Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN FUN SCIENCE TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP IPA MATERI PERUBAHAN FISIKA DAN PERUBAHAN KIMIA DI SMP NEGERI 2 MLATI Siti Noviani, Rizki; Widodo, Eko; Roektiningroem, Ekosari
Jurnal TPACK IPA Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (May, 2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran IPA menggunakan pendekatan saintifik dengan fun science terhadap motivasi belajar peserta didik SMP, pengaruh pembelajaran IPA menggunakanpendekatan saintifik dengan fun science terhadap pemahaman konsep IPA peserta didik SMP, dan pengaruhpembelajaran IPA menggunakan pendekatan saintifik dengan fun science terhadap motivasi belajar dan pemahamankonsep IPA peserta didik SMP. Penelitian dilakukan pada peserta didik kelas VII dengan materi pembelajaran“Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia”.  Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desainNonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design yang dilakukan di SMP Negeri 2 Mlati. Sampel dalampenelitian ini ditentukan dengan teknik cluster random sampling, sehingga diperoleh Kelas VII A sebagai kelaskontrol dan kelas VII B sebagai kelas eksperimen. Perlakuan yang diberikan pada kelas eksperimen yaitumelaksanakan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dengan fun science (blobs in a bottle, ice cream, rapidcolor-changing chemistry, dan merapi vulcano), sedangkan pada kelas kontrol pelaksanaan pembelajaran berbasisEEK (Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi). Data motivasi belajar peserta didik diperoleh dengan menggunakanlembar observasi motivasi belajar peserta didik. Data pemahaman konsep IPA peserta didik diperoleh denganmemberikan tes sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) pembelajaran. Pengujian hipotesis dilakukan dengan ujimanova setelah memenuhi uji prasyarat yang meliputi uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dengan fun science memiliki pengaruh secarasignifikan terhadap motivasi belajar dan pemahaman konsep IPA peserta didik. Pengaruh pendekatan saintifik denganfun science terhadap motivasi belajar peserta didik sebesar 20,1% dengan rata-rata motivasi belajar kelas eksperimenmencapai kategori cukup. Pendekatan saintifik dengan fun science juga memiliki pengaruh terhadap pemahamankonsep IPA peserta didik sebesar 24,2% dengan rata-rata peningkatan yang mencapai kategori sedang.Kata kunci: pendekatan saintifik, fun science, blobs in a bottle, ice cream, rapid color-changing chemistry, merapi vulcano, motivasi belajar, pemahaman konsep IPA
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) OUTDOOR LEARNING SYSTEM BERBASIS PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS TEMA “KERUSAKAN LINGKUNGAN” PADA PEMBELAJARAN IPA Tina, Lestari; Rosana, Dadan; Roektiningroem, Ekosari
Jurnal TPACK IPA Vol 5, No 7 (2016): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (August, 2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD Outdoor Learning System berbasis Project Based Learning tema “Kerusakan Lingkungan” yang memenuhi kelayakan sebagai bahan ajar berdasarkan penilaian para validator serta mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kritis dan respon peserta didik setelah menggunakan LKPD hasil pengembangan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RD) yang terdiri dari 4 tahap penelitian dan pengembangan, yaitu: 1) Define, meliputi: analisis awal, analisis peserta didik, analisis tugas, analisis konsep, dan perumusan tujuan pembelajaran; 2) Design, meliputi: penyusunan tes kriteria acuan, pemilihan media, pemilihan format, penyusunan rancangan awal; 3) Develop, meliputi: penilaian ahli, uji coba lapangan; 4) Disseminate, yaitu: penyebaran produk akhir secara terbatas pada guru IPA di SMP N 5 Banguntapan dan guru IPA SMP N 1 Banguntapan. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini meliputi lembar validasi LKPD, soal pretest dan postest, lembar observasi keterampilan berpikir kritis, angket respon peserta didik terhadap LKPD, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dengan pendekatan Project Based Learning. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kelayakan LKPD berdasarkan skor dan saran penilaian dari validator, gain score peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik, peningkatan persentase keterampilan berpikir kritis peserta didik tiap pertemuan, respon peserta didik terhadap LKPD berdasarkan skor dan saran penilaian angket respon, serta persentase keterlaksanaan pembelajaran dengan pendekatan Project Based Learning. Hasil penelitian mendapatkan bahwa LKPD Outdoor Learning System berbasis Project Based Learning dinyatakan layak sebagai bahan ajar dengan kategori sangat baik. LKPD hasil pengembangan juga efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik dengan kategori sedang dan peserta didik juga memberikan respon positif terhadap LKPD hasil pengembangan. Kata kunci: Keterampilan Berpikir Kritis, LKPD, Outdoor Learning System, Project Based Learning.
PENGEMBANGAN LKPD IPA BERBASIS MASALAH TEMA “SEHATKAH MAKANANKU?” UNTUK MENUMBUHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK DEVELOPING PROBLEM-BASED-SCIENCE-WORKSHEET WITH TITLED “SEHATKAH MAKANANKU?”TO GROWING STUDENT’S CRITICAL THINKING SKILL Siti Fadilah, Anita Rohmah; Roektiningroem, Ekosari; Rosana, Dadan
Jurnal TPACK IPA Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (January, 2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis kelayakan LKPD IPA dengan tema “Sehatkah Makananku?” untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kritis peserta didik dinilai dari validasi dosen ahli. 2) mengidentifikasi karakteristik LKPD IPA dengan tema “Sehatkah Makananku?” yang dikembangkan dan 3) menganalisis respon peserta didik terhadap LKPD yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (RD) model 4D Thiagarajan yang meliputi empat tahapan yaitu, define, design, develop, dan disseminate. Penelitian ini melibatkan 2 validator yaitu 2 dosen ahli dan 20 peserta didik. Instrumen yang digunakan adalah angket lembar penilaian dan angket respon peserta didik. LKPD IPA yang dikembangkan secara keseluruhan memperoleh nilai 65 dengan presentase keidealan keseluruhan 81,25% dengan nilai B dan termasuk kategori “Baik”. Dengan demikian LKPD IPA berpikir kritis yang dikembangkan dengan tema “Sehatkah Makananku” layak digunakan menurut validasi dosen ahli. Karakteristik LKPD IPA yang dikembangkan adalah: a) menyajikan LKPD berdasarkan pendekatan berbasis masalah dan menampilkan pertanyaan yang melatih peserta didik untuk berpikir kritis. Respon keterbacaan yang dilakukan oleh peserta didik terhadap LKPD yang dikembangkan secara keseluruhan memperoleh skor sebesar 2401 dengan kriteria pencapaian aspek 80% dengan nilai B.Kata kunci: pengembangan LKPD IPA, berbasis masalah, keterampilan berpikir kritisThis research aims are: 1) to analyze the adequacy of the science worksheets titled “Sehatkah Makananku?” for the growing of students’ critical thinking skills as assessed by expert lecturer. 2) to identify the components of the science worksheets titled “Sehatkah Makananku? which is developed and 3) to analyze student’s responce for worksheet. This research used Research and Development (RD) method. The method is constructed by four stages which are defining, designing, developing, and disseminating. But, in this research stopped at develop stage. The research included two expert lecturers as validators. The instrument used in this study is questionnaires to test the adequacy of science worksheets which were analyzed with a five-point scale. The score of the science worksheets titled “Sehatkah Makananku?” is 65 with the overall precentage of ideality is 81,25%. As a result, the science worksheets aimed to develop the students’s critical thinking skills titled “Sehatkah Makananku?” is qualified as evaluated by the expert lecturer by with good categories. The components of science worksheets in this research is: a) This Students’ worksheet is problem based science student worksheet and b) containing of critical thingking question. Student’s response scored 2401 with average percentage accession criteria is 80% and categorized good.Keywords: development science worksheets, problem based, critical thinking skills 
PERBEDAAN SIKAP INGIN TAHU DAN KETERAMPILAN PROSES PESERTA DIDIK ANTARA KELAS MENGGUNAKAN PENDEKATAN JELAJAH ALAM SEKITAR (JAS) DAN EKSPLORASI, ELABORASI, KONFIRMASI (EEK) PADA PEMBELAJARAN IPA DI SMP N 2 KALASAN Setyawati, Anis; Roektiningroem, Ekosari; Setiyo Wibowo, widodo
Jurnal TPACK IPA Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (June, 2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Perbedaan sikap ingin tahu peserta didik antara kelas yang menggunakan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) dan Eksplorasi, Elaborasi, Konfirmasi (EEK) padapembelajaran IPA di SMP N 2 Kalasan, (2) Perbedaan keterampilan proses peserta didik antara kelas yangmenggunakan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) dan Eksplorasi, Elaborasi, Konfirmasi (EEK) padapembelajaran IPA di SMP N 2 Kalasan, (3) Perbedaan sikap ingin tahu dan keterampilan proses peserta didikantara kelas yang menggunakan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) dan Eksplorasi, Elaborasi, Konfirmasi(EEK) pada pembelajaran IPA di SMP N 2 Kalasan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu denganmenggunakan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian berjumlah 191 siswa kelas VII SMPN 2 Kalasan. Teknik pengambilan sampel dengan cluster random sampling. Sampel penelitian berjumlah 59 siswayang terdiri dari kelas VIIE dan VIIF. Kelas VIIE sebagai kelas kontrol dan kelas VIIF sebagai kelas ekspermen.Instrumen yang digunakan berupa soal posttest, lembar observasi sikap ingin tahu dan lembar observasiketerampilan proses. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan inferensialmenggunakan Uji Manova. Hasil penelitian ini adalah (1) ada perbedaan signifikan pembelajaran IPA berbasisJelajah Alam Sekitar (JAS) dan Eksplorasi, Elaborasi, Konfirmasi (EEK) terhadap sikap ingin tahu peserta didikkelas VII di SMP N 2 Kalasan, (2) ada perbedaan signifikan pembelajaran IPA berbasis Jelajah Alam Sekitar (JAS)dan Eksplorasi, Elaborasi, Konfirmasi (EEK) terhadap keterampilan proses peserta didik kelas VII di SMP N 2Kalasan, (3) ada perbedaan signifikan pembelajaran IPA berbasis Jelajah Alam Sekitar (JAS) dan Eksplorasi,Elaborasi, Konfirmasi (EEK) terhadap sikap ingin tahu dan keterampilan proses peserta didik kelas VII di SMP N 2Kalasan. Kata kunci: Jelajah Alam Sekitar (JAS), sikap ingin tahu, keterampilan proses
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS VIID SMP N 3 MLATI TAHUN AJARAN 2012/2013 PADA PEMBELAJARAN IPA DENGAN TEMA “AGAR AIRKU BERSIH” MELALUI PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING Tri Wijiasri, Sa'adah; Dwisiwi Sri Retnowati, Rahayu; Roektiningroem, Ekosari
Jurnal TPACK IPA Vol 5, No 8 (2016): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (October, 2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran IPA melaluipendekatan inkuiri terbimbing dan meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMP N 3 Mlati pada pembelajaran IPA dengan tema “Agar airku bersih” melalui pendekatan inkuiri terbimbing (guided inquiry). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Setiap siklusnya melalui tahap-tahap yang disampaikan Kemmis Mc Taggart sebagai berikut:  perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan dan pengamatan, refleksi siklus I dan revisi, lalu dilanjutkan dengan siklus II dengan tahap yang sama dengan siklus I. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIID SMP N 3 Mlati tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 32 siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi untuk mengetahui keterlaksanaan pendekatan pembelajaran inkuiri terbimbing dan lembar observasi untuk mengukur keterampilan proses sains siswa. Data yang diperoleh dalam bentuk hasil observasi, dianalisis secara deskriptif kualitatif dalam bentuk persentase keterlaksanaan pembelajaran dan peningkatan keterampilan proses Sains siswa. Pembelajaran dilakukan berdasarkan tahapan pendekatan inkuiri terbimbing yang diawali orientasi masalah, merumuskan masalah tentang pencemaran air, mengajukan hipotesis, mengumpulkan data, serta merumuskan kesimpulan. Berdasarkan tahapan tersebut pada siklus I diperoleh nilai rata-rata  keterampilan proses sains siswa sebesar 52,13. Perbaikan langkah pembelajaran pada siklus I yaitu menyampaikan tujuan dan langkah pendekatan inkuiri terbimbing pada awal pembelajaran, dan menyusun LKS yang lebih komunikatif bagi siswa.Pada siklus II nilai rerata keterampilan proses sains siswa meningkat menjadi 86,47. Peningkatan keterampilan proses Sains siswa dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 34,34. Kata kunci: pendekatan Inkuiri terbimbing, keterampilan proses sains, pembelajaran IPA, tema Agar airku bersih
PENGEMBANGAN MEDIA TIGA DIMENSI MATERI PERUBAHAN ENERGI UNTUK PENINGKATAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA SMPN 1 MUNGKID THE DEVELOPMENT OF THREE-DIMENSIONAL MEDIA IN ENERGY CHANGE MATERIAL FOR LEARNING RESULT COGNITIVE OF THE STUDENT IN SMPN 1 MUNGKID Anindia, Annastasya Tri; Roektiningroem, Ekosari; Maryanto, Allesius
Jurnal TPACK IPA Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (May, 2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) untuk mengembangkan media pembelajaran yang layak pada materi perubahan energi, 2) untuk mengetahui ada atau tidaknya peningkatan hasil belajar kognitif setelah menggunakan pengembangan media tiga dimensi dilihat dari hasil belajar kognitif siswa. Pengembangan media tiga dimensi diadaptasi dari model Borg and Gall (1989), yaitu penelitian dan pengumpulan data, perencanaan, pengembangan draf, uji coba dan dideseminasi. Pengembangan media tiga dimensi divalidasi oleh dua dosen ahli dan dua guru IPA SMPN 1 Mungkid. Instrumen yang digunakan untuk kelayakan media tiga dimensi terdiri dari instrumen keterlaksanaan pembelajaran, instrumen validasi produk media tiga dimensi, instrumen responden siswa serta soal pretest dan posttest untuk melihat hasil belajar kognitif siswa menggunakan analisis gain score. Pengembangan media tiga dimensi layak digunakan katagori sangat baik dan mampu peningkatan hasil belajar kognitif siswa dalam analisis gain score dengan katagori sedang.Kata kunci: Hasil belajar kognitif, Media tiga dimensi, Perubahan energi.The purpose of this research are 1) to develop decent learning medias for energy's change material, 2) to know there is increase or not the result of cognitive after using three-dimensional media's development that seen from student's. The development of three-dimensional media is adapted from Borg and Gall's model (1989), that is from the stage of research and data collection, planed, develop drafted, tested and then disseminated. The three-dimensional media development is validated by one of the media expert lecture, one of the media expert lecturer and two science teachers of SMPN 1 Mungkid. The instruments that used in three-dimensional media use learning implementation instrument, validation of three-dimensional product's instrument, student respondents questionnaire and the pretest and posttest to see the increasing result cognitive of the student's with "gain score" analysis. The result that obtained from the three-dimensional media development is very good criteria and to increase result cognitive student's from the average result of "gain score" analysis included medium category.Keywords: Energy's change, Result of cognitive, Three-dimensional media.
PENGEMBANGAN LKPD PROJECT BASED LEARNING MATERI EKSTRAKSI DNA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN COLLABORATIVE PROBLEM SOLVING DEVELOPMENT OF PROJECT BASED LEARNING WORKSHEET FOR EXTRACTION OF DNA Dea Dimyathi Agus Putri; Dadan Rosana; Ekosari Roektiningroem
Jurnal TPACK IPA Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (May, 2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui kelayakan LKPD materi ekstraksi DNA model project based learning dalam meningkatkan kemampuan collaborative problem-solving menurut validator, (2) mengetahui peningkatan kemampuan collaborative problem-solving menggunakan LKPD materi ekstraksi DNA model project based learning berdasarkan pengujian hipotesis menggunakan uji statistik deskriptif. Model yang digunakan adalah model pengembangan BorgGall yang terdiri atas tujuh tahap. Data kelayakan produk dikumpulkan menggunakan lembar validasi komponen produk dan angket respon peserta didik. Teknik pengumpulan data collaborative problem solving adalah observasi menggunakan bentuk instrumen lembar observasi, penilaian diri dan penilaian teman. Teknik analisa data adalah mean, uji normalitas, dan t-test. Penilaian produk oleh ahli menghasilkan nilai A dengan kategori sangat baik pada aspek kelayakan isi, penyajian, kebahasaan, dan grafis. Respon peserta didik terhadap produk LKPD adalah valid dan dapat digunakan. Kemampuan collaborative problem solving meningkat secara signifikan menurut penilaian observer, self-assessment, dan peer- assessment berdasarkan hasil perhitungan mean, persentase dan t-test.Kata kunci: Collaborative Problem Solving, LKPD, Project Based LearningThe aimed of this research (1) known the feasible worksheet that use project based learning model for extraction of DNA based on expert assessment, (2) known the enhancement of collaborative problem solving skill of the pupils grade IX junior high school by using the developed worksheet based on statistical analysis. Development of the worksheet based on BorgGall stage with seven stages. The data for expedience of product collected using validation sheet and student's responses sheet. While the data of collaborative problem solving skill collected by doing observation based on observation sheet, self assessment and peer to peer assessment use quesionnaire. Analysis of the data used mean, normality test, and t test to know the differences between before the product given and after the product given. The expert give A score in four aspects (content, serving, languange, and design). The worksheet was valid and could be used according to pupils. Collaborative problem solving skill significantly increased according to observer’s assessment, self assessment, and peer assessment after data analyzed (mean percentage) and tested using t-test.Keywords: Collaborative Problem Solving, worksheet, Project Based Learning
PENGARUH PEMBELAJARAN IPA MODEL SERVICE LEARNING PENDEKATAN SSI TERHADAP PROBLEM SOLVING & SIKAP RESPEK FAKTA Elshandra Gita; Ekosari Roektiningroem
Jurnal TPACK IPA Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan IPA (May, 2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji adanya pengaruh pembelajaran IPA model service lerning dengan pendekatan socio scientific issues (SSI) terhadap kemampuan problem solving dan terhadap sikap respek fakta. Penelitian quasi eksperiment dengan non-equivalen group design. Populasinya adalah 151 siswa kelas 8 SMPN 4 Wonosari dilakukan dengan cluster random sampling, kelas 8A menggunakan model service learning pendekatan socio scientific issues dan kelas 8C menggunakan pendekatan 5M. Instrumen yang digunakan yaitu soal, lembar observasi problem solving, lembar observasi sikap respek fakta, lembar angket sikap respek fakta, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Analisis untuk menguji besarnya pengaruh dilakukan dengan menghitung Cohen’d menggunakan rumus Effect size dari Cohen. Hasil penelitian menunjukkan adanya (1) pengaruh pembelajaran IPA model service learning pendekatan socio scientific issues terhadap problem solving dengan nilai effect size 0,43 kategori kecil, (2) pengaruh pembelajaran IPA model service learning pendekatan socio scientific issues terhadap sikap respek fakta dengan nilai effect size 0,63 kategori sedang.Kata Kunci: Problem Solving, Service Learning, Sikap Respek terhadap Fakta, Socio Scientific Issues
PENGARUH PEMBELAJARAN IPA BERBASIS STEM-PBL TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF Febriana Cahyaningsih; Ekosari Roektiningroem
Jurnal TPACK IPA Vol 7, No 5 (2018): Jurnal Pendidikan IPA (September, 2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran IPA berbasis STEM-PBL terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik, pengaruh pembelajaran IPA berbasis STEM-PBL terhadap hasil belajar kognitif peserta didik dan pengaruh pembelajaran IPA berbasis STEM-PBL terhadap keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif peserta didik. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan non equivalent control group design. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah uji MANOVA serta effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPA berbasis STEM-PBL memberikan pengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik dengan effect size kategori sedang, pembelajaran IPA berbasis STEM-PBL memberikan pengaruh terhadap hasil belajar kognitif peserta didik dengan effect size kategori sedang dan pembelajaran IPA berbasis STEM-PBL memberikan pengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif peserta didik.Kata kunci: hasil belajar kognitif, keterampilan berpikir kritis, STEM-PBL.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS GUIDED INQUIRY DENGAN MENERAPKAN KONSTRUKTIVISME SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN IPA MEANINGFUL THE DEVELOPMENT OF STUDENT WORKSHEET BASED ON GUIDED INQUIRY CONSTRUCTIVITY FOR REALIZE MEANINGFUL Adha Hujatulatif; Ekosari Roektiningroem; Allesius Maryanto
Jurnal TPACK IPA Vol 6, No 7 (2017): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (September, 2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan LKPD berbasis pendekatan guided inquiry dengan menerapkan konstruktivisme pada tema “Perolehan Nutrisi dan Transformasi Energi pada Tumbuhan” sebagai bahan ajar berdasarkan kriteria kelayakan LKPD dan mengetahui kategori peningkatan meaningful learning melalui penggunaan LKPD tersebut. Model penelitian yang digunakan adalah model pengembangan 4D (define, design, develop dan disseminate). Subjek penelitian terdiri dari peserta didik kelas VIII SMP, dosen ahli, guru dan teman sejawat. Instrumen terdiri dari lembar validasi, lembar observasi keterlaksanaan LKPD, angket respon, dan lembar observasi meaningful learning. Data dianalisis dengan pedoman kriteria penilaian ideal serta uji-t untuk mengetahui signifikansi peningkatan meaningful learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Produk LKPD layak dengan penilaian oleh ahli dan respon peserta menghasilkan nilai A dengan kategori sangat baik. Kategori peningkatan meaningful learning melalui penggunaan LKPD sangat baik dengan nilai A. Berdasarkan uji-t terhadap data sampel diperoleh bahwa terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah menggunakan LKPD.Kata kunci: guided inquiry, konstruktivisme ,LKPD, meaningful learningThis study aims to determine the feasibility of worksheet based approach guided inquiry by applying constructivism on the theme "Acquisition of Nutrition and Energy Transformation in Plants" as a teaching material based on worksheet eligibility criteria and know the categories of meaningful learning improvement through the use of worksheet. The research model used is the 4D development model (define, design, develop, and disseminate) The subjects of this study are students of class VIII SMP, expert lecturers, teachers and peers. Instrument consists of validation sheet, observation sheet worksheet implementation, questionnaire response and meaningful learning observation sheet The data were analyzed with the guidance of ideal scoring criteria and t-test to know significance of meaningful learning improvement The results showed that the worksheet product was feasible with expert assessment and the participant response resulted in A grade with very good category. meaningful learning improvement through the use worksheet very well with the value A. Based on t-test of the sample data obtained that there are significant differences before and after using worksheet.Keywords: constructivism, guided inquiry, meaningful learning, worksheet