Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Implementasi MoU Sister City Surabaya Kitakyushu Dalam Bidang Lingkungan (Studi Pada : Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya) Prasetyo, Ghifary Achmad; Weni Rosdiana
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sister City ialah hubungan kemitraan yang terjalin dua komunitas dalam dua negara lainnya. Penerapan sister city di Indonesia saat ini merujuk pada Peraturan Perundang- undangan Pemerintah (PP) No. 23 Tahun 2018 perihal Kerjasama Daerah selaku dasar undang-undang penyelenggaraan kerjasama sister city. Tujuan dari penelitian ini ialah guna mendeskripsikan serta melaksanakan analisis hasil dari implementasi MoU Kerjasama Green Sister City Surabaya serta Kitakyushu pada bidang lingkungan. Pemerintah Kota Surabaya yang terlibat yakni Sub Koor Kerjasama, Dinas Lingkungan Hidup, Sub Koordinator Penyuluhan Lingkungan Hidup serta Pemberdayaan Masyarakat, Sub Koordinator Tata Ruang Lingkungan, Kepala Bidang Kebersihan serta Pemberdayaan. Penelitian yang dipakai ialah penelitian Deskriptif melalui memakai pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan memakai teknik wawancara, observasi serta dokumentasi. Penelitian ini berfokus pada Implementasi Mou Sister City surabaya kitakyushu pada bidang lingkungan di Kota surabaya. Penelitian ini memakai enam indikator yakni Sasaran kebijakan atau ukuran serta tujuan kebijakan, sumber daya, Karakteristik Agen Penyelenggara, Sikap Para Penyelenggara, Komunikasi Antar Organisasi Terkait serta Aktivitas Penyelenggaraan, Lingkungan sosial, ekonomi serta politik. Temuan kajian menampilkan Sasaran Kebijakan atau Ukuran serta Tujuan Kebijakan, implementasi Program Sister City Surabaya Kitakyushu pada bidang lingkungan sudah mencapai sasaran yang diinginkan melalui beragam macam program yang diselenggarakan serta sudah selaras melalui Standar Operasional Prosedur (SOP) serta Peraturan Kementerian Dalam Negeri (Permendagri) No.25 Tahun 2020 perihal tahapan Kerjasama Daerah melaui Pemerintah Daerah di Luar Negeri serta Kerjasama Daerah melalui Lembaga Di Luar Negeri. Sumber daya yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan program Sister City sudah seharusnya mempunyai beberapa ketrampilan serta skill yang berkaitan melalui bidang lingkungan. Karakteristik Agen Pelaksana, berkaitan berhubungan melalui wewenang serta tanggung jawab Sub Koor Kerjasama Pemerintah Kota Surabaya yakni melaksanakan monitoring, evaluasi serta membuat laporan hasil serta dokumentasi dari aktivitas. Sikap Para Pelaksana, yakni implementor dari program Sister City Surabaya Kitakyushu pada bidang lingkungan mempunyai sikap serta pemahaman yang baik serta sudah selaras melalui pedoman serta arahan yang dibagikan. Komunikasi Antar Organisasi Terkait serta Aktivitas penyelenggaraan, sudah terjalin melalui baik pihak yang terlibat serta juga Masyarakat. Lingkungan Sosial, ekonomi serta politik. Adanya dukungan dari segi sosial, ekonomi, serta politik mempunyai pengaruh yang pentinh guna mencapai sasaran serta tujuan yang diinginkan dari program Sister City Surabaya Kitakyushu pada bidang lingkungan. Kebijakan Nasional Pemerintah Indonesia melalui Jepang mempunyai perbedaan yang berkaitan melalui kewenangan Pemerintah Daerah dalam mengatasi Pengelolaan Sampah contohnya Pengelolaan sampah Bahan Berbahaya serta Beracun (B3). Saat ini masyarakat masih kurang menyadari betapa pentingnya mengelola sampah melalui baik serta benar. Selain itu, sebagian besar masyarakat dalam perihal mengelola sampah hanya mementingkan nilai ekonomisnya saja tetapi tidak mempertimbangkan kebutuhan serta memperhatikan keadaan tepatnya lingkungan yang baik. Kata kunci: Implementasi, Sister City, Kitakyushu, Mou
Analisis Perhitungan Beban Kerja Mental Menggunakan Metode Pengukuran National Aeronautics And Space Administration Task Load Index (Nasa-Tlx) Pada Pegawai Di Kantor Pelayanan Pembendaharaan Negara Tipe A1 Kota Yogyakarta Eka Puji Rahayu; Rosdiana, Weni
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban kerja dapat dirasakan baik fisik ataupun mental. Banyaknya tuntutan pekerjaan pada pegawai di KPPN Tipe A1 Kota Yogyakarta menimbulkan permasalahan mental yang dapat mengganggu keberhasilan pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tingkat beban kerja mental yang dirasakan oleh pegawai di KPPN Tipe A1 Kota Yogyakarta dan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi beban kerja mental pegawai di KPPN Tipe A1 Kota Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan di KPPN Tipe A1 Kota Yogyakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner berdasarkan metode NASA-TLX. Kuisioner tersebut dibagikan melalui google form. Metode tersebut terdapat enam indikator utama yaitu Mental Demand, Temporal Demand, Physical Demand, Performace, Effort, dan Frustation Level. Hasil perhitungan menunjukan bahwa 56% pegawai memiliki tingkat beban kerja mental sedang dan 44% memiliki tingkat beban kerja mental tinggi. Indikator Temoral Demand paling mempengaruhi beban kerja mental dengan hasil 23%, indikator Mental Demand sebesar 22%, indikator Performance sebesar 21%, indikator Effort sebesar 17%, indikator Frustation Level sebesar 10%, dan terendah Physical Demand sebesar 7%. KPPN Tipe A1 Kota Yogyakarta diharapkan segera melakukan evaluasi agar permasalahan beban kerja mental tidak menghambat dan mempengaruhi hasil pekerjaan.
PENERAPAN ANALISIS BEBAN KERJA PADA JABATAN PELAKSANA PENGOLAH DATA DAN INFORMASI DI SEKRETARIAT DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KOTA SURABAYA Amelia, Elsi Tri; Rosdiana, Weni
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis beban kerja adalah metode sistematis untuk menilai efektivitas dan efisiensi kinerja organisasi berdasarkan volume pekerjaan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum terbentuknya tim analisis beban kerja dan ketidakseimbangan antara jumlah pegawai ideal dengan pegawai yang tersedia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan analisis beban kerja pada jabatan Pengolah Data dan Informasi di Sekretariat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus penelitian mengacu pada tahapan analisis beban kerja menurut Perka BKN No. 9 Tahun 2022 dan Permenpan RB No. 1 Tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap persiapan belum optimal karena belum dibentuk tim khusus. Pengumpulan data hanya menggunakan kuesioner. Pengolahan data dilakukan berdasarkan tugas per tugas dengan perbedaan dalam asumsi waktu kerja efektif, yaitu 75.000 menit/tahun dan 103.000 menit/tahun, yang menghasilkan perbedaan jumlah kebutuhan pegawai. Hasil perhitungan menunjukkan kebutuhan ideal sebanyak 3 pegawai, namun realisasi saat ini hanya 2 pegawai. Verifikasi dan validasi dilakukan melalui Surat Keputusan hasil perhitungan. Saran yang diberikan meliputi pembentukan tim analisis beban kerja, pemenuhan kebutuhan pegawai, penggunaan metode observasi dan wawancara, serta pendampingan kepada pejabat terkait.
Implementasi Kebijakan Program SELANTANG (Sekolah Lansia Tangguh) “Sri Rejeki” di Kelurahan Babatan Kota Surabaya Dela Ayu Windani; Rosdiana, Weni
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Sekolah Lansia Tangguh “Sri Rejeki” di Kelurahan Babatan Kota Surabaya adalah salah satu upaya untuk mewujudkan Lansia Tangguh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendreskripsikan dan menganalisis Implementasi Kebijakan Program Sekolah Lansia Tangguh “Sri Rejeki” di Kelurahan Babatan Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Fokus penelitian menggunakan 6 indikator menurut dari Van Metter Van Horn untuk menilai keberhasilan implementasi kebijakan yaitu 1) Standar dan Tujuan Kebijakan, belum maksimal karena masih terdapat kebijakan tujuan yang belum tercapai. 2) Sumber Daya, yang terdiri dari sumber daya manusia dan sudah kompeten, sumber daya dana/anggaran yang perlu ditambah untuk pelaksanaan kegiatan yang belum berjalan, dan sumber daya sarana dan prasarana tidak ada hambatan. 3) Karakteristik Agen Pelaksana, para pelaksana program dari pihak DP3APPKB hingga pengelola program telah melaksanakan tugas dan fungsinya serta menaati pedoman dan mendukung adanya segala ketentuan dalam pelaksanaan program SELANTANG. 4) Sikap/Kecenderungan Para Pelaksana, respon yang diberikan masyarakat dan pelaksana program positif. Namun, terdapat implementor yang kurang berkomitmen. 5) Komunikasi Antar anggota dan Aktivitas Pelaksana, komunikasi antara organisasi dengan pelaksana kegiatan sudah baik, tetapi komunikasi pengelola program dengan lansia kurang inisiatif. 6) Lingkungan Ekonomi, Sosial, dan Politik, secara ekonomi dan politik sudah mendukung pelaksanaan program karena membantu lansia dalam mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Namun, secara sosial adanya kendala yakni partisipasi lansia laki-laki sangat minim dan daya tangkap lansia yang rendah.
Pengembangan Wisata Bahari Tlocor Melalui Pentahelix Stakeholder Jenny Tsania Rahma Ningtyas; Rosdiana, Weni
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan Wisata Bahari Tlocor menghadapi tantangan dalam penerapan komponen 4A, yaitu atraksi, aksesibilitas, amenitas, dan pelayanan pendukung (ancillary services). Masalah ini muncul akibat kurangnya koordinasi antar stakeholder pentahelix, yang meliputi pemerintah, komunitas, akademisi, pelaku usaha, dan media. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengembangan wisata ini melalui kolaborasi pentahelix. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Fokus penelitian adalah penerapan komponen 4A dari Cooper, yaitu atraksi (attractions), amenitas (amenities), aksesibilitas (accessibility), dan pelayanan pendukung (ancillary services), serta peran lima unsur pentahelix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi komponen 4A di Tlocor belum optimal. Terdapat kebutuhan pengembangan atraksi untuk menarik lebih banyak wisatawan, serta kendala pelayanan pendukung akibat masalah status kepemilikan lahan yang menghambat investasi. Selain itu, kontribusi akademisi, media, dan bisnis masih kurang maksimal. Oleh karena itu, diperlukan forum komunikasi dan koordinasi rutin antar stakeholder, serta penyelesaian masalah kepemilikan lahan untuk mendukung pengembangan wisata yang lebih berkelanjutan.
Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Publik di Kelurahan Tambaksari Niki Nurya Silva; Rosdiana, Weni
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan publik di Kelurahan Tambaksari, Kota Surabaya. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) model Borg dan Gall, yang meliputi tahapan pengumpulan data, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba lapangan, revisi, dan diseminasi. Penyusunan SOP mengacu pada Permenpan RB Nomor 35 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan SOP Administrasi Pemerintahan serta Peraturan Walikota Surabaya terkait standar pelayanan kelurahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SOP yang dikembangkan berhasil memperjelas alur kerja dan pembagian tugas pelaksana, sehingga meningkatkan konsistensi, efisiensi, dan transparansi pelayanan. Proses penyusunan yang melibatkan wawancara dan observasi lapangan memastikan SOP berbasis kebutuhan nyata masyarakat. Uji coba menunjukkan SOP dapat diimplementasikan tanpa mengganggu aktivitas rutin dan mendorong pelayanan yang lebih cepat dan tertib. Dengan demikian, SOP ini berkontribusi pada peningkatan akuntabilitas dan sinergi antar pelaksana di kelurahan serta dapat menjadi model bagi kelurahan lain dalam memperbaiki pelayanan publik.
Implementasi Kebijakan Bumdes Dalam Mendukung Kemandirian Desa Di Desa Wonocoyo Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek ARYANDINI, FEBRYA SHIDQI; Rosdiana, Weni
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan salah satu cara pemerintah desa dalam menyelaraskan pembangunan desa. BUMDes desa Wonocoyo merupakan salah satu BUMDes yang masih aktif di Kecamatan Panggul. Namun demikian, dalam pelaksanaan kebijakan tentang BUMDes masih terdapat beberapa permasalahan, seperti rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah serta kurangnya pemahaman tentang dasar-dasar program BUMDes di kalangan pengelola. Dengan menggunakan teori pelaksanaan Edward III yang terdiri dari komunikasi, sumber daya, disposisi serta struktur birokrasi, tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan menganalisis implementasi kebijakan BUMDes termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan di Desa Wonocoyo. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang mengumpulkan data melalui wawancara yang terkait dengan masyarakat umum, pelaksana BUMDes, dan perangkat desa. Menurut Miles dan Huberman, teknik analisis data kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari empat indikator yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Implementasi kebijakan program BUMDes dalam mendukung kemandirian desa di Desa Wonocoyo Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek belum cukup optimal. Indikator komunikasi terdapat beberapa tantangan dalam partisipasi masyarakat dan komunikasi internal yang ada. Sumber daya yang ada belum cukup memadai. Sikap pelaksana/disposisi meliputi aspek komitmen yang sudah baik meskipun dalam hal kerja sama belum cukup baik. Selain itu, struktur birokrasi masih belum terorganisir dengan baik.
Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Kearsipan Desa Kemlagigede Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan Badriyatur Rofiyah; Rosdiana, Weni
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelenggaraan tata kelola kearsipan di Desa Kemlagigede Lamongan dilakukan secara manual, penyelenggaraan kearsipan belum berjalan secara optimal. Penyimpanan fisik arsip tidak dilakukan pada seluruh dokumen, pemusnahan arsip tidak berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Persoalan tersebut terjadi karena belum tersedia SOP yang mengatur terkait penyelenggaraan kearsipan di Desa Kemlagigede. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) kearsipan di desa Kemlagigede. Metode Research and Development (R&D) digunakan dalam penelitian ini yang berfokus pada penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP). Penyusunan SOP dilakukan berdasarkan tahapan dalam PERMENPAN-RB No 35 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penyusunan SOP-AP yaitu tahap persiapan, penilaian kebutuhan, pengembangan, penerapan, monitoring dan evaluasi. Pada tahap persiapan dilakukan penelaahan dokumen yang terdiri dari PERMENPAN-RB NO 35 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penyusunan SOP-AP, Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati Lamongan, pemetaan informan dan penyusunan daftar informasi. Tahap penilaian kebutuhan dilakukan melalui pengumpulan data dan telaahan dokumen yang menghasilkan rancangan unsur SOP. Tahap pengembangan menghasilkan dokumen SOP yang kemudian dilakukan uji coba dan reviu dan berakhir pada tahap pengesahan. Pada tahap penerapan, SOP diterapkan kecuali SOP pemusnahan arsip yang akan diterapkan bersamaan dengan pelaksanaan pemusnahan pada bulan Juni. Hasil tahap monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa ketersediaan SOP Kearsipan mampu mendorong peningkatan kinerja, menjawab mengatasi permasalahan kearsipan, menjawab kebutuhan organisasi. Namun perlu dilakukan revisi sehingga SOP sesuai dengan kondisi di lapangan ketika diterapkan, penyebarluasan optimal juga diperlukan baik secara langsung seperti sosialisasi maupun tidak langsung melalui media seperti broadcast ataupun menyediakan dokumen SOP pada laman pemerintah untuk memudahkan akses ketika diperlukan.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Bank Sampah Bumi Asri Di Desa Kediren, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan Iqbal, Mohamad Faisal; Rosdiana, Weni
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sampah di Desa Kediren, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, masih menjadi masalah penting karena belum ada sistem yang melibatkan partisipasi masyarakat. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan pemberdayaan masyarakat melalui Program Bank Sampah Bumi Asri, yang merupakan solusi ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pemberdayaan masyarakat berdasarkan tiga tahapan menurut Wrihatnolo dan Dwijowijoto (2007): penyadaran, pengkapasitasan, dan pendayaan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pemilahan sampah, memberikan pelatihan keterampilan teknis, dan mendorong partisipasi aktif dalam operasional bank sampah. Program ini didukung oleh kolaborasi lintas sektor dengan NGO, mitra pengepul, dan pemerintah desa, yang memperkuat keberlanjutan. Kesimpulannya, pemberdayaan masyarakat melalui Program Bank Sampah Bumi Asri telah dilaksanakan secara bertahap dan efektif, meskipun ada kendala dalam evaluasi dan koordinasi. Disarankan agar penguatan kelembagaan, evaluasi rutin, dan perluasan kerja sama terus ditingkatkan untuk memastikan keberlanjutan program.
PENGEMBANGAN BUKU MONOGRAFI DESA BLONGSONG KEADAAN BULAN JANUARI – DESEMBER TAHUN 2024 Dhea Dwi Jayana; Weni Rosdiana
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya kesadaran pemerintah desa terhadap kelengkapan administrasi pemerintahan menjadi alasan pemerintah Desa Blongsong belum pernah melakukan penciptaan dan penyusunan buku monografi desa, kendala pada pengembangan Buku Monografi Desa Blongsong ialah Pemerintah Desa Blongsong tidak memiliki data kependudukan yang akurat sehingga hal ini menjadi tantangan utama dalam proses pengembangan Buku Monografi Desa Blongsong. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah produk buku monografi Desa Blongsong keadaan Bulan Januari – Desember Tahun 2024. Validator penilaian produk pengembangan dilakukan oleh pemerintah kecamatan sebagai validator ahli. Selain dari pada itu, pada tahap penerapan produk juga dilakukan validasi oleh pengguna produk yang terdiri dari 3 aparatur desa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode R&D (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate). Berdasarkan uji validitas produk pengembangan mendapatkan nilai 89,5% dengan keterangan sangat layak dari pemerintah kecamatan dan mendapatkan nilai 91,66% dengan keterangan sangat layak dari 3 pengguna produk. Pengembangan produk ini menghasilkan Buku Monografi Desa Blongsong keadaan Bulan Januari – Desember Tahun 2024 dengan data monografi yang sistematis, akurat, lengkap, dan menyeluruh terkait Desa Blongsong.
Co-Authors Aditya Pratiwi Fitrianingrum Afifah AFRILITA RUSI Agus Prasetyawan AGUS PRASTYAWAN Ajeng Rahmawati Daniar Al Karimah, Arzetya Fitri ALVIAN DWI OKTAVIAS Amelia, Elsi Tri Andini Irmadianis Anita Susanti Anwar, Muhammad Khairul ARIN FITRIANI ARYANDINI, FEBRYA SHIDQI Asidigisianti Surya Patria AYU PURWANINGSIH Badriyatur Rofiyah Cindy Pramita Agustin DEASY ARLISTASARI Deby Febriyan Eprilianto Dela Ayu Windani Desinta Selvia Arini DESY AMELIA NURGIARTA DEWI WIDAYANTI Dhea Dwi Jayana DIAN ARLUPI UTAMI DWI YUNI KARTIKASARI Eka Puji Rahayu Fitria Ulfa Gading Gamaputra HERMIN APRILIA LESTARI IKA SURYA KHARISMAWATI INDAH RAHAYU NINGRUM Iqbal, Mohamad Faisal Irma Russanti Isnaini Fitri Effendi Izza A'ilah, Raffiula Jenny Tsania Rahma Ningtyas Jihan, Jihan Azizah Dwi Rahmawati Karimah, Arzetya Fitri Al Kurnia, Tessa Kusumadewi, Ambar Nadia LILIK MAISAROH Lilis Sulandari Mario Kushadianto Mayori, Nawang MOHAMMAD FAUZAN AMIN MUKHARROMAH RAHAYU INDRIYANTO Nada, Qothrun NAJIB MAHMUDI, M. Naufal Hanif Ramadhan Niken Ayu Dewanti Niki Nurya Silva NOVIYANTI Noviyanti Noviyanti Noviyanti Noviyanti Noviyanti, Noviyanti Prasahda, Ophilia Tsabita Prasetyawan, Agus Prasetyo Isbandono Prasetyo, Ghifary Achmad RATIH WIDAYANTI Salsabilla, Natasya SANTI ARLITA KUSUMA WARDANI Santoso, Laurent Venessa Sari, Miranti Sari, Yuyun Eka Kartika Setya Widasari, Nindia Silmy Ni’mah Fadhilah Sinaga, Rendy Cavin Andreas Surya Dewangga, Aries Jonathan Twindi Asta Nurrohmi WAHYU PURWANTI Wibisono, Haryo Kunto Yuni Lestari Yuni Lestari Yuni Lestari Zulfa, Putri Septiani