Aris Fadillah; Lia Mardiana; Yuniarti Falya; Juwita Ramadhani; Muliyani Muliyani; Muhammad Fauzi; Muhammad Hasan Andryanto; Yulistia Budianti Soemarie
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34556

Abstract

Abstrak: Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menggunakan sabun pasca COVID-19 mendorong peningkatan penggunaannya. Ekstrak daun tanaman Bundung (Scirpus grossus), yang mudah ditemukan di persawahan, terbukti efektif mempercepat penyembuhan luka dan cocok digunakan sebagai bahan aktif dalam sabun. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hardskill peserta dalam memahami tanaman bundung serta cara pembuatan sabun dengan memanfaatkan daun bundung. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, diskusi bersama, serta praktik langsung. Kegiatan diikuti oleh 30 siswa kelas IX. Evaluasi pengetahuan siswa dilakukan dengan metode pre-post test menggunakan angket. Hasil pengukuran menunjukkan peningkatan skor dengan nilai rata-rata kenaikan sebesar 15,17%. Hasil evaluasi ini mengindikasikan bahwa peserta dapat menangkap materi yang disampaikan dengan baik.Abstract: The increase of public awareness on the importance in the use of soap post-COVID-19 has led to an increase in its use. The extract of Bundung (Scirpus grossus), which is commonly found in rice fields, has been proven to be effective in promoting wound healing and suitable for use as an active ingredient in soap. This program aims to improve the participants' hard skills in understanding the Bundung plant and utilize it as the active ingredient in soap-making process. The methods used in this activity include lectures, group discussions, and direct practice. The participant in this program were 30 of ninth-grade students. The evaluation of the participants' knowledge was conducted with the pre-post test method using a questionnaire. The results showed an increase in the average score by 15.17%. These results indicated that the participants were able to comprehend the material presented properly.