Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Chat GPT dalam Pembelajaran Bahasa: Perspektif Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia IAIN Madura Alatas, Mochamad Arifin; Romadhon, Sahrul; Rachmayanti, Irma
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91833

Abstract

Ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang dan memperngaruhi kegiata belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi perspektif mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia IAIN Madura terhadap penggunaan Chat GPT dalam pembelajaran bahasa. Chat GPT sebagai aplikasi kecerdasan buatan (AI) menawarkan berbagai manfaat dalam proses pembelajaran, termasuk membantu menyelesaikan tugas, memahami materi, dan meningkatkan keterampilan bahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran kuantitatif dan kualitatif. Metode pengumpulan data kuantitatif dengan angket yang disebarkan ke mahasiswa. Sedangkan kualitatif melalui wawancaran, observasi, dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Chat GPT memiliki dampak positif signifikan, membantu mahasiswa dalam mengerjakan tugas dan mencari referensi materi. Frekuensi penggunaannya bervariasi, dengan sumber informasi utama dari teman dan media sosial. Mayoritas mahasiswa merasa terbantu dan menilai positif penggunaan Chat GPT, meskipun ada tantangan dalam menilai keakuratan informasi. Sebagian besar responden merasa bahwa Chat GPT cukup atau sangat mempengaruhi hasil belajar dan membantu memahami materi, serta efektif dalam pengembangan keterampilan menulis.
TubeReport: Inovasi Media Pembelajaran Youtube dalam Menulis Teks Berita pada Siswa Kelas VIII SMPN 1 Galis Pamekasan Fitriyah, Desi Lusiana; Alatas, Mochamad Arifin; Effendy, Moh Hafid; Firnanda, Aldi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107249

Abstract

Learning to write news texts is often perceived as difficult by students because the material presented is less related to real life. The purpose of this research is to describe the implementation of the TubeReport media innovation, the results of its use in news texts, and the students' responses in learning. This research uses descriptive qualitative methods. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The research results show that the application of TubeReport media helps students in writing news texts that adhere to journalistic structure, from the application of the 5W+1H elements to the use of clear and informative language. Students responded positively through active participation in discussions, enhanced critical thinking skills, and greater interest in the world of journalism. In conclusion, TubeReport is an innovative learning medium that helps students write news texts by utilizing video broadcasts that are contextual, visual, and close to the realities of students' lives. Pembelajaran menulis teks berita kerap dirasakan sulit oleh siswa karena materi yang disampaikan kurang berkaitan dengan kehidupan nyata. Tujuan penelitian ini menggambarkan pelaksanaan inovasi media TubeReport, Hasil penggunaan dalam teks berita, dan respon siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media TubeReport membantu siswa dalam menulis teks berita yang sesuai dengan struktur jurnalistik, mulai dari penerapan unsur 5W+1H hingga penggunaan bahasa yang lugas dan informatif. Siswa memberikan respon positif melalui partisipasi aktif dalam diskusi, kemampuan berpikir kritis yang lebih terasah, serta ketertarikan yang lebih besar terhadap dunia jurnalistik. Kesimpulannya, TubeReport adalah media pembelajaran inovatif yang membantu siswa dalam menulis teks berita dengan memanfaatkan tayangan video yang bersifat kontekstual, visual, dan dekat dengan realitas kehidupan siswa.
Inovasi Media Pembelajaran Powtoonsimakvasi Dalam Meningkatkan Kemampuan Menyimak Teks Observasi Kelas X Sekolah Menengah Atas Da’i, Moh.; Alatas, Mochamad Arifin; Adriana, Iswah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107370

Abstract

The development of the digital era, which demands the integration of technology in learning, requires innovative media that can actively and reflectively sharpen students' listening skills, such as using PowToonSimakvasi as an interactive medium in learning observational report texts. This research aims to examine the application of the PowToonSimakvasi learning media in improving students' listening skills for observational report text material. This research was conducted in class X of Raudlatul Jannah High School using a descriptive qualitative approach with observation and documentation techniques. Data analysis techniques used data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate that the implementation of PowToonSimakvasi is able to increase concentration, active participation of students, and improve students' understanding of observational report texts. The advantages of this medium lie in its use of engaging audio-visual elements for students, its flexibility, and its ease of access, which will optimally support learning achievement goals. However, this media is also influenced by the availability of adequate infrastructure and the competence of teachers to apply this digital platform. Therefore, PowToonSimakvasi media can be recommended as a relevant medium for the demands of the digital age, effective in supporting Indonesian language learning, especially for observational report text material.Perkembangan era digital yang menuntut integrasi teknologi dalam pembelajaran, dibutuhkan media inovatif yang dapat mengasah keterampilan menyimak siswa secara aktif dan reflektif, seperti penggunaan PowToonSimakvasi sebagai media interaktif dalam pembelajaran teks laporan observasi. Peneltian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan media pembelajaran PowToonSimakvasi dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa terhadap materi teks laporan observasi. Penelitian ini dilakukan pada kelas X SMA Raudlatul Jannah dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwasanya implementasi PowToonSimakvasi mampu meningkatkan konsentrasi, partisipasi aktif dari peserta didik, dan meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap teks laporan observasi. Keunggulan media ini terletak pada penggunaan audio-visual yang menarik pada siswa, fleksibelitas pengunaannya, serta kemudahan dalam aksesnya, sehingga akan mendukung terhadap tujuan capaian pembelajaran secara optimal. Namun, media ini juga dipengaruhi oleh ketersedian infrastruktur yang memadai dan juga kompetensi guru untuk mengaplikasikan platform digital ini. Oleh karena itu media PowToonSimakvasi dapat direkomendasikan sebagai media relevan dengan tuntutan di era digital yang efektif dalam mendukung pembelajaran bahasa indonesia, terlebih khusu dalam materi teks laporan observasi.
Penggunaan Media Flipgrid dalam Pembelajaran Keterampilan Berbicara pada Siswa Kelas XI SMA Mambaul Ulum Abdussalam, Abdussalam; Alatas, Mochamad Arifin; Toha, Mohammad
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107184

Abstract

This research discusses the use of the digital media Flipgrid in improving students' speaking skills in Indonesian language learning, specifically for 11th-grade students at SMA Mambaul Ulum. Flipgrid is a video-based learning media that allows students to record and upload their own videos, as well as interactively respond to each other. The research method used is qualitative with a literature study approach. The research results show that the use of Flipgrid not only enhances fluency and clarity in speaking but also encourages students' confidence, motivation, and active participation. In addition, interaction between teachers and students, as well as among students, increased thanks to the comment and discussion features in the application. Flipgrid also encourages students' creativity in creating video content. Thus, this media has proven to be effective and relevant for application in 21st-century learning to develop speaking skills in a more engaging, flexible, and meaningful way.Pembelajaran berbicara seringkali mengalami kendala dalam hal partisipasi aktif dan kepercayaan diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media Flipgrid dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas XI SMA Mambaul Ulum. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur terhadap berbagai penelitian sebelumnya. Data dianalisis dari temuan empiris yang telah dipublikasikan terkait implementasi Flipgrid dalam pembelajaran berbasis video. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan Flipgrid meningkatkan kefasihan, kejelasan berbicara, serta rasa percaya diri dan motivasi siswa. Interaksi antara guru dan siswa juga meningkat melalui fitur komentar dan umpan balik yang disediakan platform ini. Selain itu, siswa menjadi lebih kreatif dan aktif dalam pembelajaran. Dengan demikian, Flipgrid terbukti efektif sebagai media pembelajaran abad ke-21 dalam pengembangan keterampilan berbicara.
Pembelajaran Inklusif Berbasis Kecerdasan Majemuk dalam Novel Totto-Chan: Relevansi untuk Pendidikan Berkelanjutan Alatas, Mochamad Arifin; Suyatno, Suyatno; Sodiq, Syamsul
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107369

Abstract

An ideal education should respect the uniqueness of every child, each of whom possesses different intelligences and potentials. However, in practice, education often remains uniform and discriminatory. This article aims to describe the practice of inclusive learning based on multiple intelligences as represented in the novel Totto-Chan: The Little Girl at the Window by Tetsuko Kuroyanagi, and its relevance to sustainable education in Indonesia. This study employs a descriptive qualitative approach using content analysis of both the Indonesian and English versions of the novel, supported by the theories of progressivism-humanism (Dewey, Rogers) and critical pedagogy (Freire). Data collection techniques include intensive reading, note-taking, and thematic coding, followed by hermeneutic analysis to interpret the educational meanings within the narrative. The data were analyzed by identifying key themes representing values of inclusion and multiple intelligences, then interpreted contextually based on the applied theoretical framework. The findings reveal that Tomoe Gakuen School in the novel demonstrates an inclusive, flexible, and contextual educational practice that embraces “different” children like Totto-Chan and supports the development of character and multiple intelligences through experiential learning, freedom of expression, and egalitarian teacher-student relationships. The educational values reflected in the novel strongly align with the principles of the Merdeka Curriculum and offer inspiration for sustainable and humane learning practices in Indonesia. This study concludes that literature can serve as a reflective and educational medium in designing inclusive and transformative education systems.Pendidikan ideal seharusnya menghargai keunikan setiap anak yang memiliki kecerdasan dan potensi berbeda, namun realitas di lapangan masih menunjukkan praktik pendidikan yang seragam dan diskriminatif. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik pembelajaran inklusif berbasis kecerdasan majemuk direpresentasikan dalam novel Totto-Chan: The Little Girl at the Window karya Tetsuko Kuroyanagi, serta relevansinya terhadap pendidikan berkelanjutan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi terhadap teks novel versi Indonesia dan Inggris, didukung teori progresivisme-humanisme (Dewey, Rogers) serta pendidikan pembebasan (Freire). Teknik pengumpulan data meliputi pembacaan intensif, pencatatan, dan pengkodean tematik, dengan analisis hermeneutik terhadap makna pendidikan dalam narasi. Data dianalisis dengan mengidentifikasi tema-tema kunci yang merepresentasikan nilai-nilai inklusi dan kecerdasan majemuk, kemudian ditafsirkan secara kontekstual berdasarkan kerangka teori yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah Tomoe Gakuen dalam novel menghadirkan praktik pendidikan yang inklusif, fleksibel, dan kontekstual, yang menerima anak “berbeda” seperti Totto-Chan, serta mendukung perkembangan karakter dan kecerdasan majemuk melalui pembelajaran berbasis pengalaman, kebebasan berekspresi, dan relasi guru-murid yang setara. Nilai-nilai pendidikan dalam novel ini memiliki relevansi kuat dengan prinsip Kurikulum Merdeka dan dapat menjadi inspirasi pembelajaran yang berkelanjutan dan manusiawi di Indonesia. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa sastra dapat menjadi media reflektif dan edukatif dalam merancang sistem pendidikan yang inklusif dan transformatif.
Gamatun: Penggunaan Media Gamma AI dalam Pembelajaran Teks Pantun pada Siswa Kelas Vlll di SMPN 1 Galis Pamekasan Ali, Anis Safira; Efendi, Agik Nur; Alatas, Mochamad Arifin
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107219

Abstract

The learning of pantun texts is often considered less interesting by students because it is delivered conventionally and lacks context. The presence of Gamma AI media aims to create a more interactive, visual, and character-aligned learning experience for today's students. The purpose of this research is to analyze the implementation and results of using Gamma AI media in the learning of Pantun Text for 8th-grade students at SMPN 1 Galis Pamekasan. This research uses a qualitative descriptive method. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The results of the research on the use of Gamma AI media in learning pantun in the 8th grade at SMPN 1 Galis Pamekasan show a positive contribution to student engagement and understanding. Teachers were assisted in preparing and delivering the material, creating a more engaging learning atmosphere. This study concludes that the use of Gamma AI media successfully transformed the previously monotonous learning of pantun into a more engaging, imaginative, and meaningful learning process. Pembelajaran teks pantun sering kali dianggap kurang menarik oleh siswa karena disampaikan secara konvensional dan kurang kontekstual. Hadirnya media Gamma AI untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, visual, dan sesuai dengan karakter siswa masa kini. Tujuan penelitian ini menganalisis pelaksanaan dan hasil dari penerapan media Gamma AI dalam Pembelajaran Teks Pantun pada Siswa Kelas Vlll di SMPN 1 Galis Pamekasan. Penelitian ini menggunakan metode dekriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian Penggunaan media Gamma AI dalam pembelajaran pantun di kelas VIII SMPN 1 Galis Pamekasan memberikan kontribusi positif terhadap keterlibatan dan pemahaman siswa. Guru terbantu dalam menyusun dan menyampaikan materi, sehingga tercipta suasana belajar yang lebih menarik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media Gamma AI berhasil mengubah pembelajaran pantun yang semula terkesan monoton menjadi proses belajar yang lebih menarik, imajinatif, dan penuh makna. 
Penggunaan Edpuzzle Sebagai Alat Evaluasi Pada Materi Teks Eksplanasi Firnanda, Aldi; Wachidah, Liana Rochmatul; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad; Alatas, Mochamad Arifin
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107209

Abstract

The use of Edpuzzle as an evaluation tool offers an interactive and enjoyable approach to measuring students' understanding in learning. The purpose of this research is to understand the steps in using and the results of Edpuzzle media as an evaluation tool for learning explanatory text material. This research uses a qualitative descriptive method. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The research results show that Edpuzzle provides a more interactive learning experience for students in understanding explanatory text material. Students appeared more focused and active when answering questions embedded in the instructional video. In conclusion, 8 students scored above the Minimum Completeness Criteria (KKM), indicating better engagement in the evaluation process. Penggunaan Edpuzzle sebagai alat evaluasi menawarkan pendekatan interaktif dan menyenangkan dalam mengukur pemahaman siswa pada pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui langkah-langkah penggunaan dan hasil media Edpuzzle sebagai alat evaluasi pembelajaran materi teks eksplanasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Edpuzzle memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif bagi siswa dalam memahami materi teks eksplanasi. Siswa tampak lebih fokus dan aktif saat menjawab pertanyaan yang disisipkan dalam video pembelajaran. Kesimpulannya terdapat sebanyak 8 siswa memperoleh nilai di atas KKM, yang mengindikasikan adanya keterlibatan yang lebih baik dalam proses evaluasi. 
Penggunaan Media Pembelajaran Chat Sonic dalam Pembelajaran Teks Prosedur pada Siswa Kelas XI Sekolah Menengah Atas Rizal, Mohammad Khoirul; Alatas, Mochamad Arifin
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107372

Abstract

This study is motivated by the low level of student participation and understanding in procedural text learning, largely due to the continued use of conventional teaching methods that are less responsive to the learning characteristics of the digital-native generation. Meanwhile, the use of artificial intelligence-based media—such as ChatSonic—in Indonesian language learning remains limited. This research aims to describe the use of ChatSonic as an instructional medium for teaching procedural texts to eleventh-grade high school students and to assess its effectiveness in three main aspects: (1) improving students’ understanding of the structure and linguistic features of procedural texts, (2) encouraging students’ ability to compose procedural texts in a coherent and systematic manner, and (3) increasing student participation and enthusiasm during the learning process. The study employs a descriptive qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The findings are expected to contribute to the development of adaptive and relevant technology-based learning media in the context of 21st-century education.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi dan pemahaman siswa dalam pembelajaran teks prosedur akibat masih dominannya penggunaan metode konvensional yang kurang responsif terhadap karakteristik belajar generasi digital. Sementara itu, pemanfaatan media berbasis kecerdasan buatan, seperti ChatSonic, dalam pembelajaran Bahasa Indonesia masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan ChatSonic sebagai media pembelajaran teks prosedur pada siswa kelas XI SMA serta menilai efektivitasnya dalam tiga aspek utama: (1) meningkatkan pemahaman siswa terhadap struktur dan ciri kebahasaan teks prosedur, (2) mendorong kemampuan menyusun teks prosedur secara runtut dan sistematis, dan (3) meningkatkan partisipasi dan antusiasme belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
Inovasi Pembelajaran Menulis Cerpen melalui Context Teaching Problem Learning (CTPL) pada Siswa Kelas XII Madrasah Aliyah Jannah, Kamilatul; Alatas, Mochamad Arifin
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107301

Abstract

Writing short stories in secondary education is often procedural and lacks connection to students’ real-life contexts. This study aims to explore the application of Context Teaching Problem Learning (CTPL) in teaching short story writing to 12th-grade students at MA Al-Azhar. CTPL integrates Contextual Teaching and Learning (CTL) and Problem-Based Learning (PBL), emphasizing real-life experiences and social issues as the foundation for writing. A qualitative approach with a case study design was employed, using observation, in-depth interviews, and documentation for data collection. The data were analyzed using interactive analysis techniques, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that CTPL encourages students to write short stories rooted in personal experiences and social concerns, enhancing creativity, empathy, and social awareness. Teachers act as facilitators to guide reflective and meaningful learning. The students’ stories not only meet literary criteria but also convey life values. CTPL successfully fosters an inclusive and humanistic learning environment, supporting the development of students' expressive, narrative, and character-building skills.Penulisan cerpen di jenjang pendidikan menengah sering kali bersifat prosedural dan kurang menyentuh konteks kehidupan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pembelajaran menulis cerpen dengan pendekatan Context Teaching Problem Learning (CTPL) pada siswa kelas XII MA Al-Azhar. CTPL merupakan integrasi antara Contextual Teaching and Learning (CTL) dan Problem-Based Learning (PBL), yang menempatkan pengalaman nyata dan permasalahan sosial sebagai landasan dalam proses menulis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan CTPL mendorong siswa untuk menulis cerpen berdasarkan pengalaman personal dan isu sosial di sekitar mereka, sehingga meningkatkan kreativitas, empati, serta kesadaran sosial. Guru berperan sebagai fasilitator dalam menciptakan pembelajaran yang reflektif dan bermakna. Cerpen yang dihasilkan siswa tidak hanya memenuhi unsur sastra, tetapi juga sarat nilai-nilai kehidupan. CTPL terbukti mampu membangun suasana belajar yang inklusif dan humanis, serta memfasilitasi pertumbuhan kemampuan ekspresif, naratif, dan karakter siswa secara menyeluruh.
Pemanfaatan Teknologi Audio-Visual dalam Keterampilan Menyimak pada Kelas Multimedia MAN 1 Pamekasan Abadiyah, Din Rahmah; Alatas, Mochamad Arifin
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91609

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kelas multimedia di MAN 1 Pamekasan. Tujuan penelitian ini dilakukan guna memaparkan dan menggambarkan proses pembuatan dan hasil pemanfaatan teknologi audio-visual dalam keterampilan menyimak pada kelas multimedia di MAN 1 Pamekasan. Metode penelitian yang dipakai adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan melibatkan penentuan materi pembelajaran, referensi, dan proses editing. Implementasi teknologi audio-visual memungkinkan siswa menyimak secara kreatif, yang dibuktikan dengan kemampuan mereka dalam menghasilkan media pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan teknologi audio-visual terbukti efektif dalam pembelajaran keterampilan menyimak siswa di kelas multimedia MAN 1 Pamekasan. Rekomendasi dari penelitian ini meliputi integrasi lebih lanjut teknologi audio-visual dalam kurikulum untuk memaksimalkan potensi pembelajaran.