Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Inovasi Bubur Instan Superfood Kombinasi Tepung Biji Nangka dan Labu Kuning guna Mendukung Tumbuh Kembang Optimal Balita Cegah Stunting Maulida Hasanah; Damaris Nia Daniati Sormin; Putri Ananda; Dina Febriani; Fenina Nekita Tambunan; Erni Rukmana; Risti Rosmiati
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v11i2.654

Abstract

Stunting adalah salah satu masalah gizi kronis yang dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif pada anak, terutama pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Salah satu cara pencegahan stunting yaitu melalui penyediaan pangan pendamping balita yang bernilai gizi tinggi, mudah dikonsumsi, dan memanfaatkan pangan berbasis local yang mempunyai potensi gizi namun pemanfaatannya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi bubur instan dengan bahan utama biji nangka dan labu kuning sebagai alternatif pangan fungsional untuk mendukung tumbuh kembang optimal balita dan mencegah stunting, serta menganalisis daya terima dan kandungan gizinya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan tahapan pembuatan tepung biji nangka dan labu kuning, formulasi bubur instan, analisis kandungan gizi secara proksimat, serta uji organoleptik dengan 31 panelis tak terlatih. Kemudian dilakukan analisis proksimat dan uji organoleptik guna melihat nilai gizi dan menilai daya terima pada produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula dengan proporsi tepung biji nangka 20% dan labu kuning 80% memiliki tingkat penerimaan tertinggi, dengan warna 86,13%, aroma 78,34%, rasa 81,39% dan tekstur 74,18%. Analisis proksimat menunjukkan kadar protein 8,89 g dan serat 4,94 g yang memenuhi standar SNI MP-ASI bubur instan. Kadar air sebesar 25,75%, kadar lemak 1,30% dan karbohidrat 58,96%. Produk bubur instan yang dihasilkan memiliki kualitas gizi yang baik serta tingkat penerimaan panelis yang memuaskan. Pemanfaatan biji nangka sebagai bahan pangan lokal bernilai gizi juga menunjukkan potensi dalam mengurangi limbah pangan dan meningkatkan nilai tambah pangan lokal. Kesimpulannya bubur instan berbahan biji nangka dan labu kuning berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional berbasis lokal guna mendukung pemenuhan gizi balita dalam upaya pencegahan stunting.
The Effect of Giving Sweet Orange Juice (Citrus sinensis) on The Fatigue Level of Football Athletes Faqilah Fadiyah Fatah; Erni Rukmana; Esi Emilia; Hardi Firmansyah; Risti Rosmiati
Sport and Nutrition Journal Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/t30e7h22

Abstract

Background: Football is a sport that combines aerobic and anaerobic endurance during training and matches. Physical fitness can support blood circulation function and heart work and increase muscle strength, speed, agility, and explosiveness. Muscle fatigue can be affected by various internal and external factors, including physiological, nutritional, exercise, psychological, environmental, and health factors. One of the nutritional factors that can affect muscle fatigue is micronutrients such as potassium. Potassium and vitamin C deficiency can lead to muscle weakness and fatigue. Objective: The purpose of this study is to determine the difference in the effect of giving isotonic drinks and sweet orange juice on the fatigue level of North Sumatra PPLP football athletes. Method: The research design is true experimental, with the post-test only with a control group design. The subjects consisted of 24 athletes who were selected using systematic random sampling. The level of fatigue is known through the RAST test. Bivariate analysis uses an independent sample t-test to determine the difference in influence between each variable. Results: As a result of this study, there was a significant difference in fatigue levels in the two groups. The average fatigue level value in the treatment group was 4.61±1.42, while the control group was 6.62±2.33 or the Sig. p<0.05 value was p = 0.01. Conclusion: This showed a significant difference in the mean level of athlete fatigue between the treatment group and the control group.
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA YOGHURT NABATI DENGAN PENAMBAHAN PUREE BUAH NIPAH (Nypa fruticans) Zuhair Abdullah; Caca Pratiwi; Esi Emilia; Risti Rosmiati; Erni Rukmana
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v14i1.1197

Abstract

Plant-based yogurt made from coconut milk has potential as an alternative to dairy yogurt for individuals with lactose intolerance while promoting the utilization of local food resources. This study aimed to evaluate the physicochemical, microbiological, and antioxidant characteristics of coconut milk yogurt supplemented with nipa palm fruit (Nypa fruticans) puree. An experimental study was conducted using a Completely Randomized Design with three puree concentrations (20%, 25%, and 30%). Parameters analyzed included fat content, non-fat solids, protein, ash content, pH, titratable acidity, viscosity, Total Plate Count (TPC), and antioxidant activity using the DPPH method. Data were analyzed using one-way ANOVA followed by Duncan’s New Multiple Range Test at a 5% significance level. The addition of nipa palm fruit puree did not significantly affect fat, non-fat solids, protein, ash, pH, or acidity, but significantly influenced viscosity, TPC, and antioxidant activity. Increasing puree concentration tended to enhance viscosity and antioxidant activity; however, TPC values did not meet the national yogurt standard. Coconut milk yogurt enriched with nipa palm fruit puree shows potential as a functional food product based on local ingredients.
Hubungan Status Imunisasi dan Kesehatan dengan Status Gizi pada Balita di Kelurahan Titi Papan Kota Medan Muhammmad Edwin Fransiari; Erni Rukmana; Tyas Permatasari; Yatty D. Sandy
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 3 No. 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v3i2.48887

Abstract

Di Indonesia salah satu masalah kesehatan yang sedang hadapi saat ini merupakan masalah status gizi pada balita. Kementerian Kesehatan Republik Indonsia melalui Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 memberikan gambaran status gizi balita (stunting, wasting, underweight, Overweight) menyatakan bahwa nilai stunting 21,6 %, nilai wasting 7,7%, nilai underweight 17,1% dan nilai overweight 3,5%. Anak yang tidak divaksinasi tidak memiliki kekebalan terhadap penyakit menular, sehingga anak menjadi sakit, dan hal ini dapat menyebabkan penurunan status gizi anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status imunisasi dan kesehatan dengan status gizi pada balita di kelurahan Titi Papan Kota Medan. Jenis dan desain penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan desain potong lintang. Penelitian dilaksanakan di bulan Juli 2022 di Kelurahan Titi Papa Kota Medan. Populasi dari penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 12-60 bulan di Kelurahan Titi Papan Kota Medan. Subjek penelitian diambil secara purposive sampling dengan jumlah 92 balita. Analis data menggunakan chi-square dengan taraf signifikasin p = 0,05. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan status imunisasi dan kesehatan dengan status gizi. Imunisasi yang tidak lengkap dapat menyebabkan status gizi kurang pada balita. Ada faktor lain yang harus diperhatikan dari penyebab status gizi kurang pada Balita yaitu asupan gizi yang tidak seimbang dan penyakit infeksi.