Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai Konsistensi, Susut Masak, dan Jumlah Bakteri Coliform pada Daging Sapi Wilayah Denpasar Mamboran, Nikko Marthen; Suada, I Ketut; Sampurna, I Putu
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (6) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.022 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai konsistensi, susut masak, dan bakteri Coliform pada daging sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan di pasar tradisional di wilayah Denpasar. Penelitian ini menggunakan enam sampel masing-masing dua sampel daging di RPH Pesanggarahan Denpasar, dua sampel dari Pasar Badung, dua sampel dari Pasar Kreneng Denpasar dan dilakukan enam kali pengulangan. Metode pengujian konsistensi menggunakan 10 orang panelis untuk menguji konsistensi daging sapi. Pengujian susut masak dilakukan dengan cara pemasakan daging sapi pada panci yang berisi air dengan suhu 90oC selama 30 menit. Pengujian bakteri Coliform dilakukan dengan cara penanaman pada media Eosin Methylene Blue Agar (EMBA). Hasil penelitian diperoleh rataan konsistensi daging di RPH Pesanggaran, Pasar Badung dan Pasar Kreneng memiliki skor 1, Analisis statistik menunjukan konsistensi daging sapi di RPH dan di pasar tidak berbeda nyata. Rataan susut masak daging sapi di RPH Pesanggaran sebesar 41%, Pasar Badung sebesar 39,5% dan Pasar Kreneng sebesar 42%. Analisis statistik menunjukan susut masak daging sapi di RPH dan di pasar tidak berbeda nyata. Jumlah bakteri Coliform dalam LogY pada daging sapi di RPH Pesanggaran yaitu 5,6; Pasar Badung yaitu 5,7; dan Pasar Kreneng yaitu 5,8. Analisis statistik menunjukan bakteri Coliform pada daging sapi sangat berbeda nyata. Sampel daging sapi yang diambil di RPH Pesanggaran, Pasar Badung dan Pasar Kreneng memiliki konsistensi liat, tidak ada perbedaan nilai susut masak daging serta uji cemaran bakteri menunjukan kecenderungan peningkatan jumlah bakteri Coliform dari daging sapi di RPH sampai ke pasar.
Klasterisasi Babi yang Dipotong di Rumah Pemotongan Hewan Pesanggaran berdasarkan Bobot Badan Maheswari, Ni Putu Permata Dewi; Sampurna, I Putu; Sukada, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (2) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.2.200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan babi yang dipotong di Rumah Pemotongan Hewan Pesanggaran berdasarkan bobot badan. Bobot badan babi menjadi salah satu hal yang penting, sebab bobot badan menentukan harga jual daging babi. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran langsung bobot badan babi dan melakukan pendataan terhadap jenis kelamin, jenis babi, pakan, sistem pemeliharaan, umur, dan daerah asal babi tersebut. Data yang diperoleh dianalisis dengan deskriptif distribusi frekuensi kuantitatif, dilanjutkan dengan analisis klaster hierarki, dan dijelaskan dalam bentuk tabel keanggotaan klaster. Hasil penelitian terhadap 220 ekor babi yang dipotong di Rumah Pemotongan Hewan Pesanggaran diperoleh rata-rata bobot badan sebesar 109,64 ± 17,053 kg dan berdasarkan distribusi frekuensi komulatif, sebaran data tersebut masuk ke dalam kategori sebaran normal dan tidak ada faktor dominan yang memengaruhi variasi bobot badan babi tersebut. Dapat disimpulkan bahwa klaster bobot badan babi yang dipotong di Rumah Pemotong Hewan Pesanggaran diperoleh hasil lima keanggotaan klaster dan kelima keanggotaan klaster tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin dan daerah asal babi termasuk jenis babi, umur, pakan, serta sistem pemeliharaan.
Pendugaan Bobot Karkas Sapi Bali Jantan dan Betina Berdasarkan Panjang Badan dan Lingkar Dada Ananda, Made Krisna; Sampurna, Putu; Nindhia, Tjokorda Sari
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (4) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.4.512

Abstract

Bobot karkas adalah bobot ternak yang sudah disembelih, dikuliti, dan telah dipisahkan bagian kepala, jeroan, keempat kaki mulai dari persedian carpus atau tarsus ke bawah. Jumlah sampel yang diambil yaitu 20 sapi jantan dan 24 sapi betina. Panjang tubuh diukur dari bongkol bahu (tuberositas humeri) sampai ujung tulang duduk (tuber ischii) menggunakan roll meter dan untuk lingkar dada diukur dengan melingkarkan pita ukur pada bagian dada belakang bahu. Karkas yang sebelumnya sudah dikurangi bagian kepala, kulit, keempat kaki bagian bawah termasuk karpal dan tarsal, isi rongga dada, dan isi rongga perut dihitung beratnya menggunakan timbangan duduk. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan independent t-test kemudian dianalisis dengan regression metode linear. Hasil pengukuran lingkar dada dan panjang tubuh pada sapi bali diketahui bahwa hasil rerataan lingkar dada sapi bali jantan yaitu 161,4 cm sedangkan pada sapi bali betina 157,2 cm, panjang tubuh sapi bali jantan yaitu 129,5 cm dan betina 116,6 cm, rerataan dari berat karkas pada sapi bali jantan yaitu 171,87 kg sedangkan pada sapi bali betina 115,43 kg. Hasil analisis regresi diperoleh persamaan regresi pada sapi bali jantan Y=0,0005 D2P dengan koefisien korelasi (R)=0,991 sedangkan betina Y=0,0004 D2P dengan koefisien korelasi (R)=0,994. Hal tersebut menunjukkan bahwa panjang tubuh, lingkar dada, dan berat karkas mempunyai keeratan karena mendekati angka 1. Berdasarkan hasil analisis regression metode linear diketahui laju perubahan berat karkas pada sapi bali jantan lebih tinggi daripada sapi bali betina sehingga sapi bali jantan lebih ekonomis untuk dipotong karena memiliki persentase berat karkas lebih tinggi daripada sapi bali betina,
Klasterisasi Berdasarkan Panjang dan Lingkar Karkas di Rumah Pemotongan Hewan Pesanggaran, Denpasar, Bali Mu'ayyanah, Siti; Sampurna, I Putu; Sukada, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (3) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.3.399

Abstract

Babi merupakan ternak yang banyak dikembangkan di Bali karena memiliki kemampuan konversi pakan yang baik sehingga bermanfaat dalam kehidupan sosial dan ekonomi peternak. Hasil pemotongan babi menghasilkan karkas yang dapat diukur panjang dan lingkarnya. Panjang dan lingkar karkas bervariasi karena dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengelompokkan babi berdasarkan panjang dan lingkar karkasnya, serta mengetahui pengaruh jenis kelamin dan asal babi. Penelitian diawali dengan pendataan babi yang dipotong, kemudian pengukuran panjang dan lingkar karkas secara langsung. Data yang dikumpulkan diolah dengan aplikasi SPSS versi 25 melalui analisis deskriptif distribusi frekuensi kuantitatif, dilanjutkan dengan analisis klaster hierarki, dan disajikan dalam bentuk tabel keanggotaan klaster serta grafik dendrogram. Jumlah karkas babi yang digunakan yaitu 220 ekor yang berasal dari Badung, Bangli, Denpasar, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung Denpasar, dan Tabanan. Hasil penelitian ini diperoleh rata-rata panjang karkasnya 92,736 ± 8,129 cm dan lingkar karkasnya 100,677 ± 7,275 cm. Sebaran babi dipotong terbanyak pada panjang karkas 90-100 cm sebanyak 97 ekor babi (44,09%) dan lingkar karkas 100-110 cm sebanyak 95 ekor babi (43,18%). Dapat disimpulkan bahwa hasil analisis klaster hierarki, variabel panjang dan lingkar karkas babi di PRH Pesanggaran mendapatkan lima klaster. Keangotaan klaster tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin dan asal babi.
Pemunculan Birahi Pascamelahirkan pada Sapi Bali di Beberapa Kelompok Ternak Wilayah Kerja Puskeswan Sobangan, Badung, Bali Dhayanti, Ni Luh Evy; Laksmi, Desak Nyoman Dewi Indira; Sampurna, I Putu
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (4) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.4.576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah munculnya birahi pascamelahirkan atau estrus post partum dipengaruhi oleh manajemen pemeliharaan sapi bali pada kelompok ternak wilayah kerja Puskeswan Sobangan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Penelitian ini menggunakan 72 ekor sapi bali pascamelahirkan/post partum. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuntitatif dengan metode survei menggunakan teknik sampling jenuh. Data yang dikumpulkan adalah data primer. Pengumpulan data dengan cara wawancara menggunakan kuisioner dan melakukan observasi secara langsung. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif distribusi frekuensi kuantitatif dan dilanjutkan dengan hierarchial cluster dengan waktu muncul birahi pascamelahirkan/estrus post partum sebagai variable dan manejemen pemeliharaan sebagai objek, hasil yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan grafik dendrogram. Prosedur analisis menggunakan SPSS IBM versi 25. Hasil penelitian menunjukkan munculnya estrus post partum pada sapi bali yang dipelihara di beberapa kelompok ternak wilayah kerja Puskeswan Sobangan adalah 3,24±1,12 bulan. Berdasarkan analisis klaster diperoleh enam keanggotaan klaster dan keanggotaan klaster tidak berpengaruh oleh manajemen pakan dan manajemen kandang, hal ini dapat terlihat dari skor manajemen pakan dan manajemen kandang tersebar merata pada tiap klaster.
Pemunculan Pubertas Sapi Bali Dara Peliharaan Kelompok Ternak di Wilayah Kerja Pusat Kesehatan Hewan Sobangan, Mengwi, Badung, Bali Pridayanti, Ni Kadek Nila; Laksmi, Desak Nyoman Dewi Indira; Sampurna, I Putu
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (5) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.5.758

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh manajemen pemeliharaan terhadap munculnya pubertas pada sapi bali dara pada beberapa kelompok ternak di wilayah kerja Puskeswan Sobangan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Penelitian ini menggunakan 75 ekor sapi bali dara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei menggunakan teknik sampling jenuh. Data manajemen pemeliharaan sapi bali dara dan munculnya pubertas diperoleh dengan melakukan wawancara terhadap 51 orang peternak menggunakan kuesioner serta pengamatan secara langsung. Jenis data yang dikumpulkan adalah jenis data primer. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif distribusi frekuensi kuantitatif dan dilanjutkan dengan hierarchical cluster dengan umur pubertas sebagai variabel dan manajemen pemeliharaan sebagai objek. Hasil yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel keanggotaan klaster dan grafik dendogram. Hasil penelitian menunjukkan munculnya pubertas pada sapi bali dara pada beberapa kelompok ternak di wilayah Puskeswan Sobangan adalah 21,61 ± 5,24 bulan dengan sebaran terbanyak pada umur 15-20 bulan sebanyak 45,33%. Berdasarkan analisis klaster diperoleh enam keanggotaan klaster dan keanggotaan klaster tidak dipengaruhi oleh manajemen pakan maupun manajemen kandang, hal ini dapat dilihat dari skor manajemen pakan dan manajemen kandang yang tersebar secara merata pada setiap keanggotaan klaster.
Klasterisasi Manajemen Pengolahan Limbah Sapi Bali pada Simantri di Kabupaten Badung Dewa Made Dwi Parwata; I Putu Sampurna; I Made Sukada; Kadek Karang Agustina
Buletin Veteriner Udayana Vol. 11 No. 1 Pebruari 2019
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.878 KB) | DOI: 10.24843/bulvet.2019.v11.i01.p09

Abstract

This research aims were to find out the components of bali cattle waste processing that have not been intensively carried out and to find out which Gapoktan has not carried out an intensive Bali cattle processing system in Simantri Badung Regency. Sampling was done by saturated sampling technique, then the data obtained were analyzed using Hierarchical cluster with dendogram cluster plot with intensive, semi-intensive, and extensive identifying variables. The results of this study are the management components of waste processing which are mostly intensively treated by breeders, solid waste treatment, wastewater treatment, solid waste treatment technology, wastewater treatment technology, solid waste treatment equipment, liquid waste treatment equipment, waste management fostering, waste product marketing coaching. Onen housing management is still applied semi-intensively, namely the results of processing solid waste, the results of processing wastewater, the advantages of processing solid waste and the benefits of processing wastewater. The conclusion of this study is that from 50 Gapoktan in Simantri in Badung Regency, 42 Gapoktan already carry out intensive waste treatment, 6 Gapoktan that carry out semi-intensive waste treatment and 2 Gapoktan who do not carry out waste treatment or enter into an extensive category that needs to get counseling from the government so that everything becomes intensive.
Penampilan Reproduksi Induk Sapi Bali pada Simantri di Kabupaten Badung Kusumaning Arumsari Wimbavitrati; I Putu Sampurna; I Ketut Suatha
Buletin Veteriner Udayana Vol. 12 No. 1 Pebruari 2020
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.049 KB) | DOI: 10.24843/bulvet.2020.v12.i01.p05

Abstract

This study aims to determine the component of reproduction appearance that has the highest diversity and correlation between bali cattle reproduction performance components at the Simantri in Gapoktan Badung regency. Sampling was done by full sampling technique at 50 Simantri using questionnaires and interviews to farmers and directly in the field. The data obtained were analyzed using factor simulation and presented with Biplot simulation, to illustrate the diversity and correlation of reproductive performance components. The results showed that the component of appearance that has the smallest diversity is the long pregnant, while the variable that has the greatest diversity is estrus postpartum. There is an experience between the age of puberty, the first mating, long pregnant, the first parturition, and between estrus postpartum and mating postpartum.
Klasterisasi Manajemen Perkandangan Sapi Bali pada Simantri di Kabupaten Badung Gusde Wahyu Krisna Suputra; I Putu Sampurna; Tjok Sari Nindhia; Kadek Karang Agustina
Buletin Veteriner Udayana Vol. 11 No. 2 Agustus 2019
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.562 KB) | DOI: 10.24843/bulvet.2019.v11.i02.p04

Abstract

Clustering study of bali cattle housing management in integrated farming system (Simantri) in Badung Regency aims to find out the components of bali cattle that have not been intensively carried out in group farmers (Gapoktan) in Badung Regency and to find out which Gapoktan has not conducted the Bali cattle intensive system in Simantri in Badung Regency. Sampling of bali cattle housing management was carried out by saturated sampling technique. The data obtained were analyzed by Hierarchical clusters with dendogram cluster plot with intensive, semi-intensive, and extensive identifying variables. The results showed that 42 out of 50 Simantri in Gapoktan in Badung District have intensive management, stalling management components which are mostly carried out intensively include: cage roofs, food stalls, drinking places, cages, circumstances around the cage, and cage cleaning. There are 8 Simantri whose stalling management is still semi-intensive. The housing management component that is still applied semi-intensively was cage cleanliness. Counseling for Simantri members is needed to improve cage cleaning management.
Pengaruh Pemberian Mineral Terhadap Jumlah Bakteri E. coli Dan Coliform Pada Sapi Bali Di Dataran Tinggi Dan Dataran Rendah Nyoman Rizky Agustria Dewantari; I Nengah Kerta Besung; I Putu Sampurna
Buletin Veteriner Udayana Vol. 8 No. 1 Pebruari 2016
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.453 KB)

Abstract

Research has been conducted to know the effect of mineral supplementation on bacterial counts of Escherichia coli (E,coli) and coliform on bali cattle raised in the highlands and lowlands.A total of 24 males bali cattle aged of 10-12 month were used in this research. The cattle wasplaced on highland and lowland, and receiving mineral spplemntation for a period of 3 months. The doses are: 2.5 g/head/ day, 5 g/head/day, and 7,5 g/head/day. The last unsupplemented group wastreated as the control. Faecal samples were obtained and grown on a culture medium by spread method to calculated the number of E.coli and coliform bacteria present in the sample. Data were analyzed using analysis of variance. The mean number of E.coli in bali cattle reared in highlands and lowlands of was 4.69771 cfu/g feaces and coliform at 5.0735 cfu/g feaces. The results showed that the mineral supplementation did not significantly affect the amount of E.coli and coliform bacteria in Bali cattle either reared in the highlands or lowlands
Co-Authors Ainaya Luthfi Anindya Ananda, Made Krisna Anindya Novitasari Azizah, Hidayatul Chandra Immanuel Saragih Desak Nyoman Dewi Indira Laksmi Dewa Made Dwi Parwata Dhayanti, Ni Luh Evy Dwi Yoga Sutrisna Elizabeth Kezi Damayanti Fauzi, Achmad Ali Feren Salsabila Islamiati Geidha Lailia Luzain I Dewa Ayu Dwi Pradnya Pramita I Gede Bim Shiddi Prama Putra I Gusti Agung Ayu Suartini I Gusti Ngurah Bagus Surya Dharma, I Gusti Ngurah Bagus I Ketut Suada I Ketut Suatha I Made Edi Suryawan I Made Edy Susanta I Made Sukada I Made Yoga Windu Pradana I Nyoman Dodik Gunawan I Putu Windhu Mahardika I Wayan Batan I Wayan Gunawan I Wayan Suardana Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Komang Ardana Kadek Karang Agustina Keliat, Dosmonytha Br KETUT SUADA Kristianto, Kartika Kusumaning Arumsari Wimbavitrati Leonardo, Edo Maheswari, Ni Putu Permata Dewi Mamboran, Nikko Marthen Marcy Lapik, Siereh Eugene Maria Fransiska Vivi Jaman Maria Yasinta Manuama Meilendry Angelina Sigiro Mu'ayyanah, Siti Negara, Putu Maha Suta Ni Ketut Suwiti Ni Luh Lasmi Purwanti Ni Nyoman Janipa Saptayanti Ni Nyoman Werdi Susari NOER SYAIFUL HAKIM NUR KOMALASARI Nyoman Rizky Agustria Dewantari Pawestri, Mega Mijil Praing, Umbu Yabu Anggung Pridayanti, Ni Kadek Nila Putra, I Made Wira Diana Reny Navtalia Sinlae Richard Christian Daud Sabella Ivana Ruslie Sembiring, Ade Vindha Mebrina br Suharsono, Hamong Sunarko, Stefanie Nadya Stellanora Suputra, Gusde Wahyu Krisna Tjokorda Sari Nindhia Wahyu Maha Putra, Anak Agung Gede Agung Wibawa, I Gede Pratama Candra Yizhar Eka