Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PANJANG DAN BERAT IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DALAM MEDIA PEMBESARAN DENGAN PENAMBAHAN ENZIM EZ-PLUS(SKALA LABORATORIUM) Muhammad Dwi Hudoyo Swarto; Haeruddin Haeruddin; Siti Rudiyanti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 1 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.069 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i1.22535

Abstract

Salah satu upaya untuk mengoptimalkan pertumbuhan panjang dan berat dalam kegiatan pembesaran ikan Nila adalah memperbaiki daya cerna dengan cara pemberian enzim EZ-plus ke dalam pakan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan panjang dan bobot ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada berbagai konsentrasi enzim yang ditambahkan pada pakan, serta keeratan hubungan antara pakan yang telah diberi enzim dengan pertambahan panjang total dan bobot ikan. Penelitian ini dilaksanakan selama 35 hari yaitu pada bulan Mei-Juni 2017. Metode dalam penelitian ini menggunakan eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan sebagai berikut: kontrol, L (0,0125%), M (0,025%), N (0,05%) dan O (0,075%). Pemberian pakan dilakukan pada pagi hari dan sore hari dengan jumlah pakan yang diberikan 5% dari bobot ikan dalam sekali pemberian pakan.Selama penelitian dilakukan pergantian air setiap 7 hari untuk menjaga kualitas air. Data panjang dan bobot ikan dianalisis menggunakan regresi dan dilakukan uji F. Hasil penelitian pertumbuhan panjang berat diperoleh nilai b berkisar 2,43 – 3,09. Pola pertumbuhan pada perlakuan K, L, N, dan O yaitu alometrik negatif, sedangkan pola pertumbuhanpada perlakuan M yaitu isometrik. Hasil penelitian panjang berat diperoleh nilai R berkisar antara 0,86 – 0,96 atau mendekati nilai 1, menunjukkan adanya hubungan yang erat antara panjang dan berat ikan Nila. Data pengukuran kualitas air selama penelitian diperoleh temperatur berkisar antara 25,0 – 26,9 oC, pH berkisar antara 5,00 - 6,95 dan oksigen terlarut berkisar antara 4,01 – 6,89 mg/L. One of the effort to optimize the growth of length and weight in the activity oF Tilapia growout is to improve the digestibility by giving EZ-plus enzyme into fish feed. This research aims to determine the relationship between length and weight of Oreochromis niloticus growth in various concentrations of enzymes the feed, and closeness between feeds that have been given enzymes with length and weight growth of fish. This research was conducted for 35 days in May-June 2017. The experiment conducted with Complete Randomized Design with 5 treatments as follows: control, L (0,0125%), M (0,025%), N (0,05 %) and O (0,075%). Feeding done in the morning and afternoon with the amount 5% of fish weight in one feeding. During the research carried out water changes every 7 days to maintain water quality. The length – weight data were determined by linear regression analysis and F test. Result of research of length and weight growth obtained value of b ranged from 2,43 – 3,09. The growth pattern on the treatments of K, L, N and O are allometrik negative, while the growth pattern in  M treatment is isometric. Result of research length – weight growth obtained value of R ranged from 0,86 – 0,96 or close value 1, meaning a close relationship between the length – weight of Tilapia fish.. Water quality measurement data during the research obtained temperatures ranged from 25,0 – 26,9oC, the pH ranged from 5,00 to 6,95 and dissolved oxygen ranged from 4,01 to 6,89 mg / L.
ANALISIS BEBAN PENCEMARAN DETERJEN DAN INDEKS KUALITAS AIR DI SUNGAI BANJIR KANAL BARAT, SEMARANG DAN HUBUNGANNYA DENGAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON Devi Asmiyatna Sari; Haeruddin Haeruddin; Siti Rudiyanti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.517 KB) | DOI: 10.14710/marj.v5i4.14635

Abstract

ABSTRAK Sungai Banjir Kanal Barat merupakan saluran utama drainase kota. Pembuangan limbah deterjen yang langsung ke saluran drainase tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu, mengakibatkan peningkatan beban pencemaran dan penurunan kualitas air di Sungai Banjir Kanal Barat. Pencemaran deterjen dapat mengakibatkan eutrofikasi di perairan sungai, karena senyawa fosfat yang terdapat di dalam deterjen memacu pertumbuhan fitoplankton dan mengakibatkan blooming fitoplankton. Penelitian dilakukan pada bulan Februari – Maret 2016 di Sungai Banjir Kanal Barat yang bertujuan untuk mengetahui beban pencemaran limbah deterjen, mengetahui Indeks Kualitas Air (IKA), mengetahui konsentrasi deterjen dan kelimpahan fitoplankton, serta menganalisis hubungan konsentrasi deterjen dengan fitoplankton. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan teknik purposive sampling. Lokasi sampling dibagi menjadi 3 stasiun dan 3 titik bagian (tepi, tengah, tepi) sungai. Pengambilan sampel air menggunakan metode integrated sample atau sampel gabungan tempat, sedangkan pengambilan sampel fitoplankton dilakukan secara pasif dengan metode penyaringan. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi deterjen di lokasi penelitian berada dalam kisaran 0,05-0,62 mg/l. Kelimpahan fitoplankton tertinggi pada semua stasiun adalah Trichodesmium sp., dimana Trichodesmium sp. merupakan indikator adanya pencemaran organik. Berdasarkan analisis regresi, kelimpahan fitoplankton dipengaruhi oleh konsentrasi deterjen sebesar 31,4% dan sisanya 68,6% dipengaruhi faktor lain. Beban pencemaran deterjen di Sungai Banjir Kanal Barat berkisar antara 13,18-215,67 ton/tahun. Indeks Kualitas Air Sungai Banjir Kanal Barat yaitu berkisar antara 1-5 yang tergolong dalam perairan sangat bersih-tercemar berat dan tidak baik digunakan untuk kegiatan perikanan.            Kata Kunci       : Deterjen; Kelimpahan Fitoplankton; Beban Pencemaran; Indeks Kualitas Air; Sungai Banjir Kanal Barat  ABSTRACT Banjir Kanal Barat River is the main drainage channel of the city. Waste disposal detergent into drainage without any waste treatment liquid first, caused in increase load pollution detergent and decrease of water quality in Banjir Kanal Barat River. Detergent pollution can cause eutrophication in the river, because phosphate compounds contained in detergent can stimulate phytoplankton growth and phytoplankton blooming. The study was conducted in February 2016 - March 2016 at Banjir Kanal Barat River which aimed to analyzing the load pollution and Water Quality Index (WQI), determine the concentration of detergent and abundance of phytoplankton, analyzing relation between detergent concentration with abundance of phytoplankton. This research used survey method and purposive sampling. The location of sampling been divided into 3 station and 3 points (edge, middle, edge). Water sampling using integrated sample method, while phytoplankton sampling are carried passively by filtration method. The results showed detergent concentrations were in the range of 0,05-0,62 mg/l. Abundance phytoplankton on the highest all stations are Trichodesmium sp., where Trichodesmium sp. an indicator of organic pollution. Based on corelation analysis, the abundance of phytoplankton is affected by the detergent concentration of 31,4% and 68,6% influenced by other factors. Load pollution of detergent in Banjir Kanal Barat River were in the range 13,18-215,67 ton/tahun. Water Quality Index in Banjir Kanal Barat River was category 1-5 belonging to the clean waters-heavily contamined and not recommended use for fishing activities. Keywords              : Detergent; Phytoplankton Abundance; Load Pollution; Water Quality Index; Banjir Kanal                                     Barat River 
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN OIL SKIMMER DALAM UPAYA PENANGANAN TUMPAHAN MINYAK DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TEGALSARI KOTA TEGAL Fajar Sidik Pamungkas; Haeruddin Haeruddin; Siti Rudiyanti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 2 (2017): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.272 KB) | DOI: 10.14710/marj.v6i2.19820

Abstract

ABSTRAK Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari, terletak di Kota Tegal, Jawa Tengah. Pelabuhan ini memiliki luas mencapai 16,3 Ha, dengan luas kolam pelabuhannya yaitu 32.400 m2 = 3,24 Ha dan dapat menampung hingga 124 unit kapal penangkap ikan dengan ukuran 5 – 30 GT. Kondisi kapal yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,  menjadi penyebab utama masuknya limbah minyak ke perairan, sehingga memerlukan penanganan khusus untuk menanggulangi tingkat pencemaran limbah minyak. Perlu adanya water treatment sebagai upaya untuk mengurangi beban pencemar di perairan antara lain dengan menggunakan Oil Skimmer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan minyak pada saat sebelum diolah dan setelah diolah dengan Oil Skimmer, serta untuk mengetahui tingkat efektivitas dari penggunaan Oil Skimmer. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2016 di PPP Tegalsari, Kota Tegal. Metode yang digunakan adalah metode penelitian secara observatif dengan pengamatan secara langsung di lapangan dan pengambilan sampel dengan teknik purpossive sampling dan uji laboratorium untuk menganalisis kandungan minyak dan lemak dengan metode gravimetric sesuai SNI 06-6989.10-2004. Analisa data menggunakan Uji t – Berpasangan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kandungan minyak sebelum dan setelah diolah dengan Oil Skimmer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Oil Skimmer mampu mereduksi kandungan minyak di perairan tercemar dari sebelum diolah dengan Oil Skimmer rata-rata berkisar antara 549 mg/l – 5045 mg/l menjadi 91,25 mg/l – 173 mg/l setelah diolah dengan Oil Skimmer, dengan rata-rata tingkat efektivitas mencapai 58,5 % - 97%. Hasil analisa statistik dengan uji  t – berpasangan (α 0,05) didapatkan nilai t yaitu 0,004 ≤ 0,05 hal ini menunjukkan bahwa kandungan minyak sebelum diolah dengan Oil Skimmer memiliki perbedaan yang signifikan dengan kandungan minyak setelah diolah dengan Oil Skimmer. Kata Kunci  : Cemaran Minyak, Oil Skimmer, Oil Water Separator, Efektivitas, Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari.ABSTRACT Tegalsari fishing port is located in Tegal, Central Java. This port has an area of 16.3 hectares, with its harbor swimming area is 32,400 m2 = 3.24 hectares and can accommodate up to 124 units of fishing vessels with a size of 5-30 GT. The condition of the ship that does not comply with the standards that have been set, the main cause of the influx of waste oils into waters, thus requiring special handling to cope with the level of contamination of waste oil. The need for water treatment as a means to reduce the burden of pollutants in water by using Oil Skimmer. This study aims to determine the oil content at the moment before it is processed and after treatment by the Oil Skimmer, and to investigate the effectiveness of the use of Oil Skimmer. This research was conducted in September 2016 in PPP Tegalsari, Tegal. The method used is a method in observational studies with direct observation in the location and sampling with purposive technique sampling and laboratory testing to analyze the content of oils and fats by gravimetric method in accordance with SNI 06-6989.10-2004. Data were analyzed using t tests - Pairwise to determine whether there are differences in oil content before and after treatment by the Oil Skimmer. The results showed that the Oil Skimmer is able to reduce the oil content in the polluted waters of Oil Skimmer before it is processed with an average ranging between 549 mg / l - 5045 mg / l to 91.25 mg / l - 173 mg / l after treatment by Oil Skimmer , with an average effectiveness rate was 58.5% - 97%. Statistical analysis by t test - pairs (α 0.05) were obtained, namely 0,004 t value ≤ 0.05 it indicates that the oil content before it is processed by the Oil Skimmer has significant differences with oil content after treatment by Oil Skimmer. Keywords:               Oil Pollution, Oil Skimmer, Oil Water Separator, Effectiveness, Tegalsari Port Fishery. 
SEBARAN SPASIAL LOGAM BERAT Pb DAN Cd PADA KOLOM AIR DAN SEDIMEN DI PERAIRAN MUARA CISADANE, BANTEN (Spatial Distribution of Heavy Metals Pb and Cd in Column Water And Sediments in the Waters of Cisadane Estuary, Banten) Novananda Nadia; Siti Rudiyanti; Haeruddin Haeruddin
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 4 (2017): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1317.456 KB) | DOI: 10.14710/marj.v6i4.21336

Abstract

Sungai Cisadane memiliki fungsi penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lain disekitarnya. Berbagai jenis aktivitas manusia mulai dari pertanian, perikanan, pemukiman, pariwisata, perkebunan, transportasi hingga berbagai aktivitas industri terjadi di sepanjang Sungai Cisadane. Berbagai aktivitas tersebut menyebabkan penurunan kualitas air Sungai Cisadane setiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi serta sebaran spasial logam berat Pb dan Cd pada kolom air dan sedimen di perairan muara Cisadane, Tangerang, Banten. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 1 kali yaitu pada tanggal 15 Januari 2017, sampel yang diambil berupa air dan sedimen, dan pengukuran parameter fisika kimia perairan. Pengambilan sampel dilakukan di 9 stasiun pengamatan yang ditentukan berdasarkan adanya aktivitas industri disekitar perairan tersebut. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan metode sampling menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran logam berat Pb dan Cd mengacu pada metode SNI dengan spektrofotometer AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). Hasil pengukuran konsentrasi logam berat Pb pada kolom air yaitu berkisar antara <0,001 hingga <0,01 mg/l dan konsentrasi logam berat Cd pada kolom air yaitu <0,002 mg/l. Sedangkan konsentrasi logam berat Pb pada sedimen berkisar antara <0,01 hingga 52,8040 mg/kg dan konsentrasi logam berat Cd pada sedimen yaitu <0,002 mg/kg. Apabila dilihat dari gambaran sebaran spasial logam berat Pb dan Cd di air dan sedimen, dapat disimpulkan bahwa logam berat Pb dan Cd di perairan muara Cisadane tersebar di seluruh stasiun penelitian, tetapi masih tergolong rendah konsentrasinya dan sebagian besar masih berada di bawah baku mutu yang telah ditetapkan.  The Cisadane River has an important function for human life and other living things around it. Various types of human activities from agriculture, fisheries, settlements, tourism, plantations, transportation to various industrial activities occur along the Cisadane River. These activities has caused the decrease in the water quality of the Cisadane River each year. The purpose of this research is to know the concentration and spatial distribution of heavy metals Pb and Cd on water column and sediment in the waters of Cisadane estuary, Tangerang, Banten. Sampling was conducted once on January 15, 2017, samples taken in the form of water and sediment, and measurement of water chemistry physics parameters. Sampling was conducted at 9 observation stations determined based on the existence of industrial activity around the waters. The method used is descriptive method of sampling method using purposive sampling technique. Measurements of heavy metals Pb and Cd referring to the ISO method with a spectrophotometer AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). The result of measurement of heavy metal concentration of Pb in the water column is between <0,001 to <0,01 mg/l and concentration of heavy metal Cd in water column that is <0,002 mg/l. While concentrations of Pb heavy metals in sediments ranged from <0.01 to 52.8040 mg/kg and concentrations of heavy metal Cd in sediments ie <0.002 mg/kg. When viewed from the description of the spatial distribution of heavy metals of Pb and Cd in water and sediment, it can be concluded that there are heavy metals of Pb and Cd in the waters of Cisadane estuary scattered throughout the research station, but still relatively low concentration and most are still below the standard which has been set.
KEBIASAAN MAKANAN DAN LUAS RELUNG IKAN RED DEVIL (Amphilophus labiatus) DI PERAIRAN WADUK JATIBARANG, SEMARANG Afifatul Isroliyah; Anhar Solichin; Siti Rudiyanti
Jurnal Pasir Laut Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2021.35190

Abstract

Waduk Jatibarang dimanfaatkan sebagai daerah pengendali banjir, daerah pariwisata dan konservasi ikan air tawar. Jenis ikan yang terdapat di Waduk Jatibarang antara lain ikan Nila, Grass Carp, Gabus, Bader/Tawes, Bandeng, dan Red Devil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makanan ikan Red Devil (Amphilophus labiatus), sehingga dapat dijadikan rujukan pengelolaan di Waduk Jatibarang agar populasi ikan tetap terjaga kelestarianya. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel ikan Red Devil (Amphilophus labiatus) di perairan Waduk Jatibarang dengan menggunakan alat tangkap Buttom Gillnet, Surface Gillnet, dan alat tangkap pancing. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 2 kali yaitu pada bulan Juli dan bulan November 2020. Perairan Waduk Jatibarang memiliki total  kelimpahan plankton sebesar 4360 ind/L dengan kelimpahan terbanyak pada kelas Chlorophyceae dengan nilai kelimpahan sebesar 1780 ind/L dan persentase 40,83%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Chlorophycea merupakan makanan utama bagi ikan Red Devil dimana nilai IP adalah 65,01%, sedangkan kelas Cyanopyceae dan Bacillariophyceae adalah makanan pelengkap, dan kelas Coscinodiscophyceae, Dinophyceae, Euglenoidea, Fragilariophyceae, Mediophyceae, Zygnematophyceae, serta Zooplankton merupakan makanan tambahan. Berdasarkan hasil indeks pilihan makanan diketahui bahwa ikan Red Devil memilih makanan dari kelas Chlorophycea,  Coscinodiscophyceae, Cyanopyceae, dan Zygnematophyceae. Luas relung ikan tawes adalah 2.038 dengan Pi terbesar berasal dari plankton Chlorophyceae sebesar 0,061 sedangkan Pi terkecil dari kelas Mediophyceae yang bernilai 0.
Exploration of Antimicrobial Potency of Mangrove Symbiont Against Multi-Drug Resistant Bacteria Delianis Pringgenies; Wilis Ari Setyati; Ali Djunaedi; Rini Pramesti; Siti Rudiyanti; Dafit Ariyanto
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 13 No. 2 (2021): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v13i2.26199

Abstract

Highlight ResearchAntimicrobial potential against the test microbesRhizhopora mucronata isolate showed 95% homology with Bacillus subtilis, and 97% homology with Bacillus oceanisediminis,Acanthus ilicifolius isolate showed 96% homology with Paracoccus caeni, and 89% homology with Bacillus circulans. The study found 4 isolates with antimicrobial potency against MDR pathogenic microbes.The symbiont microbes taken from Rhizophora mucronata and Acanthus ilicifolius were determined to be of the genus Bacillus and Paracoccus AbstractAntimicrobial property of mangrove symbiont have the ability to fight Multi Drug Resistant bacteria which were Staphylococcus aureus, Escherichia coli, and Vibrio haryeyi. This study aimed to determine the potential of symbiont microbes from the root of Rhizopora mucronata and Acanthus iilicifolius as antimicrobial agents against multi-drug resistant (MDR) pathogenic microbes. This research was conducted during July to November 2020. The MDR bacteria were S. aureus, E. coli, and V. harveyi MDR test microbes. The symbiont microbes were identified through molecular analyses (PCR 16S rDNA). Isolation of symbiont microbes from R. mucronata resulted in 16 isolates, while isolation from A. iilicifolius resulted in 14 isolates. Based on the antimicrobial qualitative test against S. aureus, 8 out of 16 microbial isolates from R. mucronata were found to show antimicrobial properties. The testing of A. ilicifolius symbiont microbes against S. aureus showed 8 out of 14 isolates with antimicrobial properties. The test against E. coli resulted in 2 out of 16 microbial isolates from R. mucronata and 5 out of 14 isolates from A. ilicifolius with antimicrobial properties. The test against V. harveyi resulted in two out of 16 microbial isolates from R.mucronata and 4 out of 14 isolates from A. ilicifolius with antimicrobial properties. The quantitative test found 2 isolates from R. mucronta, namely isolates RM10 and RM12, with antimicrobial properties against MDR strain E. coli, with the best isolate being RM10, which produced 11.22 mm of inhibition zone diameter. Furthermore, the selection of isolates was based on the size of the inhibition zone, the clearness of the inhibition zone and the potential for antibacterial activity. Based on their overall antimicrobial potential against the test microbes, four isolates were selected.  Molecular analyses of RM12 isolate showed 95% homology with Bacillus subtilis, of RM 10 isolate showed 97% homology with Bacillus oceanisediminis, of AC isolate showed 96% homology with Paracoccus caeni, and of AC 5 isolate showed 89% homology with Bacillus circulans. The study found four isolates with antimicrobial potency against MDR pathogenic microbes. The symbiont microbes taken from R. mucronata and A. ilicifolius were determined to be of the genus Bacillus and Paracoccus. 
Biokonsentrasi Dan Kelayakan Konsumsi Mingguan Logam Berat Tembaga (Cu) Pada Kerang Hijau (Perna viridis) di Perairan Morosari, Demak Rahmadhati, Kharisma Yulia; Rudiyanti, Siti; Sabdaningsih, Aninditia
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 1 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i1.30775

Abstract

Perairan Morosari menjadi lintasan pembuangan limbah dari kawasan industri sepanjang Jl. Raya Semarang-Demak yang diduga berpotensi tercemar logam berat. Kerang hijau (Perna.viridis) merupakan salah satu produk perikanan bernilai ekonomis tinggi, apabila biota tersebut mengakumulasi logam berat secara berlebihan dapat membahayakan manusia. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2020 di Perairan Morosari, Demak bertujuan untuk mengetahui konsentrasi logam berat Cu pada air dan kerang hijau, mengetahui perbedaan dan hubungan konsentrasi Cu pada air dengan P.viridis, serta mengetahui nilai BCF (Bioconcentration Factor) dan MTI (Maximum Tolerable Intake). Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Analisis logam berat menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi Cu pada air berkisar <0,002 – 0,007 mg/L, sementara pada P. viridis berkisar 0,062 – 0,145 mg/kg. Konsentrasi tersebut masih di bawah baku mutu berdasarkan KepMen LH No. 51 Tahun 2004 dan Direktorat POM No. 03725/B/SK/VII/89. Terdapat perbedaan konsentrasi Cu pada air dengan P.viridis, Sig. (0,000) < 0,05. Hubungan konsentrasi Cu pada air dengan P.viridis menunjukkan hubungan yang kuat, R sebesar 0,696. Tingkat akumulasi Cu pada P.viridis berdasarkan hasil perhitungan BCF termasuk kategori akumulatif rendah. Kelayakan konsumsi mingguan untuk individu dengan berat badan 60 kg diperoleh nilai MTI rata-rata sebesar 2,348 kg/minggu.
STATUS PENCEMARAN SUNGAI ELO KABUPATEN MAGELANG BERDASARKAN VARIABEL TSS, BOD, DAN AMONIA: POLLUTION STATUS IN ELO RIVERS MAGELANG REGENCY BASED ON VARIABELS TSS, BOD, AND AMONIA Salsabila, Ananda Tania; Rudiyanti, Siti; Jati, Oktavianto Eko
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 7 No. 2 (2023): JFMR on August
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2023.007.02.4

Abstract

Sungai Elo yang terletak di Kabupaten Magelang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan seperti pengairan sawah dan rekreasi. Sungai Elo telah mengalami pencemaran akibat limbah pertanian, pemukiman, dan industri. Perlu dilakukan analisis kualitas air untuk mengetahui status pencemarannya dan memberikan rekomendasi guna memperbaiki kualitas air Sungai Elo. Penelitian dilakukan pada Januari 2022. Tujuan penelitian untuk mengetahui konsentrasi kualitas air yang diukur, mengetahui status pencemaran sungai melalui analisis indeks pencemaran, dan mengetahui hubungan melalui korelasi pearson terhadap variabel TSS, BOD, dan amonia. Metode penelitian menggunakan metode survey. Penentuan lokasi sampling terdiri atas tiga stasiun yang dekat area pertanian, pemukiman, dan industri. Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling. Penentuan tingkat pencemaran dilakukan melalui analisis indeks pencemaran (IP) serta uji korelasi. Hasil penelitian variabel yang diuji telah memenuhi baku mutu air kelas 2 berdasarkan PP. No. 22 Tahun 2021 kecuali variabel BOD. Hasil analisis indeks pencemaran stasiun 1 hingga 3 berturut-turut sebesar 1.16, 1.85, dan 1.00 termasuk kategori tercemar ringan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variabel kunci yang memberikan kontribusi terjadinya pencemaran adalah BOD. Variabel yang telah diuji tidak memiliki hubungan yang signifikan namun memiliki hubungan lemah hingga sangat kuat berdasarkan kategori nilai pearson correlation.   Elo River is located in Magelang Regency. Elo River is used for human life and has been polluted due to agricultural, residential, and industrial waste, so that necessary to analyze the level of pollution and recommendations to improve the water quality of Elo Rivers. The study was conducted in January 2022. The purpose of this study is to determine the concentration of main and supporting water quality variables, determine the status of river pollution based on TSS, BOD, and ammonia throught pollution index, and determine the relationship between variables TSS, BOD, and ammonia. The research method is by survey methods. Determination of the sampling location consists of three stations adjacent to agricultural, residential, and industrial areas. The sampling method is purposive sampling. Sampling data collection is a spatial method. Measurement of water quality is carried out by measuring main variables and supporting variables. The results of this study that each variable meets the quality standard class 2 PP No. 22 Tahun 2021 except BOD. The results of the pollution index for station 1 to station 3 were 1.16, 1.85, and 1.00 and included in lightly polluted. Based on the result, they concluded that the variable causes pollution is BOD. The variables don’t have a significant relationship but have a weak to very strong relationship based on the pearson correlation category.
Valuasi Ekonomi Objek Wisata Pantai Bandengan Jepara Menggunakan Metode Travel Cost Method Siahaan, Debora Ernika; Saputra, Suradi Wijaya; Rudiyanti, Siti
Jurnal Pasir Laut Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2023.53071

Abstract

Pantai Bandengan merupakan salah satu objek wisata yang terletak di Desa Bandengan, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Potensi daya tarik pantai ini terdiri dari atraksi alam dan atraksi wahana.Tujuan penelitian adalah mengetahui potensi, karateristik dan nilai ekonomi wisata Pantai Bandengan. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2022 di Pantai Bandengan Jepara. Pengumpulan data melalui wawancara terhadap 100 responden wisatawan dan pengelola pantai dengan menggunakan metode survei. Valuasi ekonomi dilakukan menggunakan pendekatan biaya perjalanan atau Travel Cost Method. Pantai Bandengan memiliki objek daya tarik wisata yang termasuk kedalam kategori sangat baik, dengan fasilitas wisata yang memadai dan pelayanan pengelolaan objek wisata yang termasuk kedalam kategori baik. Karateristik wisatawan yang berkunjung ke Pantai Bandengan didominasi oleh pelajar, berjenis kelamin perempuan, sebagai kunjungan pertama bersama keluarga dan teman dengan tujuan liburan. Selama penelitian, responden yang berkunjung berasal dari wilayah Jawa Tengah. Nilai ekonomi Pantai Bandengan sebesar Rp.4.815.293.698,-/tahun, dengan rata-rata biaya perjalanan individu sebesar Rp.203.057,-/kunjungan.
Analisis Morfometri dan Meristik Rajungan (Portunus pelagicus Linnaeus, 1758) di Perairan Utara Jepara Nailirohmah, Ulya Melly; Sabdaningsih, Aninditia; Rudiyanti, Siti
Jurnal Pasir Laut Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2024.61751

Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi dan nilai jual yang cukup tinggi. Hal tersebut menyebabkan permintaan pasar spesies P. pelagicus menjadi tinggi dan meningkatkan intensitas penangkapan yang berakibat terganggunya keinginan spesies ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfologi dan meristik P. pelagicus dari Perairan Utara Jepara, dan mengetahui perbedaan morfometri rajungan pada periode waktu dan jenis kelamin yang berbeda. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai September 2022 di Perairan Utara Jepara, Jawa Tengah. Pengambilan sampel menggunakan metode sistematik random sampling. Jumlah sampel rajungan yang diambil pada bulan Agustus dan September sebanyak 10 ekor dari jumlah sampel 36 ekor. Analisis data morfometri pada periode waktu dan jenis kelamin menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil dari penelitian diketahui rajungan yang ada di Perairan Utara Jepara memiliki warna karapas hitam kebiruan dengan bentuk tubuh ramping. Hasil data meristik memiliki ICW antara 9,5 cm hingga 12,5 cm. Sedangkan, hasil ACL adalah A.IX. 5,4 cm - 6 cm. Duri FRMW memiliki jumlah IV duri. Duri anterolateral sebelah kanan dan kiri memiliki jumlah IX duri. P. pelagicus yang ditangkap di Perairan Utara Jepara memiliki perbedaan ukuran morfometri pada bulan September memiliki ukuran yang lebih besar dan P. pelagicus betina cenderung memiliki ukuran yang lebih besar.
Co-Authors 'Ain, Churun - Revika, - A'in, Churun Abdul Ghofar Adi, Micael Tri Anggoro Adriani, Arina Afifatul Isroliyah Afifatul Isroliyah agung Suryanto Agus Hartoko Alfizhari, Ananda Erza Putra Ali Djunaedi Amalo, Nancy Marcelina Reinatha Anhar Solichin Aninditia Sabdaningsih Aprilia Kukuh Dwijayati, Aprilia Kukuh Aqil Mushthofa Arif Aji Nugroho Arif Rahman Asih, Dilia Puspita Astri Diana Ekasari Aulia, Namira Aurumitha, Fatikhasiwi Nur Awita, Rida Azzahra, Rizqina Nafa Nur A’in, Churun ‘Ishmah, Amalina Zata Bambang Sulardiono Boedi Hendrarto Brenda Sabrina Marsha Putri Churun Ain Churun Ain Churun Ain Churun Ain Churun Ain Churun A’in Dafit Ariyanto Delianis Pringgenies Devi Asmiyatna Sari Deviana, Desi Avinda Dewi, Kartika Puspita Dewi, Mayda Anggita Dewi, Prasasti Anugrahini Dian Tri Pramesti Dian Wijayanto Djoko Suprapto Dominig, Amryta Dwi Banu Purnomo Dyah Prajna Swayati, Dyah Prajna Elok Faiqoh Faizin, Khabib Ahsanul Fajar Sidik Pamungkas Febrianto, Sigit Febrilia, Anggita Yohana Fian Anggrita Prabandini FITRIYAH, AINUN Frida Purwanti Fristiwi Silvi Melinda Gozion, Akwila Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Halimatus Sa’diyah Hanifah, Nisrina Nurfitria Harjanto, Wirawan Harry Saxena Saragih Helmi Ardi, Helmi Henny Liestiana, Henny Herda Mustika Sari, Herda Mustika Herimawan M.F. Ika Rianita Azizah, Ika Rianita Ikhsan, Muhammad Khoirul Isna Yunita Rahmawati Isnanda, Angghardian Kafin Aulia Mayagitha Kartika Putri Kusumaatmaja, Kartika Putri Kukuh Prakoso, Kukuh Lestari, Abid Lubis, Denisya Alyifiya Gusfa Mahaka, Titan Yuri Mardani, Arif Marsaoly, Micail Max Rudolf Muskananfola Max Rudolf Muskanonfola Mei Larasati Meina Siska Prihatin, Meina Siska Menur Rumanti Mohammad Gilang Nur Fajar, Mohammad Gilang Nur Muhammad Dwi Hudoyo Swarto Mustofa Nitisupardjo Nailirohmah, Ulya Melly Nela Sukmawati Nilna Almuna Rizqi Niniek Widyorini Norma Afiati Novananda Nadia Oktavianto Eko Jati Panjaitan, Theresia Pintya Dwanita Ayu Pratesthi, Pintya Dwanita Ayu Prasasti Nusa Pertiwi Nur Fatimah Prijadi Soedarsono Pujiono Wahyu Purnomo Purba, Raymond Doresmas Puspitaningtyas, Indrie Hapsari Putri Dellia Mukhtar, Putri Dellia Putri, Nanda Bunga Sukma Wijaya Rahma, Dwi Aprilia Rahmadhati, Kharisma Yulia Rahmawan, Dimas Yoga Rajib Jaka Dwinta Chandra Rendra Rini Rismatul Chusna Rina Mariana Rini Pramesti Riska Apriliana Salsabila, Ananda Tania Saputro, Danang Adi Sari, Dita Yuliana Setiaji Nugroho Siahaan, Debora Ernika Sinulingga, Hiskia Arapenta Siraj, Ahmad Zhafran Sonia Wulan, Sonia Subiyanto Subiyanto Sulistiyani, Heni Supriharyono Supriharyono Suradi Wijaya Saputra Suryanti Suryanti - Suryanti Suryanti Susi Sumartini Sutrisno Anggoro Sutrisno Anggoro Suwandana, Achmad Fuad Taufani, Wiwiet Teguh Tiara Esha Kinanti Triantoro, Dian Dwi Untung Ismoyo Utami, Sri Aulia Ramaddini Wilis Ari Setyati Wiwiet Teguh Taufani Zevriawan, Aldhimas Bagus