Eddy Santoso
Center for Technology of Nuclear Industrial Materials (PTBIN) National Nuclear Energy Agency (BATAN) Puspiptek Area, Serpong, Tangerang

Published : 42 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Konsentrasi Larutan Nutrisi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi Secara Hidroponik Sumbu Joni, Petrus; Santoso, Eddy; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i2.51760

Abstract

Ketersediaan nutrisi hidroponik yang berkualitas memegang peranan penting dalam keberhasilan produksi komoditas secara hidroponik. Umumnya, sistem hidroponik menggunakan nutrisi AB-Mix namun, harga jual nutrisi AB-Mix di pasaran cukup tinggi. Alternatif berbagai jenis bahan yang harganya masih terjangkau oleh petani dan ramah lingkungan dapat menjadi solusi dalam pembuatan nutrisi hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi larutan nutrisi yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil sawi secara hidroponik. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi Jalan Putri Candramidi, Kota Pontianak, dengan waktu penelitian dari tanggal 3 Agustus "“ 1 September 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas 5 perlakuan dengan 5 ulangan dimana tiap ulangan terdiri dari 6 sampel. Jadi total keseluruhannya adalah 150 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah: b1 = Nutrisi AB-Mix kontrol (1000 ppm); b2 = Nutrigrow 800 ppm; b3 = Nutrigrow 1000 ppm; b3 = Nutrigrow 1200 ppm; dan b4 = Nutrigrow 1400 ppm. Variabel pengamatan meliputi: tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), volume akar (cm3), kadar klorofil daun (Spad Unit), luas daun (cm2), berat kering (g), dan berat segar tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai konsentrasi Nutrigrow dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, kadar klorofil daun, luas daun, berat kering total dan berat segar tanaman sawi caisim.Konsentrasi Nutrigrow yang efisien diperoleh pada pemberian konsentrasi 1400 ppm berdasarkan potensi hasil tanaman yaitu berat segar tanaman dengan rata-rata 68,21 g.
PENGARUH KOMBINASI BOKASHI AMPAS SAGU DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT PADA TANAH ALUVIAL Gunawan, Gunawan; Santoso, Eddy; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57634

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frustescens L.) merupakan komoditi hortikultura yang memiliki fluktuasi harga yang paling tinggi jika dibandingkan dengan komoditi hortikultura lainnya. Tujuan penelitian untuk mendapatkan dosis kombinasi bokashi ampas sagu dan NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan yang berlokasi di Jalan Pramuka, Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat yang dilaksanakan dari tanggal 11 Januari sampai dengan 17 April 2022. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah benih cabai rawit varietas Dewata 43 F1, tanah aluvial, bokashi limbah ampas sagu, NPK, kapur dolomit, polybag, pestisida dan lanjaran. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah cangkul, parang, ayakan, terpal, gembor, paranet, meteran, kertas label, penggaris, corong, jerigen, timbangan digital, timbangan duduk, hand sprayer, termohigrometer, tali rapia, ember, oven, gunting, kamera, pulpen dan buku tulis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali dan terdiri atas 4 tanaman sampel sehingga seluruhnya terdiri atas 100 tanaman sampel. Adapun perlakuannya adalah sebagai berikut b1= 0 ton/ha Bokashi Ampas Sagu + NPK 100%, b2 = 10 ton/ha Bokashi Ampas Sagu + NPK 75%, b3 = 20 ton/ha Bokashi Ampas Sagu + NPK 50%, b4 = 30 ton/ha Bokashi Ampas Sagu + NPK 25% dan b5 = 40 ton/ha Bokashi Ampas Sagu + NPK 0%. Pelaksanaan penelitian meliputi pembuatan bokashi ampas sagu, pembersihan lahan, persemaian benih, persiapan tanah aluvial, pemberian kapur dolomit dan bokashi ampas sagu, penanaman, pemberian NPK, pemeliharaan tanaman dan panen. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah per tanaman (buah) dan berat buah per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi yang paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada tanah aluvial yaitu kombinasi bokashi ampas sagu 20 ton/ha dan NPK 50%.Kata Kunci: Bokashi Ampas Sagu, Cabai Rawit, NPK, Tanah Aluvial
PENGARUH PEMBERIAN POC BATANG PISANG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBHAN DAN HASIL CABAI MERAH PADA TANAH GAMBUT Candra, Joko; santoso, Eddy; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57948

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang penting di Indonesia karena banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Pemanfaatan tanah gambut sebagai media tumbuh tanaman memiliki beberapa kendala seperti sifat kimia dan biologi tanah yang kurang baik untuk pertumbuhan tanaman. Tanah gambut juga mempunyai kadar pH yang rendah, kandungan basanya rendah dan kapasitas tukar kation yang tinggi (KTK), sifat ini yang mengakibatkan kertersedian unsur hara menjadi rendah. Upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki masalah tersebut ialah dengan pemberian POC batang pisang dan pupuk NPK karena POC batang pisang mengandung unsur hara makro maupun mikro serta mengandung mikroorganisme berfungsi membantu dekomposisi tanah gambut. Sementara itu pemberian pupuk NPK membantu menambah ketersedian unsur hara N, P dan K dalam tanah gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui inetraksi dan dosis terbaik antara pemberian POC batang pisang dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil cabai merah pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Sepakat 2 Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada tanggal 14 Januari - 26 April 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan dan 9 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Faktor pertama adalah POC batang pisang yang terdiri dari 3 taraf yaitu 500 ml/polybag, 400 ml/polybag dan 300 ml/polybag. Faktor kedua adalah pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf yaitu 800 kg/ha, 650 kg/ha dan 500 kg/ha. Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi tinggi tanaman, volume akar, klorofil daun, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan berat buah per buah. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara POC batang pisang dan pupuk NPK pada variabel volume akar dan berat kering tanaman. Pemebrian POC batang pisang dengan dosis 500 ml/polybag dan pupuk NPK 800 kg/ha memberikan hasil terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai merah pada tanah gambut.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KASCING DAN NPK PADA TANAH GAMBUT Fitriah, Ainun; Hadijah, Siti; Santoso, Eddy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57963

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculentum, Mill.) merupakan sayuran yang memiliki permintaan tinggi dipasaran karena termasuk jenis sayuran yang multiguna sebagai sayuran, bumbu masak hingga bahan kosmetik. Upaya perbaikan sifat tanah gambut dapat dilakukan melalui penggunaan pupuk organik dan pupuk anorganik untuk menghasilkan produksi tomat yang maksimal yaitu dengan pemberian kascing dan pupuk NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi dosis pupukkascing dan NPK yang terbaik untuk pertumbuhan danhasil tanaman tomat pada tanah gambut. Penelitian dimulai dari tanggal 18 Maret 2022 hingga 23 Mei 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian adalahRancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial, dengan 9 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman. Kombinasiperlakuan yang dimaksud terdiri dari k1n1 = 5 ton/hapupuk kascing dan 200 kg/ha NPK, k1n2 = 5 ton/ha pupuk kascing dan 300 kg/ha NPK, k1n3 = 5 ton/ha pupuk kascing dan 400 kg/ha NPK, k2n1 = 10 ton/ha pupuk kascing dan 200 kg/ha NPK, k2n2 = 10 ton/hapupuk kascing dan 300 kg/ha NPK, k2n3 = 10 ton/hapupuk kascing dan 400 kg/ha NPK, k3n1 = 15 ton/ha pupuk kascing dan 200 kg/ha NPK, k3n2= 15 ton/ha pupuk kascing dan 300 kg/ha NPK, dan k3n3= 15 ton/ha pupuk kascingdan 400 kg/ha NPK. Variable yang diamati meliputi :tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kerigtanaman (g), jumlah buah per tanaman (buah), berat perbuah (g), dan berat buah per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil Interaksi dosis yang efisien terdapat pada pupuk kascing 5 ton/ha dan NPK 200 kg/ha dalam meningkatkan hasil tanaman tomat pada tanah gambut. Kata Kunci : gambut, NPK, pupuk kascing, tomat
PENGARUH PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS PADA TANAH GAMBUT Putra, Rama Tri; Susana, Rini; Santoso, Eddy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58199

Abstract

Jagung manis dapat berproduksi dengan baik dilahan gambut apabila dilakukan perbaikan terhadap sifat-sifat kimia, fisika, dan biologi seperti peningkatan pH, pemupukan untuk meningkatkan ketersediaan hara, meningkatkan bobot isi, serta memperbaiki tingkat dekomposisi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan menggunakan pemupukan pupuk hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pupuk hayati yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manispada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pontianak Tenggara dari tanggal 08 Mei-17 Juli 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan konsentrasi pupuk hayati dan diulang sebanyak 5 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman maka jumlah tanaman adalah 100 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah p0 = tanpa pemberian pupuk hayati, p1 = konsentrasi 2,5 ml/l, p2 = konsentrasi 5 ml/l, p3 = konsentrasi 7,5 ml/l, p4 = konsentrasi 10 ml/l. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, klorofil daun, volume akar, hasil per petak, berat tongkol dengan kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, dan diameter tongkol. Hasil analisis keragaman pengaruh pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada tanah gambut berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman 4, 6, 8, mst, jumlah daun 4, 6, 8, mst klorofil daun, volume akar, hasil per petak, berat tongkol dengan kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, dan diameter tongkol. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan maka dapat disimpulkan tidak ditemukan konsentrasi pupuk hayati yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada tanah gambut.
PENGARUH ABU SERBUK KAYU DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT PADA TANAH GAMBUT Nabella, Antonia; Wasi'an, Wasi'an; Santoso, Eddy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58236

Abstract

Tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) merupakan salah satu tanaman komoditas hortikultura penting yang multiguna sebagai sayuran, minuman jus, bahan baku industri, kosmetika bahkan sebagai bahan obat-obatan. Pemanfaatan tanah gambut sebagai media tumbuh tanaman tomat dihadapkan pada beberapa kendala yaitu kandungan unsur hara dan pH (keasaman tanah) yang rendah yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman tomat. Usaha yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut antara lain dengan cara menambahkan abu serbuk kayu (yang diperoleh dari hasil pembakaran bahan serbuk gergaji) dan pemberian pupuk NPK. Penelitian ini bertujuan mendapatkan dosis interaksi abu serbuk kayu dan pupuk NPK untuk pertumbuhan dan hasil tanaman tomat yang terbaik pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Sungai Raya Dalam Ujung, Dusun Parit Buluh, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian berlangsung dari tanggal 2 Maret 2022 sampai 27 Mei 2022. Penelitian ini menggunakan faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor perlakuan dan diperoleh 9 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap unit perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel sehingga total tanaman adalah 108 tanaman. Faktor pertama terdiri dari abu serbuk kayu yang terdiri dari 3 taraf yaitu : b1 = 55,1 ton/ha, b2 = 76,7 ton/ha dan b3 = 98,2 ton/ha. Faktor kedua adalah pupuk NPK Mutiara (16-16-16) yang terdiri dari 3 taraf yaitu: k1 = 300 kg/ha, k2 = 450 kg/ha dan k3 = 600 kg/ha. Variabel yang diamati meliputi: tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan berat buah per buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara pemberian abu serbuk kayu dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah gambut. Pemberian abu serbuk kayu 76,7 ton/ha dan pupuk NPK 450 kg/ha menunjukkan dosis yang efisien untuk pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah gambut.Kata Kunci : Abu Serbuk Kayu, Pupuk NPK, Tanah Gambut, Tomat
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KOTORAN SAPI DAN KALIUM PADA TANAH GAMBUT Sofiani, Zizi; Santoso, Eddy; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58283

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang banyak dikonsumsi manusia sebagai campuran bumbu masak setelah cabe. Selain sebagai campuran bumbu masak, bawang merah juga dijual dalam bentuk olahan seperti ekstrak bawang merah, bubuk, minyak atsiri, bawang goreng bahkan sebagai bahan obat untuk menurunkan kadar kolesterol, gula darah, mencegah penggumpalan darah, menurunkan tekanan darah serta memperlancar aliran darah. Sebagai komoditas hortikultura yang banyak dikonsumsi masyarakat maka diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi bawang merah, salah satunya adalah pemanfaatan lahan gambut sebagai areal tanam bawang merah. Tanah gambut memiliki beberapa masalah berupa rendahnya ketersediaan unsur hara, terutama kalium. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas lahan gambut adalah dengan pemberian pupuk kotoran sapi dan kalium. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dosis interaksi pemberian pupuk kotoran sapi dan kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah gambut. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan faktor pertama adalah pupuk kotoran sapi dan faktor kedua adalah kalium. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat interaksi terhadap pemberian pupuk kotoran sapi dan kalium pada semua variabel pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah gambut.Kata Kunci : Bawang Merah, Gambut, Kalium, Pupuk Kotoran Sapi
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PADA TANAH GAMBUT Sari, Riska Kusprita; Purwaningsih, Purwaningsih; Santoso, Eddy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.59526

Abstract

Lobak (Raphanus sativus L.) merupakan tanaman hortikultura yang berasal dari China sekitar 500 SM yang memiliki bentuk umbi yang mirip dengan tanaman wortel. Penggunaan gambut sebagai media tanam bagi tanaman lobak dihadapi berbagai faktor kendala yaitu sifat kimia tanah berupa rendahnya tingkat ketersediaan unsur hara, kapasitas tukar kation (KTK) tinggi, kejenuhan basa (KB) rendah dan bereaksi masam (pH rendah) sehingga diperlukan penambahan pupuk hayati dan pupuk NPK. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi dari konsentrasi pupuk hayati dan dosis pupuk NPK terbaik pada pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan metode faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktor. Faktor pertama pupuk hayati terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu h0, h1, h2 dan h3 dan faktor kedua pupuk NPK terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu m1, m2 dan m3 sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan yaitu h0 m1 (pupuk hayati 0 ml/polibag + NPK 3,6 g/polibag), h0 m2(pupuk hayati 0 ml/l + NPK 4,8 g/polibag), h0 m3(pupuk hayati 0 ml/l + NPK 6 g/polibag), h1 m1(pupuk hayati 10 ml/l + NPK 3,6 g/polibag), h1 m2(pupuk hayati 10 ml/l + NPK 4,8 g/polibag), h1 m3(pupuk hayati 10 ml/l + NPK 6 g/polibag), h2 m1(pupuk hayati 20 ml/l + NPK 3,6 g/polibag), h2 m2(pupuk hayati 20 ml/l + NPK 4,8 g/polibag), h2 m3(pupuk hayati 20 ml/l + NPK 6 g/polibag), h3 m1(pupuk hayati 30 ml/l + NPK 3,6 g/polibag), h3 m2 (pupuk hayati 30 ml/l + NPK 4,8 g/polibag) dan h3 m3 (pupuk hayati 30 ml/l + NPK 6 g/polibag). Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi jumlah daun, berat segar tanaman, berat umbi, panjang umbi, diameter umbi dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara pupuk hayati 10 ml/L dan pupuk NPK 4,8 g/polibag terhadap variabel diameter umbi. Pemberian pupuk hayati berpengaruh nyata terhadap semua variabel kecuali pada variabel jumlah daun. Pemberian pupuk NPK memberikan pengaruh yang sama terhadap semua variabel kecuali pada variabel diameter umbi.Kata Kunci :Lobak, Pupuk Hayati, Pupuk NPK, Tanah Gambut
PENGARUH PUPUK KANDANG BURUNG PUYUH DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH ALUVIAL Parizal, Parizal; Zulfita, Dwi; Santoso, Eddy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60211

Abstract

Kedelai edamame merupakan sayuran bernilai komersial tinggi di Indonesia, terlebih setelah kepopuleran Edamame sebagai camilan. Kedelai yang berasal dari Jepang ini berbeda dengan kedelai lain, yaitu bijinya lebih besar, teksturnya lebih halus, rasanya lebih manis, dan lebih mudah dicerna. Penelitian bertujuan mengetahui interaksi antara pupuk kandang burung puyuh dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah aluvial, dan mendapatkan dosis interaksi antara pupuk kandang burung puyuh dan NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Reformasi Gg. Racana Untan, yang mulai dari tanggal 12 juli sampai 12 september 2022. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu pupuk kandang burung puyuh (b) yang terdiri 3 taraf perlakuan, sedangkan faktor kedua yaitu pupuk NPK (p) juga terdiri dari 3 taraf perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah :Faktor pertama adalah pupuk kandang burung puyuh (b) yang terdiri dari 3 taraf yaitu: b1 = 10 ton/ha setara dengan 50 g/polybag, b2 = 20 ton/ha setara dengan 100 g/polybag, b3 = 30 ton/ha setara dengan 150 g/polybag. Faktor kedua yaitu pupuk NPK (p) yang juga terdiri dari 3 taraf yaitu: p1 = 200 kg/ha setara dengan 1 g/polybag,p2 = 300 kg/ha setara dengan 1,5 g/polybag, p3 = 400 kg/ha setara dengan 2 g/polybag. Variabel yang di amati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah polong segar, berat polong segar, jumlah polong isi, jumlah polong hampa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pemberian pupuk kandang burung puyuh dan NPK dalam meningkatkan jumlah cabang produktif kedelai edamame pada tanah aluvial, namun tidak ditemukan dosis pupuk kandang burung puyuh dan NPK yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai edamame yang terbaik tanah aluvial tetapi pemberian pupuk kandang burung puyuh dosis 10 ton/ha dan NPK dosis 200 kg/ha efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah aluvial.Kata kunci : Hasil dan Pertumbuhan, Kedelai Edamame, NPK, Pupuk Kandang Burung Puyuh, Tanah Aluvial
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG BURUNG PUYUH DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI EDAMAME DI TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Lutfiah, Rahmawati; Santoso, Eddy; maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.61968

Abstract

Kedelai Edamame (Glycine max (L.) Merril.) dapat tumbuh dengan baik pada media tumbuh yang subur, unsur hara yang cukup, struktur dan aerasi tanah yang baik. Salah satu media tumbuh yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan kedelai edamame adalah tanah podsolik merah kuning yang memiliki beberapa kendala. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan memberikan bahan organik berupa pupuk kandang burung puyuh dan pupuk anorganik NPK yang dikombinasikan dan diberikan secara berimbang. Penggunaan pupuk kandang burung puyuh sebagai bahan organik dapat memperbaiki kendala yang ada pada tanah podsolik merah kuning terutama sifat fisik tanah, dan penambahan NPK yang dapat diserap oleh tanaman secara cepat untuk memenuhi kebutuhan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya interaksi antara pupuk kandang burung puyuh dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai edamame di tanah podsolik merah kuning, serta mendapatkan dosis terbaik pupuk kandang burung puyuh dan NPK. Penelitian ini dilaksanakan dilahan penelitian Fakultas Petanian Universitas Tanjungpura pada tanggal 16 Agustus-14 November 2022. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu pemberian pupuk kandang burung puyuh (k) dan NPK (p) masing-masing dengan 3 taraf perlakuan yang terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan, sehingga total keseluruhan ada 108 sampel tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat Interaksi antara dosis pupuk kandang puyuh 40 ton/ha + NPK 200 kg/ha dalam meningkatkan pertumbuhan kedelai edamame pada variabel berat kering tanaman. Pemberian pupuk kandang puyuh 30 ton/ha merupakan dosis terbaik untuk pertumbuhan kedelai edamame pada variabel jumlah cabang 4 minggu setelah tanam dan hasil kedelai edamame pada variabel bobot segar polong tertinggi serta jumlah polong isi.