Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Utilization of Animated Cartoon Media in Increasing Students' Knowledge of Dental and Oral Health Fitriyah; Salfiyadi, Teuku; Andriani; Linda Suryani
Journal Dental Health Vol 1 No 2 (2022): Dental Health
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.884 KB) | DOI: 10.30867/dheja.v1i2.125

Abstract

Animated cartoons are media that contain a collection of images that are processed in such a way as to move and are equipped with audio so that they are memorable and store learning messages. The purpose of this study was to determine the effect of counseling using animated cartoon media on dental and oral health knowledge. Based on the results of the initial data examination conducted on 15 students, the results obtained were 2 students with good knowledge, 2 students with moderate knowledge, and 11 students with less knowledge. This research method uses a Quasi Experiment One Group Pre test-Post test design. The population in this study were all fifth-grade students of SDN 2 Lamcot Aceh Besar totaling 30 respondents. The sampling technique used was the Total Sampling technique. This research was conducted on 12-18 May 2022. Data collection using a questionnaire. This study used the SPSS Paired Sample T-test and analyzed univariately and bivariate. Based on the results of the study, there were differences in the mean before and after the intervention with a difference in the mean value of 40.1. The results of statistical tests obtained a significance value of p = 0.000 (p = <0.05). The results of this analysis indicate that there is a significant difference between before and after counseling using animated cartoon media. It can be concluded that in this study there was an effect of counseling using animated cartoon media on dental and oral health knowledge of fifth-grade students at SDN 2 Lamcot Aceh Besar. It is recommended to teachers and health workers at the local health center use animated cartoon media in increasing students' dental and oral health knowledge.
Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu Dan Anak (Kia) Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Pangkalan Lesung Susanti, Yuli Yani Eka; Linda Suryani
JKEMS- Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jkems.v2i2.876

Abstract

Kematian ibu dan bayi merupakan ukuran terpenting dalam menilai indikator keberhasilan pelayananan kesehatan, namun pada kenyataannya ada juga persalinan yang mengalami komplikasi sehingga mengakibatkan kematian ibu dan bayi. Tujuan penelitian ini adalah  mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi pemanfaatan buku kesehatan ibu dan anak (KIA) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pangkalan Lesung. Salah satu upaya untuk mencegah kematian ibu dan bayi yaitu dengan pemanfaatan program buku KIA secara optimal. Hasil penelitian didapatkan untuk pengetahuan ada pengaruh antara pengetahuan terhadap pemanfaatan buku KIA pada ibu hamil (p value 0.000), untuk sikap tidak ada pengaruh sikap ibu terhadap pemanfaatan buku KIA pada ibu hamil (p value 0.350), sedangkan untuk dukungan petugas kesehatan ada pengaruh antara dukungan petugas kesehatan terhadap pemanfaatan buku KIA pada ibu hamil (p value 0.000). Dapat disimpulkan variabel yang mempengaruhi pemanfaatan buku KIA pada ibu hamil pada penelitian ini yaitu pengetahuan (p value 0.000) dan dukungan petugas kesehatan (p value 0.000).
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CAKUPAN IMUNISASI DASAR PADA ANAK USIA 12-36 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SELATBARU Karmila; Linda Suryani; Violita Dianatha Puteri; Siti Zakiah Zulva
Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan
Publisher : LPPM AKBID BI Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65854/jikk.v4i2.11

Abstract

Pemberian imunisasi merupakan upaya kesehatan masyarakat yang terbukti paling cost-effective serta berdampak positif untuk mewujudkan derajat kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Secara global, saat ini sekitar 23 juta anak di bawah usia satu tahun masih belum memperoleh imunisasi lengkap, dan 9,5 juta dari jumlah tersebut ada di Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi cakupan imunisasi dasar pada anak usia 12–36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Selatbaru. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Sampel sebanyak 77 ibu yang memiliki anak usia 12–36 bulan diperoleh melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa lima faktor memiliki hubungan signifikan dengan cakupan imunisasi dasar, yaitu: pengetahuan ibu (p=0,000), status pekerjaan (p=0,038), sikap ibu (p=0,000), dukungan keluarga (p=0,000), dan peran petugas kesehatan (p=0,000). Sementara faktor pendidikan, paritas, kepercayaan, dan ketersediaan fasilitas tidak memiliki hubungan yang signifikan. Pada analisis multivariat, pengetahuan ibu merupakan faktor dominan yang memengaruhi cakupan imunisasi dasar lengkap (p=0,001; Exp.B=52,33). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, pekerjaan, sikap, dukungan keluarga, dan peran petugas kesehatan merupakan faktor pendukung cakupan imunisasi dasar, sedangkan pendidikan, paritas, kepercayaan, dan fasilitas kesehatan merupakan faktor yang tidak mendukung. Puskesmas Selatbaru diharapkan meningkatkan promosi kesehatan dan keterlibatan petugas serta keluarga dalam mendukung imunisasi dasar anak.
Optimalisasi Pengetahuan Kesehatan Reproduksi melalui Program Penyuluhan pada Masyarakat Usia Produktif di Puskesmas Melur Linda Suryani; Triani Harahap, Haidar; Happy Zalma Fadillah; Marsanda; Meltanti Kaswa Putri; Miki Nuraini; Mutia Fahira; Widya Alifah Febriani
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.7010

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia, khususnya bagi masyarakat usia produktif yang berada pada masa aktif reproduksi dan rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan. Rendahnya literasi kesehatan reproduksi serta masih kuatnya anggapan tabu dalam membahas topik ini menjadi alasan utama dipilihnya kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan kesehatan reproduksi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat usia produktif tentang kesehatan reproduksi sebagai upaya promotif dan preventif. Metode pengabdian yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan reproduksi dengan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab yang didukung media edukasi. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Melur dengan sasaran masyarakat usia produktif. Evaluasi dilakukan melalui wawancara, observasi, dan perbandingan pemahaman peserta sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap peserta terhadap kesehatan reproduksi. Peserta menjadi lebih memahami konsep dasar kesehatan reproduksi, pencegahan penyakit menular seksual, serta perencanaan kehamilan, dan menunjukkan sikap yang lebih terbuka serta percaya diri dalam membahas topik tersebut. Dapat disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan reproduksi efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi masyarakat usia produktif. Oleh karena itu, disarankan agar kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi dilaksanakan secara berkelanjutan dan dikembangkan dengan melibatkan berbagai pihak serta media edukasi yang lebih variatif guna meningkatkan dampak dan keberlanjutan program
Comparison of Baby Massage and Baby Gym on the Growth and Development of Infants Aged 6–12 Months at the Dince Safrina Maternity Clinic Dany Ariyani; Linda Suryani; Siska Mulyani
HEALTH CARE: JURNAL KESEHATAN Vol 14 No 2 (2025): Health Care : Jurnal Kesehatan
Publisher : IKES Payung Negeri Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36763/n0k9t012

Abstract

The importance of early stimulation for infants lies in the fact that their growth and development are influenced by various internal and external factors. One effective form of stimulation within the midwife’s scope of practice is Baby Spa, which includes baby massage, baby gym, and baby swimming. Specifically, baby massage is known for its benefits in improving weight gain, sleep quality, and emotional bonding, while baby gym plays a role in optimizing motor development, muscle strength, and coordination. This study aims to compare the effectiveness of baby massage and baby gym on the growth and development of infants aged 6–12 months. The methodology used was a quasi-experimental pretest-posttest design with a control group. A total of 40 infants were equally divided into two groups: 20 infants received baby massage (intervention group) and 20 infants received baby gym (control group). Both interventions were administered 8 times, twice a week, with a duration of 30 minutes per session. Infant development was measured using the SDIDTK (Early Childhood Development Stimulation, Detection, and Intervention) Form before and after the intervention. Data were analyzed using the Mann Whitney test and Paired t-test. The results showed that both baby massage and baby gym had a significant effect on improving infant growth (weight and length), with a P-value of 0.000 (P < 0.05) for both interventions. However, further comparative analysis revealed a significant difference in the effects of the two interventions in improving growth (weight P = 0.00; height P = 0.000) and development (P = 0.00). It was concluded that there is a difference in effectiveness between baby massage and baby gym as stimulation interventions for infants aged 6–12 months. The researchers recommend enhancing education for mothers on the importance of stimulation for infants aged 6–12 months
EDUKASI PRAKTEK MENYIKAT GIGI PADA ANAK TK DI KECAMATAN KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR Nurdin Nurdin; Linda Suryani; Ida Fitria; Finaul Asyura; Henny Febriani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Edukasi praktek menyikat gigi di TK juga dapat menjadi sarana penting untuk mengajarkan anak-anak tentang peran makanan dalam menjaga kesehatan gigi. Anak-anak sering kali mengonsumsi makanan manis yang berpotensi menyebabkan karies. Melalui edukasi, mereka diajarkan untuk membatasi konsumsi makanan yang tinggi gula dan menjaga pola makan yang sehat untuk mendukung kesehatan gigi. Dengan upaya edukasi dan demontrasi menyikat gigi dapat membantu anak-anak usia TK memahami dan mempraktikkan teknik yang tepat secara langsung dan meningkatkan minat anak dalam merawat kebersihan gigi dan mulut, serta memperkuat kebiasaan menyikat gigi secara rutin. Tujuan Kegiatan : untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat, khususnya anak-anak dan, tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut secara teratur. Program ini bertujuan untuk membangun kebiasaan menyikat gigi yang benar, mengajarkan teknik menyikat yang efektif, serta mendorong penggunaan pasta gigi berfluorida sebagai langkah pencegahan terhadap karies dan penyakit gusi. Metode Pengabdian : Peningkatan pengetahuan dan pendekatan yang efektif dan partisipatif. Hasil Kegiatan : Hasil pengabdian masyarakat terkait praktik menyikat gigi pada anak-anak TK menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan kebiasaan menjaga kesehatan gigi. Setelah diberikan edukasi dan demonstrasi menyikat gigi yang benar, 90% anak mampu memahami dan menjelaskan teknik yang tepat, dibandingkan dengan hanya 40% sebelum program dilaksanakan. Selain itu, kebiasaan menyikat gigi anak-anak juga mengalami perbaikan. Sebelumnya, sebagian besar hanya menyikat gigi satu kali sehari atau tidak teratur, namun setelah program, 85% anak melaporkan bahwa mereka mulai rutin menyikat gigi dua kali sehari. Observasi juga menunjukkan bahwa 80% anak mampu menerapkan teknik menyikat gigi yang lebih baik, termasuk membersihkan seluruh area gigi secara menyeluruh. Kata kunci : Menyikat, Gigi, Anak Background: Education on toothbrushing practices in kindergarten can also be an important means to teach children about the role of food in maintaining dental health. Children often consume sweet foods that have the potential to cause caries. Through education, they are taught to limit consumption of foods high in sugar and maintain a healthy diet to support dental health. With efforts to educate and demonstrate toothbrushing, it can help kindergarten children understand and practice the right techniques directly and increase children's interest in maintaining dental and oral hygiene, as well as strengthen the habit of brushing teeth regularly. Activity Objectives: to increase public awareness and knowledge, especially children and, about the importance of maintaining dental and oral health regularly. This program aims to build the habit of brushing teeth correctly, teach effective brushing techniques, and encourage the use of fluoride toothpaste as a preventive measure against caries and gum disease. Community Service Method: Increase knowledge and an effective and participatory approach. Activity Results: The results of community service related to toothbrushing practices in kindergarten children showed a significant increase in knowledge and habits of maintaining dental health. After being given education and demonstration on proper tooth brushing, 90% of children were able to understand and explain the proper technique, compared to only 40% before the program was implemented. In addition, children's tooth brushing habits also improved. Previously, most only brushed their teeth once a day or irregularly, but after the program, 85% of children reported that they started to routinely brush their teeth twice a day. Observations also showed that 80% of children were able to apply better tooth brushing techniques, including cleaning all areas of the teeth thoroughly.Keywords: Brushing, Teeth, Children