Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Evaluasi aktivitas penyembuhan luka fraksi ekstrak etanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata (L.) R.M. King & H. Rob) pada luka sayat tikus putih (Rattus norvegicus) Efendi, M. Rifqi; Elisma, Elisma; Zahira, Niken
Journal of Pharmaceutical and Sciences Suppl. 1, No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v6i5-si.394

Abstract

Kirinyuh (Chromolaena odorata (L.) R.M.King & H.Rob) is a plant from the Asteraceae family traditionally used for wound healing. This research aims to evaluate the wound healing activity of n-hexane, ethyl acetate, and n-butanol fractions derived from kirinyuh ethanol extract (Chromolaena odorata (L.) R.M.King & H.Rob). The study employed a post-test control group design in vivo using white rats (Rattus norvegicus) induced with a 3 cm long and 2 mm deep incision wound. The test formulations were applied twice a day in the morning and evening for 10 days at a dosage of 0.5 g per treatment. Wound healing effects were assessed based on the percentage of wound healing and histopathology of rat skin. The results indicated that all test fractions demonstrated wound-healing effects. The ethyl acetate fraction exhibited the most significant effect on incision wound healing compared to the positive control and the other two fractions, achieving a 75% wound healing percentage. Additionally, histopathological observations of rat skin revealed improved collagen content and epithelial cell thickness in the ethyl acetate fraction. Therefore, the ethyl acetate fraction holds the potential for development as a topical formulation in wound healing.
Efek topikal gel ekstrak daun kayu manis (Cinnamomum burmannii) sebagai penyembuh luka insisi pada kelinci putih jantan (Oryctolagus cuniculus) Kasmadi, Fathnur Sani; Anggia, Sonia; Yuliawati, Yuliawati; Efendi, M. Rifqi
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 7 Nomor 4 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v7i4.466

Abstract

Cinnamon leaves (Cinnamomum burmannii) are plants that have many pharmacological effects. One of them is as a wound healer. The gel formulation becomes a convenient therapeutic solution for use. This study aimed to determine the impact of gel preparations on the healing of incision wounds in male white rabbits. The research method uses experimental methods. The test animal was injured on its back using a tool with a diameter of 2.5cm. There are five treatment groups used, namely: positive control (Bioplasenton), negative control (gel base), Formula 1 (extract 2.5%), Formula 2 (extract 5%), and Formula 3 (extract 7.5%). The results of wound healing observations were analysed using one-way ANOVA with a confidence level of 95%.  The results showed that the best formula for wound healing is formula 2. Then, formula three and formula 1 had a significance value between groups of 0.05.
SEHAT BERSAMA APOTEKER: EDUKASI PENGGUNAAN OBAT YANG BIJAK DI KELURAHAN SUKAKARYA, KOTA JAMBI Sukmadani Rusdi, Mesa; Sofiyetti, Sofiyetti; Efendi, M. Rifqi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 11 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i11.4055-4060

Abstract

Penggunaan obat yang tidak tepat masih menjadi masalah di masyarakat, ditandai dengan tingginya praktik swamedikasi, kesalahan membaca aturan pakai, serta pembuangan obat yang sembarangan. Kondisi ini berisiko menimbulkan resistensi antibiotik, keracunan, dan pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat yang bijak dan rasional serta edukasi Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang (DAGUSIBU) sebagai upaya kesehatan mandiri. Metode yang digunakan adalah edukasi melalui sosialisasi interaktif, pretes–postes, dan diskusi. Kegiatan dilaksanakan pada 4 September 2025 di Kantor Lurah Sukakarya, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, dengan jumlah peserta 26 orang. Materi meliputi prinsip 5 Tepat dan pedoman DAGUSIBU. Hasil postes menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat dibandingkan pretes. Peserta lebih mampu memahami cara menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif dalam diskusi. Kegiatan ini membuktikan bahwa keterlibatan apoteker sebagai edukator dapat meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.
Peningkatan Nilai Jual Marshmallow dengan Minyak Tengkawang sebagai Pengawet Alami di UMKM Nurchery : Minyak Tengkawang Lestari, Uce; Perawati, Santi; Neldi, Vina; Yuliana; Mekeama, Luri; Rahman, Havizur; Efendi, M. Rifqi
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/jphi.v7i3.1106

Abstract

Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat adalah untuk meningkatkan nilai jual produk marshmallow Butelang (Bunga Telang) dengan memanfaatkan minyak tengkawang sebagai pengawet alami yang aman, sehat, dan tahan lama. Marshmallow Butelang telah diproduksi secara teratur oleh UMKM Nurchery di Kecamatan Paal Merah berdasarkan hal tersebut maka dipilih sebagai mitra pada kegiatan ini. Namun, mereka menghadapi masalah terkait daya simpan produk dan kurangnya inovasi, yang dapat meningkatkan daya saing produk di pasar. Minyak tengkawang merupakan bahan alam lokal yang berasal dari Sarolangun Jambi yang sangat potensial dan memiliki aktivitas antioksidan dan antimikroba, sehingga digunakan sebagai alternatif pengawet alami untuk menggantikan bahan sintetis yang dapat berbahaya bagi kesehatan. Kegiatan sosialisasi, pelatihan formulasi produk, pendampingan produksi, evaluasi kualitas organoleptik dan daya simpan produk adalah bagian dari metode pelaksanaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa marshmallow yang dibuat dengan minyak tengkawang lebih tahan lama, memiliki cita rasa yang tetap disukai pelanggan, dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi daripada produk awal. UMKM mitra memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam pembuatan makanan sehat yang dibuat dengan bahan-bahan lokal. Diharapkan bahwa kegiatan ini akan membantu UMKM menjadi lebih mandiri dalam membuat produk inovatif yang berdaya saing dan ramah kesehatan, serta membantu pemanfaatan sumber daya lokal yang potensial secara berkelanjutan.
Evaluation of the Antibacterial Activity of Methanol Extracts from Leaves, Bark, and Fruit of Jambu Bol (Syzygium malaccense L.) Efendi, M. Rifqi
Journal of Science and Applicative Technology Vol. 9 No. 2 (2025): Journal of Science and Applicative Technology December Chapter
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/jsat.v9i2.2172

Abstract

Syzygium malaccense L., commonly known as Malay apple, is a medicinal plant traditionally used to treat various infectious diseases. This study aimed to compare the antibacterial activity of methanol extracts from the leaves, bark, and fruit of S. malaccense against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. Each extract was characterized through organoleptic observations, moisture content determination, total ash content analysis, and phytochemical screening. Antibacterial activity was evaluated using the agar diffusion method, with dimethyl sulfoxide (DMSO) as the negative control and chloramphenicol (30 µg/disc) as the positive control. Phytochemical screening confirmed the presence of phenolic compounds, alkaloids, flavonoids, and saponins in all extracts. The antibacterial assay revealed that all tested extracts exhibited inhibitory effects against both bacterial strains, with inhibition zones ranging from 8.15 to 13.12 mm. The methanol extract of S. malaccense bark demonstrated the highest antibacterial activity at a 20% concentration, producing a 13.12 mm inhibition zone against S. aureus.