Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

KEBIJAKAN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH TERHADAP PENINGKATAN SARANA PRASARANA Irjus Indrawan; Desvi Dahlia; Surahmat Surahmat; Buana Mustikawati; Wulandari Wulandari
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurimea.v5i1.869

Abstract

This research aims to analyze school operational assistance policies towards improving facilities and infrastructure. This research uses a descriptive qualitative research type by descriptively explaining qualitative data taken from various articles. The method used is systematic literature review (SLR). The results of this research show that the procurement of school facilities and infrastructure still requires clear and sufficient funding sources. Where before procuring all the facilities and infrastructure that will be used, you must make a clear plan for the needs and expenditure of money that will be used. Facilities and infrastructure that have been met can be put to good use to support the smooth running of learning and attention must be paid to their maintenance.
ANALISIS PROGRAM PENDIDIKAN VOKASI DALAM MENGHADAPI TANTANGAN INDUSTRI Riska Angriani; Irjus Indrawan; Alridho Fransiska; Siti Naimah
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurimea.v5i1.870

Abstract

This research aims to analyze the relevance of vocational education programs in Indonesia to the challenges facing industry today. This research uses a descriptive qualitative research type by descriptively explaining qualitative data taken from various articles. The method used is systematic literature review (SLR). The research results show that there is a gap between the skills provided by vocational education institutions and actual needs in the field. For this reason, regular curriculum updates are needed, improving the quality of technology-based teaching, as well as strengthening cooperation between vocational education institutions and industry to create more effective synergies.
TEKNIK PENGUMPULAN DATA EVALUASI PENDIDIKAN Desvi Dahlia; Silvia Wulandari; Haldian; Irjus Indrawan
Jotika Journal in Education Vol. 4 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Jotika English and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56445/jje.v4i2.174

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya Teknik Pengumpulan Data Evaluasi Pendidikan dengan menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan. Teori dan pemikiran yang tertuang dalam sumber pustaka digunakan sebagai dasar bagi peneliti untuk mendeskripsikan dan menganalisis seputar Teknik Pengumpulan Data Evaluasi Pendidikan. Hasil analisis penulis menunjukkan bahwa teknik pengumpulan data dalam evaluasi pendidikan sangat bervariasi, mulai dari metode tradisional seperti observasi, wawancara, dan angket, hingga teknologi modern seperti platform survei daring, LMS, big data, dan aplikasi mobile. Setiap teknik memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri, sehingga pemilihan teknik yang tepat harus mempertimbangkan konteks evaluasi, jenis data yang diinginkan, serta sumber daya yang tersedia.
MAISIR DALAM EKONOMI SYARI’AH SERTA KAITANNYA DENGAN PERJUDIAN Junaidi; Irjus Indrawan; Miftahul Jannah
Jotika Journal In Management and Entrepreneurship Vol. 4 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Jotika English and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56445/jme.v4i2.175

Abstract

Maisir adalah konsep yang diatur dalam ekonomi syariah, merujuk pada segala bentuk aktivitas spekulatif atau perjudian yang mengandung unsur ketidakpastian dan ketergantungan pada keberuntungan. Aktivitas ini dilarang dalam Islam karena bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar ekonomi syariah, seperti keadilan, transparansi, dan kepastian dalam transaksi. Maisir dianggap merugikan, baik bagi individu maupun masyarakat, karena dapat menyebabkan kerugian finansial yang tidak adil dan berpotensi menciptakan ketidakstabilan ekonomi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam hubungan antara maisir dan perjudian, dengan menekankan kesamaan karakteristik keduanya, yaitu spekulasi yang melibatkan risiko tinggi dan tanpa dasar yang jelas. Perjudian dan maisir keduanya tidak berlandaskan pada kontribusi produktif atau nilai tambah yang jelas, melainkan pada hasil yang bergantung pada faktor keberuntungan atau peluang acak. Dalam konteks ekonomi syariah, aktivitas tersebut tidak hanya merugikan individu, tetapi juga dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan sosial secara keseluruhan. Oleh karena itu, larangan terhadap maisir bertujuan untuk menciptakan sistem ekonomi yang lebih adil, stabil, dan bermanfaat bagi semua pihak. Artikel ini juga membahas dampak negatif dari praktik maisir dan perjudian terhadap perekonomian serta pentingnya penerapan prinsip ekonomi syariah untuk menjaga keseimbangan dalam transaksi keuangan.
Kepemimpinan Dalam Organisasi Pendidikan Irjus Indrawan; Fiddian Khairudin
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 1 No 1 (2024): 2024
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qouba.v1i1.26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memahami kepemimpinan dalam organisasi pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan library research, dengan cara pengumpulan bahan pustaka, membaca, mencatat, dan memproses bahan penelitian. Melalui studi kepustakaan, didapatkan hasil bahwa; Pemimpin pendidikan harus mampu melakukan reformasi dalam proses pendidikan, dengan tekanan menciptakan sistem pendidikan yang lebih komprehensif dan fleksibel. Kepemimpinan pendidikan sekolah harus mampu menyesuaikan program pengajaran dengan kebutuhan sekolah, mempromosikan kerja tim di antara guru, terlibat dalam pemantauan, evaluasi, pengembangan profesional guru, melakukan hubungan personal dalam mengarahkan, mengorganisir, mengkoordinir dan mengawasi bawahan untuk mencapai tujuan bersama, mampu memberikan visi ke depan (visionary), memiliki gairah dan semangat yang tinggi (passionate), kreatif, fleksibel, menginspirasi, inovatif, berani, dan mengeksperimen imajinasi untuk memulai perubahan kearah yang lebih baik.