Claim Missing Document
Check
Articles

Pertumbuhan Dimensi Lebar Tubuh Pedet Sapi Bali Eka, Yizhar; Sampurna, I Putu; Nindhia, Tjokorda Sari
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (3) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.68 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dimensi lebar tubuh pedet Sapi Bali. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran terhadap dimensi lebar tubuh pedet Sapi Bali yang meliputi : lebar kepala, lebar leher, lebar dada, lebar kemudi, dan lebar pantat. Penelitian ini mempergunakan sampel sebanyak 12 ekor pedet Sapi Bali masing - masing enam ekor pedet jantan, dan enam ekor pedet betina. Pengukuran dimensi lebar tubuh Sapi Bali dilakukan tujuh kali pengulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam. Model persamaan yang digunakan adalah y = a.e bx. Hasil sidik ragam dimensi lebar pedet Sapi Bali menunjukkan bahwa umur berpengaruh sangat nyata (p<0,01), serta terdapat interaksi yang sangat nyata (p<0,01) antara jenis kelamin dengan umur tehadap dimensi lebar pedet Sapi Bali. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kecepatan/laju pertumbuhan dimensi lebar antara pedet Sapi Bali jantan dan betina yang mana pada pedet Sapi Bali jantan laju pertumbuhannya dimulai dari yang paling lambat lebar kepala, lebar dada, lebar leher, lebar kemudi, dan terakhir lebar pantat, sedangkan pada pedet Sapi Bali betina laju pertumbuhannya dimulai dari yang paling lambat lebar kepala, lebar kemudi, lebar leher, lebar dada, dan terakhir lebar pantat. Simpulan yang didapat dari hasil penelitian ini adalah lebar kepala, lebar leher, lebar dada, dan lebar pantat pedet Sapi Bali jantan laju partumbuhannya lebih cepat dibandingkan pedet Sapi Bali betina, sedangkan lebar kemudi Sapi Bali betina laju pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan pedet Sapi Bali jantan.
Ketahanan Susu Kuda Sumbawa Ditinjau dari Waktu Reduktase, Angka Katalase, Berat Jenis, dan Uji Kekentalan Saragih, Chandra Immanuel; Suada, I Ketut; Sampurna, I Putu
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (5) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.917 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ketahanan susu kuda Sumbawa ditinjau dari waktu reduktase, berat jenis, angka katalase, dan uji kekentalan. Susu kuda Sumbawa diambil dari lima peternak dan dari masing-masing peternak diambil 600 ml susu dan ditampung dalam botol steril lalu ditutup dan disimpan pada suhu ruangan. Pengambilan susu dilakukan 1 kali. Volume susu yang digunakan adalah sebanyak 3 liter. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan menggunakan 5 ekor kuda sebagai kelompok. Pengamatan dilakukan pada hari ke 0, 1, 2, 3, 4, 5 sebagai perlakuan, sehingga di uji sebanyak 30 sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada uji waktu reduktase zat biru metilen cepat terbentuk. Berat jenis susu mengalami penurunan disebabkan oleh perubahan senyawa-senyawa yang terkandung dalam susu. Angka katalase mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Uji kekentalan susu mengalami penurunan. Selama penyimpanan dalam suhu ruangan terjadi peningkatan waktu reduktase yang sangat nyata (P<0,01) dengan rata-rata 317,40 menit±30,95, akan tetapi sampai hari ke-5 belum terjadi penyimpangan. Pada uji berat jenis terjadi perubahan berat jenis yang sangat nyata (P<0,01) dengan rata-rata 1,03±0,01 dan mengalami penyimpangan setelah hari ke-2. Pada uji angka katalase terjadi penurunan angka katalase yang sangat nyata (P<0,01) dengan rata-rata 0,80cc±0,23, sampai hari ke-5 belum terjadi penyimpangan. Pada uji kekentalan terjadi perubahan penurunan kekentalan yang sangat nyata (P<0,01) dengan rata-rata 8,63 Brix±0,01, dan sampai hari ke-5 belum mengalami penyimpangan. Susu kuda Sumbawa tanpa proses pasteurisasi dapat dikonsumsi sebelum susu tersebut memasuki hari ke-5.
Pemanfaatan Dedak Padi Terfermentasi untuk Meningkatkan Laju Pertumbuhan Dimensi Panjang Itik Bali Fauzi, Achmad Ali; Sampurna, I Putu; Suharsono, Hamong
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (2) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.997 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penggunaan kultur EM4 dan BeKa Dekomposer sebagai inokulan fermentasi dedak padi terhadap laju pertumbuhan dimensi panjang itik bali. Rancangan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 macam perlakuan selama 8 minggu. Kedua perlakuan yang dicobakan, yaitu dedak padi dengan fermentasi EM4 sebagai P1 dan dedak padi dengan fermentasi BeKa Dekomposer sebagai P2. Pada persamaan regresi model power, terdapat korelasi sangat nyata antara berat badan dengan ukuran dimensi panjang, sehingga menghasilkan koefisien korelasi 0,700 sampai dengan 0,964. Hasil analisis laju pertumbuhan dimensi panjang itik bali menunjukkan koefisien korelasi yang sangat nyata antara berat badan itik bali secara keseluruhan. Pakan terfermentasi dengan jenis fermentor yang berbeda berpengaruh terhadap laju pertumbuhan dimensi pajang itik bali umur 4 - 10 minggu.
Kualitas Susu Kambing Peranakan Etawa Selama Penyimpanan Suhu Ruang Ditinjau dari Rasa, pH dan Uji Alkohol Vivi Jaman, Maria Fransiska; Suada, Ketut; Sampurna, Putu
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (5) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.631 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas susu kambing Peranakan Etawa selama penyimpanan suhu ruang.Sampel susu diambil dari 5 ekor kambing Peranakan Etawa masing-masing sebanyak 500 ml. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), dengan pola 5x5 yaitu 5 ekor kambing Peranakan Etawa sebagai kelompok dan diamati 2, 5, 8, 11 dan 14 jam sebagai perlakuan, sehingga sampel yang diperiksa sebanyak 25 sampel. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kualitas susu kambing Peranakan Etawa menurut uji rasa, pH dan uji alkohol setelah 5 jam penyimpanan suhu ruang mengalami penyimpangan. Kemudian dilanjutkan dengan uji statistik yang memperoleh hasil untuk uji rasa setelah 5 jam terjadi penyimpangan yang sangat nyata (P < 0,01). Pada pengukuran nilai pH menunjukkan lama penyimpanan suhu ruang berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap kualitas susu kambing dilanjutkan dengan uji Duncan yang memberikan hasil bahwa selama 2 sampai 5 jam tidak terjadi penurunan pH yang nyata (P > 0,05), sedangkan pada jam ke- 8, 11 dan 14 terjadi penurunan pH yang sangat nyata (P < 0,01). Uji alkohol menunjukkan bahwa pada jam ke- 2 susu dalam keadaan normal dan belum menunjukkan adanya butiran pada dinding tabung reaksi, sedangkan mulai jam ke - 5 sampai jam ke - 14 terjadi penyimpangan sangat nyata (P<0,01), sehingga dapat disimpulkan dari parameter rasa, pH dan uji Alkohol susu kambing hanya bertahan sampai 5 jam dalam penyimpanan suhu ruang.
Keragaman Morfometri Kuda Pacu Sandalwood (Equus Caballus) di Pulau Sumba Praing, Umbu Yabu Anggung; Suatha, I Ketut; Sampurna, I Putu
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (1) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.846 KB) | DOI: 10.19087/imv.2019.8.1.106

Abstract

Kuda Sandalwood merupakan bagian dari alat aktivitas adat istiadat di pulau Sumba yang memiliki fungsi sosial, ekonomi dan budaya. Pemilihan kuda pacu seringkali dilakukan secara subyektif, dengan melihat warna rambut, pusaran pada tubuh kuda, garis keturunan, dan garis pada bibir kuda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman morfometri dan ukuran dari 40 ekor kuda yang mengikuti lomba pacuan kuda. Pengambilan data dilakukan dengan mengikuti cara yang dilakukan Wibisono (2017). Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis Faktor. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ada keragaman morfometri kuda pacu Sandalwood di pulau Sumba. Hasil penelitian menunjukkan keragaman terbesar terdapat pada panjang mandibula (0,919), tinggi badan (0,832), tebal badan (0,952), lebar badan (0,876), panjang badan (0,919), dan panjang ekor (0,868).
Respons Imun Itik Bali Pascavaksinasi Flu Burung Azizah, Hidayatul; Suardana, Ida Bagus Kade; Sampurna, I Putu
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (4) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.434 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons imun itik bali terhadap vaksinasi Avian Infuenza (AI) dan waktu yang diperlukan untuk terbentuknya titer antibodi yang protektif. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan waktu sebagai perlakuan. Objek penelitian menggunakan 24 serum itik bali. Pengambilan darah pravaksinasi dilakukan pada umur 3 minggu dan vaksinasi dilakukan pada umur 4 minggu secara injeksi subkutan. Pengambilan darah pascavaksinasi dilakukan empat kali dengan interval waktu satu minggu dari vena tibialis cranial dengan spuit 1 cc. Serum dipisahkan dan ditampung dalam tabung eppendorf. Titer antibodi diuji dengan uji Hemaglutination inhibition (HI) dan hasil pemeriksaan titer antibodi dinyatakan dengan satuan log 2. Hasil pemeriksaan rataan titer antibodi pravaksinasi 0 ± 0,000 log 2, minggu ke-1 pascavaksinasi 2,83 ± 0,753 log 2, minggu ke-2 4,83 ± 0,753 log 2, minggu ke-3 6,00 ± 0,632 log 2, dan minggu ke-4 4,67 ± 0,516 log 2 sehingga didapatkan titer antibodi protektif (?24) pada minggu ke-2 sampai minggu ke-4 pascavaksinasi.
Pola Pertumbuhan Panjang Bagian-Bagian Kaki Depan dan Kaki Belakang Babi Bali Sembiring, Ade Vindha Mebrina br; Suatha, I Ketut; Sampurna, I Putu
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (1) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.134 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.1.59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan dan ukuran panjang bagian-bagian kaki depan dan kaki belakang saat mencapai titik infleksi dan ukuran dewasa. 56 ekor babi bali (umur 0 sampai 26 minggu) digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini. Data dianalisis dengan model analisis regresi sigmoid, dengan menentukan ukuran maksimum panjang bagian-bagian kaki depan dan kaki belakang saat lahir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang bagian-bagian kaki depan dan kaki belakang babi bali mengikuti pola sigmoid. Anak babi pada saat lahir memiliki ukuran panjang kaki yang sama, sedangkan untuk ukuran maksimum, panjang bagian-bagian kaki depan dan belakang terdapat perbedaan antara jantan dan betina. Titik infleksi yang paling cepat dicapai oleh panjang kaki belakang bawah babi jantan pada umur 5 minggu, sedangkan ukuran dewasa tercepat dicapai oleh panjang kaki depan atas babi betina pada umur 58 minggu.
Pertumbuhan Dimensi Panjang Tubuh Pedet Sapi Bali Surya Dharma, I Gusti Ngurah Bagus; Sampurna, I Putu; Suatha, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (5) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.672 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan dimensi panjang pedet sapi bali umur 0 – 6 bulan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola split-time. Sebagai faktor utama terdiri dari dua taraf jenis kelamin yaitu jantan dan betina. Tiap jenis kelamin terdiri dari 6 ekor pedet jantan dan 6 ekor pedet betina sehingga pedet yang digunakan sebanyak 12 ekor. Pengambilan data dilakukan secara langsung dengan mengukur dimensi panjang tubuh pedet sapi bali di kandang meliputi dimensi panjang kepala, panjang leher, panjang tubuh dan panjang ekor. Hasil penelitian menunjukkan laju pertumbuhan pedet sapi bali jantan umur 0 – 6 bulan tidak nyata (p>0,05) lebih cepat dari pada pedet sapi bali betina. Laju pertumbuhan panjang kepala, panjang leher, panjang tubuh, dan panjang ekor pedet sapi bali tidak terdapat perbedaan nyata (p>0,05) baik pada sapi bali jantan maupun sapi bali betina. Laju pertumbuhan dimensi panjang pada sapi jantan umur 0-6 bulan tercepat adalah panjang ekor 0,103, disusul panjang leher 0,098, tubuh 0,090 dan paling lambat adalah panjang kepala 0,086 sedangkan laju pertumbuhan dimensi panjang pada sapi betina umur 0-6 bulan tercepat adalah panjang ekor 0,094, disusul panjang tubuh 0,088, leher 0,083 dan paling lambat adalah panjang kepala 0,081. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Laju pertumbuhan pedet sapi bali jantan umur 0-6 bulan lebih cepat dari pedet sapi bali betina. Laju pertumbuhan dimensi panjang kepala, leher, badan dan ekor pedet sapi bali jantan dan betina umur 0-6 bulan sama. Laju pertumbuhan dimensi panjang pada sapi jantan umur 0-6 bulan tercepat adalah panjang ekor, disusul panjang leher, tubuh dan paling lambat adalah panjang kepala.
Mutu Susu Kambing Peranakan Etawa yang Disimpan pada Suhu Ruang Manuama, Maria Yasinta; Suada, I Ketut; Sampurna, I Putu
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (3) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.253 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lamanya penyimpanan susu kambing Peranakan Etawa pada suhu ruang ditinjau dari uji derajat asam, warna, dan total bakteri E. coli. Sampel susu dari 5 ekor kambing dari kelompok tani ternak Werdi Gopala di desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng masing-masing sebanyak 100 ml. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Data derajat asam dan total bakteri E. coli dianalisis dengan sidik ragam. Warna dianalisis dengan uji Cochran?Mc Nemar. Hasil penelitian derajat asam, warna, dan total bakteri E. coli menunjukkan bahwa lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap derajat keasaman, warna, dan jumlah total bakteri E. coli. Hasil penelitian derajat asam dan total bakteri E. coli menunjukkan bahwa pada jam ke-2 penyimpanan, susu sudah tidak memenuhi standar untuk dikonsumsi. Hasil uji warna menunjukkan bahwa pada jam ke-5 penyimpanan, susu sudah tidak memenuhi standar untuk dikonsumsi. Sehingga berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa susu kambing Peranakan Etawa hanya dapat bertahan pada jam ke-2 pada penyimpanan suhu ruang.
Pemberian 10% Susu Afkir dalam Pakan Dapat Menurunkan Pertambahan Bobot Badan, dan Meningkatkan Feed Convertion Ratio Anak Babi Wibawa, I Gede Pratama Candra; Ardana, Ida Bagus Komang; Sampurna, I Putu
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (6) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.458 KB)

Abstract

Babi merupakan salah satu ternak yang sangat penting dalam penyediaan protein hewani bagi masyarakat non muslim Indonesia. Peternak babi kerap memberikan susu afkir sebagi feed supplement untuk meningkatkan pertumbuhan ternak. Susu afkir yaitu susu sapi dalam kemasan yang telah ditolak/reject namun, kondisi fisik dan nutrisi susu afkir masih baik dan sering digunakan peternak babi untuk menekan biaya produksi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian susu afkir pada konsentrasi 5% dan 10% dalam campuran pakan babi terhadap konsumsi pakan pertambahan bobot badan dan nilai Feed Convertion Ratio (FCR) pada anak babi persilangan/crossbreed jantan lepas sapih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Legkap (RAL) terdiri dari tiga perlakuan dan sembiang ulangan, dengan total 27 ekor anak babi yang diberi pakan standar (CP-550) dikombinasikan dengan susu afkir 5% (P1), dan kelompok ternak babi yang diberi pakan standar (CP-550) dikombinasikan dengan susu afkir 10% (P2). Data hasil pemeriksaan dianalisis menggunakan uji sidik ragam. Pengaruh antar perlakuan dapat dilihat dan dilanjutkan dengan ujii jarak berganda Duncan. Pemberian susu afkir dengan konsentrasi 5% maupun 10% dalam pakan dapat meningkatkan jumlah konsumsi pakan secara nyata pada anak babi crossbreed jantan lepas sapih. Pemberian susu afkir dengan konsentrasi 5% dalam pakan tidak mempengaruhi pertambahan berat badan dan nilai FCR secara nyata akan tetapi bila ditingkatkan 10% dapat menurunkan pertambahan besar badan dan memperbesar nilai FCR anak babi crossbreed jantan lepas sapih.
Co-Authors Ainaya Luthfi Anindya Ananda, Made Krisna Anindya Novitasari Azizah, Hidayatul Chandra Immanuel Saragih Desak Nyoman Dewi Indira Laksmi Dewa Made Dwi Parwata Dhayanti, Ni Luh Evy Dwi Yoga Sutrisna Elizabeth Kezi Damayanti Fauzi, Achmad Ali Feren Salsabila Islamiati Geidha Lailia Luzain I Dewa Ayu Dwi Pradnya Pramita I Gede Bim Shiddi Prama Putra I Gusti Agung Ayu Suartini I Gusti Ngurah Bagus Surya Dharma, I Gusti Ngurah Bagus I Ketut Suada I Ketut Suatha I Made Edi Suryawan I Made Edy Susanta I Made Sukada I Made Yoga Windu Pradana I Nyoman Dodik Gunawan I Putu Windhu Mahardika I Wayan Batan I Wayan Gunawan I Wayan Suardana Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Komang Ardana Kadek Karang Agustina Keliat, Dosmonytha Br KETUT SUADA Kristianto, Kartika Kusumaning Arumsari Wimbavitrati Leonardo, Edo Maheswari, Ni Putu Permata Dewi Mamboran, Nikko Marthen Marcy Lapik, Siereh Eugene Maria Fransiska Vivi Jaman Maria Yasinta Manuama Meilendry Angelina Sigiro Mu'ayyanah, Siti Negara, Putu Maha Suta Ni Ketut Suwiti Ni Luh Lasmi Purwanti Ni Nyoman Janipa Saptayanti Ni Nyoman Werdi Susari NOER SYAIFUL HAKIM NUR KOMALASARI Nyoman Rizky Agustria Dewantari Pawestri, Mega Mijil Praing, Umbu Yabu Anggung Pridayanti, Ni Kadek Nila Putra, I Made Wira Diana Reny Navtalia Sinlae Richard Christian Daud Sabella Ivana Ruslie Sembiring, Ade Vindha Mebrina br Suharsono, Hamong Sunarko, Stefanie Nadya Stellanora Suputra, Gusde Wahyu Krisna Tjokorda Sari Nindhia Wahyu Maha Putra, Anak Agung Gede Agung Wibawa, I Gede Pratama Candra Yizhar Eka