Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Tingkat Stres Kerja Pada Radiografer Di Instalasi Radiologi Rsi Ibnu Sina Pekanbaru Purnamasari, Devi; Yoshandi, T. Mohd.; Bisra, Marido; Prasetya, Tika
Jurnal Warta Dharmawangsa Vol 18, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/wdw.v18i3.4759

Abstract

Analisis Faktor Penyebab Repeat Exposure Pada Citra Radiograf Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center (PMC) Bisra, Marido; Fadila, Rona; Purnamasari, Devi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.21063

Abstract

Pemeriksaan radiografi merupakan prosedur penting dalam diagnosis medis. Namun, pengulangan (repeat exposure) pada citra radiograf dapat meningkatkan paparan radiasi yang tidak perlu kepada pasien dan menunjukkan adanya ketidakefisienan dalam prosedur pelayanan. Standar pengulangan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan adalah ≤2%, namun belum ada analisis repeat exposure yang dilakukan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center (PMC).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase pengulangan citra radiograf dan menganalisis faktor-faktor penyebabnya di Instalasi Radiologi Rumah Sakit PMC. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik survei. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi terhadap pemeriksaan radiografi selama bulan Maret hingga Mei 2025. Data dianalisis menggunakan rumus perhitungan persentase pengulangan dan dikategorikan berdasarkan faktor penyebabnya. Hasil penelitian menunjukan Dari 944 pemeriksaan radiografi yang dilakukan selama periode tersebut, ditemukan 82 kasus pengulangan dengan persentase sebesar 8,6%, yang melebihi batas standar nasional. Faktor penyebab terbesar adalah posisi pasien (40,2%), diikuti oleh pergerakan pasien (25,6%), artefak (23,1%), dan masalah teknis pada alat (10,9%).
Improving Accessibility Of Health Services Through A Workshop On Polyclinic Search Application For Student Groups, Communities Groups And Hospitals Groups Zaky, Abdul; Handoko, Bobi; Bisra, Marido; Wiwik , Suryandartiwi; Alfitri , Yana Yunita
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 5 No 3 (2024): Teknologi Tepat Guna (JPTTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v5i3.1789

Abstract

Kota Pekanbaru, kota terpadat di Provinsi Riau, merupakan rumah bagi 31 rumah sakit yang menawarkan berbagai layanan kesehatan. Penyebaran rumah sakit ini memiliki dampak yang signifikan terhadap aksesibilitas layanan kesehatan, terutama klinik rawat jalan. Hal ini secara tidak langsung mempengaruhi status kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Proyek pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan prototipe aplikasi berbasis Android yang membantu masyarakat dalam menemukan rumah sakit di Kota Pekanbaru yang menyediakan layanan yang dibutuhkan. "Aplikasi Pencarian Layanan Rumah Sakit di Kota Pekanbaru" menyederhanakan dan mempercepat proses pencarian layanan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Proyek ini dimulai dengan perancangan Aplikasi Pencarian Layanan Rumah Sakit di Kota Pekanbaru. Langkah selanjutnya adalah melakukan uji fungsionalitas dan uji kelayakan pada aplikasi Android. Hasil dari uji fungsionalitas dan kelayakan cukup memuaskan, dengan hasil 100% fungsionalitas dan 87 5% dianggap layak. Kegiatan workshop dilakukan dalam beberapa kesempatan, antara lain untuk siswa SMA, masyarakat umum, mahasiswa, dan pasien rumah sakit. Hasil workshop menunjukkan animo yang sangat tinggi dari masyarakat. Evaluasi terhadap kegiatan dilakukan dengan menyebarkan kuesioner, dimana 83% responden menyatakan bahwa aplikasi ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sedangkan sisanya menyatakan belum dibutuhkan. Berdasarkan konsep aplikasi, 70% responden menyatakan aplikasi sudah baik, 25% responden menyatakan aplikasi ini perlu untuk ditingkatkan dan 5% responden menyatakan aplikasi ini tidak baik. Aplikasi Pencarian Layanan Kesehatan di Rumah Sakit ini berbasis Android dan Aplikasi ini dapat ditingkatkan untuk didaftarkan pada layanan yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat secara gratis.
ALUR KERJA PENGGUNAAN PACS PADA DIGITAL RADIOGRAPHY DI RUMAH SAKIT PRIMA PEKANBARU Tengku Mohammad Yoshandi; Marido Bisra; Zahara Ossa Alwardah
Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v15i1.401

Abstract

Picture Archiving and Communication System (PACS) adalah sistem berbasis komputer yang berfungsi sebagai penyimpanan, distribusi, dan tampilan elektronik dari gambar yang diperoleh mendukung diagnosis klinis. PACS berkembang tak hanya untuk melayani instalasi radiologi saja, namun menjadi sistem yang mampu melayani kebutuhan data pencitraan di beberapa bagian rumah sakit. Tujuan dari penelitian adalah Untuk mengetahui  gambaran penggunaan PACS pada Digital Radiography di Rumah Sakit Prima Pekanbaru. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Radiologi RS Prima Pekanbaru pada bulan Agustus. Prosedur penelitian ini dengan cara mengumpulkan data dengan mendeskripsikan hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan penggunaan sistem PACS yang digunakan adalah merk JiveX . Hasil pemeriksaan pasien akan terkirim ke semua ruangan poli yang ada di RS Prima Pekanbaru. Tidak hanya untuk poli saja, namun sistem PACS terdapat di IGD, ICU, OK. Sistem yang digunakan tidak menggunakan sistem komputer seperti pada ruangan radiografi, namun hanya menggunakan komputer LED. Kesimpulannya bahwa PACS sudah menjalankan perannya dalam proses akuisisi gambar. Dengan menggunakan PACS, hasil citra radiologi dapat dilihat dari berbagai unit yang memerlukan informasi klinis pasien.Kata Kunci: PACS; Radiograf; JiveXAbstract Picture Archiving and Communication System (PACS) is a computer-based system that functions as storage, distribution, and electronic display of images obtained to support clinical diagnosis. PACS has developed not only to serve radiology installations but has become a system capable of serving another part of the hospital. The research aims to determine the description of PACS usage in the Radiology Facility at Prima Pekanbaru Hospital. This research used a descriptive qualitative approach through observation, interviews, and documentation. This research was conducted at the Radiology Installation of Prima Pekanbaru Hospital in August 2023. The procedure for this research is to collect data by describing the research results. Based on the research results, shows that the PACS system used is the JiveX brand. The results of the patient's examination from the system were sent to all rooms at Prima Pekanbaru Hospital. Not only for polyclinics, but PACS systems are available in the ER, ICU, and OK. The system used does not use a computer system like in the radiography room but only uses an LED computer. The conclusion is that PACS has played its role in the image acquisition process. By using PACS, radiology image results can be viewed from various units that require patient clinical information.Keywords: PACS , Radiograph, JiveX. 
MENGENAL RADIOGRAFI CEDERA TULANG: EDUKASI PENCEGAHAN KECELAKAAN LALU LINTAS MELALUI GAMBAR RADIOGRAFI PADA KASUS PATAH TULANG BAGI SISWA SMA N 11 PEKANBARU Hulmansyah, Danil; Bisra, Marido; Tonis, Marian; Afriani, Neni; Pramadhani, Wulan
Jurnal Pengabdian Kompetitif Vol. 4 No. 2 (2025): Inovasi Teknologi dan Digital untuk Pemberdayaan UMKM dan Desa Mandiri
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/pengabdiankompetif.v4i2.2616

Abstract

Kecelakaan lalu lintas masih menjadi penyebab utama kematian dan cedera serius, khususnya di kalangan generasi muda. Data menunjukkan bahwa kelompok usia 15-29 tahun merupakan yang paling rentan. Pendekatan edukasi konvensional yang berfokus pada pengenalan rambu seringkali kurang memberikan dampak emosional yang mendalam. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan suatu inovasi dalam edukasi pencegahan kecelakaan melalui pendekatan shock therapy edukatif. Metode yang digunakan adalah dengan memanfaatkan bukti visual hasil radiografi (foto Rontgen) cedera tulang akibat kecelakaan sebagai materi penyuluhan kepada siswa SMA Negeri 11 Pekanbaru. Melihat langsung gambar fraktur kompleks dan alat fiksasi diharapkan dapat menanamkan pemahaman tentang konsekuensi nyata dan menyakitkan dari kelalaian berkendara, sehingga menumbuhkan positive fear dan mendorong perubahan perilaku. Kegiatan dilaksanakan dengan memberikan penyuluhan dan mengedukasi siswa tentang bahaya kecelakaan yang dapat mengakibatkan patah tulang hingga cacat permanen. Efektivitas program ini diukur menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta. Diharapkan, pendekatan ini dapat menciptakan efek jera dan menjadikan generasi muda sebagai agen perubahan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Pengabdian masyarakat ini berupa edukasi radiografi sebagai upaya preventif dan pembentukan perilaku safety pada siswa SMA, ini menunjukkan keberhasilan yang sangat signifikan dan terukur, baik dalam aspek kognitif maupun potensi perubahan perilaku sosial. Intervensi edukasi menggunakan kombinasi metode ceramah interaktif, diskusi, dan media visual berupa poster radiografi terbukti sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa. Peningkatan pemahaman kognitif ini secara kuantitatif terlihat jelas dari lonjakan nilai rata-rata peserta dari <50% (pre-test) menjadi 90% (post-test
Model Machine Learning Berbasis Unsupervised Learning untuk Perhitungan Dosis Radiasi Petugas Instalasi Radiologi Bisra, Marido; Tonis, Marian; Hulmansyah, Danil
Jurnal Pustaka Data (Pusat Akses Kajian Database, Analisa Teknologi, dan Arsitektur Komputer) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pustaka Data (Pusat Akses Kajian Database, Analisa Teknologi, dan Arsitekt
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakadata.v6i1.1568

Abstract

Studi ini mengeksplorasi penerapan model pembelajaran mesin untuk menghitung dosis radiasi bagi pekerja radiasi di instalasi radiologi. Dengan memanfaatkan data perhitungan dosis dan perhitungan oleh petugas proteksi radiasi, studi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas perhitungan dosis pekerja radiasi, memperkaya literasi akademis terkait dosis, dan mendukung pertumbuhan sektor kesehatan. Proteksi radiasi untuk pekerja radiasi diatur oleh peraturan Badan Pengatur Energi Nuklir (BAPETEN), yang diimplementasikan oleh petugas proteksi radiasi. Pengukuran yang dilakukan oleh petugas proteksi radiasi masih bergantung pada pendekatan manual berbasis tabel, yang seringkali tidak akurat dan memakan waktu. Hal ini mengakibatkan hilangnya informasi dosis bagi pekerja radiasi, sehingga sulit untuk memantau dosis radiasi yang diterima oleh pekerja radiasi. Studi ini bertujuan untuk membuat model perhitungan dosis berbasis pembelajaran mesin untuk pekerja radiasi. Metode yang digunakan adalah data tentang perhitungan dosis pekerja radiasi, perhitungan dosis yang diterima oleh pekerja radiasi, dan ambang batas dosis untuk pekerja radiasi, yang digunakan untuk melatih model pembelajaran mesin. hasil menunjukkan aplikasi dapat membantu dalam kalkulasi dosis berdasarkan uji aplikasi. Model yang disunakan berbasis unsupervised learning dengan menggunakan 100 data dosis. Hasil model menunjukkan keakuratan model pada uji black box sebesar 94%, sehingga model dapat dikembangkan untuk perhitungan dosis radiasi.
Analisis Hubungan Tingkat Infeksi Nosokomial dengan Pola Kerja Petugas Radiologi Menggunakan Pendekatan Statistik Komputasional Purnamasari, Devi; Bisra, Marido; Angella, Shelly
Jurnal Pustaka Data (Pusat Akses Kajian Database, Analisa Teknologi, dan Arsitektur Komputer) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pustaka Data (Pusat Akses Kajian Database, Analisa Teknologi, dan Arsitekt
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakadata.v6i1.1569

Abstract

Infeksi nosokomial menjadi tantangan global bagi rumah sakit, karena mengakibatkan peningkatan angka morbiditas dan mortalitas, biaya pengobatan yang lebih tinggi dan memperpanjang durasi perawatan. Oleh karena itu, pencegahan menjadi standar pelayanan yang penting dalam fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan pengetahuan infeksi nosokomial dengan praktik pencegahan dan pengendalian infeksi oleh radiografer di Instalasi Radiologi RS. Berdasarkan hasil observasi di Instalasi Radiologi RS bahwasanya, radiografer yang bertugas pada area pemeriksaan konvensional saat melakukan kebersihan tangan menggunakan air dan sabun maupun dengan alkohol, tidak mempraktikkan 6 langkah cuci tangan. Lalu, tidak menggunakan alat pelindung diri masker saat berinteraksi langsung dengan pasien dan saat mengatur posisi pemeriksaan. Dalam meningkatkan upaya praktik pencegahan dan pengendalian infeksi secara baik dan konsisten, diperlukan tingginya pengetahuan radiografer tentang infeksi nosocomial. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dan pedoman padaradiografer dalam menjalankan keselamatan kerja terutama menghindari infeksi nosocomial. Metode penelitian menggunakan 20 orang pekerja radiasi dengan melakukan uji hubungan. Hasil menunjukkan p-value sebesar 0,032 menunjukkan bahwa risiko infeksi meningkat tajam pada kelompok petugas dengan pola kerja tidak disiplin terhadap SOP kebersihan dan dekontaminasi diri.
Pemanfaatan Aplikasi Sistem Informasi Layanan Kesehatan Untuk Meningkatkan Aksesibilitas Pelayanan Radiologi Bagi Masyarakat Bisra, Marido; Zaky, Abdul; Hulmansyah, Danil; Zahra, Salwa Yohana
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Pekanbaru merupakan kota yang terpadat di Provinsi Riau, dengan jumlah penduduk mencapai 938 ribu jiwa pada September 2020. Kepadatan penduduk merupakan salah satu faktor yang berdampak secara tidak langsung bagi kesehatan masyarakat. Kepadatan penduduk yang tidak diiringi dengan perkembangan pelayanan kesehatan dapat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Salah satu jenis fasilitas pelayanan kesehatan adalah rumah sakit. Banyak argumen yang mempertanyakan ketidakmerataannya fasilitas pelayanan kesehatan dan kondisi geofrafis letak pelayanan kesehatan. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem layanan dan informasi yang dapat digunakan oleh pasien berupa aplikasi yang dapat menyediakan informasi terkait ketersediaan layanan radiologi dan jarak tempuh yang saling terintegrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis persebaran layanan radiologi di rumah sakit yang ada di kota Pekanbaru dan melakukan perancangan aplikasi pencarian layanan radiologi di rumah sakit yang ada di kota Pekanbaru. Perancangan Aplikasi berbasis android ini merupakan penerapan dari metode pencarian lintasan terpendek (Shortest Path). Algoritma ini dikembangkan oleh Edsger Wybe Dijkstra pada tahun 1959. Lintasan terpendek untuk suatu titik tertentu dengan titik lainnya diperoleh dari pohon pembangun yang memiliki nilai minimum. Perancangan sistem informasi kesehatan ini dilakukan menggunakan software Android Studio yang dikembangkan untuk menciptakan suatu aplikasi android yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat
Penerapan Dekontaminasi Tubuh Dalam Meminimalisir Infeksi pada Petugas Radiologi Purnamasari, Devi; Salim, Agus; Bisra, Marido
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Petugas radiologi merupakan tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi terpapar berbagai agen infeksi, baik melalui kontak langsung dengan pasien, lingkungan rumah sakit, maupun peralatan medis yang digunakan. Risiko ini semakin meningkat karena adanya paparan cairan tubuh, percikan darah, dan kemungkinan kontaminasi radiasi yang berhubungan dengan prosedur diagnostik maupun intervensi. Oleh karena itu, diperlukan strategi preventif yang sistematis dan terukur untuk menjaga keselamatan petugas radiologi. Salah satu upaya yang relevan adalah penerapan prosedur dekontaminasi tubuh secara tepat dan konsisten. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan petugas radiologi dalam menerapkan langkah-langkah dekontaminasi tubuh, sehingga dapat meminimalisir risiko terjadinya infeksi nosokomial maupun penyakit akibat kerja. Sasaran utama kegiatan adalah petugas radiologi di rumah sakit mitra dan mahasiswa radiologi yang sedang menjalani praktik klinik dengan 92% peserta mampu menyelesaikan proses dekontaminasi dengan benar. Dengan adanya penerapan dekontaminasi tubuh secara konsisten, diharapkan petugas radiologi mampu melindungi diri dari risiko infeksi sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman. Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan standar kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di fasilitas pelayanan Kesehatan
Model Penerapan Sistem Rekomendasi Kuliner Pada Objek Wisata Berbasis User-Based Collaborative Filtering Asep Marzuki Marzuki; Abdul Zaky; Marido Bisra
bit-Tech Vol. 7 No. 2 (2024): bit-Tech
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/bt.v7i2.1926

Abstract

Industri kuliner memiliki peran strategis dalam mendukung perkembangan sektor pariwisata. Namun, meskipun potensi sektor ini sangat besar, pengunjung seringkali menghadapi tantangan dalam memilih pengalaman kuliner yang sesuai dengan preferensi mereka. Hal ini disebabkan oleh kurangnya personalisasi dalam sistem rekomendasi yang ditawarkan. Akibatnya, pengunjung kerap mengalami ketidakpuasan, dan pengelola sektor kuliner kehilangan peluang untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model rekomendasi kuliner berbasis user-based filtering dan RecommenderNet guna memberikan rekomendasi yang lebih sesuai dengan preferensi individual pengunjung. Penelitian ini menggunakan dataset yang terdiri dari 3.200 data interaksi antara pengunjung dan delapan jenis kuliner di objek wisata Asia Heritage. Data tersebut dianalisis untuk membangun model rekomendasi yang mampu mempelajari pola preferensi pengguna. Model user-based filtering digunakan untuk mengidentifikasi kesamaan antara pengguna berdasarkan riwayat interaksi mereka, sementara RecommenderNet, yang berbasis jaringan saraf tiruan, digunakan untuk meningkatkan akurasi rekomendasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan mampu memberikan rekomendasi dengan tingkat akurasi sebesar 93,63% dan rata-rata tingkat kesalahan (error) sebesar 6,36%. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis machine learning dapat secara efektif meningkatkan kualitas rekomendasi kuliner. Dengan implementasi model ini, pengunjung dapat menikmati pengalaman kuliner yang lebih personal dan memuaskan, sementara pengelola objek wisata dapat meningkatkan daya tarik dan kepuasan pelanggan.