Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Hubungan Night Time Eating dan Asupan Lemak Dengan Kejadian Gizi Lebih Pada Mahasiswa di Kota Medan: The Association Between Night Time Eating, Fat Intake, and The Incidence of Overweight Among University Students in Medan City Sandy, Yatty; Rukmana, Erni; Damanik, Kanaya Yori; Pratiwi, Caca
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 3SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 4th Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i3SP.2024.141-150

Abstract

Background: University students are the age group of late adolescents who are still undergoing growth and development. Growth and development must be supported by balanced nutritional intake and healthy eating habits. Currently, an emerging trend is that numerous campus activities and academic demands often lead students to develop nighttime eating habits, typically involving high-fat foods, outside of regular mealtimes. Objectives: To determine the relationship between nighttime eating, fat intake, and the incidence of overweight among college students. Methods: The research design was cross-sectional, with purposive sampling technique. A total of 106 students, aged 19-23 years, participated in this study. The instruments used included the Night Eating Diagnostic Questionnaire (NEDQ) to assess night eating habits, a 24-hour food recall questionnaire to estimate fat intake, weight scales and microtoice to calculate Body Mass Index and determine nutritional status. Data analysis was conducted using chi-square and logistic regression. Results: There was a relationship between night time eating and the incidence of overnutrition (p-value = 0.040). There was also a significant relationship between fat intake and the incidence of overweight (p-value = 0.005) among college students. The results further indicate that adolescents with nighttime eating are 3.785 times more likely to being overweight. Additionally, adolescents with high fat intake are 3,814 times more likely to be overnourished. Conclusions: Eating habits and nutritional intake are crucial to create healthy and productive adolescents.
Hubungan Persepsi Citra Tubuh dengan Gangguan Makan pada Remaja Putri: Studi Pendekatan Cross Sectional andini, Anggi; Mutiara, Erli; Ingtyas, Fatma Tresno; Sandy, Yatty Destani; Rukmana, Erni
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v6i1.4590

Abstract

Gangguan makan (Eating Disorder) merupakan gangguan psikologis dan medis yang mengakibatkan kelainan pada tingkah laku pola makan individu untuk mengontrol berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi citra tubuh dengan gangguan makan pada remaja putri di Sekolah Menengah Atas Dharmawangsa Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif Waktu penelitian bulan Maret-Mei 2024. Populasi penelitian ini adalah remaja putri kelas X, XI, XII dengan jumlah 389 responden. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling sehingga diperoleh sebanyak 84 responden. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuisioner Body Shape Questionnaire-8C (BSQ-8C) untuk mengukur persepsi citra tubuh. Kuesioner Eating Disorder Diagnostic Scale (EDDS) untuk mengukur Gangguan Makan. Analisis data menggunakan korelasi rank spearman. Hasil penelitian ini diperoleh 71.40% remaja putri memiliki persepsi citra tubuh negatif. Sebanyak 81% remaja putri mengalami gangguan makan. Hasil uji korelasi rank spearman diperoleh nilai p value sebesar 0,000 < 0,05 artinya semakin tidak puas remaja putri terhadap citra tubuhnya, maka semakin sering remaja putri mengalami gangguan makan. Kesimpulannya terdapat hubungan yang signikan antara persepsi citra tubuh dengan gangguan makan pada remaja putri di SMA Dharmawangsa Kota Medan.
Edukasi Gizi Seimbang pada Siswa SMA Swasta Alwashliyah 1 Kota Medan Rukmana, Erni; Yatty Destani Sandy; Kanaya Yori Damanik; Nindya Ayu Pristanti; Muhammad Edwin Fransiari
Jurnal Dedikasia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/dedikasia.v4i2.8691

Abstract

The importance of knowledge about balanced nutrition is increasing among adolescents, because adolescence is a critical phase for forming a healthy diet that will later have an impact on long-term health. However, the low understanding of the principles of balanced nutrition guidelines is still a challenge among adolescents. This community service activity aims to improve knowledge of balanced nutrition among adolescents at Alwashliyah 1 Private High School, Medan City. The method used is lectures and discussions, involving 30 adolescents at Alwashliyah 1 Private High School, Medan City, carried out in June-July 2024. The stages of the activity include preparation, implementation, and evaluation. Data were analyzed descriptively to see age and gender and tested using a paired t-test to assess differences in knowledge before and after nutrition education. The results showed a significant increase in knowledge of balanced nutrition after the intervention (p <0.05). The conclusion of this community service activity shows that balanced nutrition education through lecture and discussion methods is effective in improving adolescent knowledge about balanced nutrition. Pentingnya pengetahuan tentang gizi seimbang semakin meningkat di kalangan remaja, karena masa remaja merupakan fase kritis untuk membentuk pola makan sehat yang nantinya berdampak pada kesehatan jangka panjang. Namun, rendahnya pemahaman tentang prinsip pedoman gizi seimbang masih menjadi tantangan di kalangan remaja. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi seimbang pada remaja di SMA Swasta Alwashliyah 1 Kota Medan. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi, melibatkan 30 remaja di SMA Swasta Alwashliyah 1 Kota Medan, dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2024. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat usia dan jenis kelamin dan diuji menggunakan paired t-test untuk menilai perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah pendidikan gizi. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pengetahuan gizi seimbang setelah intervensi (p<0,05). Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pendidikan gizi seimbang melalui metode ceramah dan diskusi efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai gizi seimbang.
Pendampingan Penilaian Status Gizi Balita bagi Kader Posyandu di Wilayah Kerja Poskesdes Desa Bandar Setia Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Rosmiati, Risti; Firmansyah, Hardi; Rukmana, Erni; Sandy, Yatty Destani; Fransiari, Muhammad Edwin; Emilia, Esi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.12462

Abstract

ABSTRAK Proses penilaian status gizi yang dilakukan oleh kader di posyandu dapat menjadi sumber data awal dalam mengidentifikasi masalah gizi pada balita khususnya stunting. Pengukuran panjang atau tinggi badan di posyandu di wilayah kerja Poskesdes Bandar Setia masih menggunakan alat metline yang kurang cocok untuk melakukan pengukuran panjang atau tinggi badan. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader terkait penilaian status gizi balita dan interpretasinya. Tim pengabdian memberikan pendampingan mengenai cara melakukan penilaian status gizi yang tepat beserta interpretasinya terutama untuk mengukur panjang atau tinggi badan dalam menentukan stunting atau tidaknya balita yang diukur. Selain itu, tim pengabdian memberikan alat pengukur tinggi badan dan lingkar kepala untuk melengkapi alat pengukuran status gizi yang sudah tersedia di posyandu. Setelah mengikuti kegiatan pendampingan tersebut, pengetahuan dan keterampilan kader terkait cara penilaian status gizi meningkat. Harapannya setelah dibekali cara penilaian dan pelaporan status gizi balita, para kader dapat membantu mengidentifikasi baduta yang berisiko mengalami stunting di posyandu masing-masing untuk diberikan intervensi pencegahan stunting. Pengetahuan dan keterampilan kader terkait penilaian status gizi balita dan interpretasinya meningkat. Lebih lanjut kegiatan ini diharapkan dapat membantu program pemerintah dalam menurunkan prevalensi stunting di Indonesia, khususnya di Desa Bandar Setia. Kata Kunci: Balita, Kader Posyandu, Stunting  ABSTRACT The nutritional assessment by cadres in Posyandu might provide preliminary information for identifying nutritional problems in under-five children, particularly stunting. Measurement of length or height at the posyandu in the Bandar Setia Poskesdes working area still uses a tape measure which is unsuitable for measuring length or height. Improve the knowledge and skills of cadres related to the nutritional assessment of under-five children and their interpretation. The team provided assistance on how to conduct a proper nutritional assessment and its interpretation, especially for measuring length or height in determining whether or not the measured toddler is stunted. In addition, the team provided height and head circumference measuring devices to complement the nutritional status measurement tools already available at the posyandu. After participating in the mentoring activities, the cadres' knowledge and skills related to nutritional assessment increased. It is anticipated that after learning how to assess and report the nutritional status of toddlers, cadres can help identify under-fives at risk of stunting in their respective posyandu to be given stunting prevention interventions. The cadres' knowledge and skills related to the assessment of the nutritional status of children under five and its interpretation increased. Furthermore, this activity is expected to help government programs in reducing the prevalence of stunting in Indonesia, especially in Bandar Setia Village. Keywords: Children, Posyandu, Stunting
Penilaian Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Gizi Seimbang, serta Status Gizi pada Remaja di Daerah Rural: Penilaian Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Gizi Seimbang serta Status Gizi pada Remaja di Sekolah Menengah Atas (SMA) Yayasan Bandung, Kabupaten Deli Serdang Rukmana, Erni; Fransiari, Muhammad Edwin; Damanik, Kanaya Yori; Nurfazriah, Latifah Rahman
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 2SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 3rd Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i2SP.2023.178-183

Abstract

Background: Malnutrition during adolescence can slow growth and delay puberty. Adequate nutritional knowledge, attitudes, and behavior among adolescents are crucial to prevent health issues that can continue into adulthood. Objectives: To assess the knowledge, attitudes, and behaviors related to balanced nutrition and nutritional status among adolescents at the Yayasan Bandung Senior High School, Deli Serdang Regency. Methods: The research design used was a cross-sectional design with a total of 80 adolescents aged 14 to 18 years at the Yayasan Bandung Senior High School, Deli Serdang Regency. The subject taking technique was stratified random sampling. Knowledge, attitudes, and behaviors of balanced nutrition were obtained through questionnaires. Height and weight data were analyzed using WHO Anthro Plus to determine the Z-score of Body Mass Index according to age. Data analysis used the Spearman test to determine the relationship between variables. Results: Most adolescents had good nutritional status, namely 68.8%, while the percentage of overnutrition and obesity was 18.8% and undernutrition was 12.5%. Adolescents have a high level of knowledge of balanced nutrition of 20 adolescents (25%). Balanced nutrition attitudes were categorized as high, namely 43 adolescents (53.8%), while high category balanced nutritional behaviors were only 6 adolescents (7.5%). The results of the bivariate test (Spearman Correlation) showed a relationship between attitudes and behavior-balanced nutrition (p<0.05). Conclusions: There is a relationship between attitudes and behavior of balanced nutrition in adolescence the Bandung Higher Education Foundation High School, Deli Serdang Regency.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Mpasi dan Pemberian Mpasi Dini dengan Kejadian Diare Pada Bayi 0-6 Bulan di Desa Rumah Berastagi Supma, Adinda; Ingtyas, Fatma Tresno; Juliarti, Juliarti; Rukmana, Erni; Firmansyah, Hardi
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 4 No. 2 (2024): EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v4i2.63128

Abstract

Penyakit diare merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pencernaan yang menjadi masalah kesehatan di dunia termasuk Indonesia. Bayi yang mendapat MPASI sebelum usia 6 bulan lebih banyak terserang diare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang MPASI dan pemberian MPASI dini dengan kejadian diare. Desain penelitian Cross Sectional, penelitian ini dilaksanakan di Posyandu Desa Rumah Berastagi. Populasi penelitian adalah ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan dan sampel penelitian yaitu ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan yang rutin ke Posyandu selama 2 bulan sebanyak 42 orang. Instrumen data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu tentang MPASI dan pemberian MPASI dini dengan kejadian diare pada bayi 0-6 bulan di Desa Rumah Berastagi dengan nilai  p-value <0,05 dan variabel pemberian MPASI dini menjadi variabel paling dominan yang berhubungan dengan kejadian diare pada bayi 0-6 bulan dimana nilai OR 23,895 (95% CI 1.717 “ 332.585) artinya ibu yang memberikan MPASI dini dapat menyebabkan kejadian diare pada bayi 0-6 bulan 23,895 kali dibandingkan dengan  ibu yang tidak memberikan MPASI dini kepada bayinya. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan pemberian MPASI dini dengan kejadian diare pada bayi 0-6 bulan di Desa Rumah Berastagi. Kata Kunci: Diare, MPASI Dini, Pengetahuan
Pemberdayaan Ibu Balita Menggunakan Intervensi Spesifik Dalam Upaya Meningkatkan Status Gizi Melalui Kesehatan Gigi dan Mulut di Kelurahan Kampung Baru Fransiari, Muhammad Edwin; Rukmana, Erni; Nurfazriah, Latifah Rahman; Kusumawati, Eka Suci Anja; Pristanti, Nindya Ayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.671

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan memberdayakan ibu balita di Kelurahan Kampung Baru untuk meningkatkan status gizi melalui kesehatan gigi dan mulut. Intervensi fokus pada pengetahuan dan keterampilan perawatan gigi yang benar serta kaitannya dengan gizi anak. Kegiatan yang dilaksanakan pada Juni–Juli 2025 ini melibatkan 30 kader PKK dan ibu balita melalui penyuluhan, demonstrasi, dan diskusi interaktif. Hasilnya, terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta, dengan skor pre-test rata-rata 61,9 meningkat menjadi 87,5 pada post-test. Perubahan perilaku positif terlihat pada rutinitas menyikat gigi dua kali sehari dan pola makan bergizi. Sekitar sepertiga balita mengalami karies ringan, namun setelah program, ibu mulai rutin melakukan pemeriksaan gigi dan pemantauan tumbuh kembang anak. Program ini meningkatkan kesadaran dan perilaku ibu balita serta memperkuat kapasitas kader sebagai agen perubahan, dengan harapan menjadi model intervensi berkelanjutan untuk pencegahan stunting di keluarga dan komunitas.
Pemberdayaan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Melalui Taman Gizi (Sistem Aquaponik) Untuk Ketahanan Pangan di Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun Rukmana, Erni; Sandy, Yatty Destani; Fransiari, Muhammad Edwin; Damanik, Kanaya Yori; Lubis, Shofia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.672

Abstract

Program Pemberdayaan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) melalui Taman Gizi dilaksanakan pada Juni-Juli 2025 di Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun. Kegiatan ini melibatkan 30 kader PKK dan ibu balita sebagai agen edukasi ketahanan pangan dan gizi di keluarga dan komunitas. Kegiatan dilakukan dalam satu hari penuh dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, meliputi penyuluhan ketahanan keluarga dan pelatihan aquaponik. Program ini difasilitasi oleh tim pengabdian dari Program Studi Gizi, Universitas Negeri Medan, dengan dukungan dari pihak kelurahan dan tokoh masyarakat setempat. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya konsumsi pangan bergizi dan memperkenalkan teknik bertani ramah lingkungan. Dengan melibatkan peserta dalam setiap langkah kegiatan, diharapkan dapat mendorong pemberdayaan perempuan dan keluarga dalam pengelolaan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
THE RELATIONSHIP BETWEEN FAT INTAKE AND LDL CHOLESTEROL LEVELS IN OUTPATIENTS WITH CORONARY HEART DISEASE AT DR. PIRNGADI GENERAL HOSPITAL, MEDAN Simamora, Cike Grenada Sriningsih; Rukmana, Erni; Emilia, Esi; Purba, Edy Marjuang; Sandy, Yatty Destani
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 9 No 2 (2025): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jgipas.2025.9.2.18064

Abstract

Coronary heart disease (CHD) begins with blockage of blood vessels due to plaque buildup in the heart, which occurs when there is an excess of LDL cholesterol, causing damage to the blood vessels. Based on provincial data, the prevalence of heart disease in North Sumatra is 0.60% or around 48,469 cases. One of the causes of coronary heart disease is high fat intake and high LDL cholesterol levels. This study aims to identify the relationship between fat intake and LDL cholesterol levels in outpatients with coronary heart disease at the cardiology clinic of Dr. Pirngadi General Hospital in Medan. This is a quantitative study with a cross-sectional design and purposive sampling technique. The research sample consisted of all coronary heart disease patients who sought treatment at the cardiology clinic of Dr. Pirngadi General Hospital in Medan, totaling 50 respondents aged 25-85 years. The results showed that 58% of patients had a high fat intake (>25% of total energy requirements) and 68% had LDL cholesterol levels (≥130 mg/dL). The analysis results showed a relationship between fat intake and LDL cholesterol levels (ρ=0.022; r=0.324). There was a positive and significant but weak correlation between fat intake and LDL cholesterol levels in outpatients with coronary heart disease at Dr. Pirngadi General Hospital in Medan.
Optimizing learning effectiveness through literacy-oriented teaching materials with quantum teaching in food and nutrition data analysis courses Haryana, Nila Reswari; Rukmana , Erni; Purba, Edy Marjuang; Fransiari, M.Edwin; Wahyuningrum, Diah Retno
Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025): Educenter: Jurnal Ilmiah Pendidikan (In progress)
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/educenter.v4i3.1691

Abstract

This study aimed to optimize learning effectiveness in the Food and Nutrition Data Analysis course through the development of literacy-oriented teaching materials with a Quantum Teaching approach. The research employed a Research and Development (R&D) method using the 4D model: Define, Design, Develop, and Disseminate. The Define stage involved a needs analysis of 60 nutrition students, revealing that 88.5% required interactive teaching materials with step-by-step practical guidance. In the Develop stage, the teaching materials were validated by content and media experts, yielding scores of 91.25% and 89.50%, respectively, which fall into the “very feasible” category. The Disseminate stage involved limited implementation in one class, showing an increase in average student engagement scores from 73.40 to 88.20 and comprehension test scores from 71.85 to 87.45. These findings demonstrate that the developed materials effectively enhance student participation and mastery of data analysis concepts. This innovation addresses the gap in practical-oriented learning resources for nutrition students, aligning with curriculum demands and 21st-century learning skills. The developed materials are expected to improve competence in analyzing food and nutrition data, thereby supporting academic success and professional readiness.