Claim Missing Document
Check
Articles

Skrining Metabolit Sekunder Bakteri Endofit yang Berfungsi sebagai Antidiabetes dari Daun Mimba (Azadirachta Indica) Yuga Pratama; Purbowatiningrum Ria Sarjono; Nies Suci Mulyani
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 2 (2015): Volume 18 Issue 2 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.184 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.2.73-78

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang skrining metabolit sekunder bakteri endofit yang berfungsi sebagai antidiabetes dari daun mimba (Azadirachta indica). Penelitian ini bertujuan memperoleh data morfologi, memperoleh data kurva pertumbuhan isolat bakteri endofit dari daun mimba, memperoleh hasil inhibisi metabolit sekunder bakteri endofit dari daun miba terhadap α-glukosidase, serta mendapatkan informasi mengenai kandungan kimia dari metabolit sekunder isolat bakteri endofit yang didapat. Aktivitas antidiabetes diuji menggunakan metode penghambatan enzim α-glukosidase. Hasil yang diperoleh adalah bakteri endofit A5 dan A6 dari daun mimba merupakan bakteri dengan jenis bakteri gram negatif, dengan bentuk penampakan mikroskopis yang berbeda. Berdasarkan data kurva pertumbuhan bakteri endofit dapat disimpulkan bahwa untuk memperoleh metabolit sekunder adalah pada jam ke-33 hingga jam ke-48 untuk isolat A5 dan jam ke-36 hingga jam ke-48 untuk isolat A6. Adapun daya inhibisi aktivitas α-glukosidase optimal dari metabolit sekunder A5 dan A6 masing-masing pada konsentrasi 62,5 ppm berturut-turut sebesar 18,462% dan 20,173%. Penapisan fitokimia pada penelitian ini masing-masing metabolit sekunder bakteri endofit A5 dan A6 dari daun mimba mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan terpenoid/steroid.
Pengaruh Konsentrasi NaCl Terhadap Aktivitas Spesifik Protease Ekstraseluler dan Pertumbuhan Bakteri Halofilik Isolat Bittern Tambak Garam Madura Rahmad Budiharjo; Purbowatiningrum Ria Sarjono; Mukhammad Asy’ari
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 20, No 3 (2017): Volume 20 Issue 3 Year 2017
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.873 KB) | DOI: 10.14710/jksa.20.3.142-145

Abstract

Protease halofilik dapat dimanfaatkan pada proses fermentasi makanan seperti pada pembuatan kecap ikan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bakteri halofilik dari isolat bittern tambak garam Madura dan mengisolasi protease halofilik ekstraseluler serta menentukan pengaruh konsentrasi NaCl terhadap aktivitas spesifik protease halofilik. Bakteri halofilik ditumbuhkan pada media HSB (Halophlie Synthetic Broth). Penentuan aktivitas protease dilakukan dengan menggunakan substrat azokasein dan kadar protein ditentukan dengan menggunakan metode Lowry. Berdasarkan penelitian diperoleh bakteri halofilik isolat bittern tambak garam Madura yang tumbuh optimal pada konsentrasi NaCl 4 %(b/v), dengan aktivitas spesifik protease halofilik ekstraseluler tertinggi pada fraksi 4 (60-80 %) sebesar 58,537 Unit/mg protein. Adanya penambahan garam NaCl dapat meningkatkan aktivitas protease halofilik. Pada penelitian ini, aktivitas spesifik protease halofilik meningkat menjadi 113,78 Unit/mg protein dengan konsentrasi optimal NaCl 0,750 M
Isolasi Bakteri Endofit pada Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Linn. Var Rubrum) Penghasil Senyawa Antioksidan Okky Triana; Purbowatiningrum Ria Sarjono; Nies Suci Mulyani
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 20, No 1 (2017): Volume 20 Issue 1 Year 2017
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.19 KB) | DOI: 10.14710/jksa.20.1.25-29

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai isolasi bakteri endhofit pada jahe merah (zingiber officinale linn. var rubrum)penghasil senyawa antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat bakteri endofit yang bersimbiosis dengan rimpang jahe merah, memperoleh data aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan mengetahui informasi mengenai kandungan kimia metabolit sekunder bakteri endofit. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah surface sterilization dan spreading pada media YMA dilanjutkan dengan uji aktivitas antioksidan dengan metode peredaman radikal DPPH dan penapisan fitokimia. Tahapan penelitian ini meliputi isolasi bakteri endofit yang bersimbiosis dengan rimpang jahe, produksi metabolit sekunder isolat bakteri endofit, uji aktivitas antioksidan dan penapisan fitokimia. Penelitian ini menghasilkan tiga isolat bakteri endofit yaitu isolat J1, isolat J2 dan isolat J3 yang memiliki morfologi sel berbeda serta memiliki aktivitas antioksidan yang paling efektif pada konsentrasi 31,25 ppm dengan nilai % inhibisi pada isolat J1, J2 dan J3 berturut-turut sebesar 22,71% ; 20,86% dan 13,08% dan semua metabolit sekunder isolat bakteri endofit memiliki kandungan flavanoid dan saponin.
Aktivitas Trichoderma viride Fncc6013 dalam Menghidrolisis Kulit Pisang Raja (Musa Paradisiaca L. Var. Sapientum) dengan Variasi Waktu Fermentasi Sandi Sutopo Aribowo; Purbowatiningrum Ria Sarjono; Nies Suci Mulyani
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 15, No 2 (2012): Volume 15 Issue 2 Year 2012
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.819 KB) | DOI: 10.14710/jksa.15.2.53-57

Abstract

Trichoderma viride merupakan jamur selulolitik yang menghasilkan enzim kompleks selulase yang dapat menghidrolisis ikatan kimia dari selulosa menjadi glukosa. Aktivitas Trichoderma viride dipengaruhi oleh waktu fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan Trichoderma viride yang telah diadaptasikan pada media fermentasi kulit pisang raja dan memperoleh data kadar gula pereduksi dari aktivitas Trichoderma viride dalam menghidrolisis kulit pisang raja pada variasi waktu fermentasi. Tahapan penelitian terdiri dari delignifikasi kulit pisang raja, sterilisasi alat dan bahan, pembuatan media fermentasi, peremajaan jamur Trichoderma viride, dan uji aktivitas Trichoderma viride dalam menghidrolisis kulit pisang raja dengan variasi waktu fermentasi. Trichoderma viride dapat tumbuh pada media fermentasi kulit pisang raja. Aktivitas Trichoderma viride dalam menghidrolisis kulit pisang raja optimum pada waktu fermentasi hari ke-7 dengan kadar gula pereduksi sebesar 41,40 mg/L
Studi Filogeni dan Uji Potensi Enzim Ekstraseluler (amilase, β-galaktosidase, protease, katalase) Isolat Alicyclobacillus sp. Gedong Songo Mahreta Suhartanti; Purbowatiningrum Ria Sarjono; Agustina L. N. Aminin
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 13, No 3 (2010): Volume 13 Issue 3 Year 2010
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.167 KB) | DOI: 10.14710/jksa.13.3.80-87

Abstract

Penelitian terdahulu pada sumber air panas Gedong Songo, telah diisolasi 5 isolat Alicyclobacillus sp. yaitu: ATSae10, ANBae10, AYTae7, AYTae31 dan AYTae33 dengan kondisi pertumbuhan 55°C dan pH 4. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan pohon filogeni dan mendapatkan informasi mengenai potensi enzim ekstraseluler ketiga isolat Alicyclobacillus sp. yang meliputi amilase, β-galaktosidase, protease dan katalase. Konstruksi pohon filogeni dilakukan menggunakan program Phylip 3.68 ed dengan metode parsimony. Uji potensi enzim ekstraseluler isolat Alicyclobacillus sp. dilakukan secara kualitatif. Uji aktifitas amilase menggunakan amilum sebagai substrat, uji aktifitas β-galaktosidase menggunakan ONPG sebagai substrat dan pada uji protease menggunakan gelatin sebagai substrat. Uji katalase dilakukan secara kualitatif dengan melihat adanya gelembung O2 yang dihasilkan oleh aktifitas katalase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga isolat Alicyclobacillus sp. (AYTae7, AYTae31 dan AYTae33) berada dalam satu kelompok kekerabatan dan mempunyai tingkat kekerabatan terdekat dengan Alicyclobacillus sp. KI, Alicyclobacillus sp. T127, Alicyclobacillus acidocaldarius strain DSM 454 dan Uncultured bacterium clone351. Ketiga isolat Alicyclobacillus sp. memiliki enzim termostabil ekstraseluler amilase dan β-galaktosidase.
Reduksi Sinamaldoksim Menggunakan Sistem Katalis Zn/NH4Cl Ngadiwiyana Ngadiwiyana; Ismiyarto Ismiyarto; Purbowatiningrum Ria Sarjono
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 10, No 1 (2007): Volume 10 Issue 1 Year 2007
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.358 KB) | DOI: 10.14710/jksa.10.1.1-6

Abstract

Sinamaldehid merupakan komponen utama minyak kayu manis (Cinnamomum) yang dapat diisolasi menggunakan pelarut natrium bisulfit. Pemanfaatan senyawa ini masih sangat terbatas, sehingga perlu dilakukan upaya pengubahan sinamaldehid menjadi senyawa turunannya yang lebih berdaya guna. Salah satunya, sinamaldehid dapat diubah menjadi senyawa amina melalui zat antara sinamaldoksim dengan reaksi reduksi. Senyawa amina tersebut digunakan sebagai bahan untuk mensintesis senyawa turunan antibiotik C-9154.Reduksi sinamaldoksim menjadi senyawa amina dilakukan dengan cara reduksi hidrogenasi katalitik menggunakan katalis Zn/NH4Cl. Reaksi dilakukan dengan merefluks sinamaldoksim, NH4Cl(s), dan serbuk Zn dengan pelarut metanol pada temperatur refluks (58 ºC) selama 3 jam. Hasil disaring, selanjutnya filtrat hasil refluks dievaporasi. Hasil evaporasi diekstraksi dengan kloroform dan NaCl jenuh. Lapisan organik dievaporasi kembali. Hasil evaporasi dianalisis menggunakan instrumen FT-IR dan GC-MS.Hasil reduksi sinamaldoksim berupa padatan gel berwarna coklat dengan dengan berat 0,43 g dan rendemen sebesar 64,35 %. Analisis hasil menggunakan spektrometer infra merah menunjukkan serapan gugus C-N pada daerah 1330,8 cm-1. Serapan pada 3178 cm-1 menunjukkan serapan gugus N-H dari senyawa amina. Hasil analisis GC-MS menunjukkan bahwa senyawa amina yang diperoleh dari reduksi sinamaldoksim berupa sinamilamin yang merupakan senyawa amina primer (tR = 16,431 menit dengan kelimpahan 0,58 %), (N-metil-3-fenil)-2-propenamin yang merupakan senyawa amina sekunder (tR = 20,258 menit dengan kelimpahan 0,79 %) dan (N,N- dimetil-3-fenil)-2-propenamin yang merupakan senyawa amina tersier (tR = 26,666 menit dengan kelimpahan 14,79 %).
Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) Kadar Sampel Alang-Alang (Imperata cylindrica) dalam Etanol Melalui Metode Difusi Cakram Moh. Mulyadi; Wuryanti Wuryanti; Purbowatiningrum Ria Sarjono
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 20, No 3 (2017): Volume 20 Issue 3 Year 2017
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.565 KB) | DOI: 10.14710/jksa.20.3.130-135

Abstract

Bakteri merupakan mikroorganisme yang berada di sekitar kita. Penelitian yang sering dilakukan untuk mencari sumber alternatif lain yang berfungsi sebagai antibakteri karena adanya beberapa bakteri yang menjadi resisten terhadap suatu antibakteri. Bahan-bahan yang dilaporkan memiliki aktifitas antibakteri diantaranya adalah alang-alang. Alang-alang berkhasiat untuk obat radang ginjal akut, antibakteri, muntah darah, kencing nanah dan mimisan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh Kosentrasi Hambat Minimum (KHM) kadar sampel alang-alang sebagai antibakteri serta memperoleh data aktifitas antibakteri yang paling potensial kadar sampel alang-alang terhadap Escherechia coli, Pseudomonas aeroginosa, Staphylococcus aureus dan Bacillus subtilis. Salah satu metode yang digunakan dalam uji antibakteri yaitu metode difusi cakram kertas. Metode ini dilakukan dengan meletakkan cakram kertas yang telah direndam larutan uji di atas media padat yang telah diinokulasi dengan bakteri uji. Pertumbuhan bakteri diamati setelah diinokulasi untuk melihat zona bening disekitar cakram. Zona bening yang terbentuk di sekitar cakram pada konsentrasi antibakteri terendah merupakan nilai KHM. KHM kadar sampel alang-alang terhadap bakteri Escherechia coli, Pseudomonas aeroginosa, Staphylococcus aureus dan Bacillus subtilis berturut-turut dari kadar sampel daun dalam etanol sebesar 7%, 7%, 8% dan 9%; untuk kadar sampel bunga dalam etanol sebesar 7%, 7%, 9% dan 7%; dan untuk kadar sampel akar dalam etanol 7%, 8%, 10% dan 8%. Ketiga kadar sampel alang-alang cukup potensial untuk meghambat bakteri Escherichia coli. Kadar sampel daun dan bunga lebih potensial dibandingkan akar alang-alang untuk menghambat Pseudomonas aeroginosa. Kadar sampel yang paling potensial untuk menghambat Bacillus subtilis dan Staphylococcus aureus berturut-turut adalah kadar sampel daun dan kadar sampel bunga alang-alang.
Studi Filogeni dan Uji Potensi Bioremediasi serta Enzim Termostabil Ekstraseluler Isolat Geobacillus sp. dari Sumber Air Panas Gedong Songo Maulida Indriyaning Ratri; Purbowatiningrum Ria Sarjono; Agustina L. N. Aminin
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 12, No 2 (2009): Volume 12 Issue 2 Year 2009
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.167 KB) | DOI: 10.14710/jksa.12.2.31-39

Abstract

Mikroorganisme termofilik merupakan mikroorganisme yang tahan terhadap suhu tinggi dengan suhu optimum pertumbuhan mencapai lebih dari 60°C. Mikroorganisme termofilik mempunyai banyak kegunaan, antara lain untuk proses bioremediasi dan penghasil enzim termostabil. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri potensi Geobacillus sp. dari sumber air panas Gedong Songo melalui konstruksi pohon filogeni serta mendapatkan data potensi bioremediasi Fe(III), Pb(II), H2O2 dan enzim ekstraselular dari isolat Geobacillus sp. Konstruksi pohon filogeni dilakukan menggunakan program Phylip 3.68 ed dengan metode parsimony. Uji potensi Geobacillus sp. untuk bioremediasi Fe(III) dan Pb(II) dilakukan dengan menginokulasikan pellet Geobacillus sp. pada media BSM (Basal Salin Medium) yang mengandung masing-masing Fe(III) dan Pb(II). Analisis kadar Fe(III) dan Pb(II) pada media dilakukan dengan AAS. Uji potensi bioremediasi H2O2 dilakukan secara kualitatif dengan melihat adanya gelembung O2 yang dihasilkan oleh aktifitas katalase dari Geobacillus sp. Uji aktivitas enzim amilase, β-galaktosidase dan protease ekstraseluler dilakukan secara kualitatif dengan penambahan masing-masing amilum, ONPG dan gelatin sebagai substratnya. Penelitian menunjukkan hasil positif pada uji potensi bioremediasi Fe(III) dan Pb(II) serta untuk uji enzim amilase dan protease ekstraseluler. Uji potensi bioremediasi H2O2 dan enzim β-galaktosidase ektraseluler menunjukkan hasil negatif. Konstruksi pohon filogeni menunjukkan bahwa kedelapan isolat Geobacillus sp. memiliki kekerabatan terdekat dengan Geobacillus sp._TERI_NSM dan Geobacillus sp. sbs3.
Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri Produk Fermentasi Susu Kedelai dan Whey Tahu menggunakan Bakteri Asam Laktat Komersial Kunti Nadiyatan S. Muthia; Purbowatiningrum Ria Sarjono; Agustina L. N. Aminin
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 20, No 1 (2017): Volume 20 Issue 1 Year 2017
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.893 KB) | DOI: 10.14710/jksa.20.1.9-12

Abstract

Potensi aktifitas antibakteri dan antioksidan produk fermentasi susu kedelai dan Whey tahu oleh bakteri asam laktat (BAL) telah dieksplorasi dalam penelitian ini. Fermentasi dilakukan menggunakan bakteri asam laktat komersil dan dinkubasi pada 45°C selama 7 jam. Aktifitas antibakteri diamati terhadap bakteri patogen Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa. Antioksidan diuji dengan metode Folin- Ciocalteu Reagen (FCR) dan peredam DPPH. Hasil penelitian menunjukkan produk fermentasi susu kedelai berupa gumpalan berwarna putih dengan pH 5,4 sedangkan pada Whey tahu berupa campuran cairan dan padatan berwarna kuning keruh dengan pH 4,7. Hasil fermentasi tidak memberikan penghambatan terhadap pertumbuhan bakteri patogen. Produk fermentasi susu kedelai dan Whey tahu memiliki kapasitas antioksidan FCR sebesar 0,07 mg asam galat/gram sampel dan 0,04 mg asam galat/gram sampel serta pada konsentrasi 90 ppm masing-masing mampu menghambat radikal bebas DPPH sebesar 12,53% dan 11,46% sehingga berpotensi sebagai antioksidan.
Isolation, Identification, and Antibacterial Testing of Essential Oil from Green Betel Leaf (Piper Betle L.) Using Well Diffusion Method Enny Fachriyah; Hafizdah Fadillah; Purbowatiningrum Ria Sarjono; Ismiyarto Ismiyarto
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 26, No 6 (2023): Volume 26 Issue 6 Year 2023
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.26.6.224-229

Abstract

Green betel leaves have been traditionally employed within communities for various medicinal purposes, owing to their rich composition. These leaves are endowed with secondary metabolites encompassing flavonoids, phenols, saponins, and essential oils. Notably, the essential oils within green betel leaves possess a spectrum of biological properties, including antioxidant, antifungal, antidiabetic, anti-inflammatory, antibacterial, antitumor, anti-Alzheimer's, and anti-carcinogenic activities. In this study, the essential oil from green betel leaf collected from Klaten, Central Java, Indonesia, was isolated using water-steam distillation. The components of this isolate were identified using GC-MS analysis. Antibacterial activity was assessed against Staphylococcus epidermidis ATCC 12228 (S. epidermidis) and Escherichia coli (E. coli) using the well-diffusion method at various concentrations (25%, 50%, 75%, 90%, and 100%). Chloramphenicol served as the positive control, while a solution of Tween 20 in distilled water used as the negative control. The essential oil derived from green betel leaves exhibited a brownish-yellow color, possessed a distinctive betel aroma, and had a concentration of 0.21% v/w, a refractive index of 1.5001, and a specific gravity of 0.961 g/mL. The GC-MS analysis revealed the presence of 44 components, with the five most abundant constituents being acetyl chavicol (20.65%), germacrene- D (11.55%), eugenol (8.94%), trans-caryophyllene (7.92%), and chavicol (5.74%). Regarding antibacterial activity, the isolate demonstrated strong activity against S. epidermidis ATCC 12228 at a concentration of 75%, yielding an inhibition zone diameter of 12.33 mm. Similarly, it exhibited strong activity against E. coli at a concentration of 90%, resulting in an inhibition zone diameter of 12.67 mm.
Co-Authors Afiina Putri Monita Agus Subagio Agustina L. N. Aminin Agustina L.N. Aminin Annisa Nur Aini Annisa Rachma Asy'ari, Mukhammad Asy’ari, Mukhammad Aulia Anggraeni Aulia Anggraeni Budi Putri Ayu Choirunnisa, Nur Fadilla Damar Nurwahyu Bima Desy Fitrya Syamsumir Dewi Kusrini Dewi Nuritasari Dini Kurnia Wisatya Dwi Hudiyanti Dwi Susilo Dyah Iswantini Dzahabiyyah, Hana Putri Enny Fachriyah Enny Fachriyah Enny Fachriyah Enny Fachriyah Enny Fachriyah Enny Fachriyah Hafizdah Fadillah Hanum, Rahma Farida Hasim - Hendra Dwipa Rifky Mahardika Huda, Muhammad Badrul Ifan Bagus Haryanto Ifsantin Nihaya Ina Noprastika Ismiyarta Ismiyarta Ismiyarto Ismitarto Ismiyarto Ismiyarto Ismiyarto Ismiyarto Ismiyarto Ismiyarto Ismiyarto Ismiyarto Ismiyarto Ismiyarto Ismiyarto Ismiyarto Khikmah Khikmah Kunti Nadiyatan S. Muthia Laksmitasari, Nuraini Dwi Liswinda Zafirah Rahmatia Lolyta Sari Br Tampubolon Mahreta Suhartanti Marcelinus Christwardana Maulida Indriyaning Ratri Melly Wahyuningsih Moch Syaiful Alam Moh. Mulyadi Mohamad Syahmie Samsudin Mukhammad Asy’ari Mukhammad Asy’ari Mumtazati, Qonita Ngadiwiyana M.Si. S.Si. Ngadiwiyana Ngadiwiyana Ngadiwiyana Ngadiwiyana Ngadiwiyana Ngadiwiyana Nies S Mulyani Nies S. Mulyani Nies Suci Mulyani Nies Suci Mulyani Niken Windi Saputri Noor Basid Adiwibawa Prasetya Nor Basid Adiwibawa Prasetya Nor Basid Adiwibawa Prasetya Nor Basid Adiwibawa Prasetya Nor Basid Adiwibawa Prasetya Nor Basid AP Nor Basyid A. Prasetya Nur Amaliyah Okky Triana Pandelaki, Elmi Christi Julia Rahmad Budiharjo Rinaryadi, Kemilau Permata Hati Salsabila, Salsabila Sandi Sutopo Aribowo Sesika Novari Sofiana Nur Aziiza Sulasiyah Sulasiyah Sumardjo, Damin Sumariyah Sumariyah Suyanti Suyanti Syahnindita Dyah Ajeng Wartari Triwijayanti, Yunita Wati, Mei Riska Wirnia S Setyani Wirnia Sinar Setyani Wuryanti Wuryanti Wuryanti Wuryanti Yanidya Tanjihah Ardiansyah Yosie Andriani Yosie Andriani Yuga Pratama