Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

The Vaccination of Covid-19 for Community in Tasikmalaya Miftahul Falah; Hani Handayani; Saryomo Saryomo; Oni Sahroni; Asep Setiawan; Yuyun Solihatin; Ida Herdiani; Bayu Brahmantia; Neni Sholihat; Hana Ariyani; Ali Firdaus; Rusdiana Rusdiana; Yusuf R. Romli; Rany Tien; Zainal Muttaqin; Ikhsan Ikhsan; Indra Gunawan; Ijang Budiana; Titin Suhartini
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Covid-19 pandemic has created an emergency status in Indonesia. Through Presidential Decree No. 11 of 2020, Indonesia has declared a health emergency status. Various efforts have been made to overcome the impact of the Covid-19 pandemic, vaccination is one of efforts to solve the problem. The purpose of this community service is to implement a Covid-19 vaccination in the work area of ​​the Tamansari Public Health Center, Tasikmalaya City. The method used interviews followed by administering the Covid-19 vaccine to people who already meet the criteria. The total respondents in the Covid-19 vaccination were 804 people, which were carried out in two sessions. The implementation of Covid-19 vaccination was conducted at the Muhammadiyah University of Tasikamalaya with a total of 304 people in season 1 and 500 people in season 2. The community response was positive and supported the vaccination activities organized by UMTAS and Tamansari Public Health Center, Tasikmalaya City. In summary, people who got a vaccination of Covid-19 will increase individual and communal immunity.
PENGARUH SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) TERHADAP PENURUNAN NYERI DAN KECEMASAN PADA PASIEN PASCA BEDAH TRANSURETHRAL RESECTION PROSTATE (TURP) DI RSUD dr. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA Bayu Brahmantia; Titih Huriah
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : Jurnal Kesehatan Karya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v6i2.282

Abstract

Latar Belakang: Pasien pasca bedah transurethral resection prostate dapat mengalami nyeri dankecemasan yang mengakibatkan ketidaknyamanan dan gangguan rasa aman. Penanganan nyeri dankecemasan menggunakan teknik non-farmakologi, yaitu terapi Spiritual Emotional Freedom Technique(SEFT). Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh SEFT terhadap penurunan nyeri dan kecemasanpada pasien pasca bedah TURP.Metode Penelitian: Quasi-eksperimen Pretest-Posttest with Control Group Design. Populasi penelitianadalah pasien pasca bedah TURP. Teknik sampel menggunakan accidental sampling, alokasi sampeldengan teknik sistimatic alocation, jumlah sampel kelompok intervensi 22 pasien, kelompok kontrol 22pasien.Hasil Penelitian: Rata-rata usia responden 65,09 tahun, rata-rata nilai nyeri sebelum dan sesudahinervensi pada kelompok intervensi 4,23 dan 2,31, rata-rata nilai nyeri sebelum dan sesudah intervensipada kelompok kontrol 4,86 dan 2,14, rata-rata nilai cemas sebelum dan sesudah intervensi padakelompok intervensi 19,59 dan 11,86, rata-rata nilai cemas sebelum dan sesudah intervensi padakelompok kontrol 18,09 dan 11,14. Hasil paired t-test analisis nyeri pada kelompok intervensi dankelompok kontrol didapatkan p value, 0,001, hasil paired t test analisis cemas kelompok intervensi dankelompok kontrol didapatkan p value 0,001, hasil uji independent t-test variabel nyeri nilai p=0,2>0,05,hasil uji independent t-test variabel kecemasan nilai p=0,49>0,05.Kesimpulan: Terapi SEFT berpengaruh terhadap penurunan nyeri dan kecemasan pada pasien pascabedah TURP, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi SEFT dengankelompok kontrol pada penelitian.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Pada Penderita Hipertensi di Kelurahan Setiamulya Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya Gita Adelia; Ida Rosidawati; Bayu Brahmantia; Zainal Muttaqin
Tasikmalaya Nursing Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Tasikmalaya Nursing Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/tnj.v2i1.262

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif penyebab kematian ketiga di dunia, yang angka kekambuhannya meningkat setiap tahun. Salah satu faktor penyebab terjadinya hipertensi adalah kurangnya pengetahuan. Salah satu usaha yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi yaitu dengan dilakukan pendidikan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Pada Penderita Hipertensi di Kelurahan Setiamulya Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Metode penelitian menggunakan Quasy Eksperimental dengan one group pretest posttest design. Populasinya adalah penderita hipertensi di Kelurahan Setiamulya sebanyak 1.794 orang, sampel berjumlah 18 responden dengan menggunakan simple random sampling. Instrument yang digunakan yaitu lembar kuesioner dan Analisa data menggunakan Uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan responden sebelum dilakukan Pendidikan Kesehatan memiliki nilai rata-rata 89,17 dan sesudah dilakukan Pendidikan Kesehatan memiliki nilai rata-rata 100,0 dan hasil uji statistik diperoleh nilai p=0,000 (p<0,05). Kesimpulannya yaitu ada pengaruh pendidikan pesehatan terhadap pengetahuan tentang hipertensi pada penderita hipertensi di Kelurahan Setiamulya Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Diharapkan penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan responden tentang hipertensi
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Hipertensi Dengan Upaya Pengendalian Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Mangkubumi Widya Amelia Sari; Ida Rosidawati; Bayu Brahmantia; Zainal Muttaqin
Tasikmalaya Nursing Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Tasikmalaya Nursing Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/tnj.v1i1.265

Abstract

Hipertensi adalah salah satu penyakit tidak menular yang banyak terjadi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, yang mempunyai angka kematian yang tinggi akibat kejadian hipertensi. Dengan ini untuk mencegah hipertensi diperlukan juga pengetahuan mengenai penyakit sehingga mampu mengendalikan tekanan darah pad penderita hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang hipertensi dengan upaya pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Mangkubumi. Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif correlational. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Mangkubumi sebanyak 1.804 orang. Sampel penelitian sebanyak 95 responden dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan analisa data menggunakan uji chi-square (ꭓ2). Hasil penelitian menunjukan bahwa Sebagian besar penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Mangkubumi memiliki tingkat pengetahuan cukup sebanyak 58 responden (61,1%) dan penderita hipertensi yang memiliki pengendalian kurang baik sebanyak 50 responden (52.6%). Hasil uji chi-square menunjukan ρ-value: 0,000 < 0,05. Kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang hipertensi dengan upaya pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Mangkubumi. Di rekomendasikan untuk meningkatkan program edukasi pada masyarakat tentang hipertensi dan pengendaliannya.
The Relationship between Knowledge and Community Stigma Against Covid-19 Sufferers in Tasikmalaya Bayu Brahmantia; Miftahul Falah; Nina Pamela Sari; Lilis Lismayanti; Sri Wahyuni
Mulawarman Nursing Indonesia Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Volume 1 No 1 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Covid-19 Is A Disease That Can Be Transmitted Through Lifestyle. Knowledge Is A Person's Information About A Subject Obtained From An Experience Gained During Education Or From His Own Experience. A stigma is an event that occurs in an individual by being labeled, stereotyped, separated, and partially subject to discrimination. Purpose: To Know The Relationship Of Knowledge With Community Stigma Toward Covid-19 Sufferers In Cipedes Village. Methods: The analytical survey method with a cross-sectional study approach. There were 361 respondents. Results: This research was conducted using the Chi-Square test. The results showed that 50 respondents with less Knowledge (13.9%) and stigma were in a positive category, nine respondents with less Knowledge (2.5%) and negative Stigma, nine respondents with sufficient Knowledge 96 people (26.6%) and stigma in the positive category, 44 people (12.2%) with sufficient Knowledge and Stigma in the harmful category, 92 respondents with good Knowledge (25.5%) and Stigma in the harmful category Positive, Respondents with Good Knowledge Category, namely 70 people (19.4%) and Stigma in the Negative Category, in a P value = 0.000 (<0.05), Conclusion: It can be concluded that there is a relationship between Knowledge and Community Stigma for Covid Sufferers -19 In Cipedes Village. Researchers suggest that health agencies, especially nursing, carry out promotional efforts by conducting health education regarding Covid-19 and Stigma, as well as for people to care more about people who suffer from Covid-19, both sufferers and survivors so that people affected by Covid-19 have high motivation. Make Sufferer's Immunity Increase.
PELATIHAN KADER DALAM PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH DI KELURAHAN MUGARSARI KEC TAMANSARI KOTA TASIKMALAYA Bayu Brahmantia; Yuyun Solihatin; Sri Mulyanti; Eneng Rini Risnaeni; Reza Supriatna Eka Purnama; Ayang Lusiyanti
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tekanan darah merupakan faktor yang amat penting pada sistem sirkulasi. peningkatan atau penurunan tekanan darah akan mempengaruhi homeostatsis di dalam tubuh. Jika sirkulasi darah menjadi tidak memadai lagi, maka terjadilah gangguan pada sistem transportasi oksigen, karbondioksida, dan hasil-hasil metabolisme lainnya. Di lain pihak fungsi organ-organ tubuh akan mengalami gangguan seperti gangguan pada proses pembentukan air seni di dalam ginjal ataupun pembentukan cairan cerebrospinalis dan lainnya. Terdapat dua macam kelainan tekanan darah, antara lain yang dikenal sebagai hipertensi atau tekanan darah tinggi dan hipotensi atau tekanan darah rendah. Tujuan Pengabdian ini untuk melatih kader dalam mengetahui tekanan darah. pengabdian ini menggunakan metode ceramah, diskusi dan praktek pada bulan juni 2022. Hasil pengabdian kader dapat memahami cara pengukuran tekanan darah. Dapat disimpulkan pelatihan ini penting untuk meningkatkan skil kader. Disarankan pelatihan ini bisa dilakukan pada kader di tempat lain.
SIMULASI TANGGAP DARURAT BENCANA PADA MASYARAKAT DESA SINDANG JAYA KECAMATAN CIKALONG Hani Handayani; Yuyun Sholihatin; Asep Setiawan; Ida Herdiani; Hana Ariyani; Miftahul Falah; Bayu Brahmantia; Neni Sholihat; Saryomo Saryomo; Rossy Rosnawanty; Indra Gunawan; Neni Nuraeni; Ida Rosidawati; Sri Mulyanti; Nina Pamela Sari; Aida Sri Rachmawati; Tatang Kusmana; Fitri Nurlina; Lilis Lismayanti; Nia Restiana; Usman Sasyari; Oni Sahroni
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia menjadikannya sebagai negara yang memiliki lebih kurang 17.504 buah pulau dengan luas. daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2 atau sekitar 70% luas Indonesia merupakan perairan, sedangkan 30% sisanya merupakan daratan. Namun selain diberkahi oleh kekayaan alam yang melimpah, letak Indonesia yang unik ini pun membawa konsekuensi logis bahwa Indonesia merupakan negara dengan memiliki potensi kerawanan bencana geologi yang cukup tinggi dan tersebar dari ujungbarat pulau Sumatera hingga selatan pulau Papua. Hal ini disebabkan oleh letak geologis Indonesia yang dilalui oleh dua jalur pegunungan muda dunia yaitu Pegunungan Mediterania di sebelah barat dan Sirkum Pasifik sebelah timur (Pasific Ring of Fire) serta berada pada pertemuan tiga lempeng besar dunia yaitu Lempeng Pasifik yang bergerak ke arah baratbaratlaut dengan kecepatan sekitar 10 cm per tahun, Lempeng Indo-Australia yang bergerak keutara-timurlaut dengan kecepatan sekitar 7 cm per tahun, serta Lempeng Benua Eurasia yang bergerak ke arah baratdaya dengan kecepatan 13 cm pertahun
Pemeriksaan Tekanan Darah Dan Penyuluhan Kesehatan Serta Memberikan Terapi Komplementer Jus Pepaya Tentang Hipertensi Di Kampung Sukamaju Kelurahan Mulyasari Kota Tasikmalaya Aditya Nugraha; Bayu Brahmantia; Tatang Kusmana; Neni Sholihat
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): BALAREA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/balarea.v2i2.4366

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyakit  the  silent  killer,  hal  tersebut  karena penyakit hipertensi ini bisa menyerang siapa saja baik  usia  muda  maupun  usia  tua  dan penyakit hipertensi ini apabila dibiarkan dan berlangsung lama   dapat   mengakibatkan   kerusakan   pada organ tubuh lain seperti jantung, otak, mata dan ginjal.     Oleh     karena     itu,     perlu     dilakukan penanganan untuk mengatasi hipertensi salah satunya dengan terapi komplementer jus pepaya. Tujuan pengabdian ini memberikan penyuluhan tentang pencegahan    komplikasi    penyakit    hipertensi. Metode   yang   digunakan   dalam   pengabdian melalui    ceramah,    diskusi    dan    pemeriksaan tekanan darah serta pemberian jus pepaya untuk menurunkan tekanan darah. Hasil yang di dapatkan peserta yang dilakukan  pengecekan  tekanan darah.   Ada   1   orang   yang   termasuk   dalam kategori  memiliki  tekanan  darah  tinggi  dengan rentang sistol 140-170 mmhg dan diastole 100-110 mmhg.  Dapat  disimpulkan  masih  ada  penderita hipertensi di lingkungan area kampung Sukamaju.     Diharapkan     petugas     Kesehatan menindak lanjuti segera untuk pasien secara dini.
Validity and Reliability of the Finnish Diabetes Risk Core Questionnaire Indonesia with the Rasch Model Approach Heri Budiawan; Idhfi Marpatmawati; Yuyun Solihatin; Bayu Brahmantia
INDOGENIUS Vol 5 No 2 (2026): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v5i2.1059

Abstract

Background and Objective: Type 2 diabetes mellitus is an increasing public health concern in Indonesia, with many individuals remaining undiagnosed due to limited early detection strategies. The Finnish Diabetes Risk Score is a non-invasive screening tool widely used to estimate the risk of developing type 2 diabetes, yet its Indonesian version has not been comprehensively evaluated using advanced measurement methods. This study aimed to assess the validity and reliability of the Indonesian version of the Finnish Diabetes Risk Score using the Rasch Model to ensure its appropriateness for community-based screening. Method: A quantitative, non-experimental study with a cross-sectional design was conducted among adults aged over 20 years who visited a primary health care center in Tasikmalaya. Participants were selected using accidental sampling. Data were collected through the Indonesian version of the Finnish Diabetes Risk Score questionnaire and analyzed using the Rasch Model to evaluate item fit, reliability, separation indices, and item difficulty hierarchy. Result : The findings showed high item reliability and strong item separation, indicating a stable and consistent hierarchy of diabetes risk factors. All items demonstrated acceptable fit to the Rasch Model, supporting the construct validity of the instrument. Conclusion: Although person reliability was relatively low, suggesting limited variability in respondent risk levels. Conclusion: Overall results confirm that the Indonesian version of the Finnish Diabetes Risk Score is valid and reliable at the item level and suitable for identifying individuals at risk of type 2 diabetes mellitus in community settings.
PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN BUNGA ROSELLA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA CILUMPING KECAMATAN DAYEUHLUHUR: THE EFFECT OF GIVING ROSELLA FLOWER STEEPING ON BLOOD PRESSURE REDUCTION IN ELDERLY PEOPLE WITH HYPERTENSION IN CILUMPING VILLAGE, DAYEUHLUHUR DISTRICT Heri Budiawan; Bayu Brahmantia; Ida Rosidawati; Asep Muksin; Mila Meilawati
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v6i1.197

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskuler yang paling banyak dialami oleh lansia. Penanganan hipertensi pada lansia selain menggunakan terapi farmakologi dapat juga dilakukan dengan menggukan pengobatan secara non farmakologi yaitu pemberian seduhan bunga rosella. Senyawa aktif dalam rosella yang banyak berperan dalam menurunkan tekanan darah adalah antosianin, fenolik, theroine, leucine, valine, glycine dan asam askarbonat. Senyawa aktif yang terkandung dalam bunga rosella tersebut dapat membantu melancarkan peredaran darah dengan cara mengurangi derajat viskositas Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian seduhan bunga rosella terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Desa Cilumping Kecamatan Dayeuhluhur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan Quasi Eksperimental dengan rancangan One group pretest-posttest. Teknik sampling menggunakan Purpose Sampling dengan jumlah sampel 18 responden. Data diolah secara komputerisasi dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji t paired. Hasil penelitian yang dilakukan selama 7 hari didapatkan rata-rata tekanan darah sistolik sebelum pemberian seduhan bunga rosella adalah 166 mmHg dan untuk diastolik 93 mmHg. Sedangkan, rata-rata nilai sesudah pemberian seduhan bunga rosella yaitu 150 mmHg dan 88 mmHg. Hasil nilai dari uji paired t-test p-value sistole dan diastole = 0,000 dan 0,009 (p < 0,05) yang artinya terdapat pengaruh pemberian seduhan bunga rosella terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi di Desa Cilumping Kecamatan Dayeuhluhur. Dapat disimpulkan bahwa pemberian seduhan bunga rosella terbukti efektif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Saran peneliti diharapkan responden dapat mengaplikasikan seduhan rosella tersebut untuk menurunkan tekanan darah. Abstract Hypertension is a cardiovascular disease that is most commonly experienced by the elderly. Handling hypertension in the elderly in addition to using pharmacological therapy can also be done by using non-pharmacological treatment, namely giving rosella flower brew. Active compounds in rosella that play a role in lowering blood pressure are anthocyanins, phenolics, theroine, leucine, valine, glycine and ascorbic acid. The active compounds contained in rosella flowers can help improve blood circulation by reducing the degree of viscosity. This study aims to determine the effect of giving rosella flower brew on lowering blood pressure in elderly people with hypertension in Cilumping Village, Dayeuhluhur District. This type of research is quantitative research using Quasi Experimental with One group pretest-posttest design. The sampling technique used Purpose Sampling with a sample size of 18 respondents. Data were computerized using univariate and bivariate analysis using paired t test. The results of research conducted for 7 days obtained the average systolic blood pressure before the administration of rosella flower brew is 166 mmHg and for diastolic 93 mmHg. Meanwhile, the average value after the administration of rosella flower brew is 150 mmHg and 88 mmHg. The results of the paired t-test p-value systole and diastole = 0.000 and 0.009 (p < 0.05) which means that there is an effect of giving rosella flower brew on lowering blood pressure in hypertensive elderly in Cilumping Village, Dayeuhluhur District. It can be concluded that the administration of rosella flower sedatives is proven effective for lowering blood pressure in elderly people with hypertension. The researcher's suggestion is that respondents are expected to apply the rosella brew to lower blood pressure