Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Peningkatan Pelayanan Bus Trans Jatim Sebagai Moda Transportasi Pada Wilayah Gerbangkertosusila (Studi Kasus Bus Trans Jatim Koridor II Mojokerto-Surabaya) Setya Widasari, Nindia; Rosdiana, Weni
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bus Trans Jatim Koridor II merupakan layanan transportasi publik yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhan angkutan di wilayah Gerbangkertosusila dengan metode scrapping layanan Bus Hijau. Masih ditemui permasalahan dalam optimalisasi pelayanan yang diberikan dan diperlukan strategi peningkatan layanan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan strategi peningkatan pelayanan Bus Trans Jatim Koridor II. Metode penelitian yang digunakan yaitu Deskriptif Kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teori David Osborne dan Plastrik berdasarkan 5 indikator yang terdiri dari strategi inti (core strategy), strategi konsekuensi (consequences strategy), strategi pelanggan (customer strategy), strategi pengawasan (controlling strategy), dan strategi budaya (culture strategy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bus Trans Jatim Koridor II dapat terlaksana dengan baik namun belum maksimal. Indikator strategi inti menunjukkan pelayanan belum maksimal disebabkan Dinas Perhubungan Kota Surabaya dan angkutan eksisting menolak operasional sehingga layanan rute belum terwujud sesuai rencana. Strategi konsekuensi menunjukkan bahwa upaya penciptaan tanggungjawab melalui konsekuensi telah terlaksana namun diperlukan pemberian aturan tertulis terkait rewards. Strategi pelanggan menunjukkan peningkatan layanan telah dilaksanakan dan berjalan namun belum maksimal karena fasilitas halte tidak lengkap dan merata. Strategi pengawasan telah terlaksana dengan baik melalui pengawasan Manajemen Trans Jatim namun diperlukan peninjauan ulang terkait waktu operasional layanan. Strategi budaya telah dimanfaatkan dengan baik melalui upaya peningkatan layanan penggunaan istilah sebagai ikon layanan, kecanggihan teknologi, dan budaya 5S. Oleh karena itu Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur perlu memberbaiki komunikasi dengan Dinas Perhubungan Kota Surabaya dan angkutan eksisting yang menolak operasional Bus Trans Jatim Koridor II, memberikan aturan tertulis terkait rewards, memberikan fasilitas halte yang lengkap dan merata, peninjauan waktu operasional layanan, dan mempertahankan agar budaya dan perilaku organisasi tetap diberlakukan Kata Kunci: strategi peningkatan, optimalisasi layanan, Trans Jatim Koridor II
ANALISIS PROGRAM PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH MELALUI SENTRA WISATA KULINER DI KOTA SURABAYA STUDI KASUS SENTRA WISATA KULINER PENJARINGAN SARI Surya Dewangga, Aries Jonathan; Weni Rosdiana
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah merupakan serangkaian upaya untuk mempersiapkan sumber daya dalam meningkatkan kesadaran akan potensi dan berupaya untuk mengembangkannya serta mewujudkan kemampuan dan kemandirian dalam berinovasi khususnya pada pelaku usaha. Sentra Wisata Kuliner merupakan salah satu usaha mikro kecil menengah atau tempat area yang menyediakan berbagai hidangan makanan yang terdiri dari beberapa gerai atau stand kecil dari pedagang kaki lima. Sentra Wisata Kuliner penjaringan sari kota surabaya mengalami sepi pengunjung yang diakibatkan kurang invoatif makanan dan minuman, kurang media promosi, sistem manajemen belum terlaksana, dan bersebelahan dengan tempat pembuangan sampah. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan dan menganalisis pemberdayaan masyarakat terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah melalui Sentra Wisata Kuliner di Kota Surabaya. penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, fokus penelitian ini adalah teori pemberdayaan menurut Sumadyo dalam (Hidayatullah dan Suminar 2021) dan Mardikanto dalam upaya setiap pemberdayaan masyarakat yaitu bina manusia, bina usaha, bina lingkungan, serta bina kelembagaan. Kesimpulan dalam pemeberdayaan usaha mikro kecil menengah di penjaringan sari kota surabaya, ada beberapa kendala seperti belum ada pendampingan, penyesuaian perogram. Pelaku usaha sudah tidak dikenakan pembiayaan sewa hanya membayar operasional, dan masih belum menggunakan media promosi. Tata kelolah lingkungan yang kurnag baik dan kenadala seperti sistem manajemen dari sentra wisata kuliner yang belum di terapkan.
Efektivitas Pelaksanaan Monitoring Dan Evaluasi Melalui Website ABK2023 Pada Jabatan Pengadministrasi Umum di Kantor Bangkesbangpol Kota Surabaya Sinaga, Rendy Cavin Andreas; Rosdiana, Weni
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Monitoring dan evaluasi adalah langkah-langkah untuk menganalisis dan mengumpulkan informasi dari suatu program secara berkala guna memastikan kelancaran dan kesesuaian dengan rencana yang telah dibuat, sehingga memudahkan penyelesaian masalah di masa depan jika diperlukan. Salah satu metode untuk mempermudah pemantauan dan penilaian adalah dengan menggunakan situs web ABK2023 yang telah dikembangkan oleh Bagian Organisasi Pemerintah Kota Surabaya. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa hambatan seperti ketidaksesuaian data pendukung dengan target yang ditetapkan dan jumlah output tugas yang sebenarnya bisa digabung menjadi satu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelaksanaan monitoring dan evaluasi melalui website ABK2023 oleh pengadministrasi umum di Kantor Bangkesbangpol Kota Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data dari Bagian Organisasi dan dinas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemerintahan Kota Surabaya, pegawai yang terlibat dalam kegiatan monev melalui website ABK2023, dan pengampu jabatan pengadministrasi umum. Observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Teori Efektivitas Sutrisno dengan lima indikator digunakan dalam penelitian ini. Peneliti menemukan bahwa pelaksanaan monitoring dan evaluasi ABK2023 di Bangkesbangpol Kota Surabaya masih kurang efektif. Hal ini disebabkan karena efektivitas yang digunakan, seperti pemahaman program, target yang tepat, dan ketepatan waktu, belum terpenuhi. Pegawai dengan jabatan pengadministrasi umum masih kurang memahami cara menginputkan hasil kegiatan ke website ABK2023, sehingga menyebabkan masalah lain seperti ketidaksesuaian target dan keterlambatan dalam pengumpulan data. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti menyarankan agar Bangkesbangpol melakukan verifikasi internal sebelum pelaksanaan monev guna mengurangi kesalahan yang mungkin terjadi saat Bagian Organisasi melaksanakan monev dan melakukan pengecekan terhadap hasil kegiatan tersebut. Monitoring and evaluation involve regularly analyzing and gathering information from a program to ensure it is running smoothly and meeting the established plans, which facilitates addressing future issues if necessary. The Surabaya City Government Organization Section has developed the ABK2023 website to aid in monitoring and assessment. Nevertheless, there are still certain challenges like the discrepancy between available data and desired goals, as well as the possibility of merging multiple task outputs. The goal of this research is to assess how effective it is for general administrators at the Surabaya City Bangkesbangpol Office to use monitoring and evaluation on the ABK2023 website. The descriptive qualitative research method was implemented using data sources from the Organization Section and the Surabaya City Government's National and Political Unity Agency office. Employees engaged in monitoring and evaluation tasks through the ABK2023 website, as well as general administrative position holders, were involved in the study. Observation, interviews, and documentation serve as methods for collecting data. The study employs Sutrisno's Effectiveness theory, which includes five indicators: comprehending the program, staying on track, meeting deadlines, reaching objectives, and instigating actual transformations. The findings indicated that the ABK2023 website's monitoring and evaluation activities at the General Administration position of the Surabaya City National and Political Unity Agency were not yet yielding effective results. This is due to the fact that the criteria for effectiveness set by Sutrisno, such as grasping the program, meeting goals, and meeting deadlines, have not been met because employees in administrative roles still lack understanding of how to enter additional activity results into the abk2023 site, resulting in issues with meeting ABK targets and collecting data on time. Researchers recommend that Bangkesbangpol conduct internal verification before releasing funds to minimize errors during the supervision and evaluation of various activities by the Organization Section.
Implementasi Kebijakan Penataan Dan Pemberdayaan PKL Di Pantai Kenjeran Surabaya (Studi Sentra Ikan Bulak) Santoso, Laurent Venessa; Rosdiana, Weni
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima (PKL) di Kawasan Pantai Kenjeran, Surabaya, melalui Peraturan Wali Kota Surabaya No. 17 Tahun 2004. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk memberikan gambaran mendalam mengenai proses, hambatan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dari berbagai sumber, termasuk perwakilan pemerintah, PKL, dan pengunjung Pantai Kenjeran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan belum optimal. Hambatan utama meliputi kurangnya sumber daya, resistensi dari PKL, dan lingkungan ekonomi serta sosial yang tidak mendukung. Sosialisasi dan edukasi yang dilakukan oleh pemerintah juga belum maksimal, sehingga banyak PKL yang belum memahami aturan dan prosedur yang ada. Selain itu, fasilitas di Sentra Ikan Bulak (SIB) dianggap tidak memadai oleh para PKL, terutama bagi mereka yang berjualan makanan dan minuman yang membutuhkan sumber daya seperti air dan listrik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk mencapai tujuan penataan yang lebih efektif, diperlukan pendekatan yang lebih holistik dan partisipatif, yang melibatkan semua pemangku kepentingan. Peningkatan fasilitas di SIB dan sosialisasi yang lebih intensif dapat membantu meyakinkan PKL bahwa relokasi ke SIB akan membawa manfaat jangka panjang bagi mereka. Pemerintah perlu meningkatkan koordinasi antar-organisasi terkait serta memperkuat regulasi dan pengawasan kebijakan. Edukasi dan sosialisasi yang lebih intensif kepada para PKL mengenai manfaat dan prosedur relokasi ke SIB juga sangat diperlukan.
Efektivitas Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Aplikasi ABK 2023 pada Jabatan Pengelola Pengaduan Publik di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya Zulfa, Putri Septiani; Weni Rosdiana
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan analisis beban kerja adalah kewajiban setiap instansi, baik pusat maupun daerah. Dalam memantau analisis beban kerja dengan pekerjaan di lapangan, maka diperlukan kegiatan monitoring dan evaluasi. Cara melakukan monitoring dan evaluasi dilakukan dengan cara yang berbeda-beda. Kota Surabaya dalam melakukan Monev ABK menggunakan Aplikasi ABK yang dilakukan oleh Bagian Organisasi dan sasarannya adalah perangkat daerah se-kota Surabaya. Diskominfo adalah salah satu perangkat daerah yang menjadi sasaran Monev. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis terkait efektivitas pelaksanaan monitoring dan evaluasi melalui aplikasi ABK pada jabatan pengelola pengaduan publik di Diskominfo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kemudian hasil tersebut dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini berfokus pada empat indikator efektivitas oleh Subagyo yaitu ketepatan sasaran, sosialisasi program, pencapaian tujuan, dan pemantauan program. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan monev belum efektif dan maksimal karena dari empat indikator, hanya indikator ketepatan sasaran yang telah terlaksana dengan maksimal. Indikator pencapaian tujuan belum terpenuhi karena terdapat tujuan yang belum terlaksana, kemudian indikator sosialisasi program belum dilaksanakan dengan maksimal, Adapun pemantauan program belum dilaksanakan. Oleh karena itu, saran penulis Bagian Organisasi perlu meningkatkan sosialisasi dan komunikasi terhadap Diskominfo, kemudian memastikan bahwa semua tujuan telah tercapai serta melakukan pengawasan setelah kegiatan berakhir. Kata Kunci: Efektivitas, Monev, Beban Kerja, Diskominfo
Analisis Kompetensi Kader Surabaya Hebat di Kelurahan Balongsari Kota Surabaya Kusumadewi, Ambar Nadia; Rosdiana, Weni
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Kader Surabaya Hebat merupakan inisiatif dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat serta memberikan layanan terbaik melalui Kader Surabaya Hebat (KSH). KSH adalah individu yang dipilih sebagai warga pelayan masyarakat berdasarkan keputusan camat sesuai Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 14 Tahun 2022. Mereka bertanggung jawab dalam berbagai bidang seperti kesehatan, sosial, ekonomi, dan lingkungan. Untuk menggambarkan dan menganalisis kompetensi KSH di Kelurahan Balongsari, digunakan lima indikator karakteristik kompetensi menurut teori Spencer dan Spencer (dalam Wibowo, 2017), yaitu motif, sifat, konsep diri, pengetahuan, dan keterampilan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi KSH dipengaruhi oleh karakteristik-karakteristik tersebut. Namun, beberapa indikator belum sepenuhnya terpenuhi sesuai harapan pemerintah dan masyarakat. Misalnya, motif ekstrinsik seperti insentif finansial yang tidak stabil dapat mempengaruhi motivasi KSH. Variasi sifat individu KSH juga berdampak pada kolaborasi dan efektivitas tim. Selain itu, masih ada ketidaksesuaian antara konsep diri KSH dengan harapan masyarakat serta perbedaan dalam pengetahuan dan keterampilan antar anggota KSH. Oleh karena itu, diperlukan upaya seperti pelatihan, sosialisasi, serta monitoring dan evaluasi yang intensif antara KSH dan masyarakat Balongsari untuk meningkatkan kompetensi mereka. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mendukung KSH dalam memberikan pelayanan yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sejalan dengan visi program Kader Surabaya Hebat untuk mendorong partisipasi aktif warga dalam pembangunan kota Surabaya.
EFEKTIVITAS PENERAPAN APLIKASI E-ABK PADA JABATAN KEPALA SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN DI KECAMATAN DUKUH PAKIS Prasahda, Ophilia Tsabita; Rosdiana, Weni
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi E-Abk merupakan aplikasi berbasis website berfungsi mengontrol, memonitoring dan mengevaluasi perubahan analisis beban kerja secara cepat dan otomatis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis Efektivitas Penerapan Aplikasi E-ABK Pada Jabatan Kepala Sub Bagian Umum Dan Kepegawaian Di Kecamatan Dukuh Pakis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan mendeskripsikan kejadian berdasarkan fakta di lapangan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Kemudia hasil dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini berfokus pada lima indikator efektivitas menurut teori Campbell yang meliputi: Keberhasilan Program, Keberhasilan Sasaran, Kepuasan Terhadap Program, Tingkat Input dan Output, Pencapaian Tujuan Menyeluruh. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penerapan aplikasi E-Abk ini belum efektif, karena lima indikator tersebut belum menunjukkan hasil yang maksimal. 1) keberhasilan program belum terealisasikan dengan baik, karena aplikasi E-Abk belum memiliki SOP tata cara penggunaan aplikasi. 2) Keberhasilan Sasaran, belum maksimal, karena pegawai merasa terbebani dengan diterapkannya aplikasi E-Abk. 3) Kepuasan Terhadap Program, belum merasa puas, karena dari segi mekanisme dan sosialisasi masih belum terlaksana dengan baik. 4) Tingkat Input dan Output, belum maksimal, karena proses pengimputan dan hasil beban kerja dalam aplikasi E-Abk masih belum sesuai. 5) Pencapaian Tujuan Menyeluruh, belum tercapai, karena pegawai merasa kesulitan dalam pengimputan data pendukung. Oleh karena itu saran penulis Bagian Organisasi perlu membuat SOP pengelolaan aplikasi E-Abk, menambahkan format template excel serta contoh pengisian data pendukung ke dalam petunjuk teknis, dan lebih mengoptimalisasikan sosialisasi aplikasi E-Abk kepada para pegawai.
Implementasi Program Percepatan Penurunan Stunting di Posyandu Kelurahan Mojo Kecamatan Gubeng Kota Surabaya Jihan, Jihan Azizah Dwi Rahmawati; Rosdiana, Weni
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Program Percepatan Penurunan Stunting di Posyandu Kelurahan Mojo Kecamatan Gubeng Kota Surabaya adalah salah satu upaya Pemerintah Kota Surabaya untuk menurunkan angka prevalesi stunting di Kota Surabaya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi kebijakan yang dikeluarkan oleh Wali Kota Surabaya dalam Peraturan Walikota Nomor 79 Tahun 2022 tentang Percepatan Penurunan Stunting Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif agar peneliti dapat menggambarkan situasi dan kondisi secara nyata. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan menentukan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, dengan teknis analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Fokus penelitian ini adalah implementasi kebijakan terkait dengan kebijakan stunting di Kelurahan Mojo Kecamatan Gubeng Kota Surabaya. Analisis implementasi kebijakan pada penelitian ini menggunakan terori dari Van Meter Van Horn yang memiliki 6 indikator untuk menilai keberhasilan implementasi kebijakan 1) Standar dan Sasaran Kebijakan, belum maksimal karena beberapa program tidak telaksana dengan baik 2) Sumber Daya, kepekaan kader dengan keadaan masyarakat kurang optimal 3) Hubungan Antar Organisasi , hubungan komunikasi dengan masyarakat kurang baik, penyampaian informasi yang sangat minim 4) Karakteristik Agen Pelaksana , kader tidak disiplin dalam melaksanakan tugasnya, tidak ada sanksi yang tegas 5) Kondisi Lingkungan Ekonomi, Sosial, Politik , kondisi ekonomi merupakan alasan terbesar anak terkena stunting, kondisi sosial masyarakat yang memiliki hambatan untuk membawa anak mereka ke Posyandu 6) Disposisi Implementor,kader mendapat dukungan yang maksimal dari pemerintah, namun dukungan dari kader untuk masyarakat sangat kurang. Kata Kunci : Implementasi Kebijakan, Stunting, Posyandu
Evaluasi Program Monitoring dan Evaluasi Aplikasi ABK 2023 pada Jabatan Pengelola Program dan Kegiatan di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Surabaya Andini Irmadianis; Weni Rosdiana
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Program monitoring dan evaluasi analisis beban kerja pada jabatan Pengelola Program dan Kegiatan di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Surabaya ditemukan beberapa permasalahan seperti adanya tupoksi yang belum terwadahi dalam monev ABK, pemonev yang mengalami kesulitan dalam melakukan validasi capaian, dan bukti capaian dipakai berulang pada bukti capaian tupoksi lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai evaluasi program monev di jabatan Pengelola Program dan Kegiatan. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian dilakukan di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Surabaya dan Bagian Organisasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan program monev dilaksanakan berdasarkan peraturan yang jelas. Tersedianya infrakstruktur pendukung seperti sumber daya manusia, anggaran dana, dan sarana prasarana menjadi pendukung dalam optimalnya program monev. Dalam sosialisasi yang dilakukan pegawai dengan Bagian Umum dan Kepegawaian masih belum berjalan secara maksimal, namun dengan adanya aplikasi yang telah berbasis website memudahkan pegawai dalam mengisi monev. Hasil dari monev ABK ialah berupa data dukung yang telah menunjukkan hasil yang baik, dimana sudah benar dan sesuai dengan data capaian dan uraian tugas. Hasil monev tersebut akan digunakan untuk melihat validitas hasil isian ABK, gambaran kondisi rill kebutuhan pegawai, dan sebagai bahan pertimbangan untuk penilaian SKP dan e-Performance. Dampak positif dari program monev ABK ialah mendeteksi dini permasalahan terkait ABK sehingga dapat dilakukan perbaikan. Sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan meliputi ketidakseimbangan beban kerja dan beban administratif yang tinggi.
Analisis Pengelolaan Arsip Dinamis di Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian Dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik Desinta Selvia Arini; Rosdiana, Weni
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsip dinamis merupakan arsip yang digunakan secara langsung dalam suatu pekerjaan di instansi baik instansi pemerintah maupun instansi swasta dalam jangka waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Pengelolaan arsip dinamis di sub bagian umum dan kepegawian Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian Dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik dengan menggunakan teori Muhidin Dan Winata (dalam Fauziyah, 2019) melalui 4 (empat) tahapan yaitu penciptaan arsip, penggunaan arsip, pemeliharaan arsip sampai penyusutan arsip. Penelitian ini menemukan bahwa pengelolaan arsip masih belum berjalan sesuai dengan prosedur peminjaman dan masih banyak dokumen arsip yang menumpuk dengan barang yang tidak diperlukan di gudang peminjaman serta jadwal retensi dokumen arsip belum berjalan semestinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif bersifat deskriptif. Informan yang terdiri dari kepala bagian sub umum kepegawaian, pengelolah arsip, dua pengguna arsip. Pengumpulan data mengunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi untuk menganalisis data. Hasil dari penelitian ini tahap penciptaan sudah berjalan sesuai dengan baik penerimaan surat masuk dan balasan surat keluar sudah tercatat secara manual dan elektronik melalui aplikasi srikandi, tahapan penggunaan arsip masih belum ada form peminjaman dan berita acara untuk pengembalian arsip, tahap pemeliharaan sudah mulai pemilahan dokumen arsip di gudang dan penataan secara manual di rak dan loker serta dokumen diberi identifikasi, pada tahap penyusutan masih memindahkan dokumen dari gudang ke fasilitas yang sudah disediakan akan tatapi untuk pemusnahan masih belum dilakukan karena belum ada prosedur pemusnahan.
Co-Authors Aditya Pratiwi Fitrianingrum Afifah AFRILITA RUSI Agus Prasetyawan AGUS PRASTYAWAN Ajeng Rahmawati Daniar Al Karimah, Arzetya Fitri ALVIAN DWI OKTAVIAS Amelia, Elsi Tri Andini Irmadianis Anita Susanti Anwar, Muhammad Khairul ARIN FITRIANI ARYANDINI, FEBRYA SHIDQI Asidigisianti Surya Patria AYU PURWANINGSIH Badriyatur Rofiyah Cindy Pramita Agustin DEASY ARLISTASARI Deby Febriyan Eprilianto Dela Ayu Windani Desinta Selvia Arini DESY AMELIA NURGIARTA DEWI WIDAYANTI Dhea Dwi Jayana DIAN ARLUPI UTAMI DWI YUNI KARTIKASARI Eka Puji Rahayu Fitria Ulfa Gading Gamaputra HERMIN APRILIA LESTARI IKA SURYA KHARISMAWATI INDAH RAHAYU NINGRUM Iqbal, Mohamad Faisal Irma Russanti Isnaini Fitri Effendi Izza A'ilah, Raffiula Jenny Tsania Rahma Ningtyas Jihan, Jihan Azizah Dwi Rahmawati Karimah, Arzetya Fitri Al Kurnia, Tessa Kusumadewi, Ambar Nadia LILIK MAISAROH Lilis Sulandari Mario Kushadianto Mayori, Nawang MOHAMMAD FAUZAN AMIN MUKHARROMAH RAHAYU INDRIYANTO Nada, Qothrun NAJIB MAHMUDI, M. Naufal Hanif Ramadhan Niken Ayu Dewanti Niki Nurya Silva NOVIYANTI Noviyanti Noviyanti Noviyanti Noviyanti Noviyanti, Noviyanti Prasahda, Ophilia Tsabita Prasetyawan, Agus Prasetyo Isbandono Prasetyo, Ghifary Achmad RATIH WIDAYANTI Salsabilla, Natasya SANTI ARLITA KUSUMA WARDANI Santoso, Laurent Venessa Sari, Miranti Sari, Yuyun Eka Kartika Setya Widasari, Nindia Silmy Ni’mah Fadhilah Sinaga, Rendy Cavin Andreas Surya Dewangga, Aries Jonathan Twindi Asta Nurrohmi WAHYU PURWANTI Wibisono, Haryo Kunto Yuni Lestari Yuni Lestari Yuni Lestari Zulfa, Putri Septiani