Articles
BANTUAN KEBUTUHAN ANAK DAN PEREMPUAN BAGI WARGA TERDAMPAK BANJIR DI WILAYAH SUNGAI LULUT BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN
dania relina sitompul;
Margareta Martini;
Ermeisi Er Unja;
oktovin oktovin
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51143/jsim.v3i1.271
Bencana banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Indonesia. Salah satu yang juga mengalami musibah banjir adalah Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan pada pertengahan hingga akhir Januari 2021. Akan tetapi, musibah banjir besar ini baru pertama kali terjadi. Distribusi bantuan bagi korban banjir terus dilakukan, namun ada beberapa wilayah yang belum menerima bantuan dalam bentuk apapun. Salah satunya adalah masyarakat kelompok khusus yaitu perempuan dan anak-anak di wilayah sungai lulut, Komplek Graha Sejahtera 1, Blok Graha 1, Jalur B Banjarmasin, karena terputusnya akses jalan. Tim Pengabdi mencoba memecahkan masalah dengan metode community development, dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan, bantuan logistik khusus bagi perempuan, bayi dan anak-anak. Hasil dari kegiatan ini sebanyak 68 warga perempuan (remaja dan wanita usia subur) serta 4 bayi dan 24 anak-anak telah mendapatkan bantuan. Hasil survey kepuasan juga menunjukan mayoritas kelompok sasaran merasa sangat puas karena telah mendapatkan bantuan sesuai dengan yang diharapkan. Kesimpulan bahwa masyarakat kelompok rentan yaitu perempuan dan anak-anak korban bencana sangat mengharapkan bantuan baik itu pemenuhan kebutuhan dan juga pemantauan kesehatan. Kata Kunci : Bantuan Kesehatan, Bencana Banjir, Masyarakat Kelompok Rentan
PENYULUHAN MANAJEMEN MAKANAN SEHAT BAGI PENDERITA HIPERTENSI BAGI WARGA GANG KARYA BANJARMASIN TENGAH
Lucia Andi Chrismilasari;
Luckita Ibna Permana;
Ermeisi Er Unja;
Ria Kamala Riani
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51143/jsim.v1i2.276
Hipertensi merupakan manifestasi gangguan keseimbangan hemodinamik systemkardiovaskuler. Banjarmasin merupakan salah satu daerah dengan tingginya kasus hipertensi.Adapun yang tergambar dari kondisi masyarakat di Banjarmasin adalah terkait gaya hidupterutama perilaku mengkonsumsi makanan. Pola makan yang sesuai merupakan suatupenatalaksanaan yang perlu diperhatikan oleh penderita hipertensi karena hal tersebut akansangat membantu mengendalikan tekanan darah.Masalah yang ditemukan pada masyarakat binaan Puskesman Teluk Dalam adalah1)Perilaku masyarakat dalam mengkonsumsi makanan sehat masih kurang, 2) Masyarakatbelum mengetahui komponen makanan yang dapat dikelola untuk membantu mengontroltekanan darah yang tinggi, 3) Masyarakat belum tahu secara benar cara pengolahan makanandan penyajian makanan yang sehat dan terjangkau bagi penderita hipertensi.Solusi yang ditawarkan adalah mengubah perilaku dalam mengkonsumsi makananharian yaitu dengan memperbanyak ilmu pengetahuan melalui kegiatan penyuluhan kesehatandengan metode ceramah Tanya jawab mengenai nutrisi yang tepat dalam mengontrol tekanandarah.Hasil kegiatan pengabdian didapatkan 100% masyarakat memiliki pengetahuan yangbaik tentang manajemen makanan bagi penderita hipertensi setelah diberikan penyuluhankesehatan dengan metode ceramah Tanya jawab. Dari 26 orang warga wilayah gang karya yangmenderita hipertensi derajat II, 8 orang warga (54%) mampu mengontrol tekanan pada derajathipertensi yang sama (hipertensi derajat II) dan 5 orang warga (33%) mengalami penurunantekanan darah menjadi Hipertensi derajat I dan 2 orang warga (13%) pada kondisi pra hipertensidalam waktu 3 minggu.Kemampuan warga yang menderita hipertensi dalam mengontrol tekanan darahdikarenakan warga penderita hipertensi mampu mengontrol sedikit demi sedikit konsumsimakanan asin dan cenderung memperbanyak sayur, rajin melakukan aktifitas fisik, sertamelakukan kunjungan ke fasilitas kesehatan pemerintah dalam membantu mengontrok tekanandarah. Melalui kegiatan penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah ternyata cukup efektifdalam membantu warga penderita hipertensi memahami cara mengontrol hipertensi melaluidiet makanan harian. Pengetahuan akan hipertensi juga mampu menjadi dasar bagi penderitahipertensi untuk berperilaku sesuai pengetahuan yang di dapatnya.Kata Kunci : Hipertensi, Makanan Sehat Hipertensi, Pasien Hipertensi, Penyuluhan Kesehatan
Hubungan Self Efficacy Dengan Pelaksanaan Mobilisasi Dini Pasien Apendektomi Di Ruang Bedah RSUD H. Boejasin Pelaihari
Yohanna Hartatyaningsi;
Dyah Trifianingsih;
Aulia Rachman;
Ermeisi Er Unja
Jurnal Medika Nusantara Vol. 1 No. 2 (2023): Mei: Jurnal Medika Nusantara
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59680/medika.v1i2.507
One of the nursing interventions in recovery and healing the appendectomy wounds is early mobilization exercises. One of the factors that influence the success of early mobilization is to increase self-efficacy. This research want to determine the correlation of self-efficacy and early mobilization among appendectomy patients in surgery room at H. Boejasin Pelaihari Hospital. The study conducted by utilizing quantitative research with cross sectional approach. There are 20 respondents involved in the study that selected using accidental sampling. The analysis use an spearman rank formula to determine the correlation between two variables. The results showed that the self-efficacy of patients after appendectomy. There are 12 respondents (60%) showed their self-efficacy level in moderate level. 11 respondents (55%) had a good mobilization exercise. Analysis of Spearman Rank correlation found that there was a strong significant relationship between self-efficacy and mobilization among appendectomy patient where the value of p = 0.000.
IMPLEMENTASI CERDIK : EDUKASI PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) PADA MASYARAKAT KELURAHAN MANTUIL
Aulia Rachman;
Ermeisi Er Unja;
Oktovin Oktovin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jpm.v7i1.260-270
Penyakit tidak menular (PTM) menjadi penyebab kematian tertinggi didunia seperti kardiovaskular, kanker, penyakit pernafasan kronis, diabetes dan cidera. Zaman sekarang kegiatan merokok, konsumsi alcohol serta obat-obatan ada yang menjadikan gaya hidup sehingga penderita penyakit degenerative semakin meningkat serta menjadi penyebab ancaman kehidupan. Upaya pencegahan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan, menanamkan pola hidup sehat, mengenali tanda dan gejala penyakit, penegahan terjadinya PTM dan penyakit yang mengikutinya. Berdasarkan Analisa situasi ditemukan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit tidak menular (PTM) dan perilaku cerdik. Maka tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan, perilaku, informasi masyarakat tentang upaya pencegahan penyakit tidak menular di keluarga dan Masyarakat. Pada kegiatan ini terdapat beberapa tahapan yaitu, tahap pembentukan kader lalu tahap pelatihan pemeriksaan fisik dan edukasi dan terakhir tahap monitoring status kesehatan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan nilai pengetahuan tentang penyakit tidak menular khususnya hipertensi dan diabetes mellitus sebesar 21.39 dan terjadi peningkatan pada aspek keterampilan pengukuran tekanan darah menunjukkan peningkatan sebesar 13.39 poin, Kader mengikuti pelatihan dengan antusias dan mengatakan menjadi lebih percaya diri melaksanakan tugas sebagai kader di posbindu PTM. Melihat hasil yang ada maka dapat disimpulkan implementasi CERDIK : edukasi pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (PTM) pada masyarakat Kelurahan Mantuil berhasil dan berjalan sesuai dengan tujuan.
Pemberdayaan dan Pendampingan Kader Posbindu PTM Dalam Deteksi Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Pada Masyarakat Pesisir Sungai
Rachman, Aulia;
Unja, Ermeisi Er;
Tutpai, Getrudis;
Chrisnawatid
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : MEMAKSIMALKAN POTENSI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33086/snpm.v3i1.1232
Data Profil Kesehatan Kota Banjarmasin 2021, prevalensi hipertensi di Banjarmasin 28,49% tahun 2020 meningkat menjadi 35,39 % tahun 2021 dan prevalensi Diabetes mellitus tipe 2 di Banjarmasin juga meningkat dari 8,09% menjadi 9,96%. Prevalensi PTM yang berkontribusi terhadap kematian menuntut pemerintah untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dengan menurunkan faktor risikonya. Posbindu PTM merupakan salah satu upaya kesehatan berbasis masyarakat yang bersifat promotif dan preventif dalam rangka deteksi dini dan pemantauan faktor risiko PTM Utama yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodik. Puskesmas pekauman merupakan puskesmas dengan cakupan wilayah kerja terluas dan padat penduduk yang tersebar tidak merata. Jarak tempuh yang jauh, dan hanya dijangkau dengan transportasi air menyebabkan penguatan peran Kader Posbindu PTM masih perlu dioptimalkan. Tujuan pelaksanaan PkM untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang PTM pada DM dan hipertensi, meningkatkan keterampilan kader dalam melakukan skrining faktor risiko PTM untuk masyarakat di pesisir sungai di Banjarmasin. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pemberdayaan dengan pelatihan dan pendampingan kader dalam melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan PTM khususnya hipertensi dan DM. Hasil menunjukan peningkatan peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan sebesar 21.39 poin dengan p: 0.00, peningkatan ketrampilan sebesar 13.39 poin dengan p: 0.00 dan mayoritas kader menyatakan semakin memiliki rasa percaya diri dan antusias untuk melaksanakan tugas. Dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan, sebanyak 46 warga di Posbindu Seberang Sungai Mantuil dan 44 warga di Posbindu Basirih Selatan mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh kader. Hasil pemeriksaan ditindaklanjuti dengan penyuluhan kesehatan dan olahraga bersama kader dan warga. Direkomendasikan agar pelaksanaan Posbindu PTM paska kegiatan PPM dapat dimonitoring oleh puskesmas Mantuil dan kegiatan PkM serupa dapat diterapkan di Posbindu PTM lainnya di Kota Banjarmasin.
Program Peningkatan Status Kesehatan Lansia Melalui Senam Hipertensi di Banjarmasin
Anastasi Maratning;
Ermeisi Er Unja;
Aulia Rahman;
Oktovin Oktovin
Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Februari : Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Nalanda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47861/jipm-nalanda.v2i1.880
The high incidence of hypertension is influenced by various factors, one of which is the activity factor. Physical activity can show a reduced risk of death in people with hypertension. Efforts that can be made for people with hypertension to lower blood pressure can be done one of them with hypertension exercises. This community service activity was carried out once, namely on Saturday in conjunction with the elderly posyandu activities carried out by a team of lecturers and students with posyandu cadres. Activities are given to community groups, especially the elderly who are people with hypertension. A total of 35 elderly people participated in this gymnastics activity. The elderly with hypertension are also very enthusiastic in participating in the elderly gymnastics carried out, as can be seen from the number of participants who participated in gymnastics in this activity. The results of blood pressure monitoring conducted by the community service also showed that there was no significant increase in blood pressure during the implementation of hypertension in most activity participants. Elderly gymnastics activities and blood pressure checks can run very well and the cadres look more enthusiastic and actively involved in activities. This activity is expected to be able to run regularly in the future in collaboration with the puskesmas and posyandu cadres.
Gambaran Kualitas Tidur Para Penderita Hipertensi Lansia di Wilayah Kota Banjarmasin
Unja, Ermeisi Er;
Tutpai, Gertrudis;
Maratning, Anastasia
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 2 (2024): June
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69693/ijim.v2i2.119
Hypertension is currently still the number one non-communicable disease in Banjarmasin. Hypertension caused many problems in physical, psychological, social and even the most serious impact in the form of death. The main complaint of people with hypertension is poor sleep quality, which can cause memory impairment, cognitive abilities and decreased health. To determine the picture of sleep quality in patients with hypertension in Banjarmasin. This study is a descriptive quantitative research that was conducted at some area in Banjarmasin. There are totaling 120 elderly patients with hypertension be a respondents that taken by random Sampling. The research instrument used the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire, the analysis of research data used univariate analysis, namely frequency distribution. Sleep quality in hypertensive patients in the work area of the Pekauman Health Center in 2023 obtained the results of respondents who had poor sleep quality as many as 98 respondents (81,6%) and 22 respondents (18,4%) had good sleep quality. The sleep quality of elderly people with hypertension in some area in Banjarmasin has a poor sleep quality, which is 81,6% in 98 respondents in the study. The importance of the role of nurses to provide education to improve sleep quality.
Pengaruh Pemberian Teh Bunga Telang Terhadap Perubahan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi
Unja, Ermeisi Er;
Fitrianingsih, Rani Nur;
Oktovin, Oktovin;
Rachman, Aulia;
Warjiman, Warjiman;
Lanawati, Lanawati
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 3 (2024): September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69693/ijim.v2i3.196
Prevalensi Hipertensi terus meningkat setiap tahunnya di Provinsi Kalimantan Selatan. Hipertensi menduduki peringkat pertama untuk penyakit tidak menular di Kota Banjarmasin dan memiliki kasus tertinggi yaitu 62.662 kasus pada tahun 2021. Puskesmas Alalak Selatan adalah salah satu fasilitas kesehatan yang menangani kasus hipertensi tertinggi kedua. Penanganan hipertensi selama ini hanya dilakukan dengan memberikan terapi farmakologi saja, sehingga terapi non farmakologi dapat menjadi salah satu solusi yang dapat ditawarkan seperti terapi konsumsi teh bunga telang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian teh bunga Telang terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas Alalak selatan Banjarmasin tahun 2024. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif metode pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 18 orang dipilih dengan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Dan hasil dianalisis dengan uji paired sample T-test. Hasil menunjukan bahwa adanya perbedaan rerata nilai systole dan diastole pada tekanan darah responden antara sebelum dan sesudah pemberian teh bunga telang terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi dengan hasil p-value=0,00 <0,05. Adanya pengaruh pemberian teh bunga Telang terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas Alalak selatan Banjarmasin.
Peningkatan Kemandirian Anak Menjalankan Protokol Kesehatan Dalam Rangka Pencegahan Penyakit Menular Pada Anak-Anak Berkebutuhan Khusus Di Banjarmasin
Ermeisi Er Unja;
Aulia Rachman;
Gertrudis Tutpai;
Lucia Andi Chrismilasari
Jurnal Kabar Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Mei : JURNAL KABAR MASYARAKAT
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54066/jkb.v1i2.755
The independence of children with special needs in a clean and healthy lifestyle requires assistance, direction and supervision to avoid all kinds of infectious diseases that very often occur in children. One effort that can be done is to teach how to wash hands properly and properly and use masks. This community service activity is carried out in the form of counseling in the form of movements and songs about washing hands clean and how to properly use a mask, as well as watching PHBS educational videos together. The results of this community service turned out to be able to increase the knowledge of children with special needs in maintaining a clean and healthy lifestyle. There is a difference in knowledge before counseling and after counseling. After being given counseling, children can demonstrate again how to wash their hands with soap in the correct steps and use a good mask.
Pengaruh Pemberian Promosi Kesehatan melalui Media Leaflet terhadap Pengetahuan Siswa/I tentang Pencegah Pencegahan TB Paru di SDN Sungai Lulut 8 Banjarmasin
Yusserliyawati Yusserliyawati;
Ermeisi Er Unja;
Margareta Martini
Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Vol. 2 No. 3 (2024): September : Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebid
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61132/corona.v2i3.611
Tuberculosis is an infectious disease caused by the Mycobacterium Tuberculosis germ, which mostly attacks the lungs. The problem of controlling pulmonary tuberculosis has been implemented in many countries since 1995, but it remains a health problem in the community that causes high mortality among infants, children, adolescents, and seniors. One of the government programs in controlling pulmonary tuberculosis is the Joint Movement against tuberculosis in education units, the targets in the program are students, teachers, and education personnel from kindergarten to senior high school by providing health promotion. Data collection conducted by researchers found a health center with the highest incidence of pulmonary TB in children in Banjarmasin city, there is one elementary school closest to the health center. This study aims to provide health promotion through leaflet media on students' knowledge about the prevention of pulmonary tuberculosis at SDN Sungai Lulut 8 Banjarmasin. This study used quantitative research Pre-experimental method with a one group pretest-posttest approach. The population in this study were 199 people. The sampling technique used was purposive sampling with a sample size of 67 students. This research instrument uses a questionnaire. The statistical test used is the Wilcoxon signed rank test. The results show that there is a difference between before and after giving promotion.