Eddy Santoso
Center for Technology of Nuclear Industrial Materials (PTBIN) National Nuclear Energy Agency (BATAN) Puspiptek Area, Serpong, Tangerang

Published : 42 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG SAPI DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA HIJAU PADA TANAH ALUVIAL Tika, Veronika; Santoso, Eddy; Basuni, Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i2.62075

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu komoditi sayuran hortikultura yang banyak dikonsumsi masyarakat. Selada banyak dipilih oleh masyarakat karena tekstur dan warna yang membuat penampilan makanan menjadi menarik sehingga mampu menambah selera makan. Pupuk kandang sapi dapat memperbaiki sifat fisik tanah, seperti menggemburkan tanah, meningkatkan porositas, aerasi, dan mikroorganisme tanah, sehingga akar didalam tanah dapat berkembang dengan baik. Pupuk urea berfungsi sebagai penyuplai unsur N bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik kombinasi pupuk kandang sapi dan pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada hijau pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 15 Agustus 2022 - 17 September 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang menggunakan faktor tunggal yaitu kombinasi pupuk kandang sapi dan pupuk Urea (P). Terdapat 4 taraf yang terdiri dari 6 ulangan dan 4 sampel tanaman pada setiap perlakuan sehingga total keseluruhan ada 96 sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut P1 0 ton + 300 kg/ha, P2 10 ton + 200 kg/ha, P3 20 ton + 100 kg/ha, P4 30 ton + 0 kg/ha. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, berat segar tanaman, dan berat kering tanaman. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa kombinasi pupuk kandang sapi 10 ton/ha dengan urea 200 kg/ha memberikan dosis terbaik terhadap berat segar tanaman dan berat kering tanaman. Sedangkan terhadap volume akar, tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman memberikan respon yang sama pada tanaman selada hijau.
PENGARUH ABU BOILER DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH GAMBUT DENGAN SISTEM JENUH AIR Ariswandi, Bonifasius; Santoso, Eddy; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.63697

Abstract

Kubis bunga adalah jenis tanaman sayuran yang banyak mengandung gizi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Pemanfaatan tanah gambut dalam budidaya tanaman dihadapkan pada beberapa kendala berupa sifat fisik, sifat kimia, dan sifat biologi tanah gambut yang kurang mendukung pertumbuhan tanaman. Upaya untuk meningkatkan pH tanah gambut dapat dilakukan dengan pemberian abu boiler kelapa sawit dan pupuk NPK untuk penambah unsur hara pada tanah gambut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui interaksi antara abu boiler dan pupuk NPK dan mendapatkan dosis terbaik antara abu boiler dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga. Penelitian ini dimulai dari tanggal 11 Mei sampai 24 Juli 2022 yang berlokasi di Desa Panca Roba Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 2 faktor yaitu dosis abu boiler (A) tiga taraf dan pupuk NPK (P) dengan tiga taraf perlakuan pupuk NPK (P) dan setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan terdiri 4 sampel tanaman sehingga total keseluruhan diperoleh 100 tanaman 108 tanaman. Faktor pertama yaitu dosis abu boiler (A) terdri dari 3 taraf yaitu:a1 = Abu boiler 10 ton/ha setara 176 g/polybag, a2 = Abu boiler 20 ton/ha setara 352 g/polybag, a3 = Abu boiler 30 ton/ha setara 528 g/polybag. Faktor kedua yaitu pemberian pupuk NPK (P) terdiri dari 3 taraf yaitu: p1 = NPK 300 kg/ha atau setara dengan 2,7 g/tanaman, p2 = NPK 600 kg/ha atau setara dengan 5,4 g/tanaman, p3 = NPK 900 kg/ha atau setara dengan 8,1 g/tanaman. Variabel yang diamati pada penelitan ini adalah jumlah daun (helai), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), berat segar massa bunga (g) dan diameter bunga (cm). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak terjadi interaksi dari abu boiler dan pupuk NPK terhadap semua variabel pengamatan. Pemberian abu boiler 30 ton/ha dan pupuk NPK 900 kg/ha merupakan dosis yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah gambut.