Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Pencegahan Dini Infeksi Menular Seksual (IMS) Pada Remaja di SMPN 4 Ciamis Asmarani, Sri Utami; Lestari, Lusi; Heryani, Heni; Purwati, Ayu Endang; Mutmainah, Nida Nadiatul
Daarul Ilmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Daarul Ilmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Januari-Juni 2025)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/daipkm.v3i1.866

Abstract

Introduction: Adolescence is a transitional period from childhood to adulthood, characterized by physical, psychological, emotional, and social acceleration. It requires a healthy younger generation that develops optimally toward adulthood. Health issues related to adolescents include reproductive health, unwanted pregnancies, abortion, drug abuse, and promiscuous behavior. Sexually transmitted infections (STIs) are types of infectious diseases that are generally transmitted through sexual activity. In Indonesia, the prevalence of STIs is quite high, including HIV-AIDS at 0.3% and syphilis at 1.2%. The greatest risks come from sexual behaviors such as changing partners and not using condoms.Lack of knowledge or low levels of knowledge about STIs is one of the factors that significantly influences the high incidence rate among adolescents. Objective: Providing early education on sexually transmitted infections (STIs) to adolescents at SMPN 4 Ciamis through community service activities. Methods: The methods used in this activity were lectures and discussions supported by Infocus media, laptops, and slide presentations. Results: The evaluation results showed that 90% of the students' answers in the question and answer session were correct, while the remaining 10% were less accurate. The change in behavior from not knowing to knowing is a measure of success in educational or outreach activities. Conclusion: Community service activities was carried out smoothly and it was found that most of the students at SMPN 4 Ciamis were able to understand about STIs. The role of teachers and parents is very important in supervising children's activities and activities both at school and at home.:
Edukasi Risiko Seks Bebas Tingkatkan Pengetahuan Remaja di SMAN 3 Ciamis Jawa Barat Noviati, Elis; Heryani, Heni; -, Rosmiati; Rahayu, Yuyun; Sukmawati, Ima; Srinaryanti, Yanti; Marliany, Heni
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v8i2.12190

Abstract

Masa remaja adalah masa transisi dari anak-anak ke dewasa. Salah satu permasalahan remaja saat ini adalah banyaknya terjadi perilaku seks bebas pada remaja. Berdasarkan survei SDKI tahun 2017 diantara remaja yang telah melakukan hubungan seksual dilaporkan sekitar 12% wanita mengalami kehamilan tidak diinginkan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya seks bebas. Pelaksanaan edukasi menggunakan media leaflet dan power poin. Kegiatan ini dilaksanakan di SMAN 3 Ciamis dengan sasarannya adalah para siswa dan siswi sebagai remaja sebanyak 29 siswa. Pengetahuan remaja dinilai dengan melakukan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan, hasil pre-test rata-rata berpengetahuan kurang 74,4% dan setelah penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan menjadi baik sebesar 75,9%. Diharapkan para remaja dapat menjauhi tindakan-tindakan yang dapat mendorong terjadinya seks bebas.
PELESTARIAN TRADISI BABARIT SEBAGAI PENGEMBANGAN CIVIC CULTURE DALAM MEMBANGUN PARTISIPASI MASYARAKAT Ratnasari, Ratnasari; Halimah, Lili; Heryani, Heni
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 1 (2025): PPKn dan Teknologi Digital
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v7i1.193

Abstract

Penelitian ini mengangkat pentingnya pelestarian budaya lokal, khususnya tradisi Babarit di DesaKarangjaya, sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai budaya kewargaan dalam kehidupansehari-hari. Di tengah arus globalisasi yang sangat cepat, budaya lokal seperti Babarit—ungkapansyukur atas hasil pertanian—mengalami ancaman kepunahan karena semakin terpinggirkan dan kurangmendapat perhatian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan makna budaya Babarit sertaperannya dalam mempererat identitas dan kebersamaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metodekualitatif deskriptif dengan langkah-langkah berupa observasi langsung di lokasi penelitian, yaitu DesaKarangjaya, serta wawancara dengan warga setempat. Melalui pendekatan ini, diharapkan penelitiandapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang budaya lokal Babarit dan berkontribusi nyataterhadap upaya pelestariannya. Selain itu, temuan dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi inspirasibagi masyarakat lokal untuk terus menjaga dan merawat budaya mereka di tengah tantangan globalisasi.
PENGEMBANGAN CIVIC DISPOSITION SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SMP IT MANBAUL HIKMAH Heryani, Heni; Fadel , Ahmad
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2022): Isu Sosial Politik
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v4i1.55

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan mata yang didalamnya mencakup memahami menghayati, dan mengamalkan dalam kehidupan sehari- hari dan menjadikan acuan untuk mengembangkan nilai-nilai pendidikan karakter pada peserta didik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan pengembangan civic disposition pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data mulai dari observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Perencanaan pembelajaran guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam mengembangkan Civic Disposition yaitu dengan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai kebutuhan guru untuk melaksanakan tugasnya. (2) Proses pelaksanaan pembelajaran dalam mengembangkan Civic Disposition, yaitu materi pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, sumber belajar dan evaluasi pembelajaran yang diterapkan di dalam kelas guna mengembangkan civic disposition siswa. (3) Pengembangan Civic Disposition dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yaitu untuk menanamkan tradisi-tradisi baik yang dilakukan sehari-hari secara tidak langsung menjadi karakter para peserta didik. Contohnya mengajarkan peserta didik agar selalu mengikuti upacara bendera setiap hari senin, selalu mentaati peraturan-peraturan sekolah
EKSISTENSI BUDAYA ERTURTUR ATAU TRADISI SANTUN BERTEGUR SAPA PADA KOMUNITAS PERSADAAN BATAK KARO KOTA CIMAHI Halimah, Lili; Heryani, Heni; Kencana Barus, Mada
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 2 (2022): Isu-Isu Kontemporer
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v4i2.61

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan penulis untuk menganalisis budaya ertutur atau suatu tradisi bertegur sapa adat Batak Karo yang semakin hari semakin mulai ditinggalkan para generasi mudanya. Mereka umumnya tidak mengenal kembali silsilah atau keturunan terdahulunya. Di Kota Cimahi sendiri sebagian besar di Komunitas Batak Karo sebagian besar tidak mengenal budaya erturtur. Metode penelitan yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik wawancara kepada anggota Komunitas Batak Karo. Hasil penelitian meunjukkan bahwa budaya erturtur sudah mulai dipahami oleh komunitas tersebut. Hal ini menjadi tugas para tokoh adat, para pemimpin keagaan untuk membumikan kembali budaya erturtur di kalangan generasi muda agar tidak hilang ditelan zaman
Penguatan Nilai Karakter Religius Peserta Didik dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Di SMP Muhammadiyah Subang rizkyarian, muhammadyoga; Halimah, Lili; Heryani, Heni
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 (2024): PPKN dan Masyarakat
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v6i2.137

Abstract

Pendidikan pada dasarnya merupakan kebutuhan dan memegang peranan yang sangat penting memajukan pembangunan dan kelangsungan hidup bangsa dan negara secara lintas generasi intelektual dan kualitas tinggi. guru sebagai pendidik, Pengawas, pelatih, dan pengembang kurikulum dapat menciptakan kondisi dan suasana belajar favourable yaitu suasana belajar yang menyenangkan, rasa aman dan memberi Kesempatan bagi peserta didik untuk berpikir aktif, kreatif dan inovatif dalam penelitian berkolaborasi dalam keterampilan mereka Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Hasil bahwa dalam membentuk karakter religius perlu harus ada adanya kerjasama dan pembiasaan dari setiap mata pelajaran termasuk mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewargenegaraan, di dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan bahwa Peserta didik harus dibiasakan dengan etika dan moral untuk menghormati guru artinya apa pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan menjelaskan apa saja yang boleh dilakukan peserta didik dan apa saja yang tidak boleh dilakukan oleh peserta didik seperti peserta didik harus dibiasakan berkata jujur ketika pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sedang berlangsung ini dimaksudkan agar peserta didik terbentuk rasa jujur di setiap tempat dan dimana saja, didalam pembelajaran PPKn peserta didik juga dibiasakan berdoa sebelum pembelajaran baik itu pada jam pertema, kedua, ketiga atau jam terakhir hal ini agar peserta didik dapat terbiasa bahwa setiap yang akan kita lakukan harus melibatkan Tuhan YME
Replikasi Kalkulator Deteksi Stunting dalam Program Gerabah Stunting Manis melalui Kolaborasi Pentahelix oleh DP2KBP3A Kabupaten Ciamis Suminar, Ratna; Budiyana, Dian; Rohita, Tita; Heryani, Heni
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i3.532

Abstract

Introduction: Stunting remains a significant public health issue that requires a multisectoral and community-based approach. Local government initiatives supported by cross-sectoral collaboration are key to accelerating stunting reduction efforts, especially through the optimization of local wisdom and community empowerment. One of the strategic tools utilized in this program is the Stunting Detection Calculator (Kalkulating). Objective: This community service aimed to replicate the use of the Kalkulating platform in the implementation of the Gerabah Stunting Manis program through a pentahelix collaboration initiated by the DP2KBP3A of Ciamis Regency across five target sub-districts. Method: The program was carried out through district-level community dialogues (saresehan) from January 9–16, 2025, followed by village-level sessions from February 10–17, 2025, in five selected villages. The program included seven stages of mentoring and integrated Kalkulating for stunting risk screening in toddlers and adolescents. Data were collected through direct observation, screening results, interviews with stakeholders, and village reports. Result: The activity involved 63 community health volunteers (Posyandu cadres), 25 prospective brides and grooms, 114 pregnant women, 40 postpartum mothers, and 440 toddlers. Each village developed localized innovations as strategies to prevent stunting. Stakeholder collaboration was reflected in the involvement of various government agencies, academics, and the community. Conclusion: The replication of the Kalkulating platform in the Gerabah Stunting Manis program successfully strengthened early stunting risk detection while fostering the emergence of local innovations. The sustainability of this program requires continued cross-sectoral synergy, program integration, and active community participation.
Implementation of 21st Century Learning for MGMP Teachers in Subang Regency Halimah, Lili; Hendrawan, Jajang Hendar; Fajar, Arnie; Heryani, Heni
Komunikasi Vol 2 No 1 (2025): Volume 2 No 1 April 2025
Publisher : Forum Komunikasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65055/bhaktijivana.v2i1.22

Abstract

Revolusi industri 4.0 telah menjadi fenomena penting di banyak bidang, termasuk pendidikan. Siswa harus menggunakan teknologi digital dan meningkatkan sumber daya manusia untuk beradaptasi dengan perubahan saat ini. Untuk itu Guru Mata Pelajaran Pendidikan IPS harus beradaptasi dan memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran. Untuk itu kami memberikan penyegaran bagi Guru di lingkungan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Mata Pelajaran IPS di Kabupaten Subang melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat adalah untuk memberikan pemahaman baru melalui teori dan praktek dalam proses pmbelajaran dalam menghadapi revolusi industri 5.0. Guru Pendidikan IPS dalam menghadapi perubahan zaman harus menjadi lebih dari hanya ide atau teori; harus menjadi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, menumbuhkan rasa ingin tahu yang tinggi, kepekaan sosial, kolaborasi tim, pemikiran kritis, dan kemampuan pemecahan masalah. Pentingnya Pendidikan IPS tidak hanya membuat peserta didik tidak hanya memiliki kecerdasan yang tinggi, tetapi mereka juga harus menjadi warga negara yang baik, sosial, berakhlak, dan berkarakter. Oleh karena itu, untuk menghadapi tantangan di era ini, sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah harus bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di era revolusi industri 4.0.
Optimalisasi Pengetahuan dan Sikap Ibu Mengenai Protein Hewani MP-ASI Sebagai Strategi Preventif Pengendalian Stunting Melalui Media Audiovisual Fauzi, Aulia Ridla; Heryani, Heni; Srinayanti, Yanti
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 3 (2023): Volume 14 No. 3 (2023)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v14i3.982

Abstract

Latar belakang: Secara global, pada Tahun 2020 terdapat kurang lebih 149 juta anak di bawah 5 tahun mengalami stunting. Hasil dari Studi Status Gizi Indonesia menunjukkan penurunan prevalensi stunting dari Tahun 2020 sebesar 26,92% dan Tahun 2021 sebesar 24,4%. Kebijakan yang diberikan pemerintah diantaranya intervensi secara spesifik dimulai dengan persiapan remaja putri dan ibu hamil bebas anemia, pencegahan kejadian kekurangan energi kronik (KEK), dan kampanye ASI eksklusif dimulai IMD hingga pemberian MP-ASI dimulai dari umur bayi enam bulan. Media audiovisual, dengan daya tarik dan kemudahannya dimengerti, memenuhi kriteria sebagai alat efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap. Hasil dari beberapa studi menunjukkan bahwa media dalam bentuk audio-visual berkontribusi terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap yang menjadi positif. Metode: Penelitian ini adalah pre-eksperimental satu kelompok dalam pre-test dan post-test. Populasi ibu bayi berusia 5-12 bulan, yang memenuhi kriteria dan bersedia menjadi responden. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik sampling insidental sebanyak 71 responden. Analisis dalam penelitian ini dari uji normalitas data terhadap kuesioner yang telah dibuat dengan uji Shapiro Wilk. Uji normalitas menggunakan aplikasi komputer dengan signifikansi >0.05. Untuk menguji hipotesis menggunakan rumus one sample t-test dengan nilai signifikansi <0.05. Hasil: Terdapat kenaikkan nilai pengetahuan dan sikap ibu tentang sumber protein hewani dalam MP-ASI setelah diberikannya intervensi berupa media audio-visual edukasi interaktif. Diantara kedua varibel di atas terlihat nilai signifikansi untuk pengetahuan ibu 0,0001 < 0,05 dan untuk variabel sikap juga memiliki nilai signifikansi 0,0031 < 0,05. Simpulan: Media audio-visual berupa video edukasi interaktif telah berhasil memengaruhi pengetahuan dan sikap ibu menjadi positif ibu tentang pemberian protein hewani dalam ini dengan komposisi yang double untuk digunakan dalam MP-ASI sebagai salah satu upaya untuk pertumbuhan bayi yang optimal dalam rangka pencegahan stunting.
Edukasi Terapi Komplementer Kompres Bawang Merah Penurun Demam pada Balita Pasca Imunisasi DPT Melalui E-Leaflet Heryani, Heni; Lestari, Lusi
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v7i2.19424

Abstract

DPT immunization in children under five has one side effect, one of which is fever. One of the treatments for reducing fever in children after DPT immunization is by using complementary therapy, namely the use of onion compresses. Information on complementary therapies has not been maximally provided to the community, especially to parents of children under five after DPT immunization. In the midst of this covid pandemic, this information must still be provided, one of which is by providing information through the use of e-leaflets about the use of shallots for reducing fever in children after DPT immunization. Posyandu cadres are community members chosen from and by the community, willing and able to work together in various community activities voluntarily to deal with individual health problems and regular posyandu services. Through this posyandu cadre, it can be used as a means for disseminating information through e-Leaflets. It is hoped that this community service will increase the knowledge of posyandu cadres, so that they can provide information to mothers who have toddlers to use red bottom compresses as an alternative to reduce fever in toddlers after DPT immunization.