Eddy Santoso
Center for Technology of Nuclear Industrial Materials (PTBIN) National Nuclear Energy Agency (BATAN) Puspiptek Area, Serpong, Tangerang

Published : 42 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH ABU KULIT DURIAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT cintia, aprilia; Santoso, Eddy; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10648

Abstract

PENGARUH ABU KULIT DURIAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT Aprilia Cintia (1), Eddy Santoso (2), Dini Anggorowati (2) (1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh abu kulit durian dan dosis abu kulit durian terbaik untuk pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2015 di jalan 28 Oktober Siantan Hulu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu dolomit dengan dosis 76 g/polybag setara dengan 19 ton/ha (a0), abu kulit durian dengan dosis 70 g/polybag atau setara dengan 18 ton/ha (a1), 140 g/polybag atau setara dengan 35 ton/ha (a2), 210 g/polybag atau setara dengan 52 ton/ha (a3), 280 g/polybag atau setara dengan 69 ton/ha (a4), 350 g/polybag atau setara dengan 86 ton/ha (a5). Variabel yang diamati dalam penelitian meliputi jumlah daun per rumpun, jumlah anakan per rumpun, jumlah umbi per rumpun, volume akar, berat segar umbi per rumpun, berat kering angin per rumpun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian abu kulit durian berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan kecuali volume akar dan jumlah umbi. Kata kunci : abu kulit durian, bawang merah, tanah gambut.
PENGARUH PUPUK KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA LAHAN ALUVIAL Purwanto, Hendi; Santoso, Eddy; Rahmidiyani, Rahmidiyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10675

Abstract

Kubis bunga memiliki prospek untuk dibudidayakan, karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Penanaman kubis bunga pada tanah aluvial memiliki kendala dan hambatan, sehingga sulit untuk dibudidayakan. Salah satu langkah mengatasi permasalah tersebut ialah dengan pemberian pupuk kotoran ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok. Penelitian ini menggunakan satu faktor yaitu dosis pupuk kotoran ayam (p), yang terdiri atas 6 taraf perlakuan dengan 4 blok sebagai ulangan dan setiap satu percobaan terdiri dari 6 tanaman sampel. Perlakuan tersebut adalah P0 (3,39%), P1 (5%), P2 (7%), P3 (9%), P4 (11%) dan P5 (13%) bahan organik. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, berat kering bagian atas tanaman dan berat segar bunga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kotoran ayam memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berat kering bagian atas tanaman. Pada perlakuan 5% bahan organik memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman kubis bunga. Pada perlakuan 7% bahan organik memberikan hasil terbaik pada berat kering bagian atas tanaman.
PENGARUH PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT PADA TANAH ALUVIAL JURIANTO, JURIANTO; SANTOSO, EDDY; ABDURRAHMAN, TATANG
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.874 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.19442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di Asrama Mahasiswa Kabupaten Kayong Utara, Kota Pontianak. pada bulan September 2016 sampai Januari 2017. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan 4 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman. perlakuan tersebut yaitu b0= tanpa pemberian pupuk organik, b1= 50 g/polibag setara 10 ton/ha, b2= 100 g/polibag setara 20 ton/ha, b3= 150 g/polibag setara 30 ton/ha dan b4= 200 g/polibag setara 40 ton/ha. Variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, berat per buah, jumlah buah per tanaman dan berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik 50 g/polibag setara 10 ton/ha memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat terbaik pada tanah aluvial. Kata kunci : aluvial, pupuk organik, tomat
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau Pada Tanah Aluvial Terhadap Kombinasi Pupuk Kotoran Ayam dan Posfat Amelia, Amelia; Santoso, Eddy; Budi, Setia
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.28248

Abstract

Budidaya kacang hijau di tanah aluvial dihadapkan pada kendala, salah satunya seperti struktur tanah yang padat dan ketersediaan hara yang rendah. Pupuk kotoran ayam dapat dijadikan alternatif untuk memperbaiki kesuburan tanah, sedangkan pupuk posfat untuk menambah ketersediaan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk kotoran ayam dan posfat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak pada tanggal 10 Oktober sampai dengan 26 Desember 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan dan 5 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman. Perlakuan tersebut yaitu p1 (pupuk kotoran ayam 40 g/polibag + posfat 1,4 g/polibag), p2 (pupuk kotoran ayam 80 g/polibag + posfat 1,12 g/polibag), p3 (pupuk kotoran ayam 120 g/polibag + posfat 0,84 g/polibag), p4 (pupuk kotoran ayam 160 g/polibag + posfat 0,56 g/polibag), dan p5 (pupuk kotoran ayam 200 g/polibag + posfat 0,28 g/polibag). Variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong pertanaman, berat kering biji pertanaman dan berat 100 biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pupuk kotoran ayam dan posfat dengan dosis 80 g/polibag + posfat 1,12 g/polibag merupakan dosis efektif untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau pada tanah aluvial.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS TERHADAP PUPUK KANDANG KOTORAN SAPI DAN KAPUR DOLOMIT PADA TANAH ALUVIAL Maharani, Holitia; Sasli, Iwan; Santoso, Eddy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.32137

Abstract

This study aims to see the interaction between cow manure and dolomite lime on the growth and yield of sweet corn on tan on aluvial soil. Research conducted at the District Sibawek Mempawah Hulu Landak. This study uses a randomized block design (RAK) factorial design with two factors and three replications. The first factor is giving cow manure 3 levels: p1 (giving cow manure) 10,000kg/ha equivalent to 4 kg/bedengan, p2 (giving cow manure) 20,000kg/ha equivalent to 8 kg/bedengan, p3 (giving cow manure) 30,000kg/ha equivalent to 12 kg/bedengan and second factor giving dolomite lime with 3 levels: k1 (dolomite lime) 0.90 kg dolomite/ha equivalent to 0.36g/bedengan, k2 (dolomite lime) 1.26kg/ha equivalent to 0.50g/bedengan and k3(dolomite lime) 1.51kg of dolomite/ha equivalent to 0.60g/bedengan.Variables observed included plant height, flowering age, number of leaves, ear length of plant, ear diameter and ear weight of plant. The 5% BNJ test results that there are interactions on the administration of cow manure and dolomite lime on the cob variable, which is shown in the treatment of p2k2 ( 8kg cow manure / beds and 0,50 g dolomite lime / beds).
The Effect of Incubation Time for Green Lamtoro Fertilizer on the Growth and Yield of Eggplant "˜Gelatik" in Alluvial Soils Rumaisyah, Devi; Santoso, Eddy; Hadijah, Siti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i1.35929

Abstract

This study aimed to obtain the best incubation duration of green lamtoro fertilizer for the growth and yields of eggplant "gelatik" on alluvial soils. The study was conducted at Permata Hijau Complex, Jalan A. Yani 2, Pontianak, by June 29 to November 11 2018. This study used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 5 treatments, 4 samples and 4 replications. The treatments were set as p1 i.e lamtoro leaves without incubation, p2 1 week incubation of lamtoro leaves, p3 2 weeks incubation of lamtoro leaves, p4 3 weeks incubation of lamtoro leaves and p5 4 weeks incubation of lamtoro leaves. Observed variables were plant height, number of leaves, stem diameter, root volume, dry weight of plants, number of fruits per plant, and weight of fruits per plant. The results showed that the effect of incubation duration of green lamtoro leaves fertilizer had a significant effect on all observed variables. As a conclusion, the application of green lamtoro leaves fertilizer incubated for 3 weeks noted as the best growth and yield of eggplant "gelatik" on alluvial soil.Keywords: alluvial, lamtoro leaf, eggplant, green fertilizer.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU TERHADAP PEMBERIAN ABU JANJANG KELAPA SAWIT DAN FOSFOR PADA TANAH ALUVIAL JEPRI, FRANSISKUS; Warganda, Warganda; Santoso, Eddy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.43895

Abstract

Kacang hijau merupakan salah satu tanaman leguminosae yang cukup penting di Indonesia. Salah satu kendala yang membatasi produktivitas maksimal tanaman kacang hijau adalah derajat keasaman tanah aluvial yang rendah dan kekurangan akan unsur hara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara abu janjang sawit dan fosfor terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Praktek Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat pada bulan November 2019 sampai dengan Februari 2020. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial pola rancangan petak terbagi (Splitplot), dimana faktor pertama abu janjang sawit yang terdiri dari 3 taraf yaitu 256 g/petak, 384 g/petak, 512 g/petak. Faktor kedua yaitu fosfor yang terdiri dari 3 taraf yaitu 8,5 g/petak, 15 g/petak, 21 g/petak. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong pertanaman, berat kering biji pertanaman, berat kering biji perpetak dan berat kering 100 biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara abu janjang sawit dan fosfor terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial. Pemberian abu janjang sawit dengan dosis 256 g/petak dan pemberian fosfor 8,5g/petak menunjukan rerata tertinggi jumlah polong pertanaman, berat kering biji pertanaman dan berat kering biji perpetak.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI PAKCOY AKIBAT PEMBERIAN ABU JANJANG SAWIT DAN PUPUK NPK PADA TANAH ALUVIAL Hermawan, Bobi; Abdurrahman, Tatang; Santoso, Eddy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50144

Abstract

Peningkatan produksi sawi pakcoy pada tanah aluvial dihadapkan pada sifat fisik dan kimia yang kurang baik bagi tanaman sehingga perlu upaya perbaikan lahan dengan pemberian abu janjang sawit dan pupuk NPK. Tujuan penelitian untuk mendapatkan dosis terbaik dari abu janjang sawit dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak mulai dari 25 Agustus sampai 7 Oktober 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap dengan pola faktorial. Faktor pertama yaitu dosis abu janjang sawit dengan 3 taraf a1 (3,6 g/polybag); a2 (7,2 g/polyba); a3 (10,7 g/polybag). Faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK dengan 3 taraf p1 (1,2 g/polybag); p2 (1,6 g/polybag); p3 (2 g/polybag) sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan, dan diulang sebanyak 3 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun, jumlah klorofil daun, luas daun, volume akar, berat kering tanaman, dan berat segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi abu janjang kelapa sawit dan pupuk NPK mampu meningkatkan luas daun, volume akar, berat kering tanaman, dan berat segar tanaman. Pemberian abu janjang sawit dengan dosis 3,6 g/polybag dan pupuk NPK dengan dosis 2 g/polybag merupakan interaksi terbaik dalam mempengaruhi berat segar tanaman sawi pakcoy. Kata Kunci : abu janjang sawit, pupuk NPK, sawi pakcoy, tanah aluvial.
PENGARUH ABU CANGKANG KERANG LAUT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PADA TANAH GAMBUT Kuswandi, Janu; Santoso, Eddy; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Abu Cangkang Kerang Laut dan mencari dosis terbaik untuk pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah gambut. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 26 Maret 2020 "“ 25 Mei 2020. Penelitian dilaksanakan di Jalan Reformasi Gang Struktur Untan Pontianak. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan lima ulangan, setiap ulangan terdiri dari empat sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu Abu Cangkang Kerang Laut 9 ton/ha (b1), 12 ton/ha (b2), 15 ton/ha (b3) dan 18 ton/ha (b4). Variabel pengamatan meliputi : jumlah daun, diameter umbi, berat segar tanaman, berat segar umbi, panjang umbi, dan berat kering tanaman. Hasil analisis keragaman pemberian berbagai dosis abu cangkang kerang laut memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap komponen pertumbuhan tanaman lobak pada tanah gambut yaitu variabel jumlah daun, berat segar tanaman, panjang umbi dan berat kering tanaman. Pada penelitian ini ditemukan dosis abu cangkang kerang laut yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah gambut yaitu 15 ton/ha. Kata Kunci : abu cangkang kerang laut, gambut, lobak
Penggunaan Biochar Sekam Padi dan Pupuk KCl terhadap Pertumbuhan dan Hasil Cabai Peranggi pada Tanah Aluvial Abdurrafi, Alfin; Maulidi, Maulidi; Santoso, Eddy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50691

Abstract

Tanah aluvial yang digunakan sebagai media tanam cabai peranggi memiliki kekurangan berupa tekstur tanah yang liat dan pejal sehingga mengurangi potensi akar untuk berkembang, selain itu kandungan kalium yang rendah juga mengurangi kemampuan tanaman dalam menghasilkan buah. Penggunaan biochar sekam padi dan pupuk KCl sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai peranggi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh biochar sekam padi dan pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai peranggi di tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan yaitu pemberian biochar sekam padi dan pupuk KCl yang masing-masing terdiri dari 0 g/tanaman + 6,8 g/tanaman (b0), 225 g/tanaman + 5,6 g/tanaman (b1), 450 g/tanaman + 4,5 g/tanaman (b2) dan 675 g/tanaman + 3,4 g/tanaman (b3). Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan dan 3 sampel. Jumlah unit percobaan sebanyak 60 tanaman. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah cabang produktif (batang), jumlah buah per tanaman (buah) dan berat buah per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan pemberian biochar sekam padi sebesar 450 g/tanaman setara 15 ton/ha dan pupuk KCl sebesar 4,5 g/tanaman setara 150 kg/ha merupakan perlakuan terbaik pada variabel volume akar dan berat buah per tanaman.Kata Kunci : Aluvial, Biochar, Cabai Peranggi, KCl