Articles
Efektivitas Komunikasi Pendidikan dalam Doing Project
Rohim, Muhammad;
Syafuddin, Khairul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Doing Project merupakan kegiatan workshop tentang dongeng serta belajar bersama anak-anak melalui metode mendongeng sehingga mudah dipahami oleh mereka. Proyek tersebut dilakukan secara berkeliling di panti asuhan wilayah Surakarta. Tujuan penelitian ini untuk melihat efektivitas komunikasi pendidikan dalam Doing Project. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan bentuk penelitian studi kasus. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti menganalisis proses komunikasi yang dilakukan oleh pendongeng melalui observasi yang selanjutnya diperkuat dengan hasil wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, peneliti membagi efektifitas komunikasi yang dilakukan Doing Project menjadi lima bagian, yaitu efektifitas istilah, kespesifikkan, penyusunan, keakuratan, dan keefisienan. Peneliti melihat bahwa Doing Project sangat efektif dilakukan dalam proses komunikasi pendidikan kepada anak. Hal ini dilihat berdasarkan kelima bagian efektifitas komunikasi tersebut yang dapat terpenuhi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui Doing Project pesan moral dan pendidikan yang ingin disampaikan kepada anak-anak lebih mudah dipahami.
Diskursus Modal Awal Calon Presiden dalam Talkshow
Syafuddin, Khairul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Televisi adalah salah satu media yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat propaganda. Salah satu program televisi dengan muatan politik yang kuat adalah Mata Najwa. Mendekati pemilu capres periode 2019 – 2024, Mata Najwa menayangkan episode Siapa Berani Jadi Presiden. Episode ini mengundang tiga calon kandidat, yaitu Rizal Ramli, Muhaimin Iskandar, dan Gatot Nurmantyo. Tujuan dari penelitian ini adalah membongkar wacana yang dibentuk para calon kandidat dalam menanggapi modal awal menjadi capres. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana kritis dengan pendekatan Teun A. van Dijk. Peneliti menganalisis setiap segmen yang ada dalam satu episode tersebut. Segmen-segmen tersebut dikaji berdasarkan kognisi dalam memproduksi wacana melalui komunikasi verbal. Peneliti melihat bahwa para calon kandidat berusaha untuk membentuk wacana baru yang berkaitan dengan modal awal menjadi capres atau cawapres. Wacana baru yang mereka bentuk berbeda dengan wacana yang dibentuk oleh media, yaitu kekayaan dan RUU. Berdasarkan program acara tersebut ada beberapa wacana yang dibentuk, yaitu wacana modal media sosial, elektabilitas di masyarakat, dan modal politik identitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modal awal menjadi presiden diwacanakan tidak hanya berasal dari kekayaan pribadi maupun RUU saja, namun juga dibentuk melalui suara masyarakat yang menjadi poin penting dari elektabilitas calon kandidat.
Komodifikasi Nilai Islam dalam Fashion Muslim di Instagram
Syafuddin, Khairul;
Mahfiroh, Ni’amatul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sains dan Teknologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perkembangan teknologi di era industri 4.0 di tandai dengan kemunculan internet. Salah satu efek dari munculnya teknologi internet adalah lahirnya media sosial. Instagram menjadi media sosial yang hingga saat ini digunakan oleh lebih dari 61 juta orang di Indonesia. Angka tersebut menunjukkan bahwa pengguna Instagram sangatlah banyak. Sehingga media sosial menjadi alat yang efektif bagi sebuah industri dalam rangka praktik ekonomi politik, salah satunya dalam industri fashion muslim. Salah satu industri fashion muslim yang bergerak di dunia digital adalah santun.inv. Akun tersebut telah membranding dirinya sebagai produsen dari kaos hijrah. Berdasarkan brandingnya serta produk yang dijual melalui akun instagramnya, dapat dilihat bahwa akun tersebut telah melakukan komodifikasi nilai islam melalui alat komoditi fashion. Dengan begitu dapat dilihat, kini nilai islam tidak hanya beroperasi di tataran kajian keilmuan dan dakwah. Namun telah bergeser fungsi menjadi alat ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana nilai-nilai islam dikomodifikasi melalui media sosial Instagram. Tidak hanya komodifikasi dalam bentuk komoditi pakaian, akan tetapi peneliti juga ingin melihat bagaimana komodifikasi nilai islam ini membuat akun santun.inv yang berorientasi pada ekonomi juga berusaha mensyiarkan nilai agama islam. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah komodifikasi dari Vincent Mosco. Selanjutnya, teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah semiotika visual model Roland Barthes serta semiotika teks model Ferdinand de Saussure melalui langue dan parole. Hasil dari penelitian ini melihat bahwa akun santun.inv berusaha melakukan komodifikasi nilai islam untuk memperoleh keuntungan. Komodifikasi tersebut dilakukan dengan menempelkan makna dari nilai positif keislaman melalui produk kaos, miki hat, dan tumblernya. Selain itu, akun tersebut juga berusaha mensyiarkan nilai keislaman dengan menggunakan teks di setiap postingannya. Sehingga praktik yang dilakukan oleh pemilik akun santun.inv selain mencari keuntungan berupa ekonomi, dia juga memanfaatkan akunnya untuk mensyiarkan nilai keislama, baik melalui teks yang terdapat dalam postingan maupun captionnya
The Integration of Bugis Cultural Values and Islamic Teachings in Digital Media
Mahanani, Prima Ayu Rizqi;
Syafuddin, Khairul
Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/rjsalb.v8i1.33664
This study aims to explore how Ustaz Das'ad Latif utilises YouTube to integrate Bugis cultural values with Islamic teachings, focusing on marriage. The research employs a multimodal discourse analysis framework to examine the ideational, interpersonal, and textual functions in Ustaz Das'ad Latif's YouTube lectures. The study reveals that Siri’ culture, central to Bugis identity, is intertwined with Islamic values, particularly regarding gender roles, honour, and family dynamics. Digital media serves as an effective tool for both preserving and reshaping these cultural values. The findings suggest that digital platforms like YouTube can serve as vital spaces for the global dissemination and transformation of local traditions, offering new interpretations that resonate across cultural boundaries. This research provides novel insights into the role of digital media in preserving local religious traditions while adapting them for broader audiences, contributing to the growing literature on religion, culture, and technology.
Ethics of Artificial Intelligence: Dialectics of Artificial Intelligence Policy for Humanity
Syafuddin, Khairul
The Eastasouth Journal of Information System and Computer Science Vol. 1 No. 03 (2024): The Eastasouth Journal of Information System and Computer Science (ESISCS)
Publisher : Eastasouth Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58812/esiscs.v1i03.178
Artificial Intelligence is now widely used by humans. The use of this technology is based on the view that Artificial Intelligence can make their lives easier. Many sectors have utilized this technology, including government, private, social, health, to education. Even though Artificial Intelligence is felt to have many benefits, there are perceived threats so that appropriate policies are needed. Thus, the aim of this research is to find out policies that can be recommended for the use of Artificial Intelligence that focus on humanitarian aspects. This research uses a qualitative approach to deepen the literature review that has been carried out. The results of this research show that the presence of Artificial Intelligence provides quite large benefits, especially as a technology for predicting the future. However, to regulate the use of this technology, appropriate policies are needed to avoid increasingly widespread digital crimes. In formulating Artificial Intelligence policies, humanitarian aspects need to be considered to provide appropriate protection. Especially for vulnerable groups who have low access to the use of Artificial Intelligence.
Mixue are Everywhere: Prosumerism on Users Content Production in Tiktok
Tangguh Okta Wibowo;
Khairul Syafuddin
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 3 No. 5 (2023): May, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55927/mudima.v3i5.3546
Mixue is a franchise that is well-known for selling beverages and ice cream. Mixue's viral material on social media, like Tiktok, makes it easy to recognize the popularity of the Mixue’s products. This research intends to examine prosumers involved in audio-visual content development who contribute to the marketing of Mixue brand. This research uses interpretative content analysis to examine audio-visual contents created by Tiktok users. The results of the study indicate that videos created by Tiktok users acting as prosumers have a role in the reproduction of diverse values on their experience with Mixue items. The circulation of their videos on Tiktok increases the exposure of the Mixue brand. These scattered videos show various types of performances with different video production techniques and stories. These findings illustrate the intensification of information produced and communication that has been built through the role of Tiktok, which spreads very quickly. This shows that prosumers reproduce videos based on their respective consumer behavior through the creative side of the actors as consumers
The Role of Communication Technology in Building Social Interaction and Increasing Digital Literacy in Ibu Sibuk Community
Juan Prince Adeliant;
Tangguh Okta Wibowo;
Andiani Fitri Febrina;
Chelsea Roxanne;
Gabriella Christie Kartadibrata;
Khairul Syafuddin
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 3 No. 8 (2023): August, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55927/mudima.v3i8.4919
Digital transformation involves deep changes in businesses and organizations, with maximizing changes and opportunities in technology and social impact as top priorities. Further research was conducted to analyze the effects of digital transformation on communication in communities and identify effective strategies to overcome communication breakdowns arising from technological change. This research discusses the important role of communication technology in a community, namely the IbuSibuk community. The method used is a case study, with the data collection technique being structured interviews. The results showed that the use of communication technology has a significant role in facilitating social interaction, information exchange, and the self-development of members in the IbuSibuk Community. Platforms such as Instagram, WhatsApp, and Telegram allow members to share information, ideas, and support, while identity as a member of IbuSibuk provides additional benefits, such as the opportunity to collaborate with brands or companies. There are some technical barriers and a lack of digital literacy that affect the use of technology in the community. Therefore, efforts are needed to improve digital literacy so that all members can utilize technology effectively and participate actively in the community. Improving digital literacy includes aspects of digital ethics, digital culture, and digital safety. Support and education on the use of technology can be organized through external initiatives as well as internal activities within the IbuSibuk community
PEMANFAATAN MASYARAKAT TONTONAN SEBAGAI AKTOR DALAM STRATEGI PROMOSI GRATIS DI DUNIA PARIWISATA
Khairul Syafuddin
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 1 (2022): April
Publisher : Sahid University Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/snpk.vol1.2022.18
Pemanfaatan Instagram sebagai media promosi wisata cukup penting dilakukan. Terutama ketika Covid-19 mulai masuk di Indonesia dan memengaruhi perekonomian pada sektor pariwisata. Promosi di Instagram dapat menjadi alat untuk menarik kembali minat wisatawan agar mengunjungi lokasi wisata daerah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat strategi yang dilakukan akun Instagram @eksotika_jogja untuk meraih keuntungan dalam mempromosikan wisata di Yogyakarta. Selain itu juga untuk mengetahui strategi dari @eksotika_jogja untuk merangkul para wisatawan muda. Penelitian ini menggunakan teori masyarakat tontonan dari Guy Debord. Metode yang digunakan adalah analisis wacana multimodal. Hasil penelitian ini menemukan bahwa akun @eksotika_jogja memanfaatkan fasilitas tagar dan tag untuk mendapatkan konten gratis dari para followers. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan keinginan mereka untuk meraih popularitas di media sosial. Dengan memanfaatkan hal itu, akun @eksotika_jogja mendapatkan bahan promosi gratis untuk mempromosikan destinasi sekaligus jasa wisatanya. Hal yang dilakukan oleh akun @eksotika_jogja diketahui tidak melanggar hak cipta, sehingga dia dapat memanfaatkan konten tersebut untuk kepentingan komersiil.
STRATEGI KOMUNIKASI INTERPERSONAL RESTORAN MARUGAME UDON DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN KEPADA KONSUMEN
Sinthya Mardarani;
Sumiyati Sumiyati;
Khairul Syafuddin
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 1 (2022): April
Publisher : Sahid University Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/snpk.vol1.2022.32
Ketidakpuasan dalam pelayanan dapat menimbulkan citra yang kurang baik pada suatu perusahaan atau usaha restoran khususnya restoran Marugame Udon dan dapat menurunkan penjualan apabila tidak segera di atasi. Salah satu untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan strategi komunikasi interpersonal yang efektif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi komunikasi interpersonal pimpinan dan karyawan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi interpersonal Joseph Devito yaitu terdiri dari keterbukaan, empati, dukungan, perasaan positif dan kesetaraan. Metode yang digunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah pimpinan dan karyawan restorant Marugame Udon. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi dengan melakukan pengamatan setelah itu wawancara mendalam terstruktur dan melakukan dokumentasi untuk pembuktian yang sah. Hasil penelitian menunjukan bahwa komunikasi yang dilakukan oleh pimpinan dengan karyawan di restoran Marugame Udon menggunakan strategi komunikasi interpersonal dimana pimpinan membangun pendekatan dengan karyawan. Strategi komunikasi antara pimpinan dengan karyawan tersusun di mulai dari penyusunan perencanaan briefing atau rapat sampai pada evaluasi pekerjaan karena secara langsung sudah terjadi kegiatan pelayanan dan pimpinan yang mengetahui karakter sifat dari karyawan itu sendiri. Peran komunikasi interpersonal sendiri dalam meningkatkan kualitas pelayanan yaitu Restorant Marugame Udon menerapkan pelayanan seperti menerima masukan dari konsumen, bertujuan konsumen tidak merasakan kecewa atas pelayanan marugame.
TERBENTUKNYA OPINI PUBLIK TERHADAP KENAIKKAN HARGA MINYAK GORENG YANG BERDAMPAK PADA UMKM DI TWITTER
Khairul Syafuddin;
Hayu Lusianawati
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 1 (2022): April
Publisher : Sahid University Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/snpk.vol1.2022.34
Kelangkaan hingga kenaikan harga minyak goreng sangat berdampak bagi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM. Hal ini dianggap dapat menyengsarakan masyarakat dan menjadi masalah ekonomi secara nasional. Isu tersebut tentu menjadi perbincangan yang luas, khususnya di Twitter yang dianggap sebagai ruang publik. Tujuan penelitian ini untuk melihat terbentuknya opini publik yang muncul di Twitter terkait kenaikan harga minyak goreng yang berdampak pada para pelaku UMKM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Penelitian ini menggunakan analisis wacana multimodal yang dari Gunther Kress dan Theo van Leeuwen. Selain itu, peneliti juga menggunakan netlytic.org untuk mengambil data postingan Twitter sekaligus membentuk visualisasi jaringan. Hasil dari penelitian ini melihat bahwa pemerintah sebagai penguasa berusaha memanfaatkan isu ini untuk meningkatkan popularitasnya. Pemerintah juga berusaha membangun opini publik yang positif untuk mengubur opini publik yang dapat memunculkan sentimen negatif. Selain itu dapat dilihat lebih detail dalam isu dampak minyak goreng terhadap UMKM. Dalam isu tersebut upaya perlawanan masyarakat terdapak lebih terlihat, sehingga dapat membentuk gerakan sosial baru di Twitter.