Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PELATIHAN REGISTRASI AKUN DAN SUBMIT ARTIKEL BERBASIS OJS 3 La Ode Sahidin; Andi Muh. Ruum Sya'baan; Fahruddin; Sri Suryana Dinar; La Ode Akhiri Zulzaman; Yustih Yasin
JESASI (JURNAL EDUKASI, SAINS, DAN INOVASI) Vol. 1 No. 2 (2024): JESASI (Jurnal Edukasi, Sains, dan Inovasi) August - December 2024
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/jesasi.v1i2.10

Abstract

Students often face various challenges when trying to create or register an account on the Open Journal System (OJS), a platform used for managing scientific journals. One common issue is limited access, as some institutions don’t provide full access or clear guidance on how to use the platform. The registration process can also feel complicated, especially for first-timers, since the steps aren’t always straightforward. On top of that, technical issues like device compatibility or browser settings can make things even more frustrating. Institutional policies sometimes add another layer of difficulty, requiring students to meet extra conditions to sign up. The instructions provided on OJS are often incomplete or confusing, which doesn’t help either. Language barriers can be another obstacle, particularly for students who aren’t comfortable with the available languages on the platform. Lastly, slow or unstable internet connections can drag out the registration process, making it even harder to get started.
Utilization of wattpad media to enhance the effectiveness of poetry writing learning for high school students La Ode Adili; Irianto Ibrahim; Sri Suryana Dinar; La Ode Sahidin; La Ode Syukur; La Aso; La Tike; Saidiman Saidiman; N Nurfadillah; R Risna
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 3 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1157800

Abstract

One of the learning materials for 11th-grade high school students is writing poetry based on short stories. The characteristics of this material direct students to read short stories first to gain inspiration so that they can write poetry well. However, the learning process for this material seems less attractive to students due to the limitations of the learning media used by teachers. One digital medium that can stimulate students' imagination and creativity is the Wattpad application. This study explores the use of Wattpad media to improve the effectiveness of poetry writing learning. The research design used a one-group pretest-posttest design. The research instruments included: (1) student activity observation format, (2) learning outcomes test in the form of pretest and posttest, and (3) student response questionnaire to Wattpad media. There were 24 students who participated in this study. The results showed that student activity reached an average of 4.67 (very effective), and learning outcomes based on N-Gain analysis reached 0.76 (effective). Student responses to Wattpad media reached an average of 4.42 (very effective). This study concludes that the use of Wattpad media can improve the effectiveness of poetry writing learning. The implication is that the use of Wattpad can stimulate creativity and student engagement, leading to better learning outcomes. Indonesian language teachers can utilize Wattpad media for relevant learning materials.
KEMAMPUAN SISWA SDN 2 WOLASI DALAM MENGHASILKAN KARYA SENI DARI BAHAN ANORGANIK Lusi Ariati; La Ino; La Ode Sahidin
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 8 No. 1 (2023): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/gefv7265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menghasilkan karya seni dari bahan anorganik (2) untuk mengetahui karya seni yang dapat dibuat dari bahan anorganik (3) untuk mengetahui hambatan yang diperoleh siswa dalam pengolahan bahan anorganik menjadi karya seni di SDN 2 Wolasi Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siswa kelas 6 SDN 2 Wolasi memiliki kemampuan yang yang cukup tinggi dalam menghasilkan karya seni dari bahan anorganik. Siswa menunjukkan kemampuan untuk menggabungkan berbagai bentuk, warna, dan tekstur bahan anorganik dengan cara yang inovatif dan menarik. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan bahan anorganik dalam pembuatan karya seni dapat menjadi sarana yang efektif bagi siswa dalam berkarya. Selain siswa memiliki kemapuan dalam membuat karya seni, siswa juga menunjukkan peningkatan keterampilan teknis dalam memotong, melipat, dan menyusun sampah anorganik menjadi karya seni yang diinginkan. Mereka juga dapat mengembangkan kemampuan dalam menggunakan alat-alat yang diperlukan dalam proses pembuatan kerajinan. Siswa SDN 2 Wolasi dapat memanfaatkan bahan anorganik menjadi kerajinan tangan berupa bunga yang terbuat dari aneka botol bekas, tempat minuman dan hiasan gorden dari berbagai gelas-gelas minuman bekas dan Tas serta anyaman tikar yang terbuat dari berbagai plastic pembungkus makanan dan minuman.Faktor-faktor yang dapat menghambat kemapuan siswa dalam membuat kerajinan tangan dari bahan anorganik di SDN 2 Wolasi meliputi; (1) Kurangnya pengetahuan cara membuat karya seni dari bahan anorganik, (2) Siswa takut kotor, (3) kurangnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar, (4) Motivasi dan keterampilan, (5) tenaga Pendidik yang kurang kompeten di bidangnya
Peran Mahasiswa dalam Inovasi Pembelajaran Berbasis AI dan Penguatan Literasi Masyarakat La Ode Sahidin; La Ode Adili; La Ode Syukur; Yunus Yunus; Saidiman Saidiman; Rachman Rachman
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juli 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i2.693

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya literasi digital guru dan peserta didik, serta terbatasnya pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kebutuhan lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan membangun karakter masyarakat melalui pendekatan teknologi dan keagamaan. Metode pelaksanaan meliputi penyusunan modul ajar berbasis AI, pembelajaran langsung di kelas SD dan SMP, pelatihan guru dalam pembuatan media pembelajaran digital, serta pembinaan keagamaan bagi anak-anak santri. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest dengan analisis N-Gain Score, menunjukkan peningkatan hasil belajar yang signifikan dengan kategori “cukup efektif” hingga “efektif.” Selain itu, pelatihan guru dan kegiatan mengaji berhasil meningkatkan literasi digital dan religiusitas masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa integrasi teknologi dan pendekatan berbasis komunitas mampu menciptakan pembelajaran yang adaptif, kreatif, dan bermakna. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pengabdian yang dapat direplikasi untuk mendukung transformasi pendidikan dan pembangunan karakter di wilayah lain. Program ini berhasil meningkatkan literasi digital dan karakter religius melalui integrasi modul berbasis AI serta pembinaan keagamaan. Evaluasi menggunakan N-Gain Score membuktikan peningkatan hasil belajar yang signifikan. Sinergi teknologi dan pendekatan komunitas ini menciptakan pembelajaran adaptif yang efektif sekaligus menjadi model replikasi transformasi pendidikan di wilayah lain.
Perjuangan dan Idealisme Pendidikan Tokoh Desi Istiqomah dalam Novel Guru Aini Karya Andrea Hirata: Kajian Sosiologi Sastra: The Struggle and Educational Idealism of Desi Istiqomah in the Novel Guru Aini by Andrea Hirata: A Sociology of Literature Study La Ode Sahidin; Marwati; Wahyuni Widya Safitri
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.46

Abstract

Novel Guru Aini karya Andrea Hirata menampilkan persoalan pendidikan, ketimpangan akses belajar, dan idealisme seorang guru yang memilih mengabdi di wilayah pelosok. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk perjuangan tokoh Desi Istiqomah dalam mewujudkan cita-cita sebagai guru matematika serta menafsirkan makna sosial perjuangan tersebut dalam perspektif sosiologi sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Sumber data penelitian adalah novel Guru Aini karya Andrea Hirata, sedangkan data berupa kutipan narasi, dialog, dan peristiwa yang memuat perjuangan tokoh utama. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca intensif dan catat, kemudian dianalisis dengan tahapan identifikasi, reduksi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjuangan Desi Istiqomah terwujud dalam enam tahap naratif, yaitu memperjuangkan pilihan masuk pendidikan guru, menempuh perjalanan menuju kampung pelosok, menyesuaikan diri dengan kehidupan sederhana di daerah penugasan, mencari murid yang mampu berkembang dalam matematika, mempertahankan idealisme pendidikan, dan mencerdaskan Aini. Temuan ini memperlihatkan bahwa perjuangan tokoh utama tidak hanya merupakan kegigihan individual, tetapi juga representasi kesadaran sosial tentang pemerataan pendidikan, martabat profesi guru, dan harapan emansipatoris bagi peserta didik di wilayah pinggiran. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian sosiologi sastra dengan menempatkan perjuangan tokoh sebagai bentuk agensi pedagogis yang berhubungan dengan masalah sosial pendidikan.
Internalisasi Nilai Persatuan melalui Pembelajaran Tari Lulo pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar: Studi Pre-Eksperimental di SD Negeri 2 Konda: Internalization of Unity Values through Lulo Dance Learning among Fifth-Grade Elementary School Students: A Pre-Experimental Study at SD Negeri 2 Konda Andriyani; Kadir; La Ode Sahidin
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 10 No. 1 (2025): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/deaf7078

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pembelajaran Tari Lulo dalam meningkatkan nilai persatuan siswa kelas V SD Negeri 2 Konda, Kabupaten Konawe Selatan. Nilai persatuan dipahami sebagai perilaku yang mencerminkan kerja sama, disiplin, kebanggaan terhadap budaya lokal, solidaritas, dan toleransi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one-group pretest-posttest berulang. Subjek penelitian adalah 18 siswa kelas V yang dipilih secara purposif sesuai kebutuhan penelitian tindakan pembelajaran di kelas. Data dikumpulkan melalui observasi berbasis rubrik dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji-t berpasangan pada taraf signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai persatuan dari 66,00 pada pretest menjadi 71,22 pada posttest I, 75,94 pada posttest II, dan 81,22 pada posttest III. Ketuntasan klasikal meningkat dari 38,9% menjadi 100% pada pengukuran akhir. Uji-t berpasangan menunjukkan perbedaan signifikan antara pretest dan setiap posttest: posttest I (t = 6,410; p < 0,001), posttest II (t = 8,479; p < 0,001), dan posttest III (t = 8,571; p < 0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa Tari Lulo dapat menjadi media pembelajaran berbasis budaya lokal yang efektif untuk menguatkan nilai persatuan di sekolah dasar. Namun, karena penelitian tidak menggunakan kelompok kontrol, generalisasi hasil perlu dilakukan secara hati-hati.
CULTURAL REFLECTIONS IN OKKY MADASARI'S NOVEL MATA DAN MANUSIA LAUT Heni Ratnasari; La Ode Sahidin; Marwati
Jurnal Casa Cendekia Vol 1 No 1 (2025): Juscia (Jurnal Sastra Cendekia), Vol. 1 No. 1, October 2025.
Publisher : CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/ybjw4b76

Abstract

This study aims to describe the cultural reflections in Okky Madasari's novel Mata dan Manusia Laut (Eyes and Sea People). This is a qualitative study using library research as the research method. The data in this study are words, sentences, and texts related to cultural reflections in the novel Mata dan Manusia Laut (Eyes and Sea People) by Okky Madasari. The results show that there are five cultural reflections in Okky Madasari's novel Mata dan Manusia Laut, namely: lifestyle, customs, beliefs, education, and equipment. Based on the results of the research and discussion in Okky Madasari's novel Mata dan Manusia Laut, data related to its cultural reflections were obtained, namely: lifestyle, customs, beliefs, education, and equipment.
EDUCATIONAL VALUES IN THE NOVEL “PANGERAN HATI” BY MELLYANA DHIAN Wa Ode Shinta Cahyani Belavori; La Ode Sahidin; Saidiman
Jurnal Casa Cendekia Vol 1 No 2 (2026): Juscia (Jurnal Sastra Cendekia), Vol. 1 No. 2, January 2026.
Publisher : CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/9snne164

Abstract

The purpose of this research is to describe what education value are contained in Mellyana Dhian’s novel Pangeran Hati. The method used in this research is descriptive qualitative. The data in this study are  wiritten data in the from text containing educational values in the novel Pangeran Hati by Mellyana Dhian. Research result – Based on the research results it can be concluded that the value of education in the novel Pangeraan Hati by Mellyana Dhian includes the value of religious educationincludes praying, having good prejudice, advising in goodness, worship, giving thanks. then the value of moral education includes good morals dan bad morals. Good morals include helping, respecting older people, maintaning honor, forgiving, and being humble. while bad morals include selfish, oppresive, and lying. Then the social value of mutual respect by maintanning dood manners and living in harmony between religious communities. Then the value of cultural education includes customs and traditional songs. The valueeducation in movel Pangeran Hati by Mellyana Dhian is very important for students to emulate in their daily lives. The value of education is views that are able to shape a person’s character for the better. The novel Pangeran Hati by Mellyana Dhian contains educational values consisting of religious education values, morl education value, social education value, and culture education value which are very beneficial for readers, both students and society in general.
ANALISIS NILAI MORAL DALAM NOVEL RUMAH UNTUK ALIE KARYA LENN LIU Sesilia Sesilia; La Ode Sahidin; La Ode Adili
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i1.2029

Abstract

The purpose of this study is to describe the moral values in the novel House for Alie by Lenn Liu. The type of research is library research. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The data in this study is written data, namely excerpts from stories related to moral values in the novel House for Alie by Leen Liu. The source of data in this study is a novel entitled House for Alie by Leen Liu which was published by the media crater in 2024 with a thickness of 262 pages. The data collection technique used in this study is the reading and recording technique. The data analysis technique used in this study is qualitative descriptive. The results of the study show that there are moral values, namely the moral value of human relations with themselves, the moral value of human relations with fellow humans, and the moral value of human relations with God. The moral value of human relationships with oneself is self-esteem, self-confidence, fear, longing, loneliness, responsibility to oneself, obligation to oneself, and manners. Furthermore, the moral value of human relationships with fellow humans is to think positively, help others, help selflessly and respect each other. Then, the moral value of human relations with God is surrender and obedience to God, praying or begging God, and acknowledging God's greatness.
Makna Lagu Daerah Papua Karya Enis Kogoya dan Nimrot Wakerkwa: Perspektif Hermenutik Gadamer: A Gadamerian Hermeneutic Study of the Meaning of Papuan Regional Songs by Enis Kogoya and Nimrot Wakerkwa Minus Wakerkwa; Sumiman Udu; La Ode Sahidin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2025

Abstract

Lagu daerah Papua berbahasa Lani tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menyimpan pengalaman sosial, pendidikan, dan identitas budaya masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan menafsirkan makna lagu Sekolah Kwarir Liru Kwarik Ap Iname Nagi Ooo dan Elengge Ap Iname Nogokwarak Noggo karya Enis Kogoya, serta Dukwi Abo Bangeme karya Nimrot Wakerkwa melalui hermeneutika Gadamer. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data primer berupa lirik dan rekaman lagu, sedangkan data sekunder berupa buku serta artikel ilmiah. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, simak, transkripsi, klasifikasi, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga lagu memuat makna perjuangan pendidikan, kerinduan keluarga, keterikatan pada kampung halaman, kritik sosial atas keterbatasan akses pendidikan, dan pelestarian bahasa Lani. Kesimpulannya, makna lagu lahir dari dialog antara teks, tradisi, dan penafsir. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian hermeneutika sastra lisan Papua serta pemanfaatan lagu daerah sebagai media pendidikan karakter, khususnya dalam kajian teks lisan lokal yang belum banyak diteliti akademik.