Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Proses Informasi dan Komunikasi Sosial Petani Swadaya untuk Mengadopsi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) di Kabupaten Sambas Muliadi Muliadi; Nurliza Nurliza; Anita Suharyani
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.21

Abstract

Indonesia terdapat tiga jenis pengelolaan perkebunan kelapa sawit, salah satunya adalah kelapa sawit swadaya. Perkebunan kelapa sawit swadaya merupakan pola pengembangan perkebunan yang dilakukan oleh petani sendiri dalam pengelolaannya, dari tiga pengelolaan kebun kelapa sawit di Indonesia, kelapa sawit swadaya memiliki lahan yang paling luas dan mengalami peningkatan terus menerus. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan proses informasi dan komunikasi sosial petani swadaya yang tepat dalam mengadopsi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) di Kabupaten Sambas. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Subah, Kabuptaen Sambas dengan jumlah responden 150 orang petani sawit swadaya. Penelitian ini menggunakan alat Analisis Faktor dan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang diukur melalui indikator (Source, Receiver, Mesagge, Channel) berpengaruh positif terhadap adopsi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) sehingga dapat merumuskan proses komunikasi sosial petani swadaya untuk mengadopsi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil). 
Respons Curah Hujan Terhadap Fenomena Quasi Biennial Oscillation (QBO) di Kota Pontianak Yulia Agustin; Muliadi Muliadi; Riza Adriat
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.58100

Abstract

Quasi Biennial Oscillation (QBO) merupakan fenomena atmosfer yang terjadi pada wilayah stratosfer di atas Ekuator, QBO ditandai dengan arah angin yang bergerak dari timur ke barat atau dari  barat ke timur dengan laju 1 km per bulan. Fenomena ini berpengaruh terhadap suhu udara di wilayah Ekuator karena adanya pergerakan angin zonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons curah hujan terhadap fenomena QBO di Kota Pontianak. Metode yang digunakan adalah transformasi wavelet dan cross wavelet. Metode transformasi wavelet digunakan untuk mengetahui kekuatan curah hujan dan QBO. Metode cross wavelet digunakan untuk mengetahui korelasi antara curah hujan dan indeks angin zonal. Data yang digunakan adalah data curah hujan bulanan dan indeks angin zonal selama 34 tahun. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh sinyal QBO di Kota Pontianak lebih dahulu merespons dari pada sinyal curah hujan selama 5 kejadian (1995 – 1999) dan sinyal curah hujan lebih dahulu merespons dari pada sinyal QBO selama 5 kejadian (2007 – 2011). Dapat disimpulkan bahwa fenomena QBO cukup mempengaruhi curah hujan di Kota Pontianak sebanding dengan fenomena QBO yang terjadi selama 10 kejadian dalam rentang waktu 34 tahun. Pengaruh yang disebabkan oleh fenomena QBO di Kota Pontianak adalah meningkatnya intensitas curah hujan pada saat fase baratan QBO dan menurunnya intensitas curah hujan pada saat fase timuran QBO.
Pemetaan Kerapatan Sambaran Petir di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya Merlyn Elsyani; Muliadi Muliadi; Riza Adriat
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.58132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kerapatan sambaran petir tiap kecamatan untuk setiap tahunnya di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya berdasarkan nilai kerapatan sambaran petir. Untuk menentukan kerapatan sambaran petir diperlukan data kejadian petir (2016-2020) dan data luas wilayah tiap kecamatan. Berdasarkan hasil perhitungan selama lima tahun, diperoleh bahwa nilai kerapatan sambaran petir tertinggi terjadi di Kecamatan Terentang yakni pada tahun 2016 sebesar 45,89 kali/km2. Sedangkan nilai kerapatan sambaran petir terendah terjadi di Kecamatan Batu Ampar dengan nilai 2,41 kali/km2 pada tahun 2017. Nilai kerapatan sambaran petir yang diperoleh akan disajikan dalam bentuk peta kerapatan sambaran petir berdasarkan metode interpolasi IDW (Inverse Distance Weighted).
Identifikasi Zona Mineralisasi Emas di Desa Bhakti Mulya Kabupaten Bengkayang Menggunakan Metode Polarisasi Terimbas (Induced Polarization) Esau Cornelius; Muhardi Muhardi; Radhitya Perdhana; Muliadi Muliadi; Zulfian Zulfian
Wahana Fisika Vol 7, No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v7i2.51259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi zona mineralisasi emas berdasarkan sebaran nilai resistivitas dan chargeability di Desa Bhakti Mulya, Kabupaten Bengkayang. Penelitian ini menggunakan alat Automatic Resistivity and IP System (ARES) dengan metode polarisasi terimbas konfigurasi dipol–dipol. Pengukuran dilakukan pada 4 lintasan dengan panjang masing-masing 72 m, dan spasi elektroda sejauh 3 m. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Res2Dinv. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai resistivitas dan chargeability bawah permukaan daerah penelitian masing-masing sebesar 3,00 Ωm – 18.897 Ωm dan 7,00 msec – 537 msec. Hasil interpretasi menunjukkan zona mineralisasi emas diduga berasal dari endapan aluvial yang berada pada kedalaman lapisan 3 m – 20 m. Lapisan bawah permukaan pada daerah penelitian tersusun atas  lempung, lempung  pasiran, pasir, dan kerikil.