Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : TEKNO

Kajian Kapasitas Gelagar Beton Bertulang Berdasarkan Sistem Pembebanan BMS 1992 dan SNI 2005 Sumendap, Rico Daniel; Wallah, Steenie E.; Paransa, M. J.
TEKNO Vol 13, No 64 (2015): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam membangun suatu jembatan harus direncanakan untuk mampu memikul beban baik beban hidup maupun beban mati.Guna menyeragamkan pengambilan nilai beban maka muncul beberapa metode pembebanan. Dalam skripsi ini diambil metode pembebanan Bridge Management System (BMS 1992) dan SNI T-02-2005 sebagai objek penelitian.Untuk mengetahui besarnya perbedaan beban dari kedua metode pembebanan ini, hal tersebut kemudian ditinjau terhadap struktur bangunan atas jembatan yang menggunakan beton bertulang dengan bentang 8m sampai 30m. Perbedaan momen yang dihasilkan oleh kedua metode pembebanan ini  kemudian dihubungkan terhadap perencanaan tulangan lentur gelagar yang menggunakan mutu beton (fc’) 30MPa, mutu baja (fsy) 240Mpa dan dimensi gelagar tertentu. Selain untuk mengetahui besarnya perbedaan dari kedua metode pembebanan ini, dalam skripsi ini juga merencanakan tulangan diafragma, plat lantai, dan gelagar jembatan pada bentang L = 8m, L = 12m, L = 16m, L = 20m, serta menghitunga kapasitas dari masing-masing dimensi gelagar terhadap bentang jembatan yang dihitung berdasarkan metode pembebanan SNI 2005 dan BMS 1992. Adapun dimensi gelagar yang digunakan adalah b = 40cm, b = 45cm, b = 50cm, b = 60cm, b = 70cm, b = 80cm dengan perbandingan tinggi gelagar terhadap lebar gelagar adalah 3/2. Hasil menunjukkan momen yang dihitung dengan metode pembebanan SNI 2005 lebih besar dari BMS 1992 yaitu 0.37% sampai 0.54%. Dalam perhitungan kapasitas gelagar perbedaan ini sangat kecil pengaruhnya bahkan pada kondisi tertentu tidak berarti.   Kata kunci : BMS 1992, SNI 2005, kapasitas gelagar
Modulus Elastisitas Beton Geopolymer Pada Perawatan Temperatur Ruangan Tampi, Jeanicha Christiani; Wallah, Steenie E.; Manalip, Hieryco
TEKNO Vol 17, No 73 (2019): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton geopolymer merupakan beton ramah lingkungan yang di buat tanpa menggunakan semen dan sebagai gantinya digunakan fly ash yang merupakan limbah hasil pembakaran batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Dari segi perawatan beton geopolymer membutuhkan temperatur relative tinggi untuk mempercepat proses polimerisasi. Melihat kondisi dari sifat mekanik beton geopolymer pada suhu ruangan lambat untuk mencapai kekuatannya maka ada kebutuhan menambahkan bahan seperti semen untuk meningkatkan reaksi polimerisasi, dalam hal ini jika beton geopolymer mencapai kekuatan yang sama pada suhu ruangan dan suhu tinggi maka produksi semen akan berkurang dan pemanfaatan fly ash akan meningkat. Pada penelitian ini dilakukan pengujian modulus elastisitas beton geopolymer dan dilakukan perawatan menggunakan temperatur ruangan, dan akan dilakukan penambahan semen sebesar 2.5%, 5%, 7.5%, dan 10% dari berat fly ash. Dari hasil laboratorium, diperoleh nilai modulus elastisitas beton geopolymer meningkat pada setiap bertambahnya presentase semen. Nilai modulus elastisitas tertinggi didapat pada umur 28 hari dengan variasi penambahan semen 10% dari berat fly ash.
Kuat Tarik Belah Beton Dengan Menggunakan Tras Pada Berbagai Prosentase Sebagai Substitusi Parsial Agregat Halus Kaat, Brandon Christofer; Wallah, Steenie E.; Mondoringin, Mielke R. I. A.
TEKNO Vol 17, No 73 (2019): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini digunakan tras sebagai pengganti agregat halus. Material ini mengandung senyawa yang dapat memperkuat beton. Oleh karena itu, penggunaan tras untuk substitusi agregat halus dalam campuran beton dapat dipertimbangkan. Menggunakan benda uji bentuk silinder berdiameter 10 cm, tinggi 20 cm. Beton tras sebagai substitusi agregat halus, dengan variasi 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25% dari berat agregat halus pasir. Mutu beton rencana adalah 25 MPa. Jumlah total benda uji adalah 48 silinder, setiap variasi 8 silinder. 4 silinder untuk pengujian kuat tekan dan 4 silinder untuk pengujian kuat tarik belah. Pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah beton dilakukan pada umur 28 hari. Dari hasil penelitian, substitusi tras terhadap agregat halus dapat meningkatkan kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Untuk kuat tekan optimum terdapat pada variasi tras 10% yaitu sebesar 26,05 atau mengalami kenaikkan kekuatan sebesar 2,28%. Untuk kuat tarik belah optimum terdapat pada variasi tras 10% yaitu sebesar 3,20 MPa atau mengalami kenaikkan kekuatan sebesar 16,56% dari beton normal.
PENGARUH BAHAN TAMBAHAN TERHADAP KARAKTERISTIK MEKANIK BETON TAILING Tamboto, Winny J.; Sumajouw, Marthin D. J.; Wallah, Steenie E.
TEKNO Vol 9, No 55 (2011): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Campuran beton dengan menggunakan tailing sebagai bahan bangunan merupakan suatu langkah maju dalam industri konstruksi. Limbah (tailing) yang dihasilkan dari pengolahan tambang emas berpengaruh buruk terhadap lingkung-an. Pemakaian tailing dalam campuran beton dapat mengurangi limbah tambang. Tailing terdiri butiran halus sehingga pada penelitian ini tailing dipakai sebagai bahan substitusi semen. Sesuai hasil analisis, komposisi kimia tailing terdiri dari 55% silica, 15% alumina, 8% kapur. Maksud penelitian untuk mendapatkan campuran beton tailing dengan bahan tambahan superplasticizer sehingga meng-hasilkan beton dengan kuat tekan rencana 25 MPa. Campuran beton dibuat dengan variasi tailing 5%, 10%, 15% dan 20% dari berat semen. Untuk setiap persentase tailing diberi variasi superplasticizer 0.5%, 1%, 1.5% dan 2% dari berat semen. Ditinjau sifat mekanik beton tailing dengan superplasticizer pada pengujian kuat tekan, kuat tarik lentur dan modulus elastisitas. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 3, 7, 14 dan 28 hari, pengujian kuat tarik lentur dan modulus elastisitas dilakukan pada 28 hari. Pemakaian tailing pada campuran beton mengurangi nilai kuat tekan dibandingkan dengan nilai kuat tekan beton tanpa tailing, demikian pu-la pada pengujian kuat tarik lentur untuk setiap penambahan tailing kuat tarik lentur beton berkurang.Hasil penelitian menunjukkan campuran beton dengan tailing 5% dan superplasticizer 2%, kuat tekannya melebihi kuat tekan rencana.Kata kunci : tailing, bahan tambahan, kuat tekan
EVALUASI PANJANG PENYALURAN TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANG DENGAN VARIASI MUTU BETON Manossoh, Gevin Brave; Pangouw, Jorry D.; Wallah, Steenie E.
TEKNO Vol 14, No 66 (2016): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton bertulang merupakan gabungan dari dua jenis bahan : beton polos, yang memiliki kekuatan tekan yang tinggi namun kuat tarik yang rendah , dan batangan batangan baja yang ditanamkan didalam beton dapat memberikan kekuatan tarik yang diperlukan. Kuat tarik beton biasanya 8%-15% dari kuat tekan beton,  kekuatan tarik didalam tarik adalah suatu sifat yang penting yang mempengaruhi perambatan dan ukuran dari retak didalam struktur. Sebuah balok yang diberi beban akan mengalami deformasi, dan oleh sebab itu timbul momen-momen lentur sebagai perlawanan dari material yang membentuk balok tersebut terhadap beban luar. Sedangkan Panjang penyaluran dapat didefinisikan sebagai panjang minimum dari tulangan  terbenam yang diperlukan sehingga tulangan dapat diberikan tegangan mencapai titik leleh ditambah jarak ekstra untuk menjamin kekuatan dari batang. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh panjang penyaluran terhadap kuat lentur balok beton bertulang. Dalam penelitian ini  perawatan dilakukan selama 7 hari dengan menggunakan benda uji balok 150x150x800 m. Variasi mutu beton yang diambil adalah 20 MPa, 25 MPa, 30 MPa. Variasi panjang penyaluran terhadap mutu beton yaitu bengkokan/kait 135o pada tulangan tanpa kait (dengan lewatan 10d), dan tulangan utuh. Diameter  tulangan tetap untuk semua benda uji.Total benda uji sebanyak 9 benda uji. Hasil pengujian menyatakan bahwa perbandingan antara variasi panjang penyaluran terhadap mutu beton yaitu variasi panjang penyaluran terhadap mutu beton dengan bengkokan/kait 135ᵒ memiliki nilai lebih besar dari tulangan tanpa kait (dengan lewatan 10d) dan tulangan utuh. Kata kunci : beton bertulang, panjang penyaluran, kuat tarik lentur
Perilaku Mekanis Beton Menggunakan Batuan Vulkanik (Batu Angus dan Batu Apung) Wakkary, Satya Eliazer Donatus; Pandaleke, Ronny E.; Wallah, Steenie E.
TEKNO Vol 17, No 71 (2019): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini pemakaian beton sangat berkembang pesat pada kegiatan konstruksi, meningkatnya jumlah penduduk juga menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan sumber daya alam dalam hal ini adalah agregat pembentuk beton. Pada suatu daerah tertentu sulit untuk menemukan agregat seperti kerikil yang menjadi pengisi agregat dalam beton. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk memanfaatkan sumber daya lokal sebagai pengganti agregat kasar dan halus pembentukan beton. Salah satunya adalah Desa Silian kecamatan Tombatu Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara. Di desa Silian terdapat gunung aktif yaitu gunung Soputan. Letusan dari gunung soputan mengeluarkan lahar dan mengeras menjadi batu dan dikenal dengan nama Batu Angus. Batu angus memiliki deposit yang cukup besar namun karena karakteristik dan sifat teknisnya belum banyak diinformasikan sehingga pemanfaatanya masih terbatas. Sehubungan dengan hal tersebut maka dilakukan penelitian untuk memperjelas potensinya sebagai bahan bangunan dalam menunjang pembangunan di daerah desa silian dan kabupaten Minahasa Tenggara pada umumnya. Besar butir batu angus yang digunakan sebagai agregat kasar dibatasi pada fraksi butir 19.05-4.75 mm dan untuk batu apung digunakan sebagai agregat halus pada fraksi butir lolos 4.75 mm, komposisi campuran beton non pasir dibuat dengan variasi perbandingan antara semen dan agregat kasar dan agregat halus adalah 1 : 2 : 3. Dari masing-masing perbandingan volume semen-agregat dibuat benda uji 20 silinder dengan dimensi diameter 100 mm dan tinggi 200 mm. Benda uji digunakan untuk mengetahui pengaruh sifat dasar batu angus dan batu apung dalam menentukan sifat teknis beton. Dari hasil penelitian dihasilkan beton dengan berat volume 1729.5 kg/m³ dan dapat diklasifikasikan dalam jenis beton ringan struktural, dari penelitian didapat kuat tekan beton rata-tara pada umur 7 hari 13.47 MPa, kuat tekan rata-tara beton pada umur 14 hari 15.39 MPa, kuat tekan rata-tara beton pada umur 28 hari 18.84
Perencanaan Struktur Beton Bertulang Gedung Rumah Sakit 7 Lantai Di Kota Manado Sandea Rerung; Steenie E. Wallah; Ronny E. Pandaleke
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Indonesia memiliki tingkat resiko kegempaan yang tinggi, hal ini membuat perencanaan suatu struktur gedung bertingkat yang tahan gempa sangatlah penting di Indonesia. Ketika bencana gempa bumi terjadi maka gaya gempa akan bekerja sebagai beban lateral pada struktur gedung bertingkat diatasnya. Struktur gedung bertingkat akan mengalami pergerakan secara vertikal maupun secara lateral. Pergerakan struktur secara vertikal relatif kecil pada umumnya, sedangkan pergerakan secara lateral sangat berisiko tinggi terhadap keruntuhan struktur gedung. Struktur bangunan yang direncanakan adalah struktur gedung beton bertulang yang merupakan bangunan bertingkat, terdiri dari 7 lantai dengan panjang bangunan 60,00 m, lebar bangunan 24,00 m, dan tinggi 34,50 m. Letak gedung berada di Kota Manado, Sulawesi Utara, dimana nilai SDS dan SD1 di Kota Manado adalah sebesar 0,7525 dan 0,5696. Jenis tanah dikategorikan sebagai tanah sedang (SD) berdasarkan pengujian dilapangan dimana didapat nilai rata-rata SPT yaitu 41,16 sehingga kategori desain seismik masuk ke kategori “D”. Direncanakan komponen struktur menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Komponen Struktur atas yang direncanakan terdiri dari balok, kolom, dinding geser, pelat dan tangga serta komponen struktur bawah yaitu fondasi dalam. Perhitungan beban mati, beban hidup dan beban hujan mengikuti SNI 1727:2020. Beban gempa akan dianalisis secara statik dan dinamis mengikuti persyaratan dari SNI 1726:2019, perencanaan komponen struktur atas dan bawah gedung mengikuti persyaratan dari SNI 2847:2019 dan SNI 8460:2017. Pemodelan dan analisis struktur menggunakan Software ETABS Ultimate V.18.1.1 dengan pemodelan 3D. Berdasarkan hasil analisis dan desain yang telah dilakukan, struktur gedung telah memenuhi persyaratan keamanan. Komponen struktur dengan penulangannya dapat menahan gaya lentur dan gaya geser yang bekerja pada penampang, dan telah mengikuti persyaratan pendetailan dalam (SRPMK) untuk mendapatkan struktur yang bersifat daktail. Dengan demikian persyaratan perencanaan struktur gedung bertingkat beton bertulang menggunakan sistem rangka pemikul momen khusus telah terpenuhi. Kata kunci – perencanaan gedung, beton bertulang, SRPMK, ETABS
Analisis Pengaruh Pencampuran Nanomaterial: Graphene Oxide Terhadap Kuat Tekan Beton Berly A. Kalembiro; Reky S. Windah; Steenie E. Wallah
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan dalam pembangunan struktur bangunan. Dalam beberapa kasus, campuran beton memerlukan penggunaan bahan tambahan untuk meningkatkan kinerjanya, terutama dalam hal kuat tekan beton. Salah satu bahan tambahan yang menarik perhatian adalah graphene oxide, sebuah material baru yang ditemukan dalam dunia nanoteknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan graphene oxide terhadap kekuatan beton melalui pengujian kuat tekan. Graphene oxide disintesis dari grafit menggunakan metode Liquid Phase Exfoliation (LPE), dan karakterisasi dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis, dengan puncak absorbansi yang diperoleh pada panjang gelombang 224,70 nm. Pada tahap pengujian kuat tekan beton, dilakukan variasi presentase penambahan graphene oxide sebesar 0%, 0,05%, 0,1%, dan 0,2% dari berat semen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan graphene oxide sebesar 0,1% dan 0,2% menghasilkan peningkatan kuat tekan beton sebesar 5,187% dan 10,136% dibandingkan dengan beton tanpa penambahan graphene oxide. Namun, pada presentase 0,05% terjadi penurunan kuat tekan sebesar 2,231% dari beton tanpa penambahan graphene oxide. Sebagai kesimpulan, penelitian ini menunjukkan potensi positif dari penggunaan graphene oxide dalam meningkatkan kekuatan beton. Kata kunci: graphene oxide, kuat tekan, liquid phase exfoliation
Analisa Dinamik Bangunan Bertingkat Yang Memiliki Ketidakberaturan Horisontal Berbentuk T Akibat Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 Christoffel Tanauma; Reky S. Windah; Steenie E. Wallah
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa yang terjadi dapat mengakibatkan deformasi pada struktur bangunan yang bisa menyebabkan suatu struktur mengalami kerusakan. Penggunaan struktur yang tidak beraturan dapat mempengaruhi kestabilan suatu struktur sehingga deformasinya akan lebih besar. Gedung dengan denah bentuk T adalah salah satu model struktur dengan ketidakberaturan horizontal. Struktur yang direncanakan adalah struktur gedung beton bertulang yang difungsikan sebagai gedung perkantoran yang berlokasi di Kota Manado, Sulawesi Utara. Analisis dilakukan pada gedung dengan 1 model denah tipikal beraturan dan 3 model denah tipikal berbentuk T dengan luas denah yang sama yaitu 1944m2. Untuk menganalisis struktur gedung tiap model digunakan metode analisis dinamik respons spektrum ragam sesuai dengan SNI 1726:2019. Gaya geser dasar hasil analisis dinamik respons spektrum ragam pada model D gedung berbentuk T dengan proyeksi sudut dalam arah Y sebesar 75% mengalami penurunan sebesar 708kN untuk arah X dibandingkan dengan model A gedung beraturan. Gedung berbentuk T yang kemudian dilakukan variasi peningkatan proyeksi sudut dalam pada arah Y menyebabkan peningkatan nilai simpangan arah X yang tegak lurus dari arah proyeksi sudut dalam dibandingkan dengan pemodelan beraturan model A dengan peningkatan simpangan yang mencapai 12,25% pada model D dengan proyeksi sudut dalam terbesar, yaitu 75%. Semakin besar proyeksi sudut dalam pada suatu bangunan, semakin besar pula simpangan yang terjadi. Kata kunci: bangunan bertingkat, ketidakberaturan, ETABS, analisa dinamik respons spektrum ragam
Analisis Pengaruh Variasi Molaritas NaOH Terhadap Kuat Tekan Dan Modulus Elastisitas Pada Eksperimen Beton Geopolimer Berbasis Abu Terbang (Fly Ash) Theyni J. Korompis; Steenie E. Wallah; Servie O. Dapas
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berangkat dari usaha untuk mengurangi peningkatan emisi rumah kaca dan mencari substitusi yang tepat untuk menggantikan semen sebagai salah satu material penyusun beton, penelitian dilakukan terhadap abu terbang (fly ash) dimana NaOH dan Na2SiO3 yang direksikan dengan Si dan Al yang terkandung di dalam abu terbang dapat menghasilkan pengikat (binders) menggantikan semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi molaritas larutan NaOH terhadap kuat tekan dan modulus elastisitas beton geopolimer berbasis abu terbang (fly ash). Variasi molaritas larutan NaOH yang akan digunakan adalah 8 M, 10 M, 12 M dan 14 M dengan usia perawatan beton selama 7 hari, 14 hari dan 28 hari. Sementara itu untuk metode curing adalah dengan curing oven selama 24 jam pada suhu 90O. Dari hasil analisis regresi linear berganda terhadap beton geopolimer dengan usia perawatan 7 dan 14 hari, dapat dibuktikan bahwa variasi molaritas larutan NaOH berpengaruh terhadap kuat tekan beton geopolimer, dimana nilai signifikansi koefisien adalah 0,000 < 0,025. Sementara itu, untuk modulus elastisitas hasil analisis regresi linear berganda terhadap beton geopolimer dengan usia perawatan 7 dan 14 hari menunjukkan bahwa variasi molaritas larutan NaOH tidak berpengaruh terhadap nilai modulus elastisitas, dimana nilai signifikansi koefisien yang di dapat adalah 0,498 > 0,025. Kata kunci – Beton Geopolimer, Fly Ash, Variasi Molaritas, Kuat Tekan, Modulus Elastisitas, Regresi Linear Berganda
Co-Authors Abdul Ahad Ghifar Ente Adrian David Tumelap, Adrian David ADRIANA KARUNDENG Alow, Grace Ruth Andre Kusuma Putra B.V Rangan Banu Dwi Handono, Banu Dwi Berly A. Kalembiro Berny Andreas Engelbert Rumimper Bonny M. M. Ointu Braien Octavianus Majore, Braien Octavianus Chandra Hansun Tanudjaja Christian Eko Wior, Christian Eko Christoffel Tanauma Christy Nathalie Brenda Turambi, Christy Nathalie Brenda Dalo, Yohanes Debrito Diane Sumendap Djwantoro Hardjito Dody M.J. Sumajouw Ellen J. Kumaat Febrianti Kumaseh, Febrianti Femmy Nurul Akbar Feraldy F. X. Wongkar Filia Eunike Sofia Paat Fillino Erwinsyah Franky G. T. Mamuaja Freddy Jansen Gabriel Bridges Rerungan Grevardo Febrigiano Laheba Griebel H. Rompas Gumalang, Stevanny H. Manalip Handy Yohanes Karwur Hanock Tanudjaja Harahap, John. Th. Hendrico J. Waraba Herawaty Riogilang Hieryco Manalip Hizkia Yehezkiel Mamesah Janre Henry Mentang Jorry D. Pangouw Kaat, Brandon Christofer Kembuan, Patricia Khonado, Monica Fransisca Kojongian, Alexandro Mark Kosakoy, Merry N. M. Laily, Rivaldo Lelyani Kin Khosama Lerry M. N. Gerung Liando, Frinsilia Jaglien Lucia Lefrandt Lukar, Stevania Elisabeth Claudia M. J. Paransa Malino, Leonardus Mamesah, Yoshua Immanuel Manalip, H Manossoh, Gevin Brave Marthin D. J. Sumajouw Marthin D. J. Sumajouw Marthin Dody Josias Sumajouw Merry N. M. Kosakoy Mielke R. I. A. J. Mondoringin, Mielke R. I. A. J. Mikael Lumban Batu, Mikael Miza, Sisilia Dwi Sartika Mondoringin, Mielke R. I. A. Muhammad Q. Minabari Nelwan, Intan Tiara Ni Ketut Suputri Novi Angjaya Ondang, Celien Quinli Pandegiroth, Yonathan Papulele, Fernando Willem Gamaliel Pati, Maria Sari Pesik, Estty Rodianti Potalangi, Jessen G. Prijantoro, Johanes P. E. Prins, Muhammad Immalombassi Putra, Riski Yendrawan Reky S. Windah Reky S. Windah Rico Daniel Sumendap, Rico Daniel Ronny E. Pandaleke Ronny E. Pandaleke Ronny Pandaleke Rosie Arizki Intan Sari Ruddy Tenda Rudolvo Wenno Sandea Rerung Sandri Linna Sengkey Sembiring, Andrew Yeheskiel Servie O. Dapas Servie O. Dapas Sesty E. J. Imbar Sharon Ruth Toreh, Sharon Ruth Slat, Ventje Berty Soentpiet, Bill Johan Sondakh, Chichilya S.P. Steven Limbongan, Steven Sumajouw, Angga Josua Sumajouw, M. D.J Sumampouw, Franco Michael Takapente, Giano N. O. Tambingon, Fiki Riki Tampi, Jeanicha Christiani Tandiono, Million Tenda, Rudy Theyni J. Korompis Tjoanto, Roynaldo Vanessa Irena Kullit Vilty Stilvan Karundeng, Vilty Stilvan Wakkary, Satya Eliazer Donatus Winny J. Tamboto Yacob Yonadab Manuhua, Yacob Yonadab Yustina Yuliana Ria Salonde, Yustina Yuliana Ria