I Putu Sampurna
Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Bali

Published : 29 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Nilai Konsistensi, Susut Masak, dan Jumlah Bakteri Coliform pada Daging Sapi Wilayah Denpasar Mamboran, Nikko Marthen; Suada, I Ketut; Sampurna, I Putu
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (6) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.022 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai konsistensi, susut masak, dan bakteri Coliform pada daging sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan di pasar tradisional di wilayah Denpasar. Penelitian ini menggunakan enam sampel masing-masing dua sampel daging di RPH Pesanggarahan Denpasar, dua sampel dari Pasar Badung, dua sampel dari Pasar Kreneng Denpasar dan dilakukan enam kali pengulangan. Metode pengujian konsistensi menggunakan 10 orang panelis untuk menguji konsistensi daging sapi. Pengujian susut masak dilakukan dengan cara pemasakan daging sapi pada panci yang berisi air dengan suhu 90oC selama 30 menit. Pengujian bakteri Coliform dilakukan dengan cara penanaman pada media Eosin Methylene Blue Agar (EMBA). Hasil penelitian diperoleh rataan konsistensi daging di RPH Pesanggaran, Pasar Badung dan Pasar Kreneng memiliki skor 1, Analisis statistik menunjukan konsistensi daging sapi di RPH dan di pasar tidak berbeda nyata. Rataan susut masak daging sapi di RPH Pesanggaran sebesar 41%, Pasar Badung sebesar 39,5% dan Pasar Kreneng sebesar 42%. Analisis statistik menunjukan susut masak daging sapi di RPH dan di pasar tidak berbeda nyata. Jumlah bakteri Coliform dalam LogY pada daging sapi di RPH Pesanggaran yaitu 5,6; Pasar Badung yaitu 5,7; dan Pasar Kreneng yaitu 5,8. Analisis statistik menunjukan bakteri Coliform pada daging sapi sangat berbeda nyata. Sampel daging sapi yang diambil di RPH Pesanggaran, Pasar Badung dan Pasar Kreneng memiliki konsistensi liat, tidak ada perbedaan nilai susut masak daging serta uji cemaran bakteri menunjukan kecenderungan peningkatan jumlah bakteri Coliform dari daging sapi di RPH sampai ke pasar.
Klasterisasi Babi yang Dipotong di Rumah Pemotongan Hewan Pesanggaran berdasarkan Bobot Badan Maheswari, Ni Putu Permata Dewi; Sampurna, I Putu; Sukada, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (2) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.2.200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan babi yang dipotong di Rumah Pemotongan Hewan Pesanggaran berdasarkan bobot badan. Bobot badan babi menjadi salah satu hal yang penting, sebab bobot badan menentukan harga jual daging babi. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran langsung bobot badan babi dan melakukan pendataan terhadap jenis kelamin, jenis babi, pakan, sistem pemeliharaan, umur, dan daerah asal babi tersebut. Data yang diperoleh dianalisis dengan deskriptif distribusi frekuensi kuantitatif, dilanjutkan dengan analisis klaster hierarki, dan dijelaskan dalam bentuk tabel keanggotaan klaster. Hasil penelitian terhadap 220 ekor babi yang dipotong di Rumah Pemotongan Hewan Pesanggaran diperoleh rata-rata bobot badan sebesar 109,64 ± 17,053 kg dan berdasarkan distribusi frekuensi komulatif, sebaran data tersebut masuk ke dalam kategori sebaran normal dan tidak ada faktor dominan yang memengaruhi variasi bobot badan babi tersebut. Dapat disimpulkan bahwa klaster bobot badan babi yang dipotong di Rumah Pemotong Hewan Pesanggaran diperoleh hasil lima keanggotaan klaster dan kelima keanggotaan klaster tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin dan daerah asal babi termasuk jenis babi, umur, pakan, serta sistem pemeliharaan.
Pendugaan Bobot Karkas Sapi Bali Jantan dan Betina Berdasarkan Panjang Badan dan Lingkar Dada Ananda, Made Krisna; Sampurna, Putu; Nindhia, Tjokorda Sari
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (4) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.4.512

Abstract

Bobot karkas adalah bobot ternak yang sudah disembelih, dikuliti, dan telah dipisahkan bagian kepala, jeroan, keempat kaki mulai dari persedian carpus atau tarsus ke bawah. Jumlah sampel yang diambil yaitu 20 sapi jantan dan 24 sapi betina. Panjang tubuh diukur dari bongkol bahu (tuberositas humeri) sampai ujung tulang duduk (tuber ischii) menggunakan roll meter dan untuk lingkar dada diukur dengan melingkarkan pita ukur pada bagian dada belakang bahu. Karkas yang sebelumnya sudah dikurangi bagian kepala, kulit, keempat kaki bagian bawah termasuk karpal dan tarsal, isi rongga dada, dan isi rongga perut dihitung beratnya menggunakan timbangan duduk. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan independent t-test kemudian dianalisis dengan regression metode linear. Hasil pengukuran lingkar dada dan panjang tubuh pada sapi bali diketahui bahwa hasil rerataan lingkar dada sapi bali jantan yaitu 161,4 cm sedangkan pada sapi bali betina 157,2 cm, panjang tubuh sapi bali jantan yaitu 129,5 cm dan betina 116,6 cm, rerataan dari berat karkas pada sapi bali jantan yaitu 171,87 kg sedangkan pada sapi bali betina 115,43 kg. Hasil analisis regresi diperoleh persamaan regresi pada sapi bali jantan Y=0,0005 D2P dengan koefisien korelasi (R)=0,991 sedangkan betina Y=0,0004 D2P dengan koefisien korelasi (R)=0,994. Hal tersebut menunjukkan bahwa panjang tubuh, lingkar dada, dan berat karkas mempunyai keeratan karena mendekati angka 1. Berdasarkan hasil analisis regression metode linear diketahui laju perubahan berat karkas pada sapi bali jantan lebih tinggi daripada sapi bali betina sehingga sapi bali jantan lebih ekonomis untuk dipotong karena memiliki persentase berat karkas lebih tinggi daripada sapi bali betina,
Klasterisasi Berdasarkan Panjang dan Lingkar Karkas di Rumah Pemotongan Hewan Pesanggaran, Denpasar, Bali Mu'ayyanah, Siti; Sampurna, I Putu; Sukada, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (3) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.3.399

Abstract

Babi merupakan ternak yang banyak dikembangkan di Bali karena memiliki kemampuan konversi pakan yang baik sehingga bermanfaat dalam kehidupan sosial dan ekonomi peternak. Hasil pemotongan babi menghasilkan karkas yang dapat diukur panjang dan lingkarnya. Panjang dan lingkar karkas bervariasi karena dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengelompokkan babi berdasarkan panjang dan lingkar karkasnya, serta mengetahui pengaruh jenis kelamin dan asal babi. Penelitian diawali dengan pendataan babi yang dipotong, kemudian pengukuran panjang dan lingkar karkas secara langsung. Data yang dikumpulkan diolah dengan aplikasi SPSS versi 25 melalui analisis deskriptif distribusi frekuensi kuantitatif, dilanjutkan dengan analisis klaster hierarki, dan disajikan dalam bentuk tabel keanggotaan klaster serta grafik dendrogram. Jumlah karkas babi yang digunakan yaitu 220 ekor yang berasal dari Badung, Bangli, Denpasar, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung Denpasar, dan Tabanan. Hasil penelitian ini diperoleh rata-rata panjang karkasnya 92,736 ± 8,129 cm dan lingkar karkasnya 100,677 ± 7,275 cm. Sebaran babi dipotong terbanyak pada panjang karkas 90-100 cm sebanyak 97 ekor babi (44,09%) dan lingkar karkas 100-110 cm sebanyak 95 ekor babi (43,18%). Dapat disimpulkan bahwa hasil analisis klaster hierarki, variabel panjang dan lingkar karkas babi di PRH Pesanggaran mendapatkan lima klaster. Keangotaan klaster tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin dan asal babi.
Pemunculan Birahi Pascamelahirkan pada Sapi Bali di Beberapa Kelompok Ternak Wilayah Kerja Puskeswan Sobangan, Badung, Bali Dhayanti, Ni Luh Evy; Laksmi, Desak Nyoman Dewi Indira; Sampurna, I Putu
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (4) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.4.576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah munculnya birahi pascamelahirkan atau estrus post partum dipengaruhi oleh manajemen pemeliharaan sapi bali pada kelompok ternak wilayah kerja Puskeswan Sobangan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Penelitian ini menggunakan 72 ekor sapi bali pascamelahirkan/post partum. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuntitatif dengan metode survei menggunakan teknik sampling jenuh. Data yang dikumpulkan adalah data primer. Pengumpulan data dengan cara wawancara menggunakan kuisioner dan melakukan observasi secara langsung. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif distribusi frekuensi kuantitatif dan dilanjutkan dengan hierarchial cluster dengan waktu muncul birahi pascamelahirkan/estrus post partum sebagai variable dan manejemen pemeliharaan sebagai objek, hasil yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan grafik dendrogram. Prosedur analisis menggunakan SPSS IBM versi 25. Hasil penelitian menunjukkan munculnya estrus post partum pada sapi bali yang dipelihara di beberapa kelompok ternak wilayah kerja Puskeswan Sobangan adalah 3,24±1,12 bulan. Berdasarkan analisis klaster diperoleh enam keanggotaan klaster dan keanggotaan klaster tidak berpengaruh oleh manajemen pakan dan manajemen kandang, hal ini dapat terlihat dari skor manajemen pakan dan manajemen kandang tersebar merata pada tiap klaster.
Pemunculan Pubertas Sapi Bali Dara Peliharaan Kelompok Ternak di Wilayah Kerja Pusat Kesehatan Hewan Sobangan, Mengwi, Badung, Bali Pridayanti, Ni Kadek Nila; Laksmi, Desak Nyoman Dewi Indira; Sampurna, I Putu
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (5) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.5.758

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh manajemen pemeliharaan terhadap munculnya pubertas pada sapi bali dara pada beberapa kelompok ternak di wilayah kerja Puskeswan Sobangan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Penelitian ini menggunakan 75 ekor sapi bali dara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei menggunakan teknik sampling jenuh. Data manajemen pemeliharaan sapi bali dara dan munculnya pubertas diperoleh dengan melakukan wawancara terhadap 51 orang peternak menggunakan kuesioner serta pengamatan secara langsung. Jenis data yang dikumpulkan adalah jenis data primer. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif distribusi frekuensi kuantitatif dan dilanjutkan dengan hierarchical cluster dengan umur pubertas sebagai variabel dan manajemen pemeliharaan sebagai objek. Hasil yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel keanggotaan klaster dan grafik dendogram. Hasil penelitian menunjukkan munculnya pubertas pada sapi bali dara pada beberapa kelompok ternak di wilayah Puskeswan Sobangan adalah 21,61 ± 5,24 bulan dengan sebaran terbanyak pada umur 15-20 bulan sebanyak 45,33%. Berdasarkan analisis klaster diperoleh enam keanggotaan klaster dan keanggotaan klaster tidak dipengaruhi oleh manajemen pakan maupun manajemen kandang, hal ini dapat dilihat dari skor manajemen pakan dan manajemen kandang yang tersebar secara merata pada setiap keanggotaan klaster.
Balinese and Landrace Pig Body Size Used for Spit Roast Pork Richard Christian Daud; I Wayan Suardana; I Putu Sampurna
Journal of Veterinary and Animal Sciences Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Institute for Research and Community Service, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JVAS.2021.v04.i02.p01

Abstract

Abstract. Spit roast pork or commonly called “be guling” is food from pigs of approximately 3-4-month-olds, varied between female or male pigs, filled with spices and vegetables such as cassava and grilled (rolled) to be cooked, marked by color transformation from skin color to brownish read and crispy skin. In Bali Island, Balinese and Landrace pigs are commonly used for cooking spit roast pork. The pig selection is determined by the market price and customer needs. A high market price and demand such as ceremonies lead people to select small-sized pigs; however, a low market price and demand (sold for consumption) lead people to select large-sized pigs. This study aimed to examine Balinese and Landrace pig body sizes used for spit roast pork. The study was performed by measuring the pig's length, height, chest circumference, and abdomen circumference. Data collected were then analyzed using the T-test to discover the mean difference. Meanwhile, the variation difference was tested using the F-test. The study demonstrated that Balinese pig’s body size was insignificantly (P>0,05) smaller than the Landrace pig for spit roast pork on 3-4-month-olds. Balinese pig’s body size had a significantly larger variation (P<0.05) (more varied) than the Landrace pig on 3-4-month-olds. Keywords: Body size; Balinese pig; Landrace pig; Spit roast pork
Pertumbuhan Alometri Lingkar Tubuh Kerbau Jantan Selama Penggemukan di Desa Kalianget, Seririt, Buleleng, Bali Keliat, Dosmonytha Br; Sampurna, I Putu; Nindhia, Tjokorda Sari
Indonesia Medicus Veterinus Vol 12 (6) 2023
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2023.12.6.776

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Kalianget, Seririt, Buleleng, Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pertumbuhan ukuran lingkar tubuh kerbau yaitu lingkar leher depan, leher belakang, lingkar dada, dan lingkar pinggul kerbau jantan selama penggemukan. Kerbau yang digunakan sebagai objek penelitian adalah kerbau lumpur (Bubalis bubalus) dengan kisaran umur 11-74 bulan. Data diambil dengan teknik sampling jenuh yaitu teknik sampel yang diambil adalah semua kerbau jantan yang digemukkan selama tiga bulan yang memenuhi persyaratan untuk diteliti dari segi kesehatan dan keadaan fisiknya. Pengambilan sampel dilakukan secara bertahap, pada tahap pertama diukur 20 ekor kerbau jantan, selanjutnya setelah satu bulan dilakukan pengukuran tahap kedua, dan selanjutnya tahap ketiga setelah satu bulan tahap kedua dilakukan. Total data yang diperoleh dari ketiga tahap pengukuran sebanyak 60 buah data. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan regresi model power dengan persamaan alometri Y=aXb. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan koefisien korelasi yang nyata antara lingkar tubuh kerbau selama penggemukan. Pertumbuhan dimensi lingkar tubuh dimulai dari lingkar dada, kemudian diikut lingkar pinggul, lingkar leher depan, dan lingkar leher belakang. Lingkar leher depan dan belakang potensi pertumbuhannya lebih tinggi dari pada lingkar dadar dan lingkar pinggul. Dengan mengetahui potensi pertumbuhan lingkar tubuh ternak, maka peternak bisa mengetahui kapan sebaiknya ternak tersebut dipotong.
Variasi Umur Sapi Fries Holland di Desa Sibang, Kabupaten Badung terhadap Kualitas Susu Ditinjau dari Uji Organoleptik Wahyu Maha Putra, Anak Agung Gede Agung; Suada, I Ketut; Sampurna, I Putu
Indonesia Medicus Veterinus Vol 12 (5) 2023
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2023.12.5.649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas susu sapi perah terbaik yaitu sapi Fries Holland (FH) yang berumur 5 tahun dan 10 tahun ditinjau dari uji organoleptik dengan 4 parameter yaitu uji warna, uji bau, uji rasa, dan uji kekentalan. Susu merupakan salah satu kebutuhan hewani yang sangat penting untuk meningkatkan kualiatas kesehatan masyarakat. Untuk memperoleh susu segar yang baik, maka semua usaha harus ditujukan untuk memperkecil jumlah bakteri yang ada pada susu dengan memperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas susu, salah satunya yaitu umur sapi. Penelitian ini adalah jenis penelitian observasional yang menggunakan sampel susu sapi perah FH. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan gambaran umum kualitas susu yang dihasilkan sapi FH di Desa Sibang, Kabupaten Badung. Sampel susu diambil dengan cara diperah secara langsung di Desa Sibang, Kabupaten Badung. Hasil pemerahan sapi yang berumur 5 tahun dan 10 tahun kemudian dilakukan uji organoleptik oleh 10 panelis terpilih. Sampel yang telah diperoleh selanjutnya dibawa ke Laboratorium Kesmavet Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. Data yang diperoleh dari laboratorium tersebut, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode uji tanda. Hasil dari penelitian terhadap uji organoleptik adalah tidak ada perbedaan yang nyata (P>0,05) ditinjau dari uji rasa, bau, warna, dan kekentalan dari sapi FH umur 5 tahun dengan 10 tahun.
Co-Authors Ainaya Luthfi Anindya Ananda, Made Krisna Anindya Novitasari Azizah, Hidayatul Chandra Immanuel Saragih Desak Nyoman Dewi Indira Laksmi Dewa Made Dwi Parwata Dhayanti, Ni Luh Evy Dwi Yoga Sutrisna Elizabeth Kezi Damayanti Fauzi, Achmad Ali Feren Salsabila Islamiati Geidha Lailia Luzain I Dewa Ayu Dwi Pradnya Pramita I Gede Bim Shiddi Prama Putra I Gusti Agung Ayu Suartini I Gusti Ngurah Bagus Surya Dharma, I Gusti Ngurah Bagus I Ketut Suada I Ketut Suatha I Made Edi Suryawan I Made Edy Susanta I Made Sukada I Made Yoga Windu Pradana I Nyoman Dodik Gunawan I Putu Windhu Mahardika I Wayan Batan I Wayan Gunawan I Wayan Suardana Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Komang Ardana Kadek Karang Agustina Keliat, Dosmonytha Br KETUT SUADA Kristianto, Kartika Kusumaning Arumsari Wimbavitrati Leonardo, Edo Maheswari, Ni Putu Permata Dewi Mamboran, Nikko Marthen Marcy Lapik, Siereh Eugene Maria Fransiska Vivi Jaman Maria Yasinta Manuama Meilendry Angelina Sigiro Mu'ayyanah, Siti Negara, Putu Maha Suta Ni Ketut Suwiti Ni Luh Lasmi Purwanti Ni Nyoman Janipa Saptayanti Ni Nyoman Werdi Susari NOER SYAIFUL HAKIM NUR KOMALASARI Nyoman Rizky Agustria Dewantari Pawestri, Mega Mijil Praing, Umbu Yabu Anggung Pridayanti, Ni Kadek Nila Putra, I Made Wira Diana Reny Navtalia Sinlae Richard Christian Daud Sabella Ivana Ruslie Sembiring, Ade Vindha Mebrina br Suharsono, Hamong Sunarko, Stefanie Nadya Stellanora Suputra, Gusde Wahyu Krisna Tjokorda Sari Nindhia Wahyu Maha Putra, Anak Agung Gede Agung Wibawa, I Gede Pratama Candra Yizhar Eka