Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

SEHAT BERSAMA APOTEKER: EDUKASI PENGGUNAAN OBAT YANG BIJAK DI KELURAHAN SUKAKARYA, KOTA JAMBI Sukmadani Rusdi, Mesa; Sofiyetti, Sofiyetti; Efendi, M. Rifqi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 11 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i11.4055-4060

Abstract

Penggunaan obat yang tidak tepat masih menjadi masalah di masyarakat, ditandai dengan tingginya praktik swamedikasi, kesalahan membaca aturan pakai, serta pembuangan obat yang sembarangan. Kondisi ini berisiko menimbulkan resistensi antibiotik, keracunan, dan pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat yang bijak dan rasional serta edukasi Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang (DAGUSIBU) sebagai upaya kesehatan mandiri. Metode yang digunakan adalah edukasi melalui sosialisasi interaktif, pretes–postes, dan diskusi. Kegiatan dilaksanakan pada 4 September 2025 di Kantor Lurah Sukakarya, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, dengan jumlah peserta 26 orang. Materi meliputi prinsip 5 Tepat dan pedoman DAGUSIBU. Hasil postes menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat dibandingkan pretes. Peserta lebih mampu memahami cara menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif dalam diskusi. Kegiatan ini membuktikan bahwa keterlibatan apoteker sebagai edukator dapat meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.
Peningkatan Nilai Jual Marshmallow dengan Minyak Tengkawang sebagai Pengawet Alami di UMKM Nurchery : Minyak Tengkawang Lestari, Uce; Perawati, Santi; Neldi, Vina; Yuliana; Mekeama, Luri; Rahman, Havizur; Efendi, M. Rifqi
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/jphi.v7i3.1106

Abstract

Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat adalah untuk meningkatkan nilai jual produk marshmallow Butelang (Bunga Telang) dengan memanfaatkan minyak tengkawang sebagai pengawet alami yang aman, sehat, dan tahan lama. Marshmallow Butelang telah diproduksi secara teratur oleh UMKM Nurchery di Kecamatan Paal Merah berdasarkan hal tersebut maka dipilih sebagai mitra pada kegiatan ini. Namun, mereka menghadapi masalah terkait daya simpan produk dan kurangnya inovasi, yang dapat meningkatkan daya saing produk di pasar. Minyak tengkawang merupakan bahan alam lokal yang berasal dari Sarolangun Jambi yang sangat potensial dan memiliki aktivitas antioksidan dan antimikroba, sehingga digunakan sebagai alternatif pengawet alami untuk menggantikan bahan sintetis yang dapat berbahaya bagi kesehatan. Kegiatan sosialisasi, pelatihan formulasi produk, pendampingan produksi, evaluasi kualitas organoleptik dan daya simpan produk adalah bagian dari metode pelaksanaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa marshmallow yang dibuat dengan minyak tengkawang lebih tahan lama, memiliki cita rasa yang tetap disukai pelanggan, dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi daripada produk awal. UMKM mitra memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam pembuatan makanan sehat yang dibuat dengan bahan-bahan lokal. Diharapkan bahwa kegiatan ini akan membantu UMKM menjadi lebih mandiri dalam membuat produk inovatif yang berdaya saing dan ramah kesehatan, serta membantu pemanfaatan sumber daya lokal yang potensial secara berkelanjutan.
Evaluation of the Antibacterial Activity of Methanol Extracts from Leaves, Bark, and Fruit of Jambu Bol (Syzygium malaccense L.) Efendi, M. Rifqi
Journal of Science and Applicative Technology Vol. 9 No. 2 (2025): Journal of Science and Applicative Technology December Chapter
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/jsat.v9i2.2172

Abstract

Syzygium malaccense L., commonly known as Malay apple, is a medicinal plant traditionally used to treat various infectious diseases. This study aimed to compare the antibacterial activity of methanol extracts from the leaves, bark, and fruit of S. malaccense against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. Each extract was characterized through organoleptic observations, moisture content determination, total ash content analysis, and phytochemical screening. Antibacterial activity was evaluated using the agar diffusion method, with dimethyl sulfoxide (DMSO) as the negative control and chloramphenicol (30 µg/disc) as the positive control. Phytochemical screening confirmed the presence of phenolic compounds, alkaloids, flavonoids, and saponins in all extracts. The antibacterial assay revealed that all tested extracts exhibited inhibitory effects against both bacterial strains, with inhibition zones ranging from 8.15 to 13.12 mm. The methanol extract of S. malaccense bark demonstrated the highest antibacterial activity at a 20% concentration, producing a 13.12 mm inhibition zone against S. aureus.
Anti-Tuberculosis Drug Adherence Among Pulmonary Tuberculosis Patients At Primary Health Center Zannah, Junnia Aulia; Yuliawati, Yuliawati; Efendi, M Rifqi; Pondawinata, Marizki; Sani, Fathnur
Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2026): JAMBI MEDICAL JOURNAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmj.v14i1.48086

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by infection with the bacterium Mycobacterium tuberculosis (M. tb). This bacterium has characteristics that make it difficult to treat, resulting in prolonged TB therapy. Non-adherence to anti-tuberculosis drugs (ATD) may increase the risk of treatment failure in patients diagnosed with pulmonary TB, which in turn can elevate the risk of multidrug resistance (MDR). Method: This study is a descriptive observational research with a cross-sectional design and consisted of 45 participants. The research instrument used was the MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale) questionnaire. Univariate and bivariate analyses were performed using the Chi-Square test. Result: The results showed that 34 respondents (75.6%) had a high level of adherence, 9 respondents (20%) had a moderate level of adherence, and 2 respondents (4.44%) had a low level of adherence. According to statistical analysis using the Chi-Square test, the significance value for gender and adherence was 0.822, for age and adherence was 0.031, for educational level and adherence was 0.445, and for occupation and adherence was 0.465. Conclusion: The majority of TB patients at Puskesmas Kenali Besar demonstrated a high level of adherence.
POTENSI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN VARIASI EKSTRAK ETANOL DAUN KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) DARI DAERAH MUARO LABUH DENGAN METODE DPPH Fathnur Sani Kasmadi; Bima Arya Nugraha; M.Rifqi Efendi; Entang Komalasari; Tri Nadia Putri
Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia Vol 14 No 2 (2025): JPFI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51887/jpfi.v14i2.1993

Abstract

Antioksidan berfungsi sebagai penstabil dengan cara memberikan elektron yang mampu menghambat reaksi berantai radikal bebas. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa variasi pelarut etanol yang digunakan dan lokasi tumbuh suatu tanaman mempengaruhi aktivitas antioksidan dari tanaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi aktivitas antioksidan dari variasi ekstrak etanol daun kayu manis (25%, 50% dan 100%). Metode yang digunakan untuk pengujian aktivitas antioksidan adalah metode DPPH dengan kontrol positif yang digunakan adalah vitamin C. Hasil menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok. Dimana ekstrak etanol 25% memiliki antivitas antioksidan yang sangat kuat (IC50 = 38,24 ± 0,67 ppm), sedangkan ekstrak etanol 50% (IC50 = 123,17 ± 0,83 ppm) dan 100% (IC50 = 136,18 ± 2,51 ppm) dari daun kayu manis memiliki aktivitas sedang. Antioxidants function as stabilizers by providing electrons that can inhibit free radical chain reactions. Previous studies have shown that variations in ethanol solvents used and the location where a plant grows affect the antioxidant activity of the plant. This study aims to identify the antioxidant activity of variations in cinnamon leaf ethanol extract (25%, 50% and 100%). The method used to test antioxidant activity is the DPPH method with the positive control used being vitamin C. The results showed significant differences between groups. Where 25% ethanol extract has very strong antioxidant activity (IC50 = 38.24 ± 0.67 ppm), while 50% ethanol extract (IC50 = 123.17 ± 0.83 ppm) and 100% (IC50 = 136.18 ± 2.51 ppm) from cinnamon leaves have moderate activity.
Peningkatan Mutu Permen Jelly Butelang Menggunakan Minyak Tengkawang sebagai Pengawet Alami di UMKM Nurchery Kecamatan Paal Merah Uce Lestari; Santi Perawati; Vina Neldi; Yuliana; Luri Mekeama; Havizur Rahman; M. Rifqi Efendi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): Mewujudkan Perguruan Tinggi Berdampak Melalui Integrasi Program Pengabdian dan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/snpm.v5i2.1550

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk meningkatkan nilai jual produk Permen jelly Butelang (Bunga Telang) dengan memanfaatkan minyak tengkawang sebagai pengawet alami yang aman, sehat, dan tahan lama. UMKM Nurchery di Kecamatan Paal Merah membuat Permen Jelly Butelang secara teratur, jadi mereka dipilih sebagai mitra. Namun, mereka menghadapi masalah daya simpan produk dan kurangnya inovasi, yang dapat membuat produk mereka lebih bersaing di pasar. Minyak tengkawang, bahan lokal yang sangat potensial yang berasal dari Sarolangun Jambi dan memiliki sifat antioksidan dan antimikroba, digunakan sebagai pengganti pengawet alami untuk menggantikan bahan sintetis yang berbahaya bagi kesehatan. Metode pelaksanaan mencakup kegiatan sosialisasi, pelatihan formulasi produk, pendampingan produksi, evaluasi kualitas organoleptik, dan daya simpan produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa marshmallow yang dibuat dengan minyak tengkawang lebih tahan lama, memiliki cita rasa yang tetap disukai pelanggan, dan memiliki nilai jual yang lebih besar daripada produk awal. Selain itu, UMKM mitra memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam membuat makanan sehat yang dibuat dengan bahan lokal. Diharapkan bahwa program ini akan membantu UMKM menjadi lebih mandiri dalam membuat produk inovatif yang berdaya saing dan ramah kesehatan, serta membantu pemanfaatan sumber daya lokal yang potensial secara berkelanjutan.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI DARI IKAN FERMENTASI BEKASAM (RASBORA SP.) SERTA EVALUASI POTENSI ANTIBAKTERINYA M. Rifqi Efendi; Yunita Safitri; Rustini Rustini; Mesa Sukmadani Rusdi
JURNAL FARMASI DAN MAKANAN Vol 8 No 1 (2024): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bekasam is a traditional fermented fish product. This study aimed to isolate and identify the bacteria involved in the fermentation of Bekasam from Riau and evaluate the antibacterial potential of their ethyl acetate extracts. Bacterial isolation was conducted using the pour plate method with selective media (MRS agar-CaCO3 0.5%). Antibacterial activity was tested against Gram-positive bacteria (Staphylococcus aureus and Enterococcus faecalis) and Gram-negative bacteria (Escherichia coli and Pseudomonas aeruginosa) using the agar diffusion method, with chloramphenicol as a positive control. Four bacterial isolates were identified: Lactobacillus sp1 (BAC1), Lactobacillus sp2 (BAC2), Bacillus sp1 (BAC3), and Bacillus sp2 (BAC4). All ethyl acetate extracts from these isolates demonstrated antibacterial activity. The highest activity was observed from the Lactobacillus sp1 extract against E. coli, with an inhibition zone diameter of 16.1 mm.
Evaluasi Kandungan Fenol Total, Flavonoid Total, serta Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri Daun Gandarusa (Justicia Gendarussa Burm.F.) M. Rifqi Efendi
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 2 (2025): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i2.200

Abstract

Gandarusa (Justicia gendarussa Burm.f.) merupakan tanaman obat yang telah dikenal memiliki berbagai aktivitas farmakologis, namun kajian terarah mengenai distribusi senyawa fenolik dan flavonoid pada fraksinya, serta hubungannya dengan aktivitas antioksidan dan antibakteri, masih perlu diperdalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan fenol total, flavonoid total, serta aktivitas antioksidan dan antibakteri dari ekstrak dan fraksi daun Gandarusa (J. gendarussa). Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Daun Justicia gendarussa Burm.f. dikeringkan, dimaserasi dengan metanol, lalu difraksinasi menggunakan n-heksana, etil asetat, dan n-butanol. Kandungan fenol total diukur dengan metode Folin–Ciocalteu, sedangkan flavonoid total dengan metode kompleksasi AlCl?. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH berdasarkan nilai IC??, dan aktivitas antibakteri diuji dengan metode difusi cakram terhadap lima bakteri: Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Vibrio cholerae, dan Escherichia coli. Hasil menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki kadar fenol total tertinggi (5.52 mg GAE/g), sementara fraksi n-butanol memiliki kadar flavonoid tertinggi (3.2 mg RE/g) dan aktivitas antioksidan paling baik (IC?? = 365.58 µg/mL). Ekstrak metanol menunjukkan aktivitas antibakteri sedang dengan zona hambat 9.5–11 mm terhadap P. acnes, S. aureus, S. epidermidis, V. cholerae, dan E. coli. Kesimpulan penelitian bahwa ada korelasi antara kandungan senyawa fenol dan flavonoid.