Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Mewujudkan Sehat Jiwa dalam Penggunaan Gadget Selama Pandemi Covid-19 di SMA Hang Tuah Surabaya Hidayatus Sya’diyah; Sukma Ayu Candra Kirana; Lela Nurlela; A.V. Sri Suhardiningsih; Dya Sustrami; Diyan Mutyah
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 5 (2021): October Pages 1021-1256
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v2i5.397

Abstract

Penerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menekan penyebaran virus menyebabkan semua aktivitas dilakukan di rumah, salah satunya dibidang pendidikan yang memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Data menunjukkan 79 % orang tua memberi izin ke anak memakai gadget untuk kegiatan selain belajar online dan hanya 21% orang tua yang melarang anak memakai gadget selain untuk belajar online, sehingga perlu diimbangi dengan kesehatan jiwa untuk mendukung kegiatan tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan peran siswa mewujudkan sehat jiwa bagi remaja dengan penggunaan gadget yang sering selama pandemi Covid-19 di SMA Hang Tuah Surabaya. Kegiatan melibatkan guru penanggung jawab UKS dan Guru BP, dan siswa. Kegiatan melalui tiga tahap yaitu tahap awal yaitu sosialisasi, tahap ke dua adalah pelaksanaan dan tahap ketiga evaluasi. Tahap pelaksanaan yang meliputi edukasi, pendampingan siswa dan diakhiri tahap evaluasi kegiatan. Edukasi mewujudkan sehat jiwa remaja di masa pandemi dilakukan melalui Google Meeting. Kegiatan dilaksanakan dengan baik dan diperoleh keadaan kesehatan jiwa siswa SMA Hang Tuah Surabaya mayoritas tidak mengalami gangguan mental emosional. Kepala sekolah beserta jajaran SMA Hang Tuah Surabaya mendukung keberlanjutan program pendampingan upaya pencegahan masalah kesehatan jiwa bagi siswanya.
EFEKTIFITAS AIR KELAPA HIJAU MUDA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH TINGGI PADA LANSIA DI POSYANDU USILA PUSKESMAS PERAK TIMUR SURABAYA Ninik Ambar Sari; Dya Sustrami
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Kesehatan (Journal of Health Science)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.104 KB) | DOI: 10.33086/jhs.v11i1.95

Abstract

Hypertension is an increase in blood pressure where the systolic pressure is more than 140 mmHg and diastolic pressure is more than 90 mmHg. The cause of the onset of hypertension can be of age factor. Elderly who suffer from hypertension usually cause interruption of daily activities, so routine treatment is needed in order not to cause complications. Young coconut water contains potassium, magnesium and vitamin C which has benefits to help the body regulate blood pressure, so it can reduce hypertension. The purpose of this study was to determine the effect of young coconut water on the decrease of high blood pressure in the elderly. Experimental Quasy research design with Non-Equivalent Control Group Desaign approach. The population of this study is elderly who are not dependence of hypertension drugs as much as 32 people with the number of samples of 30 respondents selected by Probability Sampling with Simple Random Sampling approach. The independent variable is young coconut water therapy, the dependent variable is the decrease of high blood pressure. Data were collected using questionnaires and observations. Data were analyzed by using Paired t-test and Independent t-test. The results showed that the consumption of young coconut water as much as 250 ml morning and afternoon for 2 weeks in the treatment group can lower systolic blood pressure. The independent t test in the treatment group and the control group obtained the result p = 0.013 (p <a = 0.05). The implication of this study is that young coconut water can lower blood pressure in elderly people with hypertension, so that young coconut water treatment can be used as one of the non-pharmacological alternative to reduce blood pressure.
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN SKABIES, MANAJEMEN KEBERSIHAN LINGKUNGAN DAN PERSONAL HYGINE PADA LANSIA DI UPTD GRIYA WERDHA JAMBANGAN Diyan Mutyah; Dya Sustrami; Hidayatus S Hidayatus S; Puji Hastuti; Lela Nurlela; Nur Muji
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 1, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v1i2.14

Abstract

Kebersihan lingkungan seseorang merupakan cermin dari kebersihan diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu penyakit yang ditimbulkan oleh kurangnya kebersihan lingkungan adalah penyakit kulit. Skabies banyak diderita oleh masyarakat dengan hygiene yang buruk dan juga lingkungan yang padat karena disebabkan oleh parasit sejenis kutu. Salah satu upaya dengan peningkatan pengetahuan dan pelatihan management lingkungan dan personal hygine dengan maksud memberikan gambaran secara jelas kepada lansia, petugas kesehatan tentang fenomena penyakit tersebut sehingga lansia mempunyai kesadaran dini untuk mengatasi penyebab dari scabies sehingga mampu mengambil sikap, baik dengan pengobatan sendiri atau dengan perubahan perilaku personal hygine dan kebersihan lingkungan panti. Pengabdian masyarakat di lakukan dengan pemberian penyuluhan kesehatan tentang scabies, penyebeb scabies dan pencegahan scabies termasuk didalamnya pelatihan management lingkungan dan personal hygiene lansia hingga evaluasi tingkat pengetahuan lansia dan observasi management lingkungan. Dari 55 lansia yang hadir, sebelum diberikan penyuluhan kesehatan memiliki pengetahuan tentang scabies 27,6% dan setelah diberikan penyuluhan mengalami peningkatan pengetahuan 50,5%, hasil dari observasi lansia dan petugas panti sudah melaksanakan management lingkungan dan personal hygiene dengan benar, salah satunya pada pelaksanaan mencuci baju, lansia dan petugas kebersihan lingkungan panti memisahkan pakaian yang menderita scabies dan non scabies pada tempat baju yang sudah disiapkan lengkap dengan label Kata Kunci : Lansia, Penyuluhan kesehatan, Pelatihan management lingkungan, Kebersihan diri
PENINGKATAN KEMAMPUAN PERAWAT DALAM TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK STIMULASI PERSEPSI HALUSINASI: Nursing Capability Improvement on Hallucinations Perceptual Stimulation Activity Therapy Dya Sustrami; Sukma Ayu Candra Kirana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2018): JPM | Maret 2018
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.413 KB) | DOI: 10.33023/jpm.v4i1.143

Abstract

Peran perawat dalam keperawatan jiwa adalah salah satu hal penting dalam meningkatkan status kesehatan pasien dengan gangguan mental. Salah satu peran perawat dalam asuhan keperawatan jiwa adalah pelaksanaan asuhan keperawatan bagi individu, kelompok dan keluarga. Terapi aktivitas kelompok adalah salah satu bentuk psikoterapi yang dapat diberikan untuk meningkatkan kemampuan klien dan mengurangi tanda-tanda dan gejala pasien, yang telah terbukti dalam penelitian dosen STIKES Hang Tuah Surabaya. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan yang diberikan melalui pengabdian masyarakat. Pengabdian masyarakat tersebut dilakukan pada 31 Mei - 4 Juni 2018 pada 23 perawat di Rumkital Dr Ramelan Surabaya. Ada empat kegiatan program yang dilaksanakan, yaitu edukasi tentang TAK Sensori Persepsi Halusinasi, pre test dan post test TAK, dilanjutkan dengan pendampingan dan monitoring secara kontinu. Hasil yang didapatkan adalah terdapat peningkatan kemampuan perawat sebelum dan sesudah pelatihan TAK. Pendampingan dan monitoring terus menerus diperlukan agar TAK menjadi kegiatan yang dijadwalkan. Kata kunci: halusinasi, kelompok kegiatan, pengetahuan perawat
PENGABDIAN MASYARAKAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN RISIKO COVID-19 DI PUSKESMAS SIWALANKERTO Diyan Mutyah; Muh Zul Azhri Rustam; Dya Sustrami; Sukma Ayu Candra Kirana; Lela Nurlela; Taufan Agung Prasetyo; Maya Ayu Riestiyowati
Abdimas Galuh Vol 4, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v4i1.6605

Abstract

Penularan Covid-19 sangat mudah terjadi, hanya melalui percikan cairan yang tidak terlihat dari mulut atau hidung, permukaan benda yang terkontaminasi virus corona yang tersentuh oleh tangan kemudian tangan tersebut menyentuh area wajah, dan melalui udara terutama pada ruangan tertutup atau ventilasi buruk. Adapun upaya pencegahan risiko penularan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid 19 yang ketat. Tujuan kegiatan ini memberikan pemahaman tentang upaya pencegehan resiko penularan covid 19 pada masyarakat di wilayah kerja puskesmas Siwalankerto. Metode yang digunakan berupa pendidikan kesehatan tentang upaya pencegahan risiko penularan covid 19 di puskesmas Siwankerto. Hasil pengabdian masyarakat ini berupa gambaran karakteristik sebagian besar pada responden perempuan dengan rata-rata usia 34 tahun, dan pada kelompok usia 20-31 tahun serta bekerja sebagai tenaga kesehatan. Sedangkan untuk terdapat juga mayoritas pada responden perempuan berusi 20-21 tahun dengan tingkat imunitas yang baik, dan risiko beraktifitas di luar rumah juga memiliki risiko rendah, serta risiko penularan di dalam rumah juga memiliki risiko yang rendah terutama saat pelayanan kesehatan di Puskesmas Siwalankerto ini agar dapat ditingkatkan tentang protokol kesehatan yang telah dijalankan disertai dengan edukasi berupa media poster yang lebih menarik sehingga mudah dipahami oleh pengunjungan yang ingin berobat.
PENINGKATAN KESEHATAN REMAJA MELALUI PENYULUHAN TENTANG PERILAKU BULLYING DI SMK KESEHATAN NUSANTARA SURABAYA Muh. Zul Azhri Rustam; Diyan Mutyah; Sukma Ayu Candra Kirana; Dhian Satya Rachmawati; Dya Sustrami; Hidayatus Sya&#039;diyah; Yoga Kertapati; Ari Susanti; Ayu Citra Mayasari
Abdimas Galuh Vol 2, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v2i2.3751

Abstract

Perilaku bullying sebagai salah satu bentuk tindakan yang agresif merupakan permasalahan yang sudah mendunia, salah satunya di Indonesia. Beberapa faktor diyakini menjadi penyebab terjadinya perilaku bullying di sekolah, antara lain adalah faktor kelompok teman sebaya, iklim sekolah, dan kurangnnya pendidikan remaja mengenai dampak dari perilaku bullying tersebut. Metode yang digunakan berupa pendidikan kesehatan tentang perilaku bullying pada kelas XII di SMK Kesehatan Nusantara Surabaya. Hasil dalam pengabdian masyarakat ini adalah diperoleh mayoritas berjenis kelamin perempuan dari pada laki-laki, berusia rata-rata 17 tahun, dan diperoleh terdapat perbedaan tingkat pengetahuan tentang bullying sebelum dan sesudah dilaksanakan penyuluhan. terdapat perbedaan nilai rata-rata pada sebelum dilaksanakan penyuluhan sebesar 8,81, dan setelah dilaksanakan penyuluhan nilai rata-rata naik menjadi 11.38. Sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat peningkatan tingkat pengetahuan penyuluhan yang dilakukan pada siswa-siswi SMK Kesehatan Nusantara.
Karakteristik Mekanisme Koping Pasien Kanker Payudara di Poli Bedah Onkologi Rumkital Dr. Ramelan Surabaya Nur Muji Astuti; Dya Sustrami; Puji Hastuti; Lela Nurlela; Fransiska Herningtiyas A.N
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 13, No 1 (2018): March
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.694 KB) | DOI: 10.30643/jiksht.v13i1.23

Abstract

Breast cancer is the growth of uncontrolled malignant cells in abnormal cells of breast tissue (Osborn, Kathleen Swraa 2010). The patient's coping mechanisms are important to deal with the existing stressors and will have an impact on the anxiety levels facing the patient. Koping can suppress the stressors faced by the patient. The patient's coping mechanisms are important to deal with the existing stressors and will have an impact on the anxiety levels facing the patient. Coping can suppress the stressors faced by the patient so that it can decrease the anxiety level of breast cáncer patients (Gaston-johansson et al. 2013). This research used cross sectional design. The population was taken in oncology dr. Ramelan Hosptal Surabaya. Data collection used a demographic data questionnaire and a COPE Brief questionnaire with medium and low grade coping categories. The results showed that most of the respondents use coping mechanism which is problema oriented that is 21 people (60,0%), 4 people (11,4%) emotion oriented and 10 people (28,6%) oriented to problem and emotion. Coping Mechanism patients who were under going treatment at Rumkital Dr Ramelan Hospital Surabaya place oriented to the problem. Nurses were expected to improve their ability to improve breast cancer patients' coping with peer grouping. Keywords: Coping Mechanism, Breast Cancer
Literature Review; Analisis Karakteristik Perawat Yang Dibutuhkan Guna Menunjang Tercapainya Kepuasan Pasien Taufan Agung Prasetyo; dedi irawandi; Dya Sustrami
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 16, No 1 (2021): March
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.352 KB) | DOI: 10.30643/jiksht.v16i1.124

Abstract

Introduction: Nurses in a health institution are important. Nurses are healthworkers who have the most direct interactions with patients, so the figure of agood nurse is certainly expected by patients or their families. In this case, theassessment of the figure of a good nurse is not only seen from her scientificability to provide nursing care, but also must pay attention to other factors,such as friendliness, appearance, and ways of communicating. Objectives: Thepurpose of this review literature is to analyze the characteristics of nursesneeded to support patient satisfaction. Methods: In writing this literaturereview, using the method of searching literature from international articlesusing the ScienceDirect, Goggle Scholar, and ProQuest databases. An initialsearch using keywords: "Nurse service and patient satisfaction" resulted in26,008 international articles from 2020, 2021, and 2020 that match theinclusion criteria. Results: The results of the literature review show that thisempathy factor can be found in 11 of the 14 articles studied. The next dominantfactor found in the 6 articles was the ability to establish good relationshipswith patients, reliability, and communication. Meanwhile, the responsivenessand assurance factors were not dominant factors respectively. Conclusions: The conclusion is that there are several characteristics of nurses that affectpatient satisfaction, namely: the ability of nurses to have good relationshipswith patients, responsiveness, reliability, empathy, able to communicate well, andable to provide assurance. From the existing articles, it can be seen thatempathy is a dominant factor in influencing patient satisfaction 
Family Burdens in patients with Schizophrenia Dya Sustrami; Ah Yusuf; Rizki Fitryasari; A.V. Sri Suhardingsih
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 17, No 1 (2022): March
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.088 KB) | DOI: 10.30643/jiksht.v17i1.168

Abstract

Introduction: People with schizophrenia need the role of the family as a caregiver. Objectives: The aim of this study was to describe the burden of the family as a caregiver for schizophrenia patients in an outpatient polyclinic setting, Menur Mental Health Hospital Surabaya. Methods: Total participants were 160 family caregivers who carry out routine check-ups for families with schizophrenia. The data was obtained using the Indonesian version of the Zarit Burden Interview (ZBI) questionnaire and Cronbach alpha (α) was 0.931. Descriptive statistics were used to describe and categorize the family caregiver burden. Results: The results showed that the majority of participants had burden score in the category no burden – low burdens: 64 participants (40.0%), the mild-moderate burden category was 84 participants (52.5%), the moderate-severe burden was 11 participants (6.9%), very severe burden category was only 1 participant (0.6%). In addition, the demographic data showed that most of the participants were adult (55%), and the majority of caregivers are female (54.4%), the majority of education was senior high school (51.9%), for and most of the participants were unemployed (45.6%). Conclusion: This study was needed to provide evidence for evolving intervention among family caregivers.
Hubungan Faktor Sikap dengan Pelaksanaan Program Pelayanan Kesehatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di SMP Muhammadiyah 4 Gadung Surabaya Dya Sustrami; Ninik Ambar Sari
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 12, No 2 (2017): October
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.346 KB) | DOI: 10.30643/jiksht.v12i2.27

Abstract

Health services in schools aim to improve skills and skills to take healthy living in order to form a healthy life behavior, increase the immune system of learners against disease and prevent disease, stop the disease process and prevention of disease complications. Health Services UKS need to pay attention to several factors, including predisposing factors that include attitude, knowledge. Behavior change is based on positive knowledge and attitude that will cause long lasting behavior. The research was conducted in SMP Muhammadiyah 4 Gadung Surabaya. Quantitative research with sample technique using Probability Sampling technique with simple random sampling counted 155 respondents. Instruments using questionnaires. Data were analyzed by spearman rank's and pearson's correlation test. Independent variable is attitude factor, and dependent variable is health service program implementation. The result of p = 0,000 (p value <0,05) hence concluded there is relation between attitude factor with health service of UKS. The implications of this study are the positive attitudes of pupils affecting the implementation of the health services of the UKS so that the role of pupils and implementing teachers can advance the UKS health care program.Keywords: Attitude Factor, and UKS Health Services