Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Implementation of the Pentahelix Concept as Leader Policy in Developing UMKM Fauzi Darsono, M. Gumilar; Saripa, Iip; Kamarubiani, Nike; Emi, Chiara
SPEKTRUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Vol 12, No 2 (2024): SPEKTRUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah (PLS): Publishing May 2024
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/spektrumpls.v12i2.128521

Abstract

The development of MSMEs in the Cibeureum Village in the collaboration era is very dependent on the implementation of the policies of the Cibeureum Village Head, South Cimahi District, and Cimahi City. Village side are encouraged to be able to develop various innovations in the development of MSMEs by paying attention to the five elements of collaboration that are incorporated in the penta helix. The five elements are government, academia, the private sector, the media, and society. This paper will explain the innovation model for MSME development as an effort to improve the welfare of the Cibeureum Village community using the penta helix concept. The method used is descriptive-qualitative. The research was conducted on MSME actors in Cibeureum Village. The result of this research is a new innovation in the form of a sustainable assistance model to optimize MSMEs in Cibeureum Village. This innovation is expected to have an impact on increasing economic welfare through MSMEs. Keywords: MSMEs, Policy, Penta helix
Implementation of Leaders' Policy in the Development of UMKM in the Cibeureum District khadafi, Muhammad; Saepudin, Asep; Kamarubiani, Nike
SPEKTRUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Vol 12, No 2 (2024): SPEKTRUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah (PLS): Publishing May 2024
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/spektrumpls.v12i2.128522

Abstract

The existence of MSMEs cannot be eliminated or avoided from today's nation's society. Cibeureum Village is one of the sub-districts in Cimahi Selatan District, Cimahi City, West Java, Indonesia which has a population of 61,027 people, consisting of 30,797 men and 30,230 women. The livelihoods of the Cibeureum sub-district community are varied, while the livelihoods are as civil servants, traders, craftsmen, private employees and others. Cibeureum sub-district, there are 24 MSMEs registered to date, in which conditions the Cibeureum MSMEs have an entrepreneurial tendency, they are still individual and still lack collaboration, many MSMEs do not have complete administration, conventional and digital product marketing is still not optimal, capital is still independent, there is no grouping of types of business and product development innovation is still not maximized. This descriptive qualitative research uses a phenomenological approach. The phenomenological method seeks to understand the meaning of events and their relation to people who are in certain situations. The result of this research is a new innovation in the form of a sustainable assistance model to optimize MSMEs in Cibeureum Village. This innovation is expected to have an impact on increasing economic welfare through MSMEs.Keywords: SMEs, Policy
PENGARUH PERAN PENDAMPING UMKM TERHADAP PENINGKATAN PERFORMA UMKM DI KOTA BANDUNG Uyuandi, Agus Elga; Sudiapermana, Elih; Kamarubiani, Nike
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 7 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/commedu.v7i3.26396

Abstract

Micro, Small and Medium Enterprises (SMEs) play an important role in the development of the national economy. However, the importance of this sector has not been offset by its contribution to the value of Gross Domestic Product (GDP), which is still relatively low when compared with the population of SMEs perpetrators of 99.9%. Therefore, this study aims to analyze the influence of the role of SMEs accompaniment on the improvement of SMEs performance with the mediation of the variable SMEs managerial ability. The data was collected using an angket of 360 respondents taken using a simple random sampling approach on SMEs perpetrators in the district of Bandung which is included in the SMEs Associate Programme of Cooperative Services and the SMEs of Bandung. The result was a significant direct influence of the accompaniment role on managerial capabilities, a significant influence on the accompanying role on the performance of SMEs, and a mediation influence in which the management ability served as the mediation variable, in other words, mediating the indirect influence that the accomplishment role had on SMEs performance. This study provided useful insights for policymakers in developing SMES support programmes
SIMBOL BUDAYA MUARA ENIM Sardin Sardin; Ayo Sunaryo; Nike Kamarubiani; Uyu Wahyudin; Arvian Triantoro
Jurnal Integritas Serasan Sekundang Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Integritas Serasan Sekundang
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah KabupatenMuara Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelestarian terhadap budaya merupakan salah satu upaya untuk mempelajari perkembangan budaya yang berkembang pada masyarakat tertentu. Budaya juga menggambarkan perkembangan masyarakat dari masa ke masa.  Melalui penelusuran budaya   oleh generasi berikutnya diharapkan memberikan kontribusi dalam mempelajari dan memaknai hakekat, filosofis, dan nilai-nilai yang terkandung di dalam budaya tersebut. Sebagai bagian dari ras Melayu, Muara  Enim merupakan daerah yang kaya akan peninggalan budaya baik dalam bentuk budaya benda maupun budaya tak benda. Kajian ini ini merupakan salah satu bagian dari upaya untuk  mengkaji budaya benda dan tak benda di Kabupaten Muara Enim dilihat dari posisi/letak, kondisi, makna atau hakikat serta perkembangan yang terjadi pada saat ini di masyarakat. Penelitian dilakukan dengan cara cara mengumpulkan literatur dan dokumen yang relevan yang dimiliki oleh pemerintah masyarakat ataupun perorangan. Selanjutnya untuk mendalami hakikat dari benda dan tak benda tersebut dilakukan wawancara dan FGD terhadap tokoh masyarakat dan pihak-pihak yang memahami nilai budaya tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah budaya benda dan tak benda yang terpetakan berdasarkan kecamatan dan jenis budaya yang ada berjumlah 1450 jenis budaya. Jumlah tersebut tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Muara Enim. Pada jenis budaya benda, daerah atau kawasan dengan budaya benda terbanyak berada di Kecamatan Tanjung Agung, Lawing Kidul, dan Semende Darat Ulu. Pada keseluruhan kecamatan terdapat adat/budaya yang sama, meskipun terdapat pula pada beberapa kecamatan memiliki adat istiadat yang khas yang tidak ada di kecamatan lainnya. Budaya tak benda berupa; adat istiadat, bahasa, manuskrip, permainan rakyat, teknologi tradisional, dan budaya lisan lainnya. Hasil penelitian ini meyimpulkan bahwa; 1) Kabupaten Muara Enim merupakan salah satu kabupaten yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan masyarakatnya yang ditandai dengan banyaknya simbol-simbol budaya baik tak benda maupun benda yang ditemukan di seluruh kecamatan. 2) Konservasi budaya masih banyak dilakukan melalui budaya tutur sehingga tidak seluruh masyarakat memahami esensi budaya tersebut dan akses terhadap informasi  tentang budaya yang masih terbatas. 3) pemaknaan metafisik produk budaya (simbolis) yang dipahami oleh “kelompok tua” hanya melahirkan budaya tanpa makna pada generasi berikutnya, dna 4) masyarakat saat ini sudah menjadi “penikmat” budaya dan bukan pelaku budaya sebagai akibat dari kesadaran dan ruang pembudayaan yang terbatas.
PENGEMBANGAN DESA KOMPETEN DAN PRODUKTIF DI DESA PENANGGIRAN KECAMATAN GUNUNG MEGANG KABUPATEN MUARA ENIM Purnomo, Purnomo; Kamarubiani, Nike; Sulistiono, Eko; Sukmana, Cucu; Mutamam, Mohamad Hadi Ali; Kartini, Apriani Dwi; Fitriani, Yulia
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 8 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/commedu.v8i1.26241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Desa Penanggiran di Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, menjadi desa yang kompeten dan produktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dokumentasi, observasi, dan angket. Proses penelitian dilakukan dalam tiga fase: mobilisasi dan inventarisasi data pada bulan Agustus hingga September 2024, pengumpulan data primer dan FGD pada Oktober 2024, dan finalisasi pada November 2024. Melalui analisis SWOT, penelitian ini mengidentifikasi berbagai potensi ekonomi, sosial, dan lingkungan yang dimiliki Desa Penanggiran, termasuk pertanian, perikanan, dan industri menjahit yang menjadi ciri khas desa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Penanggiran memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi potensi lokal, seperti agroindustri dan edukasi berbasis pertanian. Program pengembangan yang disarankan meliputi pembuatan pusat pelatihan menjahit, Edu Farm sebagai sarana edukasi pertanian, dan pengembangan pasar desa untuk meningkatkan akses pasar bagi produk lokal. Dampak dari program-program ini diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru, mengurangi ketergantungan pada satu profesi, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Efforts To Improve Learning Interest In Local Hero Woman Septia Landa, Klara; Kamarubiani, Nike; Hasanah, Viena Rusmiati
Bisma The Journal of Counseling Vol. 6 No. 1 (2022): Bisma The Journal of Counseling
Publisher : Department of Guidance and Counseling, FIP, Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/bisma.v6i1.48403

Abstract

This study aims to determine the efforts to increase interest in learning in local hero of women at PKBM An-nur Ibun, Bandung. The method used in this research is descriptive qualitative. The   data was collected using direct interview, observation, and documentation techniques. The data obtained were then analyzed by data collection procedures, data reduction, data presentation, data interpretation, and data inference. The results of this study are to develop ideas, stimulate citizens to learn, meet great people, positive attitude. This can be seen from the enthusiasm in conveying ideas, the experience increases and develops, changes in opinion, behavior, mindset, ethics, good manners in the family and the community, benefits themselves and others, and adds insight.  
Family Development Session Intervention as an Effort to Increase Family Capability Alawiyah, Tuti; Shantini, Yanti; Kamarubiani, Nike
VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 20 No 1 (2025): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal (In
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JIV.2001.1

Abstract

ABSTRACT Looking at things through the lens of Amartya Sen's capability theory, this study looks at how the Family Development Session (FDS) program helps family members improve their skills. We employ a literature study as our research method, which entails a theoretical and empirical analysis of reliable sources. Sen's capability theory emphasizes the importance of individual freedom to choose the desired way of life and improve their ability to achieve a dignified life. The FDS program, as a family development initiative, is carried out with the aim of enhancing the capabilities of Program Keluarga Harapan (PKH) beneficiary members who are underprivileged. The results of the literature analysis show that the FDS program has great potential in improving the capabilities of family of hope members through a holistic approach, covering aspects such as health, education, financial management, and participation in community life. The program provides opportunities for family members to acquire the necessary knowledge, skills, and resources to achieve a better life in accordance with their preferences and values. The results of this study reinforce the understanding that the FDS program can be an instrument in enhancing the capabilities of family of hope members, thus enabling them to be more actively involved in society and achieve a more dignified life in accordance with Amartya Sen's vision.
Community Empowerment through Sustainable Green Waste Bank Bandung City Fajri, Naufal; Kamarubiani, Nike
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 1, No 2 (2022): November 2022
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v1i2.145

Abstract

The waste bank is a local institution that was formed with public concern to create a clean environment and avoid various kinds of infectious diseases. Waste banks play an important role in providing education for the community to manage their waste from their respective homes so that it will form a new habit in overcoming waste problems. In addition, the waste bank has the value of developing the people’s economy which has a significant impact on the welfare of the community. With the existence of a waste bank, people can save their waste and then exchange it for a predetermined amount of money so that it can be useful for their daily needs. In this study, the method applied is a qualitative descriptive method. The results of this study indicate that community empowerment through the Hijau Lestari Waste Bank in Cicaheum Village, Kiaracondong District, Bandung City can be realized through two stages of activities including socialization of managing waste from home and other supporting programs to create public awareness of the environment such as gardening programs, waste recycling programs, and a program for processing waste into organic fertilizer.
Penerapan CHSE melalui Pendekatan Community-Based Tourism Desa Wisata Pagerwangi Shania Nurul Fazri; Sudiapermana, Elih; Kamarubiani, Nike; Sulistiono, Eko
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v9i1.89059

Abstract

Keterbatasan sumber daya manusia yang yang terlatih dalam penerapan protokol CHSE, infrastruktur yang masih belum memadai, serta rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan desa wisata menjadi masalah utama yang ada di desa wisata Pagerwangi Kabupaten Bandung Barat. Selain itu, penurunan jumlah pengunjung dapat mengurangi pendapatan masyarakat yang bergantung pada sektor wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan objek wisata desa melalui integrasi program CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) dan pendekatan Community-Based Tourism (CBT). Studi kasus dilakukan di Desa Pager Wangi, Kabupaten Bandung Barat, dengan melibatkan pemuda penggerak pariwisata lokal sebagai subjek utama pelatihan dan implementasi teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix-method dengan data kualitatif dari observasi dan wawancara serta data kuantitatif dari survei kepuasan dan partisipasi masyarakat.  Dalam penelitian ini yang menjadi atau termasuk ke dalam populasi sebagai subjek dari penelitian yaitu peserta kegiatan pelatihan berjumlah 15 orang yang merupakan pengurus Karang Taruna Desa Pager Wangi, serta masyarakat lokal yang menjadi wisatawan berjumlah 25 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pelatihan berhasil meningkatkan pemahaman peserta terhadap konsep CHSE dan CBT, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai post-test secara signifikan yaitu skor rata-rata naik dari 14,4 menjadi 17,2. Peningkatan nilai pos-test yang siginifikan menunjukkan bahwa metode pengajaran yang diterapkan dalam intervensi ini berhasil 2) selain itu sebanyak 88% wisatawan menilai positif penerapan CHSE terutama dalam aspek kebersihan mencapai angka 92% dan akses infromasi digital mencapai angka 81%. Hal ini mengindikasikan bahwa penerapan CHSE memberikan rasa aman dan kenyamanan yang tinggi, didukung oleh akses informasi digital yang baik 3) keterlibatan masyarakat masih menjadi hambatan dalam pelaksanaan strategi berkelanjutan ini. Integrasi antara CHSE dan CBT terbukti dapat menjadi pendekatan strategis dalam pengelolaan destinasi wisata berbasis komunitas di era pasca pandemi. Kata Kunci: CHSE, community-based tourism, pariwisata desa
PERENCANAAN PROGRAM PENDIDIKAN MASYARAKAT SEKITAR RUMAH PINTAR AL-BAROKAH, SUMEDANG (PENGAYAAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT & PROGRAM PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN) Kamarubiani, Nike; Ismawati, Ismawati; Putri, Aliefvia Azzahra; Vionika, Vika
Jendela PLS Vol 9, No 1 (2024): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v9i1.9609

Abstract

Pendidikan sangat berperan penting bagi kehidupan manusia. Maka tidak heran, jika semua orang berhak bahkan wajib untuk menempuh pendidikan, baik itu pendidikan formal, informal ataupun non formal. Rumah Pintar Al-Barokah merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal yang memafasilitasi masyarakat sekitar Cibeureum Wetan, Sumedang khususnya anak-anak untuk belajar bersama misalnya membantu anak-anak menyelesaikan tugas dari sekolahnya. Namun, tentu saja alangkah lebih baiknya jika Rumah Pintar Al-Barokah ini tidak hanya fokus pada anak-anak saja. Melainkan juga difokuskan pada orang dewasa. Berdasarkan hasil identifikasi yang kami lakukan kepada masyarakat sekitar Rumah Pintar Al-Barokah, ternyata masih banyak masyarakat sekitar yang pendidikannya tidak sampai pada jenjang SMA, namun dibalik itu masyarakat sekitar Rumah Pintar Al-Barokah memiliki rata-rata mata pencaharian di bidang pertanian keterampilan mengolah kekayaan alam yang ada di daerah tersebut, misalnya mengolah abon dan dendeng dari ikan mujair. Maka dari itu, melihat dari masalah serta potensi yang dimiliki oleh masyarakat sekitar Rumah Pintar Al-Barokah, pengayaan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) yang didalamnya terdapat juga program pelatihan kewirausahaan untuk hasil keterampilan olahannya menjadi solusi yang tepat untuk masyarakat sekitar Rumah Pintar Al-Barokah.