Claim Missing Document
Check
Articles

The Relationship of Self-Management with Quality Lives of Hypertension Patients Linda Marni; Armaita; Yesi Maifita; Elza Safitri
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 2 (2024): February
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i2.6920

Abstract

Hypertension is one of the non-communicable diseases that can cause death. This disease is categorized as a silent disease because people with hypertension do not know they have hypertension before checking their blood pressure. Nationally population prevalence of Indonesia with high blood pressure reaches 34.11% of Indonesia's total population of 270.20 million people. The purpose of the study was to determine the relationship between self-management and the quality of life of people with hypertension in the Working Area of the Pariaman Health Center in Pariaman City in 2023. Type of analytical descriptive research with a research design using a cross-sectional approach. This research was conducted in the working area of the Pariaman Health Center in Pariaman City in 2023. The population in this study was 5337 people, while the sample taken was 44 people from September 20 to October 6, 2023. Sampling through Purposive Sampling. Statistical tests using univariate analysis and bivariate analysis using Chi-Square. The results of the study show Most of the people with hypertension (50.0) have poor Self Management in overcoming the problem of hypertension, and Most of the people with hypertension (50) have a poor quality of life. There is a significant relationship between Self-Management and the Quality of Life of Hypertensive Patients in the Working Area of the Pariaman Health Center in Pariaman City in 2023 (p-value = 0.000 < 0.05). Respondents should pay more attention to the food consumed, exercise, or activities that are useful to improve heart performance, reduce smoking habits that can cause decreased blood flow to various organs, and improve heart performance.
Restorasi Lahan dan Revitalisasi Ekonomi Lokal Pasca Bencana Melalui Pemberdayaan Masyarakat Nagari Tambangan Kabupaten Tanah Datar Hafizah Delyana; Elza Safitri; Aulia Afza; Irfan Fadhli; Ade Pratama; Mourend Defegi; Melisa Melisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Unity Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70340/japamas.v5i1.333

Abstract

Bencana alam yang terjadi di Nagari Tambangan, Kabupaten Tanah Datar, menimbulkan kerusakan lahan produktif dan melemahkan aktivitas ekonomi Masyarakat. Program pengabdian ini bertujuan melakukan restorasi lahan sekaligus revitalisasi ekonomi lokal melalui pendekatan pemberdayaan Masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan Pembangunan Masyarakat yang berfokus pada asset, potensi, dan kekuatan yang sudah dimiliki komunitas, bukan pada kekurangan atau masalahnya. Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai aktor utama pembangunan dengan memanfaatkan potensi internal seperti keterampilan individu, jaringan sosial, dan sumber daya lokal. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi masalah, pemetaan aset lokal, perencanaan partisipatif, implementasi restorasi lahan, pelatihan kewirausahaan, serta evaluasi dampak. Hasil pengabdian ini adalah kegiatan restorasi lahan dilakukan melalui penerapan sistem pertanian adaptif berbasis polybag dan pemanfaatan biomassa lokal sebagai media tanam alternatif pada lahan yang tertutup pasir akibat bencana. Pembangunan demo plot menjadi model percontohan yang dapat direplikasi oleh masyarakat. Selain itu, pemasangan sandbag barrier turut mendukung upaya perlindungan lahan dari potensi kerusakan lanjutan. Revitalisasi ekonomi lokal diwujudkan melalui pelatihan budidaya tanaman cepat panen, pengolahan hasil pertanian bernilai tambah, manajemen usaha sederhana, serta pemasaran digital. Kegiatan ini meningkatkan kapasitas Kelompok Tani Mudiak Aie dan Kelompok PKK Mudiak Aie dalam mengelola usaha secara lebih mandiri dan produktif. Secara umum, program memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas, partisipasi masyarakat, serta penguatan ketahanan ekonomi pascabencana di Nagari Tambangan.