Claim Missing Document
Check
Articles

Inovasi Pembelajaran Menulis Cerpen melalui Context Teaching Problem Learning (CTPL) pada Siswa Kelas XII Madrasah Aliyah Jannah, Kamilatul; Alatas, Mochamad Arifin
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107301

Abstract

Writing short stories in secondary education is often procedural and lacks connection to students’ real-life contexts. This study aims to explore the application of Context Teaching Problem Learning (CTPL) in teaching short story writing to 12th-grade students at MA Al-Azhar. CTPL integrates Contextual Teaching and Learning (CTL) and Problem-Based Learning (PBL), emphasizing real-life experiences and social issues as the foundation for writing. A qualitative approach with a case study design was employed, using observation, in-depth interviews, and documentation for data collection. The data were analyzed using interactive analysis techniques, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that CTPL encourages students to write short stories rooted in personal experiences and social concerns, enhancing creativity, empathy, and social awareness. Teachers act as facilitators to guide reflective and meaningful learning. The students’ stories not only meet literary criteria but also convey life values. CTPL successfully fosters an inclusive and humanistic learning environment, supporting the development of students' expressive, narrative, and character-building skills.Penulisan cerpen di jenjang pendidikan menengah sering kali bersifat prosedural dan kurang menyentuh konteks kehidupan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pembelajaran menulis cerpen dengan pendekatan Context Teaching Problem Learning (CTPL) pada siswa kelas XII MA Al-Azhar. CTPL merupakan integrasi antara Contextual Teaching and Learning (CTL) dan Problem-Based Learning (PBL), yang menempatkan pengalaman nyata dan permasalahan sosial sebagai landasan dalam proses menulis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan CTPL mendorong siswa untuk menulis cerpen berdasarkan pengalaman personal dan isu sosial di sekitar mereka, sehingga meningkatkan kreativitas, empati, serta kesadaran sosial. Guru berperan sebagai fasilitator dalam menciptakan pembelajaran yang reflektif dan bermakna. Cerpen yang dihasilkan siswa tidak hanya memenuhi unsur sastra, tetapi juga sarat nilai-nilai kehidupan. CTPL terbukti mampu membangun suasana belajar yang inklusif dan humanis, serta memfasilitasi pertumbuhan kemampuan ekspresif, naratif, dan karakter siswa secara menyeluruh.
Pemanfaatan Teknologi Audio-Visual dalam Keterampilan Menyimak pada Kelas Multimedia MAN 1 Pamekasan Abadiyah, Din Rahmah; Alatas, Mochamad Arifin
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91609

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kelas multimedia di MAN 1 Pamekasan. Tujuan penelitian ini dilakukan guna memaparkan dan menggambarkan proses pembuatan dan hasil pemanfaatan teknologi audio-visual dalam keterampilan menyimak pada kelas multimedia di MAN 1 Pamekasan. Metode penelitian yang dipakai adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan melibatkan penentuan materi pembelajaran, referensi, dan proses editing. Implementasi teknologi audio-visual memungkinkan siswa menyimak secara kreatif, yang dibuktikan dengan kemampuan mereka dalam menghasilkan media pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan teknologi audio-visual terbukti efektif dalam pembelajaran keterampilan menyimak siswa di kelas multimedia MAN 1 Pamekasan. Rekomendasi dari penelitian ini meliputi integrasi lebih lanjut teknologi audio-visual dalam kurikulum untuk memaksimalkan potensi pembelajaran.
Inovasi Media Pembelajaran Digital Scanproedu dalam Materi Teks Prosedur pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 5 Pamekasan Ayuni, Silviana Qurrotul; Alatas, Mochamad Arifin
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107444

Abstract

The transformation of 21st-century learning demands contextual media innovations that are adaptive to the characteristics of digital native students. This study aims to describe the implementation of the Scanproedu digital learning media based on QR Code in procedural text material for seventh-grade students at SMP Negeri 5 Pamekasan. The research involved 30 students, with data collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The results showed that Scanproedu successfully improved students’ understanding of text structure, language use, and creativity in composing procedural texts. Most students (66.7%) met all three assessment aspects optimally. This media also fostered active participation, independent learning, and collaboration. Both teachers and students responded positively to the media’s ease of access and relevance to their digital habits. Technical obstacles such as limited device availability were overcome through group work strategies and the use of school Wi-Fi. These findings affirm that simple QR Code-based media like Scanproedu are effective in creating contextual and meaningful learning experiences. Further research is recommended to explore its application at different educational levels and in other types of texts or subjects.Transformasi pembelajaran abad ke-21 menuntut inovasi media yang kontekstual dan adaptif terhadap karakteristik siswa digital native. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media pembelajaran digital Scanproedu berbasis QR Code dalam materi teks prosedur pada siswa kelas VII SMP Negeri 5 Pamekasan. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Scanproedu mampu meningkatkan pemahaman struktur teks, penggunaan kebahasaan, serta kreativitas siswa dalam menyusun teks prosedur. Sebagian besar siswa (66,7%) memenuhi ketiga aspek penilaian secara optimal. Media ini juga mendorong keterlibatan aktif, kemandirian belajar, dan kolaborasi. Guru dan siswa memberikan respons positif terhadap kemudahan akses dan relevansi media dengan kehidupan digital mereka. Kendala teknis seperti keterbatasan perangkat diatasi melalui strategi kerja kelompok dan pemanfaatan Wi-Fi sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa media sederhana berbasis QR Code seperti Scanproedu efektif dalam membangun pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji penerapan media ini di jenjang pendidikan yang berbeda serta memperluas integrasinya pada jenis teks atau mata pelajaran lain.