Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

HUBUNGAN KOMPOSISI TUBUH DAN ASUPAN ENERGI SARAPAN DENGAN KEBUGARAN FISIK ATLET CABOR ATLETIK PELATDA PON Ardi, Nurul Fadilah; Emilia, Esi; Rosmiati, Risti; Rukmana, Erni; Nusri, Ardi
Journal of Sport Science and Fitness Vol 9 No 1 (2023): Journal of Sport Science and Fitness
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v9i1.72516

Abstract

Atlet adalah pengolahraga yang mengikuti pelatihan secara teratur dan kejuaraan dengan penuh dedikasi untuk mencapai prestasi, yang harus memperhatikan komposisi tubuh dan asupan makanan, terutama sarapan pagi yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan energi saat latihan di pagi hari. Sehingga dapat memiliki kebugaran fisik yang baik pada saat latihan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan komposisi tubuh dan asupan energi sarapan dengan kebugaran fisik atlet cabor atleltik Pelatda PON Sumatera Utara. Metode penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, sampel diambil dengan teknik purposive sampling yaitu sebanyak 34 orang. Teknik penumpulan data dilakukan dengan wawancara (food recall) selama 3 hari, pengukuran komposisi tubuh dengan Bioeletrical Impedence Analysis (BIA), dan tes kebugaran fisik (bleep test). Analisis bivariate dilakukan pada hasil penelitian dengan menggunakan uji Pearson Product Moment dan Spearman-rank. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antaralemak visceral (r=-0,573 & p=0,000) dan rasio otot kerangka (r=0,513 & p=0,002) dengan kebugaran fisik. Sedangkan untuk hubungan asupan energi sarapan dengan kebugaran fisik tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan r=0,051 & p=0,774.
KORELASI ANTARA PERCENTAGE BODY FAT DENGAN KEBUGARAN ATLET CABOR ATLETIK PELATDA PON SUMATERA UTARA Ardi, Nurul Fadilah; Emilia, Esi; Rosmiati, Risti; Rukmana, Erni; Nusri, Ardi; Prima, Asep
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 22, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v22i2.51434

Abstract

Kebugaran fisik yang tinggi sangat dibutuhkan atlet untuk mencapai suatu prestasi. Kebugaran dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain body fat percentage atlet. Diawali dari pengamatan tatkala mereka latihan, ditemukan beberapa orang atlet memiliki tubuh yang cukup gemuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi body fat percentage dengan kebugaran atlet atletik Peltda PON Sumut. Penelitian ini adalah penelitian korelasional yang menghubugkan antara variabel bebas dan variabel terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet atletik Pelatda PON Sumut yang berjumlah 34 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling. Hasil analisis data dilakukan dengan menggunakan Uji Korelasi Pearson Product Moment melalui aplikasi SPSS. Hasil analisis  data menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,679.  Berdasarkan interpretasi Gulford Empirical Rules memiliki makna adanya hubungan yang sedang atau cukup. Tanda negatif pada hasil analisis menunjukkan hubungan yang berlawanan yaitu semakin tinggi nilai body fat percentage maka akan semakin rendah kebugaran fisik atlet tersebut. Hasil signifkansi (p) 0,000 menunjukkan angka lebih kecil dibandingkan dengan 0,05 (α) maka dapat disimpulkan hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima yaitu berarti terdapat hubungan yang signifikan antara body fat percentage dengan kebugaran fisik atlet dengan nilai p=0,000 < 0,05 (α). Penelitian ini dapat membawa manfaat bagi atlet, pelatih/peneliti, PASI maupun masyarakat
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Mpasi dan Pemberian Mpasi Dini dengan Kejadian Diare Pada Bayi 0-6 Bulan di Desa Rumah Berastagi Supma, Adinda; Ingtyas, Fatma Tresno; Juliarti, Juliarti; Rukmana, Erni; Firmansyah, Hardi
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 4, No 2 (2024): EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v4i2.63128

Abstract

Penyakit diare merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pencernaan yang menjadi masalah kesehatan di dunia termasuk Indonesia. Bayi yang mendapat MPASI sebelum usia 6 bulan lebih banyak terserang diare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang MPASI dan pemberian MPASI dini dengan kejadian diare. Desain penelitian Cross Sectional, penelitian ini dilaksanakan di Posyandu Desa Rumah Berastagi. Populasi penelitian adalah ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan dan sampel penelitian yaitu ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan yang rutin ke Posyandu selama 2 bulan sebanyak 42 orang. Instrumen data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu tentang MPASI dan pemberian MPASI dini dengan kejadian diare pada bayi 0-6 bulan di Desa Rumah Berastagi dengan nilai  p-value <0,05 dan variabel pemberian MPASI dini menjadi variabel paling dominan yang berhubungan dengan kejadian diare pada bayi 0-6 bulan dimana nilai OR 23,895 (95% CI 1.717 – 332.585) artinya ibu yang memberikan MPASI dini dapat menyebabkan kejadian diare pada bayi 0-6 bulan 23,895 kali dibandingkan dengan  ibu yang tidak memberikan MPASI dini kepada bayinya. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan pemberian MPASI dini dengan kejadian diare pada bayi 0-6 bulan di Desa Rumah Berastagi. Kata Kunci: Diare, MPASI Dini, Pengetahuan
Hubungan Konsumsi Tablet Tambah Darah Dan Penambahan Berat Badan Dengan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Di Puskesmas Duri Kota Cristiani, Desy; Rukmana, Erni; Haryana, Nila Reswari; Mutiara, Erli; Sandy, Yatty Destani
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol 4, No 1 (2024): : EDISI JULI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgpkm.v4i1.56272

Abstract

Ibu hamil merupakan golongan rawan kekurangan gizi karena pada saat hamil terjadi peningkatan asupan seiring bertambahnya kebutuhan pada ibu dan janin. Salah satu masalah gizi yang sering ditemukan pada ibu hamil ialah memiliki kadar hemoglobin yang rendah. Tablet tambah darah atau zat besi yang diberikan bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi darah dan kadar hemoglobin pada ibu hamil sehingga dapat mencegah ataupun mengobati anemia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan konsumsi tablet tambah darah dan penambahan berat badan dengan status gizi ibu hamil. Penelitian ini menggunakan cross-sectional study. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-September 2023 di Puskesmas Duri Kota. Populasi penelitian adalah ibu hamil trimester II dan III. Sampel penelitian dipilih menggunakan simple random sampling sebanyak 40 ibu hamil. Data dikumpulkan melalui wawancara kuesioner serta pengukuran antropometri dan kadar hemoglobin. Analisis data bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara konsumsi tablet tambah darah (p-value = <0,001) dan penambahan berat badan (p-value = <0,001) dengan kadar hemoglobin. Sebanyak 42,5% ibu hamil yang tidak memenuhi konsumsi tablet tambah darah memiliki kadar hemoglobin tidak normal dan sebanyak 40% ibu hamil yang memiliki penambahan berat badan tidak sesuai memiliki kadar hemoglobin tidak normal. Perlu bagi ibu hamil untuk memperhatikan asupan dan ketaatan untuk mengkonsumsi tablet tambah darah.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RS USU Salsabila, Adhenisa; Ingtyas, Fatma Tresno; Mutiara, Erli; Rosmiati, Risti; Rukmana, Erni
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol 4, No 1 (2024): : EDISI JULI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgpkm.v4i1.56320

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit penurunan fungsi ginjal yang bersifat progresif dan tidak dapat kembali. Hemodialisa merupakan salah satu terapi pengganti ginjal untuk penderita GGK. Perubahan pola hidup akan terjadi pada pasien yang menjalani hemodialisa salah satunya pengaturan dietnya. Diet merupakan pengendalian makan sebagai upaya mencegah ketidakseimbangan cairan dan elektrolit dan menghindari kenaikan residu metabolisme protein. Faktor keberhasilan kepatuhan diet salah satunya adalah dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penelitian Cross Sectional, penelitian ini dilaksanakan di RS USU. Populasi penelitian adalah seluruh pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RS USU sebanyak 62 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 30 orang. Instrumen data yang digunakan untuk dukungan keluarga adalah kuesioner dan untuk kepatuhan diet adalah food recall 2x24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RS USU dengan nilai p-value 0,049 (p<0,05) artinya semakin baik dukungan keluarga maka semakin patuh pasien dengan kepatuhan diet.Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronik, Kepatuhan Diet, Dukungan Keluarga
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PRAKTIK HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA Damanik, Kanaya Yori; Rukmana, Erni; Fransiari, M. Edwin; Nurfazriah, Latifah Rahman
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol 3, No 2 (2023): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgpkm.v3i2.54675

Abstract

Adolescents are one of the age groups that are vulnerable to experiencing nutritional problems because they can determine their own lifestyle. Apart from diet, clean and healthy behavior is one of the indirect causes that influences nutritional status. Knowledge about clean and healthy living that teenagers have can determine their clean and healthy behavior attitudes and practices. Low clean and healthy behavior can be a risk factor for infectious diseases which can reduce nutritional status. This study aims to examine the relationship between knowledge, attitudes and practices of clean and healthy behavior and the nutritional status of adolescents. This research uses a cross-sectional study. The research was conducted in June-November 2023 at Al-Washliyah 1 Private High School, Medan City and Bandung Foundation High School, Deli Serdang Regency. The selection of research locations was carried out using purposive sampling. The research population was students in grades X to XII aged 14-18 years in both schools. The sampling technique used cluster sampling, the total subjects were 100 students from each school. Data was collected through questionnaire interviews in the form of characteristics, knowledge, attitudes and practices of clean and healthy behavior. Nutritional status data was obtained by directly measuring body weight using a digital scale and height using a microtoise and then determined using a z-score from the body mass index according to age (BMI/U). Data analysis was carried out using the Spearman Test. As many as 31% of teenagers have abnormal nutritional status (undernutrition, overnutrition and obesity). The bivariate test results showed that there was a significant relationship between knowledge (p=0.005), attitudes (p=0.001), and practice (p=0.000) of clean and healthy behavior and adolescent nutritional status. As many as 65.5% of teenagers with low clean and healthy behavior attitudes have abnormal nutritional status. Adolescents need to pay attention to clean and healthy behavior in their daily lives to help obtain good nutritional status.Keywords—Knowledge, Clean and Healthy Behavior, Adolescents, Nutritional Status
The Relationship Between Diet and Healthy, Clean-Living Behavior with The Nutritional Status of Scavengers Haryati, Angelina; Mutiara, Erli; Emilia, Elisi; Purba, Rasita; Rukmana, Erni
Sport and Nutrition Journal Vol 6 No 1 (2024): Sport and Nutrition Journal
Publisher : Nutrition Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/spnj.v6i1.73458

Abstract

Introduction: This study aims to determine the relationship between dietary patterns and healthy, clean-living behavior with scavenger’s nutritional status in Batam City. Methods: This study used a cross-sectional design. The location was conducted at Garbage’s Final Disposal Site (TPA) Telaga Punggur in Batam City in December-February 2023. A sample size of 79 Scavengers was obtained using simple random sampling—data collection using anthropometric measurements and questionnaires. Bivariate analysis was performed with the Spearman rank test, and multivariate analysis was performed with multiple linear regression tests. Results: The study's results showed poor dietary patterns (83,5%). Clean and healthy living behavior was in the poor category (82,3%)—the nutritional status of Scavengers was in the skinny nutritional status category (32,9%). The Spearman rank test shows a significant relationship between dietary patterns and nutritional status and a significant relationship between healthy, clean-living behavior and nutritional status (p=0,002, 0,021). Conclusion: Multiple linear regression test shows there is a significant relationship between the dietary pattern and healthy, clean-living behavior with nutritional status of Scavengers Y = 14,358 + 0,137X1 + 0,074X2 (p=0,003), that meaning there is a relationship between the dietary pattern and healthy clean-living behavior with the nutritional status of Scavengers in Batam City.
KUALITAS TIDUR DAN ASUPAN ENERGI TERHADAP INDEKS MASSA TUBUH MAHASISWA DI KOTA MEDAN Destani Sandy, Yatty; Rukmana, Erni; Yori Damanik, Kanaya; Permatasari, Tyas
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.20949

Abstract

Indeks Massa Tubuh merupakan indikator yang digunakan dalam penilaian terhadap status gizi. Semakin tinggi Indeks Massa Tubuh, maka akan semakin berisiko untuk mengalami gizi lebih. Satu dari tujuh remaja Indonesia mengalami gizi lebih yang akan berdampak pada kesehatan, perkembangan psikososial, dan peningkatan risiko Penyakit Tidak Menular. Pola istirahat yang buruk dan pola makan yang tidak tepat menjadi salah satu penyebab masalah gizi remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dan asupan energi terhadap Indeks Massa Tubuh mahasiswa di kota Medan. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Populasi adalah seluruh mahasiswa aktif di kota Medan. Sampel terdiri dari 151 mahasiswa yang berasal dari empat Perguruan Tinggi dengan menggunakan teknik purposive sampling. Uji korelasi menggunakan rank spearman. Sebagian besar responden memiliki kualitas tidur yang buruk (81.5%). Asupan energi mahasiswa terbilang masih kurang (62.9%). Indeks Massa Tubuh mahasiswa memiliki persentase yang hampir sama, kategori normal 50.3% dan tidak normal (kurus dan gemuk) 40.7%. Hasil penelitian menunjukkan kualitas tidur tidak berhubungan secara signifikan dengan Indeks Massa Tubuh dengan p-value 0.188 (p>0.05). Sedangkan untuk asupan energi berhubungan secara signifikan dengan Indeks Massa Tubuh dengan p-value 0.000 (p<0.05). Asupan energi dan Indeks Massa Tubuh memiliki kekuatan hubungan yang cukup kuat, semakin tinggi asupan energi pada mahasiswa maka semakin tinggi pula Indeks Massa Tubuh mahasiswa tersebut.
Edukasi Gizi Seimbang pada Siswa SMA Swasta Alwashliyah 1 Kota Medan Rukmana, Erni; Yatty Destani Sandy; Kanaya Yori Damanik; Nindya Ayu Pristanti; Muhammad Edwin Fransiari
Jurnal Dedikasia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/dedikasia.v4i2.8691

Abstract

The importance of knowledge about balanced nutrition is increasing among adolescents, because adolescence is a critical phase for forming a healthy diet that will later have an impact on long-term health. However, the low understanding of the principles of balanced nutrition guidelines is still a challenge among adolescents. This community service activity aims to improve knowledge of balanced nutrition among adolescents at Alwashliyah 1 Private High School, Medan City. The method used is lectures and discussions, involving 30 adolescents at Alwashliyah 1 Private High School, Medan City, carried out in June-July 2024. The stages of the activity include preparation, implementation, and evaluation. Data were analyzed descriptively to see age and gender and tested using a paired t-test to assess differences in knowledge before and after nutrition education. The results showed a significant increase in knowledge of balanced nutrition after the intervention (p <0.05). The conclusion of this community service activity shows that balanced nutrition education through lecture and discussion methods is effective in improving adolescent knowledge about balanced nutrition. Pentingnya pengetahuan tentang gizi seimbang semakin meningkat di kalangan remaja, karena masa remaja merupakan fase kritis untuk membentuk pola makan sehat yang nantinya berdampak pada kesehatan jangka panjang. Namun, rendahnya pemahaman tentang prinsip pedoman gizi seimbang masih menjadi tantangan di kalangan remaja. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi seimbang pada remaja di SMA Swasta Alwashliyah 1 Kota Medan. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi, melibatkan 30 remaja di SMA Swasta Alwashliyah 1 Kota Medan, dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2024. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat usia dan jenis kelamin dan diuji menggunakan paired t-test untuk menilai perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah pendidikan gizi. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pengetahuan gizi seimbang setelah intervensi (p<0,05). Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pendidikan gizi seimbang melalui metode ceramah dan diskusi efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai gizi seimbang.
Perbedaan Pengetahuan Kader Posyandu dan Ibu Balita Terkait Stunting serta Hubungannya dengan Kejadian Stunting pada Balita: Differences in Knowledge of Posyandu Cadres and Mothers of Toddlers Regarding Stunting and Its Association with Stunting Incidence in Toddlers Rukmana, Erni; Fransiari, Muhammad Edwin; Damanik, Kanaya Yori; Nurfazriah, Latifah Rahman
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 3SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 4th Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i3SP.2024.61-70

Abstract

Background: Stunting, a condition where children fail to grow adequately for their age, is a significant public health issue in Indonesia. Health cadres play a vital role role as sources of information and knowledge for mothers of toddlers to prevent stunting. Objectives: To analyze differences in knowledge between Integrated Health Service Post (Posyandu) cadres and mothers of toddlers regarding stunting, and to examine the relationship between maternal knowledge of stunting and stunting incidence in children. Methods: This study was conducted in Medan Maimun Subdistrict, Medan City, from June to July 2024, using a cross-sectional design. A total of 68 cadres and 79 mothers of toddlers participated as respondents. Data were collected using validated questionnaires and analyzed using univariate analysis, independent sample t-test to compare knowledge levels between groups, And Spearman’s test to assess the relationship between maternal knowledge of stunting and stunting incidence. Results: Significant differences in stunting knowledge were found between health cadres and mothers of toddlers (p-value=0.003). Additionally, a significant relationship was observed between maternal knowledge of stunting and stunting incidence in children (p-value=0.034). Stunting incidence rates among children were 22.8% and 21.5%, respectively. Conclusions: Enhancing education and training for mothers of toddlers is essential to prevent stunting. The study also recommends strengthening the role of health cadres in delivering stunting-related education within the community.