Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluating the Environmental Impacts of Thermoplastic Based-Product Manufacturing Using Life Cycle Assessment (CML-IA Midpoint) Rahmad Firnandi; Tanti Utami Dewi; Rizka Amalia; Mirna Apriani
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 23, No 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v0i0.%p

Abstract

The rapid growth of thermoplastic manufacturing in Indonesia, particularly in thermoplastic-based products such as children’s toys, has not been accompanied by sufficient environmental assessment, especially Life Cycle Assessment (LCA). While previous studies have mainly focused on extrusion processes, this study incorporated additional processes, such as spray coating, to provide a more representative evaluation. This study evaluated the environmental impacts of vacuum cleaner manufacturing using LCA with the CML-IA midpoint method. The data were processed using OpenLCA 2.4.1 and the ELCD database. The results indicate that producing one unit of a vacuum cleaner contributes to multiple environmental impact categories, including acidification (0.001 kg SO₂-eq), eutrophication (0.0001 kg PO₄³⁻-eq), Freshwater Aquatic Ecotoxicity (0.001 kg 1,4-DB eq), and Global Warming Potential (4.208 kg CO₂-eq). Additional impacts were identified in Human Toxicity (0.406 kg 1,4-DB eq), Marine Aquatic Ecotoxicity (2558.698 kg 1,4-DB eq), Photochemical Oxidation (0.000025 kg C₂H₄-eq), and Terrestrial Ecotoxicity (0.041 kg 1,4-DB eq). Among these, Marine Aquatic Ecotoxicity emerged as a dominant contributor because of the presence of hydrogen fluoride released into the environment during the spraying process. To address this issue, mitigation measures, such as substituting inorganic paints in the spray coating process with organic or ecolabel-certified alternatives, have been proposed
Pengaruh Pemberian Dosis Trichloroisocyanuric Acid (TCCA) pada Bak Desinfeksi terhadap Penurunan Kandungan Escherichia coli di RSUD Dr. R. Koesma Tuban Mega Sidhi Nugrayanti; Denny Dermawan; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair yang dihasilkan rumah sakit dapat mengakibatkan dampak negatif bagi lingkungan maupun rumah sakit tersebut. Limbah cair yang mengandung bakteri Escherichia coli dapat berpengaruh terhadap lingkungan maupun manusia. Total bakteri Escherichia coli berdasarkan hasil uji pendahuluan yang dilakukan oleh pihak RSUD Dr. R. Koesma Tuban sebesar 160.000 koloni/100ml. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan kandungan Escherichia coli adalah dengan menggunakan metode klorinasi menggunakan Trichloroisocyanuric Acid (TCCA), tetapi cara penambahan desinfektan yang salah dapat mempengaruhi optimalisasi bak desinfeksi dalam mengurangi kandungan Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dosis optimum serta pengaruh Trichloroisocyanuric Acid dalam mengurangi kandungan Escherichia coli pada limbah cair RSUD Dr. R. Koesma Tuban. Penelitian ini menggunakan dosis Trichloroisocyanuric Acid sebesar 5 ppm, 10 ppm, dan 15 ppm dengan teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling, dilanjutkan dengan pengadukan lambat 50 rpm selama 15 menit dan metode Most Probable Number. Hasil penelitian menunjukkan dosis optimum Trichloroisocyanuric Acid adalah 15 ppm dengan hasil rata-rata 10 koloni/100 ml dan hasil uji statistik menunjukkan bahwa dosis Trichloroisocyanuric Acid sangat berpengaruh signifikan terhadap pengurangan kandungan bakteri Escherichia coli.
Penggunaan Lidah Buaya sebagai Biokoagulan di Industri Minyak Dara Puspitasari; Adhi Setiawan; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan produksi di industri minyak kelapa sawit menghasilkan limbah yang biasa disebut Palm Oil Mill Effluent (POME). Palm Oil Mill Effluent (POME) memiliki karakteristik yaitu cairan kental yang berwarna coklat tua, berlumpur, mengandung suspensi koloid yang tinggi, dan memiliki bau yang tidak sedap. Koagulasi – flokulasi merupakan teknologi pengolahan yang tepat untuk menurunkan kadar suspensi pada air limbah minyak kelapa sawit. Salah satu unit pengolahan pada IPAL industri minyak adalah koagulasi – flokulasi dengan menggunakan koagulan sintetis. Pembubuhan bahan sintetis dengan dosis yang kurang tepat menyebabkan kualitas efluen IPAL fluktuatif. Selain itu, penggunaan koagulan sintetis menyebabkan volume lumpur yang dihasilkan tinggi. Oleh karena itu, peneliti akan melakukan analisa penggunaan biokoagulan lidah buaya dan biji kelor sebagai pengganti koagulan sintetis pada IPAL industri minyak. Dosis biokoagulan lidah buaya yang digunakan adalah 500 mL / 500 mL aquades. Berdasarkan hasil pengujian, didapatkan konsentrasi awal COD, TSS dan kekeruhan yaitu sebesar 338,2 mg/L, 220,25 mg/L, dan 20,25 NTU. Dari hasil pengujian jar test, didapatkan konsentrasi COD, TSS dan kekeruhan sebesar 76,05 mg/L, 120,5 mg/L, dan 4,15 NTU dengan konsentrasi optimum biokoagulan 60 mL/L, sehingga didapatkan efisiensi removal COD, TSS dan kekeruhan sebesar 77,51%, 45,29% dan 79,51%.
Studi Pengurangan Gas CO2 dari Emisi PLTU Batubara dengan Menggunakan Mikroalga Botryococcus braunii Jami’atul Hikmah; Ahmad Erlan Afiuddin; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PLTU Batubara merupakan salah satu industri penghasil emisi gas CO2 terbesar di Indonesia. Emisi gas CO2 dari PLTU Batubara mengandung gas CO2 sebesar 10-20%, sedangkan gas CO2 di alam sebesar 0,036%. Pengolahan emisi gas CO2 di PLTU Batubara belum banyak diterapkan. Salah satu metode pengurangan emisi gas CO2 yaitu menggunakan mikroalga Botryococcus braunii. Penelitian ini menggunakan variasi penambahan nutrisi pupuk Walne dan vitamin sebesar 3 mL/L kultur. Volume mikroalga yang dimasukkan sebesar 10% dari 5 L volume total reaktor. Pengurangan gas CO2 oleh mikroalga Botryococcus braunii dilakukan dengan pendekatan analisis alkalinitas dan analisis klorofil a. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis alkalinitas didapatkan nilai CO2 Total tertinggi untuk reaktor kontrol sebesar 1740,342 mg CO2/L dan untuk reaktor penelitian sebesar 2067,072 mg CO2/L. Hasil analisis klorofil a tertinggi untuk reaktor kontrol sebesar 0,416 mg/L dan untuk reaktor penelitian sebesar 0,627 mg/L. Nilai tertinggi CO2 Terserap dalam penelitian ini untuk reaktor kontrol sebesar 3988,980 mg CO2 dan untuk reaktor penelitian sebesar 6020,316 mg CO2 dengan nilai CO2 Terserap rata-rata untuk reaktor kontrol sebesar 2689,651 mg CO2 dan nilai CO2 Terserap rata-rata untuk reaktor penelitian sebesar 3459,679 mg CO2.
Limbah Penghasil Energi Listrik Melalui Microbial Fuel Cell (Alternatif : Limbah Domestik IPLT Keputih, Surabaya) Suci Wulandari; Adhi Setiawan; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem MFC merupakan sebuah alat yang dapat menghasilkan energi listrik dari energi kimia melalui reaksi katalitik menggunakan mikroorganisme. MFC ini memanfaatkan metabolisme dari mikroorganisme untuk menghasilkan arus listrik dari berbagai substrat organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemilihan material logam aluminium, seng dan tembaga yang berbentuk pelat sebagai elektroda dengan luas permukaan 132,68 cm2. Reaktor yang digunakan merupakan reaktor double-chamber, dengan tiap kompartemen memiliki dimensi 11 cm x 15 cm x 15 cm. Kompartemen anoda diisi limbah tinja dari balancing tank IPLT Keputih, Surabaya sedangkan kompartemen katoda diisi dengan akuades dengan suplai udara dan membran Nafion 117 sebagai media transfer proton. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi elektroda Zn/Cu merupakan kombinasi elektroda yang menghasilkan produksi listrik paling besar. Hasil penelitian menunjukkan pada hari pertama untuk kombinasi elektroda Zn/Cu menghasilkan tegangan maksimum sebesar 984,955 mV, kuat arus maksimum sebesar 9,845 mA, daya maksimum sebesar 9,697 mW serta kerapatan daya maksimum sebesar 7,31 x 10-2 mW/cm2. Perolehan energi listrik yang dihasilkan oleh kedua kombinasi berbeda secara signifikan, dan secara waktu kontak, semakin lama waktu kontak maka akan semakin kecil besaran energi listrik yang dihasilkan. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa produksi energi listrik maksimum dihasilkan dari kombinasi elektroda dengan material logam seng dan tembaga.
Biokoagulan Biji Trembesi (Samanea saman) dan Daun Mimba (Azadirachta indica) dalam Mengolah Air Limbah Industri Asam Fosfat Emeralda Eka Putri Setyawati; Adhi Setiawan; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri asam fosfat menghasilkan air limbah yang berasal dari Sulphuric Acid Plant, Phosphoric Acid Plant, dan Granulated Gypsum Plant. Air limbah yang dihasilkan dari masing–masing plant dilakukan pengolahan dengan metode koagulasi dan flokulasi. Penggunaan koagulan sintetik yang digunakan pada industri asam fosfat dapat menyebabkan dampak terhadap lingkungan dan kesehatan. Koagulan alami biji trembesi dan daun mimba dipilih karena dapat menurunkan kadar pencemar tanpa memberikan dampak terhadap lingkungan dan kesehatan. Polimer koagulan alami lebih kuat dalam pengikatan flok ketika aliran turbulen. Reaksi yang terjadi pada koagulan alami yaitu polielektrolit, yang mampu membentuk flok lebih kuat karena terjadi mekanisme double layer, flokulasi, adsorpsi–netralisasi muatan, dan adsorpsi–bridging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar persentase penurunan kadar pencemar pada air limbah industri asam fosfat dengan menggunakan koagulan biji trembesi dan daun mimba. Penambahan biji trembesi dan daun mimba sebagai koagulan dalam fasa larutan. Proses pembuatan koagulan diawali dengan penghilangan bagian–bagian yang tidak diinginkan, penumbukan masing–masing serbuk biji trembesi daun mimba sebesar 40 mesh, ekstraksi soxhlet dan evaporasi dengan vacum rotary evaporator, jar test, dan analisis parameter. Variasi dosis yang digunakan pada proses jar test yaitu 50 mL/L, 75 mL/L, 100 mL/L, dan 125 mL/L. Konsentrasi terbaik penambahan koagulan didapat pada variasi 125 mL/L. Komposisi larutan kombinasi koagulan alami yaitu 50% biji trembesi dan 50% daun mimba. Efisiensi removal yang dihasilkan TSS, fosfat, dan fluoride berturut–turut sebesar 49,34 %, 53,40 %, 82,86 %.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Air Limbah pada Proses Range Finding Test (RFT) terhadap Ketahanan Tanaman Typha Angustifolia Bhagaskara Cipta Linuwih; Ulvi Pri Astuti; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air limbah domestik di industri galangan kapal memiliki kadar total coliform yang melebihi dari baku mutu, yaitu sebesar 6000 – 15.400 CFU / 100 mL. Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik menyatakan bahwa batas kadar total coliform yang boleh dibuang ke badan air sebesar 3000 CFU/100 mL. Alternatif pengolahan untuk menurunkan kadar total coliform yaitu menggunakan kombinasi metode Contructed Wetland. Tanaman yang dapat digunakan pada pengolahan air limbah metode Constructed Wetland yaitu tanaman Ekor Kucing (Typha Angustifolia). Langkahpertama yang dilakukan yaitu uji Range Finding Test (RFT). Tujuan dilakukan pengujian RFT adalah untuk mengetahui besarnya konsentrasi maksimum air limbah yang tidak memberikan efek terhadap tumbuhan. Uji RFT dilakukan selama 4 hari dengan variasi konsentrasi air limbah yang digunakan antara lain 0% ; 20% ; 40% ; 60% ; 80% ; dan 100%. Uji RFT juga dilakukan pengamatan pH, suhu, dan morfologi tanaman (tinggi tanaman, jumlah daun, dan warna tanaman). Tanaman Typha angustifolia tidak mengalami kematian dan tidak terjadi perubahan warna, serta mampu bertahan hidup hinggahari ke-empat pada konsentrasi tertinggi air limbah yaitu 100%.
Pengomposan Kulit Pisang Kepok dan Air Lindi Elok Diana Manzil; Vivin Setiani; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin bertambahnya penduduk, maka aktivitas yang dilakukan oleh manusia akan semakin beragam. Hal tersebut akan didampingi dengan semakin besarnya timbulan sampah yang dihasilkan. Sampah domestik merupakan salah satu komponen dengan jumlah besar dalam timbulan suatu daerah. Kulit pisang merupakan salah satu unsur sampah domestik yang apabila tidak segera diolah akan menimbulkan bau yang tidak sedap, salah satu pisang yang sering digunakan dalam beberapa olahan adalah pisang kepok. Keberadaan sampah tentunya didampingi dengan adanya lindi yang apabila terjadi pencemaran dapat membahayakan lingkungan sekitar. Maka dari itu pada penelitian ini dilakukan pengolahan sampah kulit pisang kepok menggunakan metode larva komposting, dengan larva black soldier fly dan penambahan lindi. Proses pengomposan dilakukan selama 15 hari dengan penambahan perlakukan fermentasi dengan air lindi sebanyak 500 ml selama 7 hari. Parameter yang diamati adalah parameter fisik dan kimia kompos, dihasilkan nilai keseluruhan parameter telah memenuhi SNI 19-7030-2004.
Optimalisasi Metode Pengomposan pada Rumah Kompos Pelabuhan Tanjung Perak dengan Perbedaan Feeding Regime pada Larva Black Soldier Fly Nyoto Sulistiyo; Vivin Setiani; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu fasilitas penunjang kegiatan operasional pelabuhan adalah adanya ruang terbuka hijau yang memadai, dan jenis vegetasi yang sangat populer untuk ditanam pada ruang terbuka hijau adalah pohon angsana (Pterocarpus indicus). Sejak 2018, Pelabuhan Tanjung Perak telah memanfaatkan kembali limbah dari perantingan pohon angsana (Pterocarpus indicus) untuk menjadi kompos. Sayangnya hasil kompos masih berupa daun utuh, sehingga hal ini memberikan ruang untuk dilakukannya perbaikan pada metode pengomposan. Pada penelitian ini, akan dilakukan pengomposan menggunakan larva Black Soldier Fly dan mikroorganisme lokal dari bonggol pisang. Bahan kompos berupa limbah daun angsana dicampurkan dengan limbah ikan tenggiri yang berasal dari kegiatan olahan makanan ikan tenggiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perbedaan dosis mol terhadap kualitas kompos. Variasi dilakukan dengan perbedaan dosis mikroorganisme lokal bonggol pisang sebanyak 0 mL/kg, 7 mL/kg, dan 15 mL/kg. Hasil pengomposan menunjukkan bahwa kadar nitrogen total dan fosfor dari kompos tidak dipengaruhi oleh perbedaan penambahan dosis mol. Hasil desain dari reaktor berupa limas trapesium dengan dimensi alas 30 cm x 62 cm x 30 cm dan tinggi 30 cm, sehingga didapatkan volume sebesar 41,4 liter.
Uji Efektivitas Variasi Gelombang Cahaya dalam Penyisihan Logam Berat Cu(II) dengan Metode Biosorpsi pada Mikroalga Chlorella vulgaris Ani Nur Hayati; Tanti Utami Dewi; Adhi Setiawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandungan logam berat Cu(II) pada limbah cair mempunyai efek toksisitas tinggi sehingga jika dilakukan pengolahan dengan proses kimia akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Maka, dibutuhkan pengolahan limbah cair logam berat tanpa menimbulkan dampak lingkungan yang lebih buruk. Beberapa penelitian, didapatkan bahwa mikroalga Chlorella vulgaris dapat menjadi agen remediasi atau biosorben yang baik untuk penyisihan kandungan logam berat Cu(II), dengan penambahan gelombang cahaya menjadi salah satu faktor yang mempercepat pertumbuhan dan menentukan kemampuan biosorpsi mikroalga dalam penyisihan limbah cair logam berat Cu(II). Hasil penelitian didapatkan analisa efisiensi penyerapan kandungan Logam Cu(II) pada variasi gelombang cahaya secara berturut-turut pada gelombang cahaya merah > kuning > biru > putih dengan waktu kontak 60 menit pada konsentrasi maximum sebesar 30 mg/L yaitu 62% penyisihan kandungan logam berat Cu(II).
Co-Authors Adhi Setiawan Adhi Setiawan Aga Sandya Laksana Ahmad Erlan Afiuddin Alma Vita Sophia Alya Andien Sajidah Am Maisarah Disrinama Ani Nur Hayati Arianingtyas, Nadya Ayu Aulia Aminatul Ula Ayu Nindyapuspa Ayu Nindyapuspa Bagas Adhiwangsa Bella Naziel Iqmalia Bhagaskara Cipta Linuwih Bhagaskara Cipta Linuwih Bhunga Althavis Urbania Danang Hadi Dara Puspitasari Denny Dermawan Desita Ramadona Syah Putri Dinda Maya Kristina Dinda Maya Kristina Dzulfikar, Muhamad Hanif Elok Diana Manzil Emeralda Eka Putri Setyawati Falenia Firdatul Jannah Fani Firmansyah Ferisa Jenisa Ferisa Jenisa Putri Firnandi, Rahmad Gigih Alam Pambudi Gunawan, Karina Larasati Haekal Irfan Titan Prianto Iga Ayu Wiratih Imam Hambali Azhori Jami’atul Hikmah Jannah, Nabillah Rodhifatul Julita Sindu Tifani Kahardhini, Marina Maharani Kania Salsabilah Nur Rifanda Karina Larasati Gunawan Kemala Diaz Maharani Krisna Sindu Alan Darmasaputra LINDAYANI LINDAYANI Lutfi Wicaksono Maddhani Saputra Mega Sidhi Nugrayanti Mirna Apriani Moch Luqman Ashari Moch. Defrianto Dwika Ramadhan Mochammad Choirul Rizal Mohammad Irfan Hidayat Muhamad Hanif Dzulfikar Muhammad Rizqy Dwi Aditya Nisa Bella Ainindia Novi Eka Mayangsari Nyoto Sulistiyo Nyoto Sulistiyo Prianto, Haekal Irfan Titan Priyambodo Nur Ardi Nugroho Putri, Desita Ramadona Syah Qurrotul Aini Rachma Dinihaque Pristantia Putri Rafi Narariya Ramadhan Rahmad Firnandi Rahmad Firnandi Rizka Amalia Suci Wulandari Tarikh Azis Ramadani Ulvi Pri Astuti Vivin Setiani Vivin Setiani Yesica Novrita Devi Zain Khoirul Ihza Zauzan Billah