Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Berajah Journal

HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DENGAN KETIDAKPUASAN TUBUH WANITA DEWASA AWAL DI ERA PANDEMI COVID-19 Angelika Paulina; Ika Yuniar Cahyanti
Berajah Journal Vol. 2 No. 1 (2022): February
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v2i1.78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kecerdasan emosi dengan ketidakpuasan tubuh pada wanita usia dewasa awal di era pandemi COVID-19. Sebuah penelitian baru menemukan bahwa kecemasan dan stres yang terkait langsung dengan COVID-19 dapat menyebabkan sejumlah masalah citra tubuh, salah satunya adalah ketidakpuasan tubuh dan keinginan untuk kurus pada wanita. Penelitian menyatakan adanya hubungan antara kecerdasan emosi dengan ketidakpuasan tubuh. Namun, penelitian lain menyatakan sebaliknya, tidak terdapat hubungan antara kecerdasan emosi dengan ketidakpuasan tubuh. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan alat ukur Emotional Intelligence Scale dan Body Shape Questionnaire-34. Pengambilan data dilakukan secara daring yang melibatkan 125 partisipan. Analisis data menggunakan analisis Product Moment, hasil korelasi data r = 0,078 dan p = 0,386 (p > 0,005). Disimpulkan tidak terdapat hubungan antara kecerdasan emosi dengan ketidapuasan tubuh pada wanita usia dewasa awal di era pandemi COVID-19. Wanita pada usia dewasa awal memiliki keinginan tampil menarik dihadapan orang lain, hal ini bertolak belakang dengan dampak pandemi yang menyebabkan berkurangnya intensitas interaksi antar manusia. Interaksi antar manusia banyak dilakukan secara daring, dimana sudah banyak aplikasi yang menyediakan fitur edit wajah. Hal ini menyebabkan berkurangnya perasaan tidak puas akan tubuhnya, terutama pada wanita usia dewasa awal.
GAMBARAN KEMATANGAN EMOSI PADA ANAK REMAJA AKHIR DARI KELUARGA BERCERAI (HIDUP) Audrey Salsabilla Rivdya Ade Pradini; Ika Yuniar Cahyanti
Berajah Journal Vol. 2 No. 3 (2022): August
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v2i3.134

Abstract

Perceraian orangtua dapat berdampak pada emosi anak, termasuk kematangan emosi anak yang seharusnya sudah dimiliki anak remaja akhir agar dapat beradaptasi dengan lingkungan dan mengatasi permasalahannya. Sehingga penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kematangan emosi pada remaja akhir dari keluarga bercerai (hidup). Penelitian ini melibatkan dua remaja akhir yang memiliki orangtua yang bercerai. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik penggalian data penelitian ini menggunakan pedoman wawancara dan analisis tematik dengan theory drive dalam pengkodean data dan untuk teknik pemantapan kredibilitas sendiri peneliti menggunakan membercheck. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak remaja akhir yang orangtuanya bercerai (hidup) belum sepenuhnya memiliki kematangan emosi. Hal tersebut ditunjukkan dengan tidak terpenuhinya 1 dari 3 aspek kematangan emosi. Yaitu belum mampu mengontrol emosinya dengan baik. Namun kedua anak remaja akhir mampu menerima kenyataan dan mampu memahami cara mengatasi emosi serta permasalahan yang dihadapi. Kemampuan tersebut dibantu oleh faktor dukungan orang-orang terdekat.
PENGARUH PARENT ATTACHMENT TERHADAP SELF-ESTEEM REMAJA YANG ORANGTUANYA BERCERAI Salma Idzni Meisyah; Ika Yuniar Cahyanti
Berajah Journal Vol. 2 No. 3 (2022): August
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v2i3.141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh parent attachment terhadap self-esteem remaja yang orangtuanya yang bercerai. Parent attachment merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi self-esteem remaja. Penelitian dilakukan pada remaja berusia 14 – 21 tahun yang orangtuanya bercerai dengan jumlah subjek sebanyak 191 partisipan, yang terdiri atas 170 remaja perempuan dan 21 remaja laki-laki. Alat pengumpul data berupa kuesioner online dengan menggunakan skala Inventory of Parent and Peer Attachment Revised Version (IPPA-R) dan skala Rosenberg Self-esteem Scale (RSES). Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana, dengan bantuan program IBM Statistic 22.0 for Windows. Dari hasil analisis data penelitian diperoleh nilai signifikansi regresi parent attachment terhadap self-esteem remaja yang orangtuanya bercerai sebesar 0,000 (p = 0,000 < 0,05) yang artinya hipotesis kerja dapat diterima yaitu terdapat pengaruh parent attachment terhadap self-esteem remaja yang orangtua yang bercerai. Nilai koefisien regresi antara parent attachment dan self-esteem bernilai positif yakni sebesar 0,200 yang artinya semakin tinggi parent attachment maka akan semakin tinggi juga self-esteem remaja yang orangtuanya bercerai.