Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN KERAJINAN DARI CANGKANG KERANG DI DESA MULYOAGUNG KECAMATAN BALEN BOJONEGORO Sri Rahayu; Diah Dinaloni; Fahimul Amri
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Mulyoagung adalah desa yang terletak di Kabupaten Bojonegoro bagian utara, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tuban.  Karena lokasinya yang berdekatan dengan Kabupaten Tuban yang terkenal sebagai daerah pesisir pantai, yang mempunyai beraneka ragam biota dan sumber alam, salah satunya adalah kerang dengan berbagai ragam warna dan keindahan. Kerang hasil tangkapan nelayan selama ini hanya diambil daging atau otot aduktornya saja untuk diolah lebih lanjut, sedangkan kulit atau cangkang kerang hanya dibuang begitu saja, sehingga menjadi limbah yang sulit diurai oleh tanah. Limbah cangkang kerang yang menumpuk akan menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat di sekitarnya, mulai dari masalah kesehatan kulit, kesehatan lingkungan sampai dengan kesehatan paru-paru. Di sisi lain, cangkang kerang dari berbagai jenis warna dan bentuk yang unik berpeluang besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan yang mempunyai nilai ekonomis. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan pembuatan kerajinan dari  cangkang kerang, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di Desa Mulyoagung Kecamatan Balen Bojonegoro. Metode yang digunakan dengan menggunakan metode pelatihan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat adalah Ibu-ibu dan remaja putri sangat antusias dan tertarik mengikuti pelatihan, sehingga mereka cepat memahami dan dapat mempraktikkan pembuatan kerajinan hiasan dinding dari cangkang kerang. Sehingga tujuan kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan agar masyarakat Desa Mulyoagung dapat memahami dan dapat mempraktikkan pembuatan kerajinan hiasan dinding dari cangkang kerang ini tercapai.
Pengaruh Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Terhadap Minat Belajar Kewirausahaan Siswa SMK Plus Umar Zahid Shanti nugroho Sulistyowati; Fahimul Amri
Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP) Vol 10 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpap.v10n2.p140-147

Abstract

The significance of entrepreneurship education stems from the fact that the number of entrepreneurs is one indicator of a country's level of prosperity/progress, but since Covid-19 was declared a national disaster in Indonesia, the learning process shifted to an online format. The online learning process cannot be separated from the pros and cons, the use of online-based learning media, both synchronous and asynchronous online, including the emergence of new problems in online learning, namely learning loss or the loss of opportunities to gain knowledge and skills. The goal of this study was to explain how limited face-to-face learning affected students' interest in learning entrepreneurship at SMK Plus Umar Zahid. This type of research is quantitative with a simple linear regression analysis technique. This type of research is quantitative with a simple linear regression analysis technique. According to the findings of the study, limited face-to-face learning has an effect on entrepreneurship learning interest.
SCIENTIFIC ARTICLE WRITING TRAINING FOR HIGH SCHOOL ECONOMICS MGMP TEACHERS IN BOJONEGORO REGENCY: PELATIHAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH BAGI GURU MGMP EKONOMI SMA DI KABUPATEN BOJONEGORO Diah Dinaloni; Fahimul Amri; Henky Muktiadji
Indonesian Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Development Vol. 2 No. 3 (2022): Indonesian Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Developme
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/ijecsed.v2i3.85

Abstract

The issuance of Minister of State Apparatus Utilization and Bureaucratic Reform regulation No. 16 of 2009 concerning functional positions of teachers and their credit scores requires teachers who wish to be promoted as of October 2013 to carry out ongoing professional development activities in the form of writing scientific essays and publishing their scientific work. Unfortunately, not all public or private teachers know the procedures and rules for making good writing that can fit in a journal that has a minimum ISSN. For some teachers, scientific work is an obstacle in various ways. Even though the ability to write scientific papers is a must for a professional teacher, both in career advancement and in increasing knowledge and intellect that a teacher must have in the learning process. This PkM aims to increase teachers' knowledge and understanding of scientific articles, assist teachers in writing and publishing scientific articles in national or international journals. This PkM is divided into several methods, namely (1) the preparation stage, which begins with preparing all training needs in the form of training materials and other equipment that supports the training and discusses the schedule for implementing activities and detailed job descriptions for each member of the PkM team; (2) The implementation stage, which includes the schedule for implementing activities and the information delivery stage, where the material presented is general and theoretical in nature. The results of the implementation of PkM for SMA Economics MGMP teachers in Bojonegoro Regency were concluded to be successful. This is indicated by 90% of participants feeling the benefit of participating in this scientific article writing training. The result of this dedication is that participants understand the importance of writing scientific articles, and are able to publish their articles in reputable journals
Pengembangan Pendidikan Karakter di SMA Islam Fahimul Amri; Hastin Riva Nugraheni
Didaktika : Jurnal Kependidikan Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/didaktika.v15i1.1698

Abstract

Character education is a necessity for schools to be developed, because character education can shape the personality or character of students for the better. This study aims to reveal the development of character education in Roudlotun Nasyiin Islamic High School Mojokerto. This study has used a qualitative descriptive approach to reveal and explain the development of character education that has been implemented in Roudlotun Nasyiin Islamic High School. The main data source of this research is primary data obtained directly from informants, namely the principal, vice principal, teacher, and students. The data collection instrument used interviews. Data validity uses source triangulation. Data analysis is carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that Roudlotun Nasyiin Islamic High School had developed character education for students. The development of character education is carried out based on the vision and mission set by the school. So that the development of character education is part of efforts to achieve the school's vision and mission. The development of character education is applied using the method of habituation and exemplary. Habituation is carried out in the form of routine, spontaneous, and programmed activities. The development of character education that has been carried out has a positive impact on students, among them students become more understanding of religious values.Keywords: Character education, vision and mission, habituation  
PERSEPSI GURU DAN SISWA TENTANG PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS DI MASA PANDEMI COVID-19 Fahimul Amri; Shanti Nugroho Sulistyowati
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 6, No 5 (2022)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v6i5.8956

Abstract

Artikel ini meninjau persepsi guru dan siswa tentang pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) di masa pandemi Covid-19. Penelitian yang dipaprkan pada artikel ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survey. Responden penelitian melibatkan 19 guru yang melaksanakan pembelajaran dan 49 siswa SMA sederajat yang mengikuti PTMT pada semester genap 2021/2022. Instrumen penelitian menggunakan angket. Analisis data dilakukan dengan menggunakan persentase dan rata-rata dari jawaban responden. Analisis rata-rata dibuat dalam bentuk rentang skala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PTMT dapat berlangsung efektif, guru menganggap mudah untuk melaksanakan PTMT, dan guru dan siswa menyukai PTMT dari pada pembelajaran yang dilaksanakan secara daring. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa PTMT dapat membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, keterlibatan siswa dalam belajar, membuat gairah atau semangat dalam belajar, tidak membuat siswa malas belajar, siswa dapat berkonsentrasi dalam belajar, siswa lebih serius dalam mengikuti pembelajaran, mudah memahami materi pelajaran, dan interaksi dan komunikasi timbal balik yang baik antara guru dengan siswa. Guru dan siswa selama masa pandemi Covid-19 menginginkan pembelajaran dapat dilaksanakan secara tatap muka meskipun masih secara terbatas.
PELATIHAN PROMOSI ONLINE UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN PEMASARAN PRODUK KUE BANJAR JOMBANG shanti nugroho; Fahimul Amri
NGABDIMAS Vol 5 No 02 (2022): NGABDIMAS (Pengabdian Pada Masyarakat)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/ngabdimas.v5i02.592

Abstract

Di era industri 4.0, daya saing bisnis tidak dapat dihindari. Meningkatnya penggunaan internet oleh publik dan bisnis merupakan ciri khas Revolusi Industri 4.0. Keadaan ini mendorong berbagai inovasi dan kemajuan teknis mutakhir untuk mempercepat prosedur komersial di berbagai industri. Misi Indonesia untuk menjadi negara keempat terbesar pada tahun 2024 berdampak pada banyaknya industri berlomba dan berupaya untuk meningkatkan diri (kppu.go.id, 2021), persiapan disegala aspek dibutuhkan untuk dapat mencapai misi tersebut seperti produk berkualitas, SDM unggul dan berkarakter, pekerja dan modal, Usaha Kue Banjar milik Ibu Machmudah adalah usaha yang bergerak di bidang makanan ringan, yang mengolah resep bahan adonan menjadi kue banjar, berdiri sejak tahun 1990an dalam perjalanannya usaha kue Banjar Milik Ibu Macmudah mengalami pasang surut, ditengah persaingan usaha sejenis, untuk mengatasi permasalahan tersebut dan usaha tetap bertahan di tengah kondisi pandemi Covid-19, Pengabdi dan tim melaksanakan kegiatan pelatihan promosi online untuk Meningkatkan Pengetahuan Pemasaran Produk Kue Banjar agar tetap bertahan dimasa masa sulit kondisi pandemi covid-19 seperti saat ini. Metode pelaksanaan pengabdian yang akan digunakan pelaksanaan pengabdian ini adalah dengan melaksanakan; a. wawancara, b. ceramah, c. tanya jawab. Kegiatan tanya jawab untuk mengetahui pemahaman mitra terkait materi promosi Online, praktek dan aplikasinya. Hasil kegiatan pengabdian ini diketahui bahwa ada peningkataan pengetahuan mitra terkait pengetahuan pemasaran produk kue banjar melalui pelatihan pemasaran online.
Analisis Tingkat Kelayakan Bahan Ajar Ekonomi Berbasis Media Komik Sri Rahayu; Munawaroh Munawaroh; Fahimul Amri
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 10, No 2 (2023): July 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v10i2.3134

Abstract

Abstract: Teaching materials are the main problem that cannot be ignored in making teaching materials. Because teachers are expected to be able to create interesting teaching materials as a support for textbooks. To increase students' motivation to read textbooks, teachers must be able to create simple, economical and practical media for students, but effective for the learning process. Comic illustration is a visual medium that can be used in learning to create an active, creative, effective, and fun learning process. Illustration is defined as a picture or form in which there is text. According to this research, the aim is to find out and describe the level of feasibility of comic-based economics teaching materials in the opinion of media experts, comic experts, and economic practitioners, namely economic instructors. Media experts and comic experts cover aspects of simplicity, cohesiveness, emphasis, and balance. In addition, it is reviewed from the aspect of line, shape, space, and color. Meanwhile, economic practitioners cover aspects of learning media, content, language, and appearance. This research uses descriptive research type. Data collection techniques use documents, questionnaires, & observation. The research instrument used was a questionnaire. Data analysis in this study used a qualitative descriptive technique. The results of the study show that the level of feasibility of comic media-based economics teaching materials for senior high schools of class X Social Sciences in odd semester by media experts is an average of 87.83%. The feasibility level of comic-based economics teaching materials by comic experts shows an average of 83.70%. While the feasibility level of economics teaching materials based on comic media by economic practitioners, namely economics teachers, shows an average of 94.67%. Based on the feasibility percentage, it shows that economics teaching materials lined with comic media are very suitable for use in learning. Abstrak: Bahan ajar menjadi persoalan utama yang tidak bisa diabaikan dalam pembuatan bahan ajar. Karena guru diharapkan mampu menciptakan bahan ajar yang menarik sebagai pendukung buku ajar. Untuk meningkatkan motivasi membaca siswa terhadap buku ajar guru harus dapat membuat media sederhana, ekonomis dan praktis bagi siswa, tapi efektif untuk proses pembelajaran. Ilustrasi komik adalah suatu media visual yang dapat digunakan dalam pembelajaran guna menciptakan roses belajar aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Ilustrasi diartikan sebagai gambar atau wujud yang didalamnya terdapat teks. Tujuan menurut penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menggambarkan taraf kelayakan bahan ajar ekonomi berbasis media komik dipandang menurut ahli media, ahli komik, dan praktisi ekonomi yaitu pengajar ekonomi. Ahli media dan ahli komik meliputi aspek kesederhanaan,  keterpaduan, penekanan, dan  keseimbangan. Selain itu ditinjau dari aspek garis, bentuk, ruang, dan warna. Sedangkan untuk praktisi ekonomi meliputi aspek media pembelajaran, isi, kebahasaan, dan tampilan. Penelitian ini memakai jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data memakai dokumen, angket, & observasi. Instrument penelitian yang dipakai berupa angket. Analisis data pada penelitian ini memakai teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menampakan bahwa tingkat kelayakan bahan ajar ekonomi berbasis media komik  bagi Sekolah Menengah Atas kelas X IPS semester ganjil oleh ahli media rata-rata sebesar 87,83%. Tingkat kelayakan bahan ajar ekonomi berbasis media komik oleh ahli komik menunjukkan rata-rata sebesar 83,70%. Sedangkan tingkat kelayakan bahan ajar ekonomi berbasis media komik oleh praktisi ekonomi yaitu guru ekonomi menunjukkan rata-rata sebesar 94,67%. Berdasarkan prosentase kelayakan menunjukkan bahwa bahan ajar ekonomi berbaris media komik sangat layak dipakai dalam pembelajaran. 
PELATIHAN PROMOSI ONLINE UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN PEMASARAN PRODUK KUE BANJAR JOMBANG Shanti Nugroho Sulistyowati; Fahimul Amri
JURNAL NGABDIMAS Vol. 5 No. 02 Desember (2022): NGABDIMAS : Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : P3M Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/ngabdimas.v5i02 Desember.63

Abstract

Di era industri 4.0, daya saing bisnis tidak dapat dihindari. Meningkatnya penggunaan internet oleh publik dan bisnis merupakan ciri khas Revolusi Industri 4.0. Keadaan ini mendorong berbagai inovasi dan kemajuan teknis mutakhir untuk mempercepat prosedur komersial di berbagai industri. Misi Indonesia untuk menjadi negara keempat terbesar pada tahun 2024 berdampak pada banyaknya industri berlomba dan berupaya untuk meningkatkan diri [1], persiapan disegala aspek dibutuhkan untuk dapat mencapai misi tersebut seperti produk berkualitas, SDM unggul dan berkarakter, pekerja dan modal, Usaha Kue Banjar milik Ibu Machmudah adalah usaha yang bergerak di bidang makanan ringan, yang mengolah resep bahan adonan menjadi kue banjar, berdiri sejak tahun 1990an dalam perjalanannya usaha kue Banjar Milik Ibu Macmudah mengalami pasang surut, ditengah persaingan usaha sejenis, untuk mengatasi permasalahan tersebut dan usaha tetap bertahan di tengah kondisi pandemi Covid-19, Pengabdi dan tim melaksanakan kegiatan pelatihan promosi online untuk Meningkatkan Pengetahuan Pemasaran Produk Kue Banjar agar tetap bertahan dimasa masa sulit kondisi pandemi covid-19 seperti saat ini. Metode pelaksanaan pengabdian yang akan digunakan pelaksanaan pengabdian ini adalah dengan melaksanakan; a. wawancara, b. ceramah, c. tanya jawab. Kegiatan tanya jawab untuk mengetahui pemahaman mitra terkait materi promosi Online, praktek dan aplikasinya. Hasil kegiatan pengabdian ini diketahui bahwa ada peningkataan pengetahuan mitra terkait pengetahuan pemasaran produk kue banjar melalui pelatihan pemasaran online.
PELATIHAN MERANCANG PENILAIAN MELALUI APLIKASI SOCRATIVE SEBAGAI UPAYA MENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU Hastin Riva Nugraheni; Lina Susilowati; Fahimul Amri
JURNAL NGABDIMAS Vol. 6 No. 01 Juni (2023): NGABDIMAS (Pengabdian Pada Masyarakat)
Publisher : P3M Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/ngabdimas.v6i01.86

Abstract

Peningkatan sumber daya manusia dan karekaternya merupakan indikator keberhasilan sebuah pendidikan. Seorang guru harus mampu menguasai kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Keempat kompetensi yang dimiliki guru setiap tahunnya harus mengalami perkembangan, salah satu cara yang dilakukan adalah melalukan pelatihan pada guru. Dalam pengabdian ini tim pengabdi melakukan pengabdian masyarakat berupa pelatihan merancang penilaian melalui aplikasi socrative sebagai upaya meningkatan kompetensi pedagogik guru di SMAS Islam Roudlotun Nasyiin Mojokerto. Metode pengabdian ini menggunakan metode pelatihan. Kegiatan pelatihan membuat guru sangat antusias dan tertarik dalam mengikuti sosialisasi dan pelatihan, dengan adanya pelatihan ini bisa memberikan pengetahuan dan wawasan tentang pengggunaan teknologi khususnya dalam penilaian sehingga juga akan berdampak pada meningkatnya kompetensi guru, pelatihan ini juga memberikan inovasi bagi pelaksanaan penilaian di SMAS Islam Roudlotun Nasyiin, dimana sebelumnya menggunakan ujian tulis akhirnya berubah menggunakan ujian online atau berbasis komputer dan smartphone; melalui program aplikasi Socrative ini guru mendapatkan keuntungan, tidak hanya pembuatan soal saja tetapi juga bisa mengecek aktivitas siswa atau progres siswa selama ujian dan menganalisis soal. Untuk menambah lebih berhasilnya pelatihan, tim pengabdi melakukan pendampingan terkait kesulitan dalam pembuatan soal dan pendampingan bagi guru yang tidak berhasil dalam pelaksanaan pelatihan.
Business Plan Proposal Preparation Training to Improve Student Understanding in Starting a Business Shanti Nugroho Sulistyowati; Fahimul Amri
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v4i2.2832

Abstract

The number of Indonesian entrepreneurs is still limited, the number of entrepreneurs in Indonesia is still lagging behind compared to Malaysia, Thailand and Singapore. The number of entrepreneurs in Indonesia must be increased immediately. Growing the number of entrepreneurs in Indonesia is our shared responsibility. Efforts to increase this can be done early on, namely at the high school level students. Entrepreneurial practice activities are limited and there is a lack of student understanding of how to start a business, so it is necessary to diversify entrepreneurial practice activities so that students have an understanding of starting a business. The service team carries out training activities for preparing business plan proposals to increase students' understanding of starting a business, the methods to be used are Observations, Lectures, Practices, Discussions, Surveys. The results of community service activities show that training activities for preparing business plan proposals can increase students' understanding of starting a business.