Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PEMBELAJARAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS DENGAN MEDIA FLASHCARD DI TK ANUGERAH ESTER SIMALINGKAR B MEDAN Sinaga, S.S., M.Hum, Arman Bemby; Sebayang, M.A, F. Ari Anggraini; Nainggolan, M.Hum, Maria Friska
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dikalangan pelajar Indonesia, belajar Bahasa Inggris masih merupakan proses yang sangat sulit, membosankan dan bahkan terkesan menakutkan. Situasi ini terjadi karena Bahasa Inggris masih merupakan bahasa asing di lingkungan pelajar. Salah satu kelemahan para pelajar dalam belajar Inggris adalah kurangnya penguasaan kosakata bahasa Inggris. Melihat kondisi ini, maka pengabdian kepada masyarakat tentang bagaimana meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris dikalangan pelajar, salah satunya dengan media flashcard. Pengabdian kepada masyarakat Pembelajaran Kosakata Bahasa Inggris dengan Media Flashcard ini dilakukan di TK Anugerah Ester jalan Bunga Rampai Raya No. 38 Simalingkar B Medan.
PENYULUHAN LITERASI DIGITAL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILLS) SISWA SMP DI MINAHASA UTARA Sebayang, F. Ari Anggraini; Rambing, Rosalina Rolany; Sanggelorang, Yulianty; Musa, Ester Candrawati
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 8 No 2 (2024): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v8i2.4813

Abstract

Kemajuan teknologi digital dan internet telah memberi manfaat yang besar bagi siswa untuk mencari sumber belajar yang murah dan beragam untuk meningkatkan pengetahuan siswa dalam berbagai bidang ilmu. Salah strategi yang dapat meningkatkan penggunaan siswa dalam pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran adalah dengan meningkatkan literasi digital siswa. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa remaja di SMP Advent Getsemani Wineru dan MTs Biharul Ulum, Kabupaten Minahasa Utara, terutama dalam peningkatan pembelajaran aktif dan mandiri sebagai salah satu langkah peningkatan kecakapan hidup (life skills). Peserta kegiatan ini meliputi siswa SMP Advent Getsemani Wineru dan MTs Biharul Ulum. Kegiatan PKM ini dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab untuk mendapatkan umpan balik dari siswa Pelaksanaan kegiatan PKM memberikan kontribusi yang positif dan signifikan dalam peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya literasi digital dan pemanfaatan teknologi digital dan internet yang optimal dalam memfasilitasi pembelajaran. Peningkatan literasi digital dalam peningkatan kemampuan belajar siswa pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan kualitas siswa sebagai sumber daya manusia di masa mendatang.
OPTIMALISASI PERAN REMAJA DALAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI KESEHATAN DAN PENGKAJIAN STATUS GIZI Sanggelorang, Yulianty; Sebayang, F. Ari Anggraini; Rumayar, Adisti; Masengi, Angelina Stevany Regina
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v8i2.668

Abstract

Stunting, a manifestation of chronic malnutrition, affects cognitive abilities, academic performance, physical health, and economic potential. The persistence of stunting cases in North Sulawesi, particularly in North Minahasa Regency, becomes a significant issue that requires urgent attention. Health education for adolescents has been proven as an effective intervention in preventing various nutritional problems, including stunting. This Community Partnership Program (CPP) was conducted through health education and anthropometric measurements at SMP Advent Wineru and MTs Biharul Ulum, involving students from these two schools. The CPP activities comprised four stages: preparation, pre-test, health education and anthropometric measurement, and post-test. The education sessions covered basic concepts of stunting, related factors, and the role of adolescents in stunting prevention. Meanwhile, the anthropometric measurements, including weight and height, were conducted to determine nutritional status using the BMI-for-age index. A total of 57 students participated in the program. The results indicated a significant difference of students’ knowledge about stunting, before and after the health education (p-value < 0.05). The anthropometric measurements revealed that 73.7% of the students had normal nutritional status, although issues of undernutrition and overnutrition were still present. This PKM successfully enhanced adolescents' knowledge about stunting and specifically identified nutritional problems within the student population at both locations. Sustainable education and interventions are necessary to improve adolescent health and prevent stunting in the future. Stunting, manifestasi dari kekurangan gizi kronis, berdampak pada kemampuan kognitif, prestasi belajar, kesehatan fisik, dan ekonomi. Masih ditemukannya anak stunting di Sulawesi Utara, khususnya di Kabupaten Minahasa Utara, menjadi permasalahan yang perlu untuk ditanggulangi. Edukasi kesehatan pada remaja menjadi salah satu intervensi yang terbukti efektif dalam dalam pencegahan berbagai masalah gizi, termasuk stunting Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dilakukan melalui edukasi kesehatan dan pengukuran antropometri di SMP Advent Wineru dan MTs Biharul Ulum dengan peserta siswa dari kedua sekolah ini. Kegiatan PKM terdiri dari empat tahap: persiapan, pre-test, edukasi kesehatan dan pengukuran antropometri, serta post-test. Penyuluhan meliputi konsep dasar stunting, faktor terkait, dan peran remaja dalam pencegahan stunting. Pengukuran antropometri, berat dan tinggi badan, dilakukan untuk menentukan status gizi menggunakan indeks IMT/U. Sebanyak 57 siswa berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan siswa tentang stunting pada saat sebelum dan setelah edukasi kesehatan (p-value < 0.05). Pengukuran antropometri menunjukkan bahwa 73.7% siswa memiliki status gizi normal, namun masih terdapat masalah gizi kurang dan lebih. PKM ini berhasil meningkatkan pengetahuan remaja tentang stunting dan mengidentifikasi secara spesifik masalah gizi pada populasi siswa di kedua lokasi kegiatan. Edukasi berkelanjutan dan intervensi diperlukan untuk meningkatkan kesehatan remaja dan mencegah stunting di masa depan
KAJIAN KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DAN STUNTING DI DAERAH PEDESAAN PESISIR DAN PULAU KECIL TERLUAR Sanggelorang, Yulianty; Sebayang, F. Ari Anggraini; Rumayar, Adisti; Adam, Hilman
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26506

Abstract

Stunting yang merupakan manifestasi dari kekurangan gizi kronis pada anak di bawah lima tahun, masih menjadi tantangan kesehatan yang signifikan di Indonesia. Meskipun upaya nasional telah dilakukan untuk mengatasi masalah ini, prevalensi stunting masih relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara ketahanan pangan rumah tangga dan stunting pada anak di daerah pedesaan pesisir dan pulau kecil terluar Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional, di mana data dikumpulkan dari 59 anak beserta orang tua pada tahun 2021. Lokasi pengumpulan data meliputi Kecamatan Siau Timur sebagai pedesaan pesisir, serta Pulau Makalehi sebagai pulau kecil terluar. Ketahanan pangan rumah tangga diukur menggunakan US-FSSM (US Household Food Security/Hunger Survey Module), sementara status stunting ditentukan dengan mengukur z-score tinggi badan anak menurut usia (TB/U). Penelitian ini menemukan bahwa 6,8% rumah tangga mengalami kerawanan pangan rumah tangga, 15,3% anak mengalami stunting. Analisis lebih lanjut menggunakan uji Fisher Exact menemukan bahwa p-value untuk hubungan variabel ketahanan pangan rumah tangga dan stunting yaitu sebesar 0.494 (> 0.05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara ketahanan pangan rumah tangga dan stunting. Temuan ini menegaskan kompleksitas masalah stunting dan menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang mendasari kondisi ini.
Analisis Kesalahan Penulisan dan Pengembangan Paragraf pada Skripsi Mahasiswa di Universitas Sam Ratulangi Sebayang, F. Ari Anggraini; Ginting, Hestika
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i1.499

Abstract

Sebagai bagian dari dunia akademik, mahasiswa diharuskan menunjukkan kemampuan penulisan dan pengembangan paragraf dengan memperhatikan kaidah-kaidah yang berlaku. Penelitian ini menganalisa kesalahan-kesalahan penulisan dan pengembangan paragraf yang dilakukan oleh mahasiswa di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sam Ratulangi, Manado. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan terhadap Bab 1 Latar Belakang skripsi mahasiswa. Hasil analisa menunjukkan bahwa kesalahan penulisan dan pengembangan paragraph yang dilakukan oleh mahasiswa dapat dikategorikan kedalam dua tingkatan, yaitu pada tingkat kalimat dan pengorganisasian gagasan. Pada tingkat kalimat, kesalahan-kesalahan yang ditemukan berupa tidak adanya subjek atau kata kerja utama, kesalahan penulisan huruf kapital, dan penggunaan tanda baca. Sementara itu, pada tingkat pengorganisasian gagasan, penelitian ini menemukan bahwa kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa meliputi tidak adanya topik atau gagasan yang jelas, tidak adanya kalimat utama dan kalimat penjelas yang relevan, tidak digunakannya transisi atau alat kohesi yang logis, tidak adanya koherensi, serta tidak adanya kalimat simpulan yang jelas. Hasil penelitian ini mengindikasikan masih rendahnya pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam hal pengembangan paragraf dalam konteks karya ilmiah.
Exploring Challenges Faced by English Language Teachers: Voices from EFL Teachers in Indonesia Sebayang, F Ari Anggraini; Basri, Muh. Hasan; Rambing, Rosalina Rolany; Yulianty Sanggelorang
ETERNAL (English Teaching Journal) Vol. 16 No. 1 (2025): February
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, FPBS, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/eternal.v16i1.1104

Abstract

Playing a vital role in EFL education, teachers often encounter challenges when teaching students English. This study focuses on exploring challenges faced by EFL teachers in Indonesia. The study was conducted through qualitative research design with a case study approach. A total of 5 male and female EFL teachers in senior high schools in North Sulawesi participated in interview sessions during the data collection. A semi-structured interview was conducted to obtain comprehensive descriptions of teachers’ challenges in teaching English in EFL context. The interview data was transcribed, coded, and grouped to decide the themes. The findings indicated that the primary challenges they encountered when teaching EFL including demotivated students, excessive working hours, numerous obligations, improper utilization of technology by students, and governmental expectations resulted from the Merdeka Curriculum. These results suggest complex problems experienced by teachers in Indonesia. Understanding teachers’ challenges in EFL education give insights to stakeholders, including policy maker and curriculum developers to optimize EFL education in Indonesia.
Simbol-Simbol dalam Tradisi Pernikahan Skotlandia dan Gorontalo (Suatu Analisis Semiotik) Kadir, Febyanto Aprilyani; Lotulung, Donald Ringgo; Sebayang, F. Ari Anggraini
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 4, No 2: Oktober 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2025.29758

Abstract

Penelitian ini berjudul “Simbol-Simbol dalam Tradisi Pernikahan Skotlandia dan Gorontalo (Suatu Analsisi Semiotik)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan simbol-simbol yang terdapat dalam tradisi pernikahan Skotlandia dan Gorontalo. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis persamaan dan perbedaan simbol-simbol dalam tradisi pernikahan Skotlandia dan Gorontalo. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori Peirce dan Johansson. Penulis menggunakan metode deskriptif dari Walliman. Data-data dalam simbol-simbol pernikahan Skotlandia dikumpulkan dari beberapa sumber di internet dan juga menonton beberapa video di kanal Youtube. Sementara itu, data dalam simbol pernikahan Gorontalo dikumpulkan dengan cara menghadiri langsung upacara pernikahan dan juga mewawancarai beberapa informan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 11 simbol dalam tradisi pernikahan Skotlandia yang terdiri dari 5 simbol aktivitas, 4 simbol benda, 1 simbol makanan, sedangkan simbol tanaman non-pangan tidak ditemukan oleh penulis dan 15 simbol dalam tradisi pernikahan Gorontalo yang terdiri dari 2 simbol aktivitas, 3 simbol benda, 5 simbol makanan, 1 simbol pakaian, dan 4 simbol tanaman non-pangan. Persamaan antara simbol kedua budaya ini yaitu simbol cincin pernikahan. Pebedaan antara simbol-simbol dari kedua budaya tersebut yaitu tradisi pernikahan Skotlandia memiliki tradisi mencuci kaki, menghitamkan, puasa tangan, mencium pernikahan, menari ceilidh, alat musik bagpipe, bros luckyenbooth, cangkir quaich, kue pengantin, dan gaun pengantin, sedangkan di Gorontalo tidak memilikinya. Tradisi pernikahan Gorontalo memiliki mongakaji 'akad nikah', menyentuh dahi, tonggu dan kati 'uang adat', toyungo 'payung', limu bongo 'jeruk bali', nanati 'nenas', patodu 'tebu', langge 'nangka', tumula 'tunas kelapa', pakaian adat, luhuto 'pinang', gambele 'gambir', tembeh 'sirih', dan taba'a 'tembakau', sedangkan di Skotlandia tidak memilikinya. 
A COMPARATIVE ANALYSIS OF MINAHASA FOLKLORES “TOAR LUMIMUUT” AND “SIGARLAKI LIMBAT” THROUGH WORLD LITERATURE PERSPECTIVES Kobis, Dewi Christa; Sebayang, F. Ari Anggraini; Basri, Muh Hasan
Lire Journal (Journal of Linguistics and Literature) Vol. 8 No. 1 (2024): Lire Journal (Journal of Linguistics and Literature)
Publisher : Elite Laboratory Jurusan Sastra Inggris Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/lire.v8i1.237

Abstract

This study focused on analyzing Minahasa famous folklores called Toar Lumimuut and Sigarlaki Limbat. Despite just being folklores in the past, due to their popularity, they have been preserved officially in writings and have been considered as local treasure of Minahasa. In order to give them better spot in revitalization due to globalization that give more pressure to the local culture, it is necessary to take specific action to preserve and revitalize them. This study was conducted by gaining data through library research and interview, then analyzed by literary criticism called world literature by David Damrosch. There were five Minahasa local people who participated in the interview. Both of them are males while the other three are females. It is found that both folklores suit the three characteristics to be called world literature. They both are available in several translations, they are refracted in other literary worlds around the world, and they are popular and their scripts have been digitalized by official governments. The acts of comparing these two literary works through world literature perspectives are considered necessary in conveying to the Minahasa young generation and even globally that the local folklores can be classified as world literature as well and becomes the local and national treasure that should be appreciated, respected, and reserved.
THE USE OF DIGITAL TECHNOLOGIES IN FACILITATING ENGLISH LANGUAGE LEARNING AMONG UNDERGRADUATE STUDENTS Tulung, Golda Juliet; Sebayang, F Ari Anggraini; Conny Lasut, Theresia Maria; Larope, Billy Christian
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 6 No 3 (2024): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v6i3.1230

Abstract

With the prevalent and ubiquotous exposure to the Internet and digital technologies, students obtain better opportunities to various learning sources. This study explored how undergraduate students utilized digital technologies to facilitate their learning in an informal setting. The study employed a qualitative design, with interview as the instrument of data collection. A total of 10 undergraduate students in English Department, Faculty of Humanities at Sam Ratulangi University, participated in the study. The interview questions were formulated by using the theory of self-regulated learning, including preparing learning environment, organizing material, and monitoring and evaluation. While the students utilized the digital technology within their study, the use was still inconsistent, as they had limited knowledge about using the learning aids effectively. The results also revealed that the students did not set specific learning goals and select appropriate technologies to assist them during their study. Additionally, the results also suggested that the students did not monitor and use digital technologies to evaluate and monitor their learning. This study highlights the needs for educators to promote the incorporation of digital technologies in improving the quality of learning among students for a sustainable and independent learning.
KESALAHAN GRAMATIKA BAHASA INGGRIS DALAM MENULIS TEKS DESKRIPTIF OLEH MAHASISWA FARMASI SEMESTER DUA UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA Sinaga, Arman Bemby; Sebayang, F Ari Anggraini; Saragih, Ordekoria
Jurnal Mutiara Pendidikan Indonesia Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Mutiara Pendidikan Indonesia
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/mutiarapendidik.v6i1.1758

Abstract

This research title is Grammatical Errors in Writing Descriptive Text by Second Semester of Pharmacy Students of Sari Mutiara Indonesia University. This Research was conducted to find out the kinds of grammatical errors in writing descriptive text by second semester of Parmacy students of Sari Mutiara Indonesia University and to find out the dominant error. This research was conducted through descriptive qualitative by documentary research. This research was conducted to the pharmacy students of Sari Mutiara Indonesia University through survey and documentary research. This research found that errors in producing verb group (130), subject verb agreement (57), preposition (19), articles (13), plural (11), pronoun (27), conjunction (8). It was concluded that the dominant error was in producing verb group.