Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

دور مهارة الكتابة لتكوين المحادسة العربية الجديدة لطلبة مركز ترقية اللغة الاجنبية بمعهد فتح الله ابن نزار سومبر كراغ: Dawr Maharat Alkitabat Litakwin Almuhadasat Alearabiat Aljadidat Litalabat Markaz Tarqiat Allughat Alaijnabiat Bimaehad Fath Allah Aibn Nizar Sumbir Kragh ABDUL WAHID ZAINUDDIN; Moch. Yunus; Poppy Rachman; Ahmad Khumaidi
NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA Vol. 1 No. 6 (2025): Oktober: JURNAL ILMIAH MAHASISWA (NAAFI)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian (P3M) STKIP Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62387/naafi.v1i6.295

Abstract

كانت اللغة هي أصوات يعبر بها كل قوم عن أعراضهم، حيث يعبر بها الانسان ما في قلبه وفكره. واللغة وسيلة في الحياة الإجتماعية فهي سلاح الفرد في مواجهة كثير من المواقف الحيوية التي تطلب الكلام او الاستماع او الكتابة او القراءة. وكانت اللغة في حياة الإنسان لها وظيفتان اساسيتان هما الاتصال وتسهيل عملية التفكير والتعبير عن النفس، فإن الكتابة قادرة على أداء هاتين الوظيفتن، فيمكننا القول بأن التعبير الكتابي وسيلة من وسائل الاتصال كما انه ترجمة للفكر وتعبير عن النفس في ذات الوقت، ولكونه كذٰلك اصبح ذا اهمية كبيرة في حياة الفرد والجماعات. بهذا، اراد الباحث من بحثه الى مهارة الكتابة بحثا ان لها دور مهم في الحياة الإجتماعية في تكوين المحادثة العربية الجيدة بوجود كيفية لإختيار الأساليب في الكتابة قبل نطق الكلام الجيد. لأن الكتابة تتعلق بقواعد اللغة العربية (نحوية او صرفية) والأشكال الكتابية أيضا. إذن، المحادثة العربية بدون فهم مهارة الكتابة ليس لها الجيدة. ولذلك، كم من محبين اللغة العربية يتحدثون عربية دون فهمهم اي ليس لهم المعنى المناسب في كلامهم العربي حتي لايفهم المخاطب من كلامهم المقصود بان المحادثة تتعلق بما يقصده المتكلم في قلبه. إذن، كيف الكلام العربي يناسب بما اراده المتكلم العربي باستخدام الكلمات العربية الجيدة حتى يسمع المخاطب فاهما بحسن الإستماع. وهكذا قد رأى الباحث الواقعات من مركز ترقية اللغة الأجنبية بمعهد فتح الله ابن نزار سومبر كراغ الذي تتعلم الطلبة فيه عربية وإنجليزية خاصة -ولا سوي ذلك- هم يتحدثون عربية وإنجليزية في بيئتهم اللغوية حتي يريد الباحث بحثا عن مهارة الكتابة لديهم لأنها وسيلة لفهم كل مهارة. مفتوحة الكليمة: دور مهارة الكتابة ,المحادسة , مركز ترقية اللغة الاجنبية
Assistance in Senen Goat Milk Management as an Effort to Improve The Community's Economy Through The Asset-Basset Community Development (ABCD) Approach Ahmad Khumaidi; Kustiana Arisanti
CENDEKIA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Simfoni Ilmu Cindekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The application of the Asset-Basset Community Developent (ABCD) method was carried out at the UNZAH Real Work Lecture (KKN) in Pesawahan Village. The assisted subject in the program is Mrs. Erni as the owner of a goat's milk business in Sumanbito Hamlet, Pesawahan Village. The reason we chose the subject of goat's milk business assistance is because this business activity is a business that is rarely owned by other villages. In addition, goat's milk business has a high selling value with various health benefits. The purpose of the assistance is to educate goat milk business managers regarding product innovation and marketing techniques through social media/market places so that business productivity can increase.
Digitalisasi Pencatatan Posyandu Berbasis Spreadsheet untuk Monitoring Kesehatan Balita dan Lansia di Pekon Yogyakarta Selatan Kanti Lestari; Priyono, Priyono; Andreas Andoyo; Ahmad Khumaidi; Nadya Dwita Fatma Sari
BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 04 (2026): ISSUE APRIL
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi Sistem informasi dalam pelayanan posyandu merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan efektivitas monitoring kesehatan balita dan lansia, khususnya di wilayah pedesaan yang masih menggunakan sistem pencatatan manual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Pekon Yogyakarta Selatan, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, dengan tujuan meningkatkan kemampuan kader posyandu dalam mengelola data kesehatan secara digital serta mempermudah proses monitoring kesehatan secara berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelatihan, implementasi sistem, dan evaluasi. Sistem informasi yang digunakan berupa pencatatan digital berbasis Microsoft Excel yang dirancang sederhana, terstruktur, dan mudah digunakan oleh kader posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kader sebesar 35–45% berdasarkan hasil evaluasi sebelum dan sesudah pelatihan. Selain itu, sekitar 80% kader mampu melakukan pencatatan dan pengelolaan data kesehatan secara mandiri menggunakan sistem yang telah diterapkan. Implementasi sistem ini juga meningkatkan efisiensi dalam pencarian data serta mempercepat proses monitoring kesehatan balita dan lansia dibandingkan metode manual sebelumnya. Dengan demikian, digitalisasi pencatatan posyandu berbasis spreadsheet dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dan berkelanjutan dalam pengelolaan data kesehatan di tingkat desa.
Konsep Akhlak Al-Ghazali Dan Relevansinya Dengan Pendidikan Karakter Di MA Miftahul Hasan Wangkal Gading Probolinggo zulvia; Ahmad Khumaidi; Nuramin
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6519

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan akhlak dalam menjawab problem degradasi moral peserta didik serta perlunya integrasi antara konsep klasik dan praktik pendidikan modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep pendidikan akhlak menurut Imam Al-Ghazali, mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya, serta mengkaji relevansinya dengan pendidikan karakter di MA Miftahul Hasan Wangkal Gading Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Al-Ghazali, akhlak merupakan sifat yang tertanam dalam jiwa yang terbentuk melalui pembiasaan, latihan spiritual (riyadhah), dan pengendalian diri hingga menjadi karakter yang melekat (malakah). Nilai-nilai karakter yang ditemukan meliputi religiusitas, kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, tawadhu’, sopan santun, dan kemandirian. Implementasi nilai-nilai tersebut di MA Miftahul Hasan dilakukan melalui kegiatan religius, pembiasaan perilaku positif, serta keteladanan guru. Konsep Al-Ghazali terbukti relevan dengan praktik pendidikan karakter di madrasah, meskipun masih terdapat tantangan berupa kecenderungan kepatuhan yang bersifat eksternal. Kesimpulannya, konsep pendidikan akhlak Al-Ghazali memiliki relevansi kuat dalam membentuk karakter peserta didik, terutama jika diimbangi dengan pembinaan kesadaran internal agar terbentuk akhlak yang autentik dan berkelanjutan.
Implementasi Pendidikan Karakter Perspektif Buya Hamka dalam Buku Pribadi Hebat dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Agama Islam Modern Siti Halimatus Sa'diyah; Ahmad Khumaidi; Farich Purwantoro
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6825

Abstract

Penguatan karakter pendidikan sangat penting, itulah sebabnya penelitian ini dilakukan di tengah perlawanan modernisasi yang berdampak pada degradasi moral generasi muda. Pendidikan saat ini tidak hanya dituntut untuk mengembangkan aspek kognitif, tetapi juga membentuk kepribadian yang berakhlak mulia. Oleh karena itu, pemikiran Buya Hamka dalam buku Pribadi Hebat menjadi relevan untuk dikaji sebagai dasar pendidikan karakter yang berbasis nilai moral dan spiritual. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep dan implementasi karakter pendidikan menurut Buya Hamka serta mengkaji relevansinya terhadap Pendidikan Agama Islam modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library Research). Data diperoleh dari sumber primer berupa buku Pribadi Hebat dan didukung oleh berbagai literatur ilmiah yang relevan. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter menurut Buya Hamka menekankan pada pembentukan kepribadian melalui nilai-nilai seperti kejujuran, keberanian, kebijaksanaan, kesadaran diri, dan kepercayaan diri. Implementasi nilai-nilai tersebut dapat dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, dan integrasi dalam pembelajaran. Selain itu, konsep tersebut sangat relevan dengan Pendidikan Agama Islam modern yang menekankan keseimbangan antara aspek intelektual, emosional, dan spiritual. Dengan demikian, pemikiran Buya Hamka dapat menjadi alternatif solusi dalam memperkuat pendidikan karakter di era modern.
Internalization of Al-Ghazali's Theology in Shaping Santri Character: Analysis Study of the Tarbiyatus Salafiyah Islamic Boarding School in Probolinggo kustiana arisanti; Ahmad Khumaidi
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2024): Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v9i2.18920

Abstract

Since its inception, Islamic boarding school education has had distinctive characteristics and continues to maintain its existence even when facing the dynamics of life in this modern era. Without changing its characteristics, which are always identified with the priority of religious, cultural, and social values in its education system, Islamic boarding schools carry out transformations in various fields, including instilling religious character in their students. This holistic education system can ultimately give birth to a generation of students or students who have figures who have morals or good character. One of the Islamic boarding schools that still applies this system is the Tarbiyatussalafiyah Islamic boarding school Tegalsiwalan Probolinggo. This research is aimed at finding out the process of applying Imam Ghazali's theological thinking in shaping the character of students at the Tarbiyatussalafiyah Islamic Boarding School. The approach taken in this research uses a qualitative descriptive approach with a case study type of research. The data sources obtained by researchers were primary sources in the form of information from Islamic boarding school leaders, ustadz, administrators, and students. The research results obtained by researchers in the field in the form of character formation material include: Religious knowledge, physical education, and spirituality. Meanwhile, the implementation process carried out by caregivers, ustadz, and administrators of the Tarbiyatussalafiyah Islamic boarding school in forming the character of the students is by applying three methods, namely the exemplary method, the habituation method, and instilling character values including (1) Performing congregational prayers, (2) Instilling an honest attitude, (3) Discipline, (4) Politeness, (5) Patience, (6) Tolerance.Keywords: Internalization, al-Ghazali, Santri Character, Ayyuhal Walad.
Analisis Nilai Perjuangan Dalam Film “Sejuta Sayang Untuknya” Karya Wiraputra Basri terhadap Relevansinya Agama Islam Modern Siti Nurdiana; Ahmad Khumaidi; Yeniati Ulfah
Social Science Academic Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/ssa.9813

Abstract

This study aims to analyze the representation of struggle values in the film Sejuta Sayang Untuknya and its relevance to modern Islamic education. The research employs a qualitative approach using semiotic analysis to examine meanings embedded in the film’s narrative, characters, and visual symbols. The findings indicate that the film represents parental struggle through values such as hard work, responsibility, sacrifice, patience, and compassion, which are constructed through cinematic elements that produce both denotative and connotative meanings and may develop into socially accepted interpretations. Furthermore, these values show strong relevance to the principles of modern Islamic education, particularly in character building based on amanah (responsibility), ṣabr (patience), ikhlāṣ (sincerity), and raḥmah (compassion). As an audiovisual medium, film is proven to be an effective learning tool as it integrates cognitive, affective, and reflective aspects of learners, thereby enhancing engagement, critical thinking skills, and contextual value internalization. Therefore, film can be utilized as an innovative and strategic pedagogical medium to support character education in the modern era.
Learning Strategies in Al-Qur'an-Hadith Education within Islamic Religious Education Programs in Schools Lailatul Qomariah; Ainur Rofiq Sofa; Kustiana Arisanti; Ahmad Khumaidi; Abd Aziz; Imam Bukhori
Education and Sociedad Journal Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Al-Qalam Institue

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/edsojou.v4i1.2177

Abstract

This study explores learning strategies employed in Al-Qur'an-Hadith education within Islamic Religious Education (PAI) programs in schools. The research aims to identify instructional approaches used by teachers, examine their implementation in classroom settings, and analyze their contribution to students’ understanding of Qur’anic and Hadith teachings. Using a qualitative case study approach, data were collected through classroom observations, in-depth interviews with teachers and students, and analysis of relevant educational documents. The findings reveal that teachers utilize a combination of lecture, discussion, memorization, contextual learning, collaborative learning, and technology-assisted strategies to facilitate students’ comprehension of religious texts. The integration of active learning methods encourages student participation, critical thinking, and the practical application of Islamic values in daily life. Furthermore, the effectiveness of learning strategies is influenced by teacher competence, learning resources, school support, and students’ learning motivation. The study concludes that diverse and student-centered learning strategies enhance the quality of Al-Qur'an-Hadith instruction by promoting both cognitive understanding and character development. These findings contribute to the development of more effective pedagogical practices in Islamic Religious Education and provide recommendations for improving the teaching and learning of Al-Qur'an-Hadith in contemporary school settings.
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membina Akhlak Mulia Peserta Didik Di Madrasah Aliyah Al-Muttahidah Agik Lubabun Nafis; Ahmad Khumaidi; Mohamad Solihin
Ashlach : Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 01 (2026): Ashlach: Journal Of Islamic Education (April)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/ashlach.v4i01.1370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak mulia peserta didik di MA Al-Muttahidah Sentong Krejengan Probolinggo serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, wakil kepala bidang kesiswaan, dan peserta didik sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembinaan akhlak peserta didik dilaksanakan melalui keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan, pemberian nasihat dan motivasi (mau’izhah hasanah), serta pembelajaran kontekstual yang diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran dan budaya madrasah. Guru Pendidikan Agama Islam berperan tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan, pembimbing, dan motivator dalam pembentukan karakter peserta didik. Faktor pendukung pembinaan akhlak meliputi budaya religius madrasah yang kuat, keteladanan guru, dukungan kebijakan madrasah, serta kerja sama antara guru dan orang tua. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, pengaruh lingkungan sosial, penggunaan media sosial, serta perbedaan latar belakang keluarga peserta didik. Penelitian ini menemukan bahwa pembinaan akhlak tidak hanya bergantung pada satu strategi, tetapi merupakan hasil sinergi berbagai pendekatan yang diterapkan secara konsisten dalam lingkungan madrasah. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi guru Pendidikan Agama Islam yang integratif dapat menjadi model efektif dalam membentuk akhlak mulia peserta didik di madrasah
Strategi Kiai Sebagai Leader dalam Mengatasi Problematika Bullying: Studi Kasus di Pondok Pesantren Robithatul Islam Krejengan Probolinggo) Riska Fariska; Ahmad Khumaidi; Ummi Lailia Maghfiroh
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7806

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam peran serta strategi kiai sebagai pemimpin dalam mengatasi problematika bullying di Pondok Pesantren Robithatul Islam Krejengan Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang memungkinkan peneliti memahami fenomena secara kontekstual dan komprehensif. Subjek penelitian meliputi kiai sebagai pemimpin utama, pengurus pesantren, serta santri sebagai bagian dari lingkungan sosial pesantren. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk memperoleh data yang valid dan relevan. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kiai dalam mengatasi bullying dilakukan melalui pendekatan preventif dan represif. Pendekatan preventif diwujudkan melalui penguatan nilai-nilai akhlak, pembinaan karakter, serta pengawasan langsung terhadap perilaku santri. Sementara itu, pendekatan represif dilakukan melalui pemberian sanksi yang bersifat edukatif serta mediasi konflik secara kekeluargaan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan kiai yang bersifat kharismatik dan humanis memiliki peran signifikan dalam menciptakan lingkungan pesantren yang kondusif, harmonis, serta minim dari perilaku bullying. Dengan demikian, strategi kepemimpinan kiai menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas sosial dan pembentukan karakter santri di lingkungan pesantren.