Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

NAL Penyuluhan Permendagri Tentang Lembaga Adat Desa di Desa Pledo Kabupaten Flores Timur Wini Ngele, Rivaldo Putra; Tokan, Frans Bapa
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.3776

Abstract

Desa Pledo merupakan salah satu Desa di Kabupaten Flores Timur yang sangat menjujung tinggi nilai dan tradisi budayanya. Namun akses para pemangku adat dalam program perencanaan pembangunan desa sangat lemah dan kurang diperhitungkan karena belum ada suatu lembaga sosial desa sebagai wadah untuk menggalang aspirasi dan perjuangan mereka. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan penyuluhan Permendagri No. 18 Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dan Lembaga Adat Desa (LAD) terhadap Pemerintah dan Masyarakat Desa Pledo, Kabupaten Flores Timur. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyiapan materi, pelaksanaan serta evaluasi dan monitoring. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa Pemerintah Desa, Tokoh Masyarakat dan Masyarakat desa telah memperoleh pengetahuan tentang regulasi Permendagri No.18 tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa. Secara keseluruhan kegiatan penyuluhan telah berjalan sesuai rencana awal yakni untuk  membangun kesedaran kritis Pemerintah desa dan warga desa Pledo tentang pentingnya menghadirkan Lembaga Adat Desa dalam mendukung pelesetarian budaya masyarakat desa.
Local Wisdom: The Bau Lolon Rite as A Policy Model for Making Village Regulations in Witihama District, East Flores Regency Tokan, Frans Bapa; Lamawuran, Yosef Dionisius; Bidi, Maximianus Ardon; Susu, Mikael Thomas; Kosat, Emanuel
Journal Public Policy Vol 11, No 3 (2025): July
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpp.v11i3.12869

Abstract

This study aims to explore and analyze whether the village government can make and implement village regulations based on local knowledge as a basis for improving and enriching the quality of village regulations. So far, the process of making village regulations has focused more on the formal legal aspects and tends to ignore local values and aspirations of the wider community. As a result, the village regulation products stipulated in several villages in Witihama District do not have a solid basis of social legitimacy and broad support from the village community. This study uses a qualitative descriptive method with in-depth interview (FGD) data collection techniques, observation and documentation to reveal the values contained in the Bau Lolon rite that can be integrated into the process of making village regulations. The results of the study show that the policy model for making village regulations through the Bau Lolon local wisdom approach can achieve successful implementation because it focuses more on community needs and receives social support. In conclusion, incorporating local wisdom such as the Bau Lolon ritual in policy processes is not merely symbolic but a strategic step towards more inclusive, culturally grounded, and sustainable village governance.
Politik Satu Dimensi: Tinjauan Kebijakan Kawasan Eko-Wisata Hutan Oeluan di Kabupaten Timor Tengah Utara [One-Dimensional Politics: Policy Review of The Oeluan Forest Ecotourism Area In North Central Timor] Boro, Veronika Ina Assan; Satu, Innosensia; Tokan, Frans Bapa; Kosat, Emanuel
Jurnal Politica Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Politica Mei 2023
Publisher : Sekretariat Jenderal DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22212/jp.v14i1.4122

Abstract

This study aims to review the pattern of resistance in the development policy of Oeluan Forest ecotourism. The protest is based on the community's respect for sacred springs. The theory cluster of 'One-Dimensional Politics' as an analytical knife examines political practices that mainstream the economic impact of tourism. This study uses a qualitative approach with the specification of a descriptive-explorative method. The results of the research show that efforts to reify the Oeluan Forest, a political strategy to approach the community in a neat and planned manner, have triggered deforestation and desacralization that are rife in East Nusa Tenggara. The urgency of indigenous peoples' business lies in proposing multidimensional politics in the policy corpus of the Oeluan Forest ecotourism area.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meninjau corak resistensi dalam kebijakan pembangunan ekowisata Hutan Oeluan. Protes tersebut berlatar penghormatan masyarakat terhadap mata air yang disakralkan. Gugus teori 'Politk Satu Dimensi' sebagai pisau analisis mencermati praktik politik yang mengarusutamakan impak ekonomi pariwisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan spesifikasi metode deskriptif-eksploratif. Hasil penelitian menunjukan upaya reifikasi Hutan Oeluan ialah strategi politik untuk mendekati masyarakat secara apik dan terencana telah memicu deforestasi dan desakralisasi yang marak terjadi di Nusa Tenggara Timur. Urgensi usaha masyarakat adat terletak pada mengajukan politik multidimensional dalam korpus kebijakan kawasan ekowisata Hutan Oeluan.
Dampak Vakumnya Karang Taruna Terhadap Partisipasi Pemuda Dalam Pembangunan Masyarakat di Desa Olaia Dhewa, Krispianus Rivaldy Kaju; Medho, Yohana Fransiska; Tokan, Frans Bapa
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2025): September 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i5.825

Abstract

Penelitian ini membahas dampak vakumnya Karang Taruna terhadap partisipasi pemuda dalam pembangunan masyarakat di Desa Olaia. Karang Taruna, sebagai organisasi kepemudaan, sebelumnya berperan penting dalam memfasilitasi keterlibatan aktif pemuda pada berbagai kegiatan sosial, budaya, dan ekonomi desa. Namun, sejak Karang Taruna tidak aktif sejak tahun 2018, terjadi penurunan signifikan dalam partisipasi pemuda, kolaborasi sosial, dan regenerasi kepemimpinan di tingkat desa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara dan observasi untuk mengidentifikasi penyebab kevakuman, seperti lemahnya struktur, kurangnya dukungan pemerintah desa, serta minimnya motivasi dan komunikasi antaranggota. Dampak kevakuman meliputi berkurangnya pengembangan diri pemuda, menurunnya solidaritas, serta melemahnya kontribusi pemuda dalam pembangunan desa. Antusiasme dan inisiatif kaum muda dalam pembangunan desa menurun ketika Karang Taruna hilang karena berkurangnya ruang bagi kaum muda untuk mengekspresikan bakat dan cita-cita mereka. Temuan ini menegaskan pentingnya revitalisasi Karang Taruna sebagai strategi meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan pemuda demi keberlanjutan pembangunan masyarakat di Desa Olaia.
Peran Pemerintah Desa dalam Pemberdayaan Kelompok Tani di Desa Putun Kecamatan Nunkolo Kabupaten Timor Tengah Selatan Yohanis Otu, Dedi; Tokan, Frans Bapa
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i1.2024.239-246

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya yang dilakukan pemerintah desa untuk meningkatkan harkat dan martabat lapisan masyarakat atau memampukan dan memandirikan masyarakat. Dengan adanya pemberdayaaan kelompok tani yang dikembangkan oleh pemerintah sebagai alat pembangunan adalah untuk memanfaatkan secara lebih optimal semua daya yang tersedia serta meningkatkan taraf hidup masyarakat. Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mendeskripsikan dan menganalisis Peran Pemerintah Desa Dalam Pemberdayaan Kelompok Tani (Poktan) Di Desa Putun Kecamatan Nunkolo Kabupaten Timor Tengah Selatan.Maka analisis data dalam penelitian ini berdasarkan 3 (Tiga) Peran Pemerintah Desa Dalam Pemberdayaan kelompok tani, Kemudahan dalam akses permodalan, Bantuan pembangunan Sarana Prasarana, Pengembangan Usaha, Pemasaran dan Kemitraan Usaha.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pemerintah desa dalam pemberdayaan kelompok tani di desa Putun belum terlaksana secara optimal dikarenakan kurangnya perhatian oleh pemerintah terhadap kelompok tani, kurangnya keaktifan dan keterlibatan pemerintah secara langsung untuk melihat kendala yang dialami oleh para kelompok tani, baik secara modal, maupun sarana dan prasarana pertanian serta pembagian bantuan yang belum merata bagi kelompok tani.
Penguatan Kelembagaan Karang Taruna untuk Meningkatkan Partisipasi Pemuda dalam Pembangunan Desa Sandosi Kecamatan Witihama Kabupaten Flores Timur Susu, Mikael Thomas; Tokan, Frans Bapa; Lamawuran, Yosef Dionisius
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.15954

Abstract

ABSTRAK Pengabdian ini dilakukan di Desa Sandosi Kecamatan Witihama Kabupaten Flores Timur. Kegiatan ini dilakukan menyusul fakta bahwa Karang Taruna Nubun Tawan Desa Sandosi yang dibentuk pada tahun 2018 ini mengalami stagnasi. Berdasarkan hasil pengamatan awal diketahui bahwa ada tiga masalah yang menjadi faktor penyebab, yakni: belum optimalnya pembinaan dari Pemerintah Desa, rendahnya kemampuan tata kelola organisasi oleh badan pengurus; dan rendahnya partisipasi anak muda. Situasi ini berdampak terhadap tingkat apatis yang tinggi dari mayoritas anak muda dalam pembangunan desa, baik secara perorangan maupun secara kelembagaan melalui Karang Taruna. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan input pengetahuan kepada pemerintah desa tentang pentingnya pembinaan melalui model transformatif kepada pemerintah desa, melakukan pendampingan terhadap pengurus dan anggota akan pentingnya tata kelola organisasi dan sosialisasi pentingnya partisipasi pemuda dalam pembangunan desa seperti yang diamanatkan Peraturan Menteri Sosial Nomor 25 Tahun 2019. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman pemerintah Desa Sandosi dan masyarakat tentang pentingnya penguatan kelembagaan Karang Taruna Nubun Tawan sebagai wadah aktualisasi anak muda. Disamping itu Tim PkM juga memberikan pendampingan tentang tata kelola oragnisasi seperti membantu menyusun draft Visi, Misi, Tujuan dan Program Kerja Karang Taruna. Kata Kunci: Penguatan Kelembagaan, Karang Taruna, Partisipasi Pemuda  ABSTRACT This service was conducted in Sandosi Village, Witihama Sub-district, East Flores Regency. This activity was carried out following the fact that the Nubun Tawan Youth Organization of Sandosi Village, which was formed in 2018, had stagnated. Based on the results of preliminary observations, it is known that there are three problems that are causal factors, namely: not optimal guidance from the Village Government, low organizational governance skills by the governing body; and low youth participation. This situation has an impact on the high level of apathy of the majority of young people in village development, both individually and institutionally through Karang Taruna. This activity aims to provide knowledge input to the village government about the importance of coaching through a transformative model to the village government, mentoring the board and members on the importance of organizational governance and socializing the importance of youth participation in village development as mandated by the Minister of Social Affairs Regulation Number 25 of 2019. This activity succeeded in increasing the understanding of the Sandosi Village government and the community about the importance of strengthening the Karang Taruna Nubun Tawan institution as a forum for youth actualization. In addition, the PkM Team also provided assistance on organizational governance such as helping to draft the Vision, Mission, Goals and Work Program of Youth Organization.  Keywords: Institutional Strengthening, Youth Organization, Youth Participation.
Pelatihan Kepemimpinan Tingkat Dasar untuk Pengurus Osis di Sekolah SMAN 1 Mauponggo, Kabupaten Nagekeo Medho, Yohana Fransiska; Tokan, Frans Bapa; Boro, Veronika I.A.; Hurek, Urbanus Ola; Lamawuran, Yosef Dion; Ethelbert, Yohanes Kornelius
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12428

Abstract

ABSTRAK Pelatihan kepemimpinan tingkat dasar untuk pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di SMAN 1 Mauponggo bertujuan untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan pada siswa yang bertanggung jawab dalam memimpin organisasi di sekolah mereka. Hal ini untuk membantu mereka mempelajari konsep, praktik yang efektif dalam konteks kepemimpinan OSIS. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah dengan analisis situasi, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Selama pelatihan, peserta terlibat dalam berbagai aktivitas dan latihan yang melibatkan pemahaman konsep kepemimpinan, komunikasi efektif, dan strategi organisasi. Mereka belajar bagaimana berkomunikasi dengan baik dengan rekan-rekan mereka, mengorganisir kegiatan di sekolah, memotivasi siswa lain untuk berpartisipasi, dan mengambil keputusan yang tepat dan pentingnya etika kepemimpinan, seperti integritas, tanggung jawab, dan sikap positif. sehingga mereka dapat menjadi contoh yang baik bagi siswa lainnya dan membangun citra positif OSIS di sekolah. Di akhir pelatihan, peserta akan diberikan kesempatan untuk menerapkan keterampilan kepemimpinan baru mereka melalui program kerja OSIS. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis kepada mereka dalam mengelola program kerja , berkolaborasi dengan anggota tim, dan menghadapi tantangan yang mungkin muncul. Tujuannya adalah untuk memperkuat keterampilan kepemimpinan mereka serta memberikan kontribusi yang nyata bagi pengembangan sekolah. Pengabdian ini diharapkan dapat memberikan landasan yang kuat bagi mereka untuk menjadi pemimpin yang efektif dan dapat memberikan dampak positif dalam memajukan sekolah dan komunitas mereka. Kata Kunci: Kepemimpinan, Latihan Tingkat Dasar  ABSTRACT Basic level leadership training for Intra-School Student Organization (OSIS) administrators at SMAN 1 Mauponggo aims to develop leadership skills in students who are responsible for leading organizations in their schools. This is to help them learn concepts, effective practices in the context of student council leadership. The method used in this training is situation analysis, preparation, implementation and evaluation .During the training, participants are involved in various activities and exercises that involve understanding the concepts of leadership, effective communication, and organizational strategy. They learn how to communicate well with their peers, organize activities at school, motivate other students to participate, and make sound decisions and the importance of ethical leadership, such as integrity, responsibility, and a positive  attitude. so that they can set a good example for other students and build a positive image of the student council at school. At the end of the training, participants will be given the opportunity to apply their new leadership skills through the student council work program. This service aims to provide them with practical experience in managing work programs, collaborating with team members, and dealing with challenges that may arise. The aim is to strengthen their leadership skills as well as make a real contribution to school development. This dedication is expected to provide a strong foundation for them to become effective leaders and to have a positive impact in advancing their schools and communities. Keywords: Leadership, Basic Level Training