Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Metode Perawatan Siram terhadap Kualitas Paving Block menggunakan Limbah Plastik HDPE – LDPE Bhunga Althavis Urbania; Tanti Utami Dewi; Ayu Nindyapuspa
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plastik merupakan salah satu permasalahan yang dialami di Indonesia karena sifatnya yang sulit diurai. Upaya dalam mengurangi limbah plastik dapat dilakukan dengan memanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna.Beberapa penelitian didapatkan pemanfaatan plastik sebagai bahan campuran pada paving block. Paving block merupakan salah satu alternatif dalam mengurangi limbah plastik yang lebih efisien dan memiliki nilai ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas paving block menggunakan campuran semen PPC dengan plastik HDPE-LDPE sebagai agregat pengganti sebagian pasir. Perbandingan komposisi semen dan pasir yang digunakan adalah sebesar 1:4. Penelitian ini menggunakan variasi komposisi plastik dengan metode perawatan siram. Hasil penelitian diperoleh nilai kuat tekan yang terbaik pada komposisi penambahan 25% plastik, yaitu sebesar 18,86 MPa. Nilai ketahanan aus rata-rata yang terbaik pada penambahan komposisi 25% plastik, yaitu sebesar 0,08 mm/menit. Nilai daya serap rata-rata yang terbaik pada komposisi penambahan 50% plastik yaitu sebesar 8,34%. Kualitas mutu paving block plastik HPDE-LDPE dapat dimanfaatkan sebagai Jalan, Pelataran Parkir dan Taman serta Penggunaan lainnya.
Pengomposan Sampah Sisa Makanan dan Daun Mangrove serta LimbahSusu menggunakan Larva Black Soldier Fly Aga Sandya Laksana; Vivin Setiani; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah adalah hasil sisa dari produk atau aktivitas seperti rumah tangga atau kegiatan komersial lainnya. Proses produksi pada industri pengolahan susu akan menghasilkan limbah berupa susu reject yang dapat mencemari lingkungan. Limbah susu memiliki karakteristik berupa kerentanan terhadap bakteri dan kandungan nutrisi yang dapat dimanfaatkan. Pengomposan dapat menjadi sebuah alternatif pengolahan dari sampah dan limbah yang dihasilkan. Sampah berupa sisa makanan, daun mangrove dan limbah susu berbahan dasar organik dapat diolah menjadi produk kompos. Penelitian ini memanfaatkan limbah organik sisa makanan dan daun mangrove dengan penambahan limbah susu cair sebanyak 200 ml/kg. Metode pengomposan dilakukan dengan menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai agen biokonversi yang mampu mendegradasi sampah dengan menjadikannya sumber makanan. Hasil pengomposan dianalisis sesuai dengan spesifikasi kompos yang telah ditentukan pada SNI 19-7030-2004. Berdasarkan penelitian, proses pengomposan dilakukan selama 15 hari dengan pemberian umpan sebanyak 200 mg/larva/hari setiap 3 hari sekali. Pengamatan pada suhu, kadar air, pH, C-Organik, N-Total, fosfor dan kalium telah memenuhi baku mutu kompos. Sedangkan pada rasio C/N tidak memenuhi baku mutu kompos.
Range Finding Test (RFT) Tumbuhan Sambucus javanica sebagai Uji Pendahuluan Ketahanan terhadap Logam Berat Zn Kania Salsabilah Nur Rifanda; Tanti Utami Dewi; Ahmad Erlan Afiuddin
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Logam berat Seng (Zn) yang terkandung dalam air limbah dapat menjadi salah satu faktor penyebab pencemaran tanah. Hal tersebut dikarenakan logam berat diproses secara kimiawi, bersifat toksisitas, dan tidak dapat terdegradasi(non degradable). Berdasarkan permasalahan tersebut, salah satu alternatif pengolahan yang dapat digunakan untuk menurunkan kandungan Zn yang menjadi polutan tanah yaitu dengan memanfaatkan tumbuhan sebagai fitoremediator. Range Finding Test (RFT) sangat diperlukan sebagai uji pendahuluan ketahanan untuk menentukan nilai konsentrasiZn yang mampu ditoleransi oleh tumbuhan uji sehingga mampu bertahan hidup hingga tahap akhir penelitian. Fitoremediator yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sangitan (Sambucus javanica) yang dikembangbiakan secara vegetatif dalam bentuk stek batang. Tumbuhan ditanam dalam dua variasi media tanam, yang pertama dengan 100% tanah (A1), sedangkan variasi kedua adalah 50% tanah dan 50% pupuk kandang (A2). RFT dilakukan selama 7hari dengan pengamatan morfologi tumbuhan, sedangkan rentang konsentrasi Zn yang diberikan sebesar 0% (0 mg/L);50% (2,5 mg/L); dan 100% (5 mg/L). Hasil dari penelitian ini adalah seluruh tanaman mampu bertahan dan toleran hingga persentase konsentrasi tertinggi RFT yaitu 100% (5 mg/L).
Ketahanan Tanaman Typha angustifolia dan Ipomoea aquatica Terhadap Konsentrasi Air Limbah Tambak Udang dengan Metode Range Finding Test (RFT) Kemala Diaz Maharani; Tanti Utami Dewi; Ulvi Pri Astuti
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan budidaya tambak udang selain menghasilkan produk pangan berupa udang juga menghasilkan limbah cair. Tambak udang yang terdapat di Pasuruan memiliki konsentrasi fosfat dan amonia yang melebihi baku mutu yang memiliki besaran 0,1 mg/L. Permasalahan tersebut mendorong adanya pengolahan lebih lanjut untuk mereduksi kadar fosfat dan amonia. Metode pengolahan limbah cair yang umum dilakukan dengan memanfaatkan tanaman disebut fitoremediasi. Proses Range Finding Test (RFT) merupakan tahapan yang harus dilakukan untuk mengetahui berapa besar persentase konsentrasi air limbah yang dapat diterima oleh tanaman. Tahapan ini dilakukan sebelum tanaman dimanfaatkan sebagai agen fitoremediator untuk pengolahan limbah cair. Penelitian ini meliputi pengujian Range Finding Test pada tanaman kangkung air (Ipomoea aquatica) yang disiapkan dengan metode germenasi dan ekor kucing (Typha angustifolia) yang disiapkan dengan metode propagasi. RFT dilakukan selama 96 jam di 5 konsentrasi yang berbeda sesuai dengan USEPA Guidelines Part 850.4500. RFT yang dilakukan pada ekor kucing memiliki rentang persentase konsentrasi 0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%. RFT yang dilakukan pada kangkung air memiliki rentang persentase konsentrasi 0%, 15%, 30%, 45%, 60% dan 75%. Tanaman ekor kucing mampu bertahan hidup pada persentase 100% air limbah, sedangkan kangkung air dapat bertahan hidup pada persentase 50% air limbah.
Penurunan Kadar COD Air Limbah Industri Tempe dengan Metode Fitoremediasi Menggunakan Tanaman Typha latifolia Zauzan Billah; Tanti Utami Dewi; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair salah satu industri tempe di daerah Sidoarjo memiliki kadar COD yang melebihi baku mutu yaitu sebesar 15.360 mg/L. Berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Industri dan/atau Kegiatan Usaha Lainnya menyatakan bahwa baku mutu COD yang diizinkan untuk dibuang ke lingkungan sebesar 300 mg/L. Salah satu alternatif pengolahan yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar COD pada limbah cair industri tempe adalah menggunakan metode fitoremediasi dengan memanfaatkan tanaman Typha latifolia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyisihan kadar COD menggunakan tanaman Typha latifolia dalam air limbah industri tempe. Penelitian ini menggunakan variasi konsentrasi air limbah (100% dan 75%) dan variasi waktu kontak (0, 5, 10, 15, dan 20 hari). Selama proses fitoremediasi berlangsung dilakukan penambahan aerasi setiap 6 jam selama 1 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar COD terbaik sebesar 49% pada reaktor dengan konsentrasi air limbah 100% danwaktu kontak 20 hari. Hasil uji MANOVA menunjukkan nilai ? < 0,05 yang menjelaskan bahwa variasi konsentrasi air limbah dan variasi waktu kontak memiliki pengaruh terhadap penurunan kadar COD.
Pengaruh Warna Cahaya Putih pada Proses Biosorpsi Limbah Cair Artifisial Logam Berat Zn(II) Menggunakan Mikroalga Tetraselmis chuii Tanti Utami Dewi; Muhamad Hanif Dzulfikar; Desita Ramadona Syah Putri; Karina Larasati Gunawan; Haekal Irfan Titan Prianto; Rahmad Firnandi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air limbah dari proses industri atau domestik yang tidak diolah dengan baik dan langsung dilepaskan ke badan air akan menyebabkan permasalahan lingkungan dan kesehatan manusia. Salah satu zat berbahaya atau pencemar yang sering ditemui dalam badan air adalah logam berat yaitu Zn(II). Kadar Zn(II) yang tinggi dalam air dapat meningkatkan toksisitas air sehingga dapat membahayakan organisme yang ada dalam perairan dan kesehatan manusia apabilaterkonsumsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh warna cahaya putih, waktu kontak, dan konsentrasi terhadap penurunan kadar Zn(II) dalam limbah cair artifisial menggunakan mikroalga Tetraselmis chuii. Warna cahaya yang digunakan adalah putih dengan panjang gelombang 380-750 nm. Variasi waktu kontak Zn(II) dan mikroalga adalah 30 menit, 45 menit, dan 60 menit sedangkan konsentrasi awal Zn(II) adalah 5 mg/L dan 15 mg/L.Analisis yang digunakan untuk menganalisis penurunan kadar Zn(II) adalah analisis spektrofotometer UV-Vis. Hasil yang didapatkan yaitu penurunan kadar Zn(II) tertinggi menggunakan cahaya putih, waktu kontak 60 menit, konsentrasi Zn(II) awal 5 mg/L dengan persentase removal mencapai 18,0690%.
Pengaruh Warna Cahaya Putih Terhadap Efektivitas Mikroalga Tetraselmis chuii dalam Proses Biosorpsi Limbah Cair Artifisial Logam Berat Cu(II) Desita Ramadona Syah Putri; Tanti Utami Dewi; Adhi Setiawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsentrasi Logam berat Cu(II) yang tinggi jika dibuang langsung ke lingkungan dapat berdampak buruk bagi ekosistem yang ada di perairan. Salah satu alternatif pengolahan yang baik untuk penyerapan logam berat Cu(II) di dalam air limbah yaitu pengolahan biologis menggunakan biosorben mikroalga Tetraselmis chuii. Penelitian ini menggunakan metode biosorpsi dengan sistem batch. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh warna cahaya putih, variasi konsentrasi logam Cu(II), dan variasi waktu kontak setelah proses biosorpsi menggunakan mikroalga T. chuii sebagai biosorben. Penambahan variasi konsentrasi dan waktu kontak dapat mengetahui efektivitas mikroalga T. chuii dalam penyerapan logam berat Cu(II). Uji statistika dengan MANOVA menunjukkan bahwa warna cahaya putih memberikan hasil signifikan pada saat proses biosorpsi (Sig.<0,05). Hasil penelitian diperoleh bahwa warna cahaya putih dengan waktu kontak 60 menit pada konsentrasi logam berat Cu(II) 5 mg/L menghasilkan efisiensi penyisihan logam Cu(II) sebesar 21,74%.
Analisis Suhu POC Kotoran Ayam dengan Variasi Pengadukan Maddhani Saputra; Vivin Setiani; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk kimia masih menjadi alternatif utama yang digunakan untuk menyokong pertumbuhan tanaman. Hal ini dapat menyebabkan kualitas tanah menurun. Harga pupuk kimia yang mahal juga membuat para petani kesulitan dalam memperoleh pupuk kimia. Oleh karena itu, dibutuhkan produk pupuk yang mampu memperbaiki kondisi tanah, meningkatkan kualitas tanaman dan mudah dijangkau oleh petani, salah satunya adalah pupuk organik cair kotoran ayam. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pengadukan (2 jam/hari dan 4 jam/hari) terhadap parameter suhu POC kotoran ayam. Metode yang digunakan adalah fermentasi anaerob. Berdasarkan hasil uji statistik variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat karena nilai ?<0,05. Berdasarkan hasil penelitian pengadukan diperoleh suhu tertinggi pada pengadukan 4 jam/hari pada reaktor M3 sebesar 30,8 ?C.
Analisis Pengadukan terhadap Temperatur Pupuk Organik Cair dari Limbah Ikan Moch. Defrianto Dwika Ramadhan; Vivin Setiani; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengadukan pada pembuatan POC berperan untuk proses homogenisasi bahan dan mendukung nutrien tersebar secara merata. Temperatur menandakan aktivitas mikroorganisme yang terjadi pada saat proses fermentasi berlangsung. Temperatur optimum pada proses fermentasi berkisar antara 25-55°C. Semakin tinggi temperatur dalam skala optimal, maka semakin tinggi aktivitas mikroorganisme di dalamnya. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh variasi pengadukan pada reaktor POC terhadap parameter temperatur. Proses pembuatan pupuk menggunakan metode fermentasi anaerobik selama 12 hari dengan menggunakan bioaktivator EM4. Metode penelitian yang digunakan melibatkan pengambilan sampel pupuk organik cair dari limbah ikan dengan penambahan kotoran kambing dan kotoran sapi dan melakukan pengadukan dengan variasi waktu pengadukan 4 jam/hari dan 2 jam/hari. Temperatur pupuk organik cair diukur secara berkala menggunakan termometer. Analisis pengaruh variasi pengadukan pada reaktor POC terhadap parameter temperatur menggunakan uji statistik Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan variasi pengadukan dengan temperature paling tinggi pada reaktor pembuatan POC terletak pada variasi pengadukan 4 jam/hari yaitu 29,9°C dan berikutnya variasi pengadukan 2 jam/hari yaitu 29,44°C. Uji ANOVA dengan P-Value < 0,05 menunjukkan bahwa pengadukan berpengaruh terhadap temperatur pada POC.
Penentuan Persentase Air Limbah Cair Laundry dalam Proses Aklimatisasi dan Range Finding Test (RFT) oleh Tanaman Azolla pinnata Aulia Aminatul Ula; Ulvi Pri Astuti; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya usaha laundry yang dijalankan masyarakat pada umumnya tidak memiliki unit pengolahan air limbah (IPAL). Apabila limbah laundry ini dibuang langsung ke perairan maka akan menimbulkan dampak negatif terhadap perairan itu sendiri, seperti eutrofikasi, kadar oksigen berkurang drastis dan menyebabkan biota air mengalami degradasi serta dapat membahayakan kesehatan manusia. Salah satu alternatif untuk mengolah air yang tercemar adalah dengan mengolahnya dengan fitoremediasi menggunakan tanaman Azolla pinnata. Uji aklimatisasi dan range finding test (RFT) merupakan tahap awal dalam rangkaian pengolahan limbah cair laundry. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase maksimum limbah cair laundry yang dapat ditolerir olehAzolla pinnata. Persentase maksimum untuk tanaman bisa bertahan hidup ditunjukkan dengan tidak terjadinya perubahan fisik (warna daun) tanaman. Penelitian dilakukan selama 3 hari pengamatan pada proses aklimatisasi dan 6 hari pengamatan untuk proses range finding test (RFT). Hasil penelitian didapatkan kadar maksimum yang dapat ditolerir oleh Azolla pinnata adalah 60% air limbah pada proses aklimatisasi, dan 80% air limbah pada proses RFT.
Co-Authors Adhi Setiawan Adhi Setiawan Aga Sandya Laksana Ahmad Erlan Afiuddin Alma Vita Sophia Alya Andien Sajidah Am Maisarah Disrinama Ani Nur Hayati Arianingtyas, Nadya Ayu Aulia Aminatul Ula Ayu Nindyapuspa Ayu Nindyapuspa Bagas Adhiwangsa Bella Naziel Iqmalia Bhagaskara Cipta Linuwih Bhagaskara Cipta Linuwih Bhunga Althavis Urbania Danang Hadi Dara Puspitasari Denny Dermawan Desita Ramadona Syah Putri Dinda Maya Kristina Dinda Maya Kristina Dzulfikar, Muhamad Hanif Elok Diana Manzil Emeralda Eka Putri Setyawati Falenia Firdatul Jannah Fani Firmansyah Ferisa Jenisa Ferisa Jenisa Putri Firnandi, Rahmad Gigih Alam Pambudi Gunawan, Karina Larasati Haekal Irfan Titan Prianto Iga Ayu Wiratih Imam Hambali Azhori Jami’atul Hikmah Jannah, Nabillah Rodhifatul Julita Sindu Tifani Kahardhini, Marina Maharani Kania Salsabilah Nur Rifanda Karina Larasati Gunawan Kemala Diaz Maharani Krisna Sindu Alan Darmasaputra LINDAYANI LINDAYANI Lutfi Wicaksono Maddhani Saputra Mega Sidhi Nugrayanti Mirna Apriani Moch Luqman Ashari Moch. Defrianto Dwika Ramadhan Mochammad Choirul Rizal Mohammad Irfan Hidayat Muhamad Hanif Dzulfikar Muhammad Rizqy Dwi Aditya Nisa Bella Ainindia Novi Eka Mayangsari Nyoto Sulistiyo Nyoto Sulistiyo Prianto, Haekal Irfan Titan Priyambodo Nur Ardi Nugroho Putri, Desita Ramadona Syah Qurrotul Aini Rachma Dinihaque Pristantia Putri Rafi Narariya Ramadhan Rahmad Firnandi Rahmad Firnandi Rizka Amalia Suci Wulandari Tarikh Azis Ramadani Ulvi Pri Astuti Vivin Setiani Vivin Setiani Yesica Novrita Devi Zain Khoirul Ihza Zauzan Billah