Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The abundance of soil bacteria applied with compost and Trichoderma sp. in tangerine orchard Siswadi, Edi; Sulistyono, Nantil Bambang Eko; Firgiyanto, Refa; Dinata, Gallyndra Fatkhu; Rohman, Hanif Fatur; Rohman, Fadil
AGROMIX Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/agx.v15i1.3770

Abstract

.
Pengaruh IAA dan BAP pada Pertumbuhan Eskplan Pisang Cavendish (Musa acuminata L.) melalui Kultur In Vitro Rohman, Fadil; Sukri, Muhammad Zayin; Firgiyanto, Refa; Rohman, Hanif Fatur; Robbi, Maulana Nur Fadli
Vegetalika Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.83613

Abstract

Pisang Cavendish (Musa acuminata L.) memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan memiliki peluang pasar yang bagus sehingga produksinya perlu ditingkatkan. Kendala yang dapat ditemukan dalam budidaya pisang adalah ketersediaan bibit yang terbatas. Salah satu alternatif untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan perbanyakan kultur jaringan pada media yang telah dimodifikasi dengan IAA dan BAP pada konsentrasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi IAA dan BAP terhadap pertumbuhan eksplan pisang pada perbanyakan secara kultur in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Politeknik Negeri Jember, pada bulan Juli hingga November 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi IAA yang terdiri atas 2 taraf, yaitu 4 dan 5 ppm yang diperoleh dengan melarutkan IAA sebanyak 4 dan 5 mg dalam aquadest hingga 1 l. Faktor kedua adalah konsentrasi BAP yang terdiri atas 2 taraf, yaitu 8 dan 10 ppm yang yang diperoleh dengan melarutkan BAP sebanyak 8 dan 10 mg dalam aquadest hingga 1 l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penambahan IAA dan BAP pada media MS bermanfaat untuk meningkatkan tinggi dan jumlah tunas eksplan pisang cavendish. Penambahan 5 ppm IAA secara nyata meningkatkan tinggi tanaman pada 3 – 7 MST dan jumlah ekslan pada 7 – 12 MST dibandingkan penambahan 4 ppm IAA. Eksplan pisang cavendish yang diinokulasi pada media MS yang ditambahkan 5 ppm IAA + 8 ppm BAP menghasilkan tunas terbanyak pada 12 MST.
Water footprint of melon production under different nutrient and plant growth regulator management Rohman, Fadil; Kurniasari, Leli; Azizah, Maria; Firgiyanto, Refa; Sukri, M Zayin; Rohman, Hanif Fatur; Restanto, Didik Pudji; Tini, Etik Wukir
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 3 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/jai.v52i3.60461

Abstract

Applying environmentally friendly technology in melon cultivation aims to create sustainable agriculture. Nutrient and plant growth regulators management are simple to apply and have a relatively rapid effect on melon fruit production. Water footprint assessment in melon cultivation is crucial for ensuring sustainable agricultural practices and efficient water use. This study aimed to evaluate the electroconductivity of nutrient solutions and GA3 concentration in increasing fruit production and water footprint efficiency. This research was conducted from June to September 2022 at Tefa SGH Polije. This research used a completely randomized design with treatments that consisted of nine combinations of nutrient solution electrical conductivities (2.8, 3.2, and 3.6 mS cm-1) and GA3 concentrations (0, 60, and 120 mg L-1). Observation variables were fruit diameter, edible part thickness, fruit sweetness level, fruit weight, and water footprint. Data were analyzed using ANOVA and DMRT. Applying 2.8 mS cm-1 nutrient solution (NS) + 60 mg L-1 GA3 was the best treatment according to fruit diameter, edible part thickness, and fruit sweetness level. Although statistically, it had no significant effect, 2.8 mS cm-1 NS + 60 mg L-1 GA3 increased fruit weight by 18.75% and water footprint efficiency by 15.48% compared to control. Keywords: blue water footprint; evapotranspiration; gibberellins; nutrient solution
Water Footprint Produksi Tanaman Melon pada Sistem Budidaya Hidroponik dan Konvensional Rohman, Fadil; Kusparwanti, Tri Rini; Firgiyanto, Refa; Pertami, Rindha Rentina Darah; Siswadi, Edi; Sukri, Muhammad Zayin; Rohman, Hanif Fatur; Dinata, Gallyndra Fatkhu; Eliyatiningsih, Eliyatiningsih; Fadilah, Anggita Rizky
Jurnal Pertanian Khairun Vol 4, No 2: (Desember 2025)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpk.v4i2.11169

Abstract

Water use efficiency is a critical issue in melon production, particularly under greenhouse cultivation systems. This study aimed to compare the water footprint of melon (Cucumis melo L.) production under hydroponic and conventional cultivation systems. The experiment was conducted at the Teaching Factory Smart Greenhouse, Politeknik Negeri Jember, from March to June 2023. Each cultivation system consisted of 30 sampled plants. Both systems applied drip irrigation with a nutrient solution concentration of 1400 ppm. Water footprint was calculated following Hoekstra’s method, considering only the blue water footprint, while green and grey components were assumed to be zero due to the protected greenhouse environment. The results showed that the conventional system produced greater vegetative growth, earlier generative phase development, and higher fruit diameter and weight than the hydroponic system. However, the water footprint of the conventional system was significantly higher. Differences in water footprint were mainly attributed to differences in planting area per plant, which affected plant water use calculated as evapotranspiration multiplied by planting area. The hydroponic system demonstrated higher water use efficiency per unit yield.
IoT-Based Soil Monitoring System untuk Pemantauan Real-Time Kelembapan dan Hara Tanah Kopi dalam Pertanian Presisi Rohman, Hanif Fatur; Brilliantina, Aulia; Sasmita, Irene Ratri Andia; Kusumasari, Findi Citra; Slamet, Ahmad Haris Hasanuddin
ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 15 No 1 (2026): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/oz.v15i1.4239

Abstract

Pemantauan kondisi tanah yang akurat dan berkelanjutan merupakan prasyarat penting dalam pengelolaan tanaman kopi, khususnya pada sistem budidaya skala rakyat yang menghadapi variabilitas kondisi tanah dan iklim. Penelitian ini bertujuan mengembangkan IoT-Based Soil Monitoring System untuk pemantauan real-time kelembapan dan hara tanah kopi dalam kerangka pertanian presisi. Sistem dirancang dengan arsitektur terintegrasi yang terdiri atas node sensor berbasis mikrokontroler ESP8266, yang mengintegrasikan Capacitive Soil Moisture Sensor v1.2, Soil NPK Sensor RS485, sensor pH E201-C, serta sensor suhu DS18B20. Data dikumpulkan secara periodik, dikirim melalui jaringan Wi-Fi menggunakan protokol HTTP ke server berbasis XAMPP dengan basis data MySQL, dan divisualisasikan melalui dashboard web secara real-time. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja secara stabil dalam mengirimkan dan merekam data, ditunjukkan oleh variasi pengukuran yang relatif rendah, yaitu nitrogen sebesar 43,7±1,5 mg/kg, fosfor 27,2±1,3 mg/kg, dan kalium 32,5±1,2 mg/kg, serta parameter pendukung berupa pH tanah 6,6, kadar air 40,1%, dan suhu tanah 28,4°C. Konsistensi antara data real-time dan data historis berpenanda waktu menunjukkan tidak adanya kehilangan data (data loss) serta integritas sistem yang baik selama periode pengujian. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan sistem pemantauan tanah multi-parameter berbasis IoT yang terintegrasi, stabil, dan aplikatif untuk kondisi perkebunan kopi rakyat. Sistem ini mampu menyediakan data kondisi tanah secara real-time dan terdokumentasi, sehingga berpotensi mendukung pengambilan keputusan berbasis data dalam pengelolaan air dan hara pada sistem pertanian presisi.