Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Branding Stategy of Blacksmith Small and Medium Enterprise in Sukosari Village, Jember Rokhani Rokhani; Nurul Dwi Novikarumsari; Sofia Sofia; Anik Suwandari
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.902 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i2.2493

Abstract

The community services was conducted in Sukosari Village, Jember Regency. This activity was held due to the marketing activities of SMEs in Sukosari Village are still using conventional marketing strategy, with potential markets in the Jember itself and outside cities such as Banyuwangi and Bali. The customers who have often ordered products from these subscription craftsmen, while new customers only get information by other customers. These buyers are collectors and polish craftsmen. Most of the craftsmen produce items such as knives, sickles, and wedung every day. However, there is one craftsman who specializes in producing sharp weapons with special quality as ordered by the buyer. Regarding that background, the community services team from Universitas Jember were formulated program to: Recognition of MSMEs by marking the location of the blacksmith business, which includes marking the location by marking the location on google maps for the Pandebesi MSME area in Sukosari Village, Sukowono District, Jember 2. Related assistance (Branding Development) by way of mentoring and fostering MSMEs related to digital branding Pandebesi in Sukosari Village, Sukowono District, Jember Regency. Keywords: branding, iron craft, SMSE, e-commerce
Kualitas Hidup ODHA Setelah 10 Tahun Dengan HIV/AIDS Rokhani Rokhani; Mustofa Mustofa
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menjadi orang terinfeksi HIV-AIDS tidaklah mudah, ditengah stigma dan diskriminasi yang ada ditengah-tengah masyarakat, ancaman kematian yang selalu menghinggapi juga harus bisa mempertahankan kehidupannya dan mampu meningkatkan kualitas hidupnya agar bisa hidup sehat seperti manusia normal dan mempertahankanangka harapan hidup yang tinggi. Penerimaan akan status HIV/AIDS membuat seorang ODHA menjalani kehidupannya dengan ikhlas tanpa adanya beban akan membantu ODHA menjalani kehidupannya dengan lebih baik. Tujuan penelitian ini untuk melihat kualitas hidup ODHA setelah 10 tahun dengan HIV/AIDS. Penelitian ini menggunakan explanatory research dengan pendekatan cross-sectional study. Data diperoleh dengan teknik wawancara terpimpin pada 80 pasien yang terinfeksi HIV/AIDS pada layanan kesehatan di Balai KesehatanMasyarakat (Balkesmas) Wilayah Semarang.Sebanyak 80 responden ditemui satu persatu untuk diwawancara dengan menggunakan kuesioner dan kesediaan menjadi wawancara dibuktikan dengan lembar inform konsen. Data dianalisa  dengan univariat menggunakan distribusi frequensi. dan analisa bivariat dengan Chi-square. Hasil penelitian menemukan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas hidup dengan lama hidup yang dimiliki oleh ODHA.Kata kunci: kualitas hidup, lama hidup, ODHA
Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dengan Pendekatan Komunikasi dan Konseling Ibu Hamil Untuk Meningkatkan Cakupan K-1 Murni, di Desa Trisari, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah Rokhani Rokhani; Sayono Sayono; Achmad Solikhan
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 2 (2019): Tantangan Implementasi Hasil Riset Perguruan Tinggi untuk Industrialisasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematian ibu merupakan masalah kesehatan masyarakat serius setiap negara, tingginya angka kematian ibu disebabkan adanya keterlambatan penanganan akibat tidak adanya penatalaksanaan sejak dini pada ibu hamil. Kader sebagai ujung tombak belum memiliki ketrampilan dalam melakukan komunikasi dan konseling ibu hamil. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi dan konseling kepada ibu hamil sehingga cakupan K-1 murni bisa meningkat. Metode yang digunakan dengan pre-test dan post-test non control group design, dengan mengukur kapasitas kader sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Hasil dari pengabdian masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam berkomunikasi dan melakukan konseling sebagai bekal untuk menemukan ibu hamil baru. sebelum perlakuan nilai rata-rata (π) sebesar 53 poin berubah menjadi 77 poin setelah diberikan perlakuan. Kesimpulan pengabdian masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dari pengetahuan rendah menjadi berpengetahuan tinggi.Kata Kunci: Peningkatan kapasitas, kader posyandu, komunikasi dan konseling, K-1 murni.
PERAN GENDER DALAM KEGIATAN AGRICULTURE PADA SUKU TENGGER DI DESA NGADISARI KECAMATAN SUKAPURA KABUPATEN PROBOLINGGO Wulansari, Desy Fitria; Sofia, Sofia; Novikarumsari, Nurul Dwi; rokhani, Rokhani
Jurnal Bisnis Tani Vol 9, No 2 (2023): Jurnal Bisnis Tani Volume 9 Nomor 2 Desember 2023
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jbt.v9i2.8654

Abstract

Pembangunan pertanian merupakan salah satu aspek dalam pembangunan nasional. Pembangunan pertanian dapat dilakukan melalui optimalisasi sumber daya hayati guna menciptakan ketahanan pangan salah satunya melalui usahatani kentang. Jawa Timur menjadi salah satu wilayah potensial dalam pengembangan kentang, salah satu desa yang menjadikan kentang sebagai komoditas ungulan adalah Ngadisari. Selain optimalisasi sumber daya hayai juga diperlukan optimalisasi sumber daya manusia yang tercermin dalam poin ke 5 SDGs, yakni kesetaraan gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran gender dan alokasi waktu dalam keluarga petani kentang di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan analisis Miles Huberman untuk memilahkan data yang digunakan dan tidak diguakan, serta analisis Havard untuk mengetahui pembagian peran serta alokasi waktu peran gender. Hasil penelitian menujukkan bahwa peran produktif gender didominasi oleh laki-laki, peran reproduktif didominasi oleh perempuan, dan peran sosial setara. Alokasi waktu menunjukkan bahwa laki-laki menggunakan waktu untuk peran produktif sebanyak 8jam/hari, sedangkan perampuan 6jam/hari, alokasi waktu reproduktif laki-laki sebanyak 13jam/hari dengan waktu istirahat sebanyak 10jam, sedangkan perempuan sebanyak 15jam/hari dengan waktu istirahat sebanyak 7jam, alokasi peran sosial antara laki-laki dan perempuan memiliki porsi sama yakni 3jam/hari. Kata kunci : Alokasi waktu, peran gender, usahatani kentang
Difference of effectiveness between educational video media and PowerPoint on sedentary lifestyle on students’ knowledge Sadida, Tsamarah Qaulan; Salawati, Trixie; Rokhani, Rokhani; Ibrahim, Mustefa; Jatmika, Septian Emma Dwi
Jurnal Cakrawala Promkes Vol. 6 No. 1 (2024): February
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jcp.v6i1.9140

Abstract

Living a sedentary lifestyle entails engaging in minimal physical activity and getting insufficient exercise. One of the common repercussions of sedentary habits among adolescents is obesity. With the onset of the COVID-19 pandemic, students often studied online, spending prolonged hours in front of computer screens. This shift to remote learning exacerbated the sedentary behavior already prevalent among adolescents, potentially worsening the risk of obesity and other associated health issues. To mitigate the detrimental effects of a sedentary lifestyle, this research aimed to enhance students' comprehension of relevant information on a sedentary lifestyle. A quasi-experimental pre-test and post-test design was used in this kind of study. Using the purposive sampling technique, the study sample consisted of 72 students from class X: 36 respondents from class X-1 were assigned to the instructional video media group, while 36 respondents from class X-2 were assigned to the PowerPoint group. A pre-test questionnaire was distributed to each group, followed by interventions and a post-test questionnaire. The Mann-Whitney test was used to analyze the data between groups, while the Wilcoxon test was used to analyze each group's data. After using PowerPoint and video media as an intervention, there was a significant difference in the respondents' knowledge level, with p values being the same (p value=0.000). The treatment group that used educational video media and the group that used PowerPoint media differed in effectiveness (p value=0.015). After receiving an intervention using a PowerPoint and video, the respondents' level of knowledge increased. Compared to PowerPoint presentations, educational videos are a more effective way to enhance understanding of inactive lifestyles. A remarkable opportunity exists to enhance adolescents' understanding of the importance of leading an active lifestyle by harnessing the potential of video media as an instrumental tool.
Pengadaan Bank Sampah untuk Mengatasi Penumpukan Sampah Desa Jetis, Kabupaten Bondowoso Alfian, Moh. Ruli; Rosdianti, Annisa; Nurilma, Zakirin Manzhila; Isbach, Galuh Prasasti; Rokhani, Rokhani
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): JIPPM - Desember 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.176

Abstract

Sampah telah menjadi permasalahan umum yang dihadapi oleh banyak daerah, termasuk Desa Jetis, Bondowoso. Salah satu akar masalah adalah kurangnya fasilitas pengolahan sampah yang berujung pada akumulasi limbah yang merugikan lingkungan. Dalam rangka mengatasi tantangan ini, tim pengabdian masyarakat di Bondowoso mengambil inisiatif untuk mendirikan Bank Sampah. Proses pengolahan sampah melalui bank sampah terdiri dari dua tahapan penting, yakni tahap persiapan & koordinasi, dan tahap implementasi. Bank Sampah telah diakui sebagai solusi alternatif yang efektif untuk mengatasi masalah penumpukan sampah. Pelaksanaan operasional bank sampah ini dikendalikan oleh Asosiasi Pemuda Desa Jetis (APDIS) dan didukung oleh bimbingan dari tim pengabdian masyarakat. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, implementasi bank sampah telah memberikan dampak positif dalam meminimalkan akumulasi sampah dan menumbukan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
IMPLEMENTASI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PENGELOLAAN PASAR RAKYAT BERSTATUS STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) DI KABUPATEN SITUBONDO Subroto, Tantri Wulandari; Hani, Evita Soliha; Rokhani, Rokhani
ACTON Vol 19 No 2 (2023): NOVEMBER
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/acton.v19i2.3214

Abstract

Penerapan SNI pasar rakyat di Indonesia masih sangat minim, dari 5.252 pasar rakyat yang telah direvitalisasi hanya ada 35 pasar yang lolos mendapatkan SNI. Kabupaten Situbondo sebagai kabupaten dengan penerap SNI terbanyak di Jawa Timur sebanyak 3 pasar diantaranya pasar Kapongan, pasar Mangaran dan pasar Curah Kalak, namun dalam implementasinya masih banyak yang belum sesuai dengan peraturan yang ada. Tujuan penelitian antara lain (1) menganalisis tingkat kesesuaian implementasi pasar rakyat dengan SNI pasar rakyat 2021, (2) mengidentifikasi atribut pelayanan yang memiliki nilai gap negatif dari persepsi pedagang dan pembeli, (3) merumuskan alternatif dan menetapkan prioritas strategi yang sesuai dan dapat direkomendasikan untuk pengembangan pengelolaan pasar rakyat di Kabupaten Situbondo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik. Hasil penelitian menyatakan bahwa untuk (1) menghadapi resertifikasi penilaian kesesuaian perlu dilakukan dengan mengacu pada SNI pasar rakyat 2021 sehingga pasar rakyat berstatu SNI di Kabupaten Situbondo dinyatakan belum masuk kategori mutu pasar tipe 4. (2)Tingkat kepuasan masyarakat adalah terdapat 13 atribut dari penilaian pedagang dan 7 atribut dari penilaian pembeli yang dinilai tidak memuaskan.(3) Strategi prioritas perbaikan melalui integrasi SERVQUAL dan model kano mendapatkan 11 atribut dari persepsi pedagang dan 8 dari persepsi pembeli harus di tingkatkan.
Analisis Efisiensi Teknis dan Efisiensi Ekonomis Usahatani Kentang di Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo Isnaini, Anni Alifatul; Sudarko, Sudarko; Rokhani, Rokhani; Saifuddin, Saifuddin
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 11, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v11i1.16868

Abstract

This research aims to determine and analyze the level of technical efficiency and eco-efficiency in potato harvesting in the district of Sukapura Probolinggo. Usahatani potatoes have a vital role in the economy of the community in Sukapura district, Probolinggo district. The study aims to analyze the technical efficiency and economic efficiency of potato farming in the region. The analysis method involves collecting primary data from potato farmers through field surveys and in-depth interviews. The data collected included production costs, input used, harvest yields, and other factors affecting business efficiency. Technical efficiency analysis is carried out using the stochastic frontier approach, taking into account variability in data and identifying the level of technical efficiency of each farmer. Meanwhile, economic efficiency analysis involves comparisons between income and the total cost of production, providing a holistic picture of the economic well-being of potato farmers. The results of this research are expected to reveal key factors that affect the technical and economic efficiency of potato farming in Sukapura district. Policy recommendations that could increase productivity, reduce costs, and improve economic efficiency were proposed based on the findings of the analysis
ANALISIS RISIKO PENGEMBANGAN WISATA KULINER TIRTA AGUNG DI KABUPATEN BONDOWOSO Amilia, Winda; Rusdianto, Andrew Setiawan; Suryaningrat, Ida Bagus; Prasetya, Rendra Chriestedy; Fatimatuzzahro, Nadie; Sampurna, Hadi; Rokhani, Rokhani; Indreswari, Laksmi; Pranata, Dadin Gilang; Baladraf, Thabed Tholib
Jurnal Industri Parawisata Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Industri Pariwisata JULY 2023
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v6i1.1219

Abstract

Pandemi Covid-19 melumpuhkan berbagai sektor salah satunya pariwisata. Hal ini berdampak terhadap mobilitas masyarakat sehingga banyak ditemui wisata yang tutup, seiring membaiknya keadaan saat ini mulai banyak ditemui wisata yang mulai dibuka kembali, salah satu tempat wisata yang dibuka adalah wisata kuliner Tirta Agung. Wisata kuliner Tirta Agung merupakan kawasan rekreasi yang terdiri dari kolam renang, wisata kuliner, dan pemandangan. Wisata kuliner Tirta Agung kawasan rekreasi terbaik yang dimiliki Kabupaten Bondowoso. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan rekomendasi kepada pengelola kawasan Wisata Tirta Agung terkait dengan kesehatan dan keselamatan wisatawan. Penelitian dimulai dengan pengumpulan data primer melalui wawancara wisatawan menggunakan kuesioner dan data sekunder. Selanjutnya dilakukan pengolahan data menggunakan metode House of Risk (HOR) yang terdiri dari dua fase. Fase pertama dilakukan identifikasi sumber dan kejadian risiko serta dilakukan perhitungan pada nilai Risk Priority Number dan Risk Potential Number. Data yang sudah didapatkan lalu dianalisis pada HOR fase kedua sehingga dapat tercipta strategi mitigasi risiko bagi pelaku wisata. Hasil menunjukkan terdapat 7 agen risiko yang diprioritaskan yaitu tidak adanya pemeriksaan awal, luas lahan yang sempit, jam operasional yang panjang, meja dan kursi tidak steril, tidak tersedianya mesin EDC, rendahnya kesadaran karyawan dan rendahnya kesadaran pengunjung. Dari agen risiko yang ditemukan, didapatkan 4 strategi penanganan antara lain pengecekan terkait kondisi kesehatan pengunjung, perawatan aksesoris, penyampaian aturan yang berlaku kepada pengunjung, dan mempertegas kebijakan yang ada terhadap setiap pengunjung dan karyawan wisata.
Proses Adopsi Inovasi Rumah Burung Hantu (RUBUHA) di Desa Wonosari Kecamatan Puger Kabupaten Jember Pambudi, Andika; Puspaningrum, Diah; Novikarumsari, Nurul Dwi; Rokhani, Rokhani
Suluh Pembangunan : Journal of Extension and Development Vol 7 No 01 (2025): Suluh Pembangunan: Journal of Extension and Development
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsp.Vol7.No01.2025.220

Abstract

The Owl House is an innovation to help farmers protect their crops from pests, especially rats. Rat pests are a problem for farmers in Wonosari Village because they cause damage to their crops. The damage to the crops leads to a reduction in the farmer’s yield, which can affect their income. The research site was purposively selected in Wonosari Village, Puger Subdistrict, Jember Regency. The method used in this research is qualitative. Informants were identified through snowball sampling technique. Data collection methods used include interview with informants, field observation, and documentation. The results show that the process of adopting of innovations by farmers includes: (1) innovation information sources are agricultural extension workers and East West Company, Farmers' knowledge includes how to work, functions and benefits of innovation., (2) farmers accept innovations after knowing the characteristics of the Owl House innovation, (3) farmers decide to apply innovations obtained from assistance and self-help, (4) procurement of Owl Houses comes from assistance and self-help with problems that arise are illegal shooting of owls and lack of farmer cohesiveness, (5) farmers are willing to apply innovations on an ongoing basis as a form of anticipation and hope to benefit from the application of Owl Houses.