Claim Missing Document
Check
Articles

Keragaman dan Korelasi Dimensi Lingkar Tubuh Induk Sapi Bali di Pusat Pembibitan Sapi Bali Unggul Gerokgak, Buleleng, Bali Ainaya Luthfi Anindya; I Putu Sampurna; Ni Nyoman Werdi Susari
Buletin Veteriner Udayana Vol. 15 No. 2 April 2023
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2023.v15.i02.p05

Abstract

Bali cattle are one of the native Indonesian cattle that have great potential as a meat producer. The potential population of Bali cattle in Gerokgak, with existing supporting facilities, is the reason for the importance of continuous selection so that the genetic quality of individuals can be improved, selection can be done through measurement (quantitative). This study aims to determine the diversity and correlation between circumference dimensions of bali cattle based on body circumference measurements of bali cows. This study used a purposive sampling method on 25 adult bali cattle kept at the Bali Superior Cattle Breeding Center in Gerogak, Buleleng, Bali. Then the data was processed by descriptive analysis and biplot analysis using the SPSS version 26. The results obtained were in the form of the smallest (uniform) coefficient of diversity for bali cattle is chest circumference of 5,13%, followed by upper neck circumference of 6,38%, the steering circumference is 7,74% and the most diverse is the lower neck circumference of 8,69%. Chest circumference is positively correlated with lower neck circumference and upper neck circumference but negatively correlated with steering circumference. It is recommended to make a selection on the steering wheel of the cow and pay attention to the management of the maintenance of Bali cattle because these two things are interconnected in producing superior breeds of cows.
Balinese and Landrace Pig Body Size Used for Spit Roast Pork Richard Christian Daud; I Wayan Suardana; I Putu Sampurna
Journal of Veterinary and Animal Sciences Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Institute for Research and Community Service, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JVAS.2021.v04.i02.p01

Abstract

Abstract. Spit roast pork or commonly called “be guling” is food from pigs of approximately 3-4-month-olds, varied between female or male pigs, filled with spices and vegetables such as cassava and grilled (rolled) to be cooked, marked by color transformation from skin color to brownish read and crispy skin. In Bali Island, Balinese and Landrace pigs are commonly used for cooking spit roast pork. The pig selection is determined by the market price and customer needs. A high market price and demand such as ceremonies lead people to select small-sized pigs; however, a low market price and demand (sold for consumption) lead people to select large-sized pigs. This study aimed to examine Balinese and Landrace pig body sizes used for spit roast pork. The study was performed by measuring the pig's length, height, chest circumference, and abdomen circumference. Data collected were then analyzed using the T-test to discover the mean difference. Meanwhile, the variation difference was tested using the F-test. The study demonstrated that Balinese pig’s body size was insignificantly (P>0,05) smaller than the Landrace pig for spit roast pork on 3-4-month-olds. Balinese pig’s body size had a significantly larger variation (P<0.05) (more varied) than the Landrace pig on 3-4-month-olds. Keywords: Body size; Balinese pig; Landrace pig; Spit roast pork
Pertumbuhan Alometri Lingkar Tubuh Kerbau Jantan Selama Penggemukan di Desa Kalianget, Seririt, Buleleng, Bali Keliat, Dosmonytha Br; Sampurna, I Putu; Nindhia, Tjokorda Sari
Indonesia Medicus Veterinus Vol 12 (6) 2023
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2023.12.6.776

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Kalianget, Seririt, Buleleng, Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pertumbuhan ukuran lingkar tubuh kerbau yaitu lingkar leher depan, leher belakang, lingkar dada, dan lingkar pinggul kerbau jantan selama penggemukan. Kerbau yang digunakan sebagai objek penelitian adalah kerbau lumpur (Bubalis bubalus) dengan kisaran umur 11-74 bulan. Data diambil dengan teknik sampling jenuh yaitu teknik sampel yang diambil adalah semua kerbau jantan yang digemukkan selama tiga bulan yang memenuhi persyaratan untuk diteliti dari segi kesehatan dan keadaan fisiknya. Pengambilan sampel dilakukan secara bertahap, pada tahap pertama diukur 20 ekor kerbau jantan, selanjutnya setelah satu bulan dilakukan pengukuran tahap kedua, dan selanjutnya tahap ketiga setelah satu bulan tahap kedua dilakukan. Total data yang diperoleh dari ketiga tahap pengukuran sebanyak 60 buah data. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan regresi model power dengan persamaan alometri Y=aXb. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan koefisien korelasi yang nyata antara lingkar tubuh kerbau selama penggemukan. Pertumbuhan dimensi lingkar tubuh dimulai dari lingkar dada, kemudian diikut lingkar pinggul, lingkar leher depan, dan lingkar leher belakang. Lingkar leher depan dan belakang potensi pertumbuhannya lebih tinggi dari pada lingkar dadar dan lingkar pinggul. Dengan mengetahui potensi pertumbuhan lingkar tubuh ternak, maka peternak bisa mengetahui kapan sebaiknya ternak tersebut dipotong.
Variasi Umur Sapi Fries Holland di Desa Sibang, Kabupaten Badung terhadap Kualitas Susu Ditinjau dari Uji Organoleptik Wahyu Maha Putra, Anak Agung Gede Agung; Suada, I Ketut; Sampurna, I Putu
Indonesia Medicus Veterinus Vol 12 (5) 2023
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2023.12.5.649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas susu sapi perah terbaik yaitu sapi Fries Holland (FH) yang berumur 5 tahun dan 10 tahun ditinjau dari uji organoleptik dengan 4 parameter yaitu uji warna, uji bau, uji rasa, dan uji kekentalan. Susu merupakan salah satu kebutuhan hewani yang sangat penting untuk meningkatkan kualiatas kesehatan masyarakat. Untuk memperoleh susu segar yang baik, maka semua usaha harus ditujukan untuk memperkecil jumlah bakteri yang ada pada susu dengan memperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas susu, salah satunya yaitu umur sapi. Penelitian ini adalah jenis penelitian observasional yang menggunakan sampel susu sapi perah FH. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan gambaran umum kualitas susu yang dihasilkan sapi FH di Desa Sibang, Kabupaten Badung. Sampel susu diambil dengan cara diperah secara langsung di Desa Sibang, Kabupaten Badung. Hasil pemerahan sapi yang berumur 5 tahun dan 10 tahun kemudian dilakukan uji organoleptik oleh 10 panelis terpilih. Sampel yang telah diperoleh selanjutnya dibawa ke Laboratorium Kesmavet Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. Data yang diperoleh dari laboratorium tersebut, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode uji tanda. Hasil dari penelitian terhadap uji organoleptik adalah tidak ada perbedaan yang nyata (P>0,05) ditinjau dari uji rasa, bau, warna, dan kekentalan dari sapi FH umur 5 tahun dengan 10 tahun.
Co-Authors Ainaya Luthfi Anindya Ananda, Made Krisna Anindya Novitasari Azizah, Hidayatul Chandra Immanuel Saragih Desak Nyoman Dewi Indira Laksmi Dewa Made Dwi Parwata Dhayanti, Ni Luh Evy Dwi Yoga Sutrisna Elizabeth Kezi Damayanti Fauzi, Achmad Ali Feren Salsabila Islamiati Geidha Lailia Luzain I Dewa Ayu Dwi Pradnya Pramita I Gede Bim Shiddi Prama Putra I Gusti Agung Ayu Suartini I Gusti Ngurah Bagus Surya Dharma, I Gusti Ngurah Bagus I Ketut Suada I Ketut Suatha I Made Edi Suryawan I Made Edy Susanta I Made Sukada I Made Yoga Windu Pradana I Nyoman Dodik Gunawan I Putu Windhu Mahardika I Wayan Batan I Wayan Gunawan I Wayan Suardana Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Komang Ardana Kadek Karang Agustina Keliat, Dosmonytha Br KETUT SUADA Kristianto, Kartika Kusumaning Arumsari Wimbavitrati Leonardo, Edo Maheswari, Ni Putu Permata Dewi Mamboran, Nikko Marthen Marcy Lapik, Siereh Eugene Maria Fransiska Vivi Jaman Maria Yasinta Manuama Meilendry Angelina Sigiro Mu'ayyanah, Siti Negara, Putu Maha Suta Ni Ketut Suwiti Ni Luh Lasmi Purwanti Ni Nyoman Janipa Saptayanti Ni Nyoman Werdi Susari NOER SYAIFUL HAKIM NUR KOMALASARI Nyoman Rizky Agustria Dewantari Pawestri, Mega Mijil Praing, Umbu Yabu Anggung Pridayanti, Ni Kadek Nila Putra, I Made Wira Diana Reny Navtalia Sinlae Richard Christian Daud Sabella Ivana Ruslie Sembiring, Ade Vindha Mebrina br Suharsono, Hamong Sunarko, Stefanie Nadya Stellanora Suputra, Gusde Wahyu Krisna Tjokorda Sari Nindhia Wahyu Maha Putra, Anak Agung Gede Agung Wibawa, I Gede Pratama Candra Yizhar Eka