Giri Mustika Roekmana
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Penerapan Model Role Playing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Pemeranan Mata Pelajaran Teater Kelas XI IPA 2 SMA Negeri 1 Kragilan Nurseptiah, Siti; Hadiyatno, Hadiyatno; Roekmana, Giri Mustika
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13285

Abstract

Penelitian yang berjudul Penerapan model Role playing untuk meningkatkan hasil belajar materi pemeranan pembelajaran teater siswa kelas XI IPA 2 telah dilakukan pada tanggal 20 april sampai 30 mei 2023 yang bertujuan untuk menganalisis proses pembelajaran model Role Playing dalam meningkatkan hasil belajar siswa model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Role Playing dan metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas untuk memperbaiki kualitas pembelajaran didalam kelas, yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan setiap siklusnya terdiri dari Perencanaan, Pelaksanaan, Tindalan dan Refleksi subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 1 Kragilan dengan jumlah siswa 36. Hasil penelitian ini menunjukan peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 1 Kragilan dari Pra tindakan, siklus I dan siklus II Kriteria keberhasilan ketika sudah mencapai 75% dari indikator skala penilaian siswa yang di tunjukan dengan penerapan model Role Playing tercipta proses pembelajaran yang lebih aktif dan menyenangkan. Penelitian ini memperoleh peningkatan hasil belajar siswa menggunakan model Role Playing dimulai dari pra siklus 25,75% pada siklus I meningkat menjadi 50,95% dan siklus II meningkat menjadi 80,51%
Eksistensi Seni Ubrug pada Grup Dipikatineung Pentil di Desa Pangawinan Kabupaten Serang Syam, Asrul; Roekmana, Giri Mustika; Rizal, Syamsul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13485

Abstract

Derasnya arus globalisasi membuat kesenian tradisional harus berjuang lebih keras lagi untuk mempertahankan eksistensinya. Kesenian tradisional Ubrug merupakan salah satu kesenian tradisional khas dari daerah Banten yang masih eksis di era gempuran zaman teknologi, infomasi dan komunikasi yang semakin canggih. Kesenian Ubrug yang masih eksis di daerah Banten salah satunya yaitu grup Dipikatineung Pentil. Dipikatineung Pentil mampu mempertahankan eskistensinya, dapat dilihat dari banyaknya permintaan untuk pentas pada acara hajatan pernikahan dan khitanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi dan faktor-faktor apa sajakah yang memengaruhi eksistensi seni ubrug pada grup Dipikatineung Pentil di Desa Pangawinan Kabupaten Serang. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Teknik pemeriksaan data menggunakan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukan bahwa eksistensi seni ubrug pada grup Dipikatineung Pentil tercermin dari menjaga keutuhan dan kualitas pertunjukan sehingga masyarakat di Kabupaten Serang dan sekitarnya tertarik untuk mengundang grup Ubrug Dipikatineung Pentil untuk memeriahkan berbagai acara hajatan. Eksistensi seni ubrug pada grup Dipikatineung Pentil dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor Internal terdiri dari kemampuan pemain musik (nayaga), penari, dan anggota beserta kru. Adapun faktor eksternalnya yaitu adanya apresiator atau penonton dan masyarakat.
Struktur Gerak Color Guard Marching Band Gita Surosowan Banten Faradila, Dinda; Purnamasari, Alis Triena; Roekmana, Giri Mustika
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13942

Abstract

Penelitian Struktur Gerak Color Guard Marching Band Gita Surosowan Banten dilatarbelakangi oleh adanya gerak yang tidak mudah dengan menggunakan equitment dan mempunyai tingkat kesulitan tersendiri bagi penilaian suatu penampilan yang ada di dalam struktur gerak dan proses pelatihan Gerak Color Guard Marching Band Gita Surosowan Banten.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Struktur Gerak dan Proses Pelatihan Gerak Color Guard Marching Band Gita Surosowan Banten. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu Kualitatif Deskriptif dengan teknik pengumpulan data antara lain observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa di dalam Struktur Gerak Color Guard Marching Band Gita Surosowan Banten terdapat gerak awal seperti gerak spin, gerak toss, gerak angle exercise, gerak dayung, gerak inti terdiri dari gerak butterfly, gerak curving, gerak Indiana, gerak creadle, dan gerak akhir yaitu gerak warming up. Proses Pelatihan Gerak Color Guard ini terdapat 3 unsur wajib yang digunakan diantaranya: pengenalan alat seperti flag, rifle, dan sabre. Penguasaan olah tubuh yaitu penguasaan basic ballet dan gymnastic. Dan penguasaan ekspresi.
Upaya Peningkatan Pemahaman Materi Tari Kreasi melalui Student Teams Achievement Division (STAD) Pada Siswa Kelas IX SMPN 3 Teluknaga Tania, Dina Rizki; Permanasari, Alis Triena; Roekmana, Giri Mustika
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam pelajaran materi Tari Kreasi melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Subjek dari penelitian adalah siswa kelas IXC SMPN 3 Teluknaga yang berjumlah 38 siswa, sedangkan objek dari penelitian ini adalah hasil belajar materi tari kreasi. Data hasil belajar dikumpulkan dengan tes selanjutnya dianalisis berdasarkan pemahaman dan ketuntasan belajar. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah pemahaman siswa yang meningkat mencapai dengan ketuntasan belajar ≥75%. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan memberikan hasil yang sangat memuaskan. Pada siklus I pemahaman materi yang dicapai siswa 70,43% dan pada siklus II pemahaman yang dicapai siswa 85,36%. Dari hasil tersebut dapat diketahui ada peningkatan pemahaman dari hasil belajar siswa selisih rata-rata nilai dari 42,29% hingga 21,19%. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan pemahaman hasil belajar materi tari kreasi siswa kelas IXC SMPN 3 Teluknaga Tahun Pelajaran 2024/2025.
Meningkatkan Pembelajaran Seni Teater Pada Materi Seni Peran Menggunakan Teknik Pemeranan di SMAN 5 Pandeglang Kusniawati, Rena; Rizal, Syamsul; Roekmana, Giri Mustika
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan teknik seni peran dalam pembelajaran seni teater pada siswa SMA Negeri 5 Pandeglang dan mengukur hasil dari proses pembelajaran tersebut. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam beberapa siklus, dimulai dari siklus pertama. Pada siklus ini, siswa diberikan pembelajaran teknik pemeranan dasar, seperti relaksasi, konsentrasi, improvisasi, serta penghayatan karakter. Teknik ini dirancang untuk membantu siswa memahami dan mempraktikkan seni peran secara efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik pemeranan memiliki dampak positif terhadap proses pembelajaran seni teater. Siswa menunjukkan peningkatan kemampuan dalam ekspresi vokal, gestur, dan penghayatan emosi saat bermain peran. Selain itu, partisipasi aktif siswa dalam latihan juga meningkat, yang menunjukkan adanya peningkatan rasa percaya diri dan kreativitas. Guru juga mencatat adanya dinamika kelompok yang lebih baik dalam interaksi antar pemain. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa teknik seni peran dapat diterapkan secara efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran seni teater. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan metode pengajaran seni teater yang lebih inovatif dan partisipatif di tingkat sekolah menengah.
Peningkatkan Pemahaman Jenis Tari Nusantara Melalui Model Kooperatif Team Game Tournament (TGT) di Kelas VIII C SMP Negeri 189 Jakarta Purwinanti, Wiwin; Roekmana, Giri Mustika; Wardani, Ajeng Kusuma
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31588

Abstract

Fokus penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMP Negeri 189 Jakarta, yang bersekolah pada tahun ajaran 2024–2025, yang mengalami kesulitan untuk memahami materi yang berkaitan dengan budaya tradisional Indonesia. Studi ini melihat 36 siswa, 16 di antaranya perempuan dan 20 di antaranya laki-laki, menggunakan model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa pada tahap pra-siklus adalah 59,30%. Setelah menerapkan model Turnamen Pertandingan Tim (TGT), tingkat pemahaman siswa pada Siklus I meningkat menjadi 70,63%, tingkat pemahaman siswa pada Siklus II meningkat menjadi 84,63%, dan semua siswa menunjukkan tingkat pembelajaran yang sangat baik pada kedua mata pelajaran. Karena itu, model pembelajaran kooperatif TGT membantu siswa memahami materi Nusantara. Selain itu, model ini dapat digunakan untuk menawarkan pendekatan pengajaran yang lebih inovatif.
Transformasi Fungsi Tari Rampak Bedug di Sanggar Harum Sari Pandeglang Banten Kartika, Prita; Permanasari, Alis Triena; Roekmana, Giri Mustika
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi fungsi dalam seni tari merupakan strategi pelestarian agar karya tetap eksis di tengah dinamika sosial budaya. Tari kreasi Rampak Bedug sebagai warisan budaya Banten mengalami transformasi fungsi yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses transformasi fungsi Tari Rampak Bedug di Sanggar Harum Sari serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap lima narasumber. Data dianalisis melalui triangulasi untuk menguji keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi fungsi berlangsung melalui tiga tahap, yaitu invensi, difusi, dan konsekuensi. Pada awalnya, tari ini berfungsi sebagai media dakwah dan sarana keagamaan. Selanjutnya, fungsi bergeser menjadi hiburan, interaksi sosial, identitas budaya, media pendidikan, hingga komoditas komersial. Perubahan ini didukung oleh dinamika sosial budaya dan perkembangan teknologi. Kesimpulannya, transformasi fungsi menjaga keberlanjutan Tari Rampak Bedug sekaligus memperkuat identitas budaya Banten.
Analisis Tokoh Raden Wirasuta Pada Naskah Pangeran Astapati Karya DC Aryadi Sukmana, Lilis; Lestari, Dwi Junianti; Roekmana, Giri Mustika
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakter tokoh Raden Wirasuta dalam naskah drama Pangeran Astapati karya D.C. Aryadi serta mengungkap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Tokoh Raden Wirasuta digambarkan sebagai bangsawan Banten yang memiliki semangat kepahlawanan, keberanian, dan loyalitas terhadap tanah kelahiran serta masyarakatnya. Melalui kisahnya, drama ini merepresentasikan pergulatan antara adat, moralitas, dan keinginan individu untuk mencari jati diri dan kebebasan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Analisis dilakukan terhadap unsur intrinsik naskah, terutama aspek tokoh, penokohan, dan nilai-nilai yang disampaikan melalui dialog serta tindakan tokoh utama. Pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud digunakan untuk menelaah konflik batin tokoh (id, ego, dan superego), sementara teori humanistik Carl Rogers digunakan untuk memahami proses aktualisasi diri dan nilai kemanusiaan yang ditampilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Raden Wirasuta adalah tokoh yang mengalami perkembangan karakter dari sosok muda yang gelisah menjadi pemimpin yang arif dan berjiwa sosial. Nilai-nilai utama yang ditemukan meliputi keberanian, tanggung jawab, kejujuran, kepemimpinan, nasionalisme, dan penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Drama Pangeran Astapati tidak hanya menampilkan kisah kepahlawanan, tetapi juga menjadi refleksi atas pentingnya menjaga identitas budaya dan menjunjung nilai moral dalam menghadapi perubahan sosial.