Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Peran Sekolah Dalam Membangun Literasi Digital Pada Siswa Sd Inpres 4/82 Walian Aldjon Nixon Dapa; Junita Christi Makawawa; Viona Palullu; Nayla Enviend Nento; Marcho Julio Moningka; Pebiyola Nababan; Nadia Kumontoy
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 6.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran sekolah dalam membangun literasi digital pada siswa SD Inpres 4/82 Walian sebagai salah satu sekolah dasar di Kota Tomohon. Literasi digital menjadi kebutuhan penting bagi peserta didik di era modern, terutama karena meningkatnya penggunaan perangkat teknologi dalam proses belajar maupun kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggali berbagai bentuk dukungan sekolah, strategi pembelajaran, serta pengalaman siswa dalam mengakses dan memanfaatkan teknologi digital secara bertanggung jawab. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang menggambarkan kondisi nyata pelaksanaan literasi digital di sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah berperan cukup aktif dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam kegiatan pembelajaran, menyediakan fasilitas pendukung seperti perangkat komputer dan akses internet, serta memberikan pendampingan kepada siswa agar mampu menggunakan media digital secara tepat. Kendati demikian, proses penguatan literasi digital masih menghadapi beberapa tantangan, terutama keterbatasan perangkat dan perbedaan kemampuan siswa dalam mengoperasikan teknologi. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan literasi digital sangat dipengaruhi oleh komitmen sekolah, kesiapan guru, serta keterlibatan orang tua dalam mendukung pembelajaran digital di rumah.
Implementasi Kebijakan Pendidikan Dalam Program Literasi Di Sd Gmim Pondang Aldjon Nixon Dapa; Junita Christi Makawawa; Sintia mokodongan; Novti Gracia Lontounaung; Hikma Audian; Olan Lahabu; Rivilia Manderes
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 6.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan bagaimana kebijakan pendidikan terkait program literasi diterapkan di SD GMIM Pondang dan bagaimana pelaksanaannya berpengaruh terhadap perkembangan budaya membaca siswa. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode studi kasus melalui kegiatan observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen sekolah. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sekolah mengembangkan sejumlah strategi literasi, seperti kegiatan membaca sebelum pelajaran dimulai, penyediaan sudut baca di kelas, pelaksanaan kegiatan Jumat Literasi, serta penataan kembali fasilitas perpustakaan. Langkah-langkah tersebut membantu menciptakan suasana belajar yang mendorong siswa untuk lebih dekat dengan aktivitas membaca. Dampaknya terlihat pada meningkatnya ketertarikan siswa terhadap bacaan dan kemampuan mereka dalam memahami isi teks. Kendala yang ditemui meliputi keterbatasan bacaan yang variatif dan kemampuan membaca siswa yang tidak merata. Secara umum, implementasi program literasi di sekolah ini mampu memberikan kontribusi positif bagi penguatan minat baca dan kebiasaan literasi siswa.
Analisis Dampak Gerakan Literasi Sekolah Pada Siswa SD GMIM IV Tomohon Aldjon Nixon Dapa; Junita C. Makawawa; Meria Delila Gasi; Diana Sari Br Tarigan; Ekho Sosibong; Ririn Mokodongan; Tabita Olivia Sinaga; Lisa Margaretha Hendrik
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 6.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Gerakan Literasi Sekolah terhadap perkembangan literasi siswa di SD GMIM IV Tomohon. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah memberikan pengaruh positif terhadap minat baca, kemampuan memahami teks, serta kebiasaan belajar siswa. Kegiatan membaca rutin, keberadaan pojok baca, dan integrasi literasi dalam pembelajaran membantu siswa lebih aktif berinteraksi dengan bahan bacaan. Meskipun demikian, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan bahan bacaan dan keterlibatan orang tua yang belum optimal. Secara keseluruhan, Gerakan Literasi Sekolah berkontribusi dalam membangun budaya literasi yang lebih kuat di lingkungan sekolah.
The Role of the School Principal in Improving the Quality of Inclusive Education at SMP Negeri 6 South Halmahera, North Maluku Province Marsumi; Romi J. Mongdong; Aldjon Nixon Dapa
International Journal of Information Technology and Education Vol. 5 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : JR Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inclusive education has emerged as a pivotal policy mandate in Indonesia, requiring schools to accommodate all learners, including those with special needs, within regular educational settings; however, its quality implementation remains a formidable challenge, particularly in resource-constrained and geographically isolated areas. Effective school leadership is widely recognized as a key determinant of successful inclusive education, yet empirical evidence from junior secondary schools in remote island regions of Eastern Indonesia is critically lacking. This study aims to examine the role of the school principal in improving the quality of inclusive education at SMP Negeri 6 South Halmahera, North Maluku Province. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through semi-structured interviews, direct observations, and document analysis from purposively selected informants comprising the principal, teachers, and educational staff; data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings reveal that the principal executes five interrelated roles, educator, manager, supervisor, motivator, and innovator, to build an inclusive school culture, with key strategies including socialization of inclusive education concepts, enhancement of teacher competencies, adaptation of learning methods and assessment systems, and the creation of a non-discriminatory school environment. Supporting factors include government policy support, strong commitment from the principal and teachers, and active parental participation, while inhibiting factors encompass limited facilities and infrastructure, a shortage of special education personnel, and insufficient training opportunities for regular classroom teachers. These findings affirm that participatory and adaptive school leadership is the central driver of inclusive education quality, even in severely resource-limited contexts, and that human leadership capital can effectively compensate for infrastructural deficits. This study implies that targeted leadership development programs and collaborative support networks for principals in remote Indonesian schools are urgently needed to sustain and scale inclusive education quality
THE USE OF DIRECT INSTRUCTION METHOD TO IMPROVE THE ABILITY OF TYING LACED SHOES IN DOWN SYNDROME CHILD CLASS IV IN SLB THERESIA SONDER YUDIT TRININGSIH; MARIA WANTAH; Aldjon Nixon Dapa
Journal of Disability Vol 2, No 1 (2022): June
Publisher : Pusat Studi Difabilitas (PSD) LPPM Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jod.v2i1.61622

Abstract

The purpose of this study was to determine whether the use of the direct instruction method could improve the self-development ability to tie shoes with laces for children with Down syndrome. The research method used is the Single Subject method. this was held at SLB Theresia Sonder. With the subject of class IV students totaling 1 person, as for the data collection techniques (observation and tests). The results showed that the direct instruction method could improve the self-development ability to tie lace-up shoes in children with Down syndrome at Theresia Sonder Special School. Therefore, the use of this method will greatly affect the improvement of the results of students' abilities.
The Influence of Interactive Learning Media and Learning Motivation on Student Learning Outcomes in Science Subjects at Elementary School Cluster 1, Poigar District Glendra Robot; Aldjon N. Dapa; Zoja F. Sumampow
Literasi: Jurnal Pendidikan Guru Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/literasi.v5i2.3065

Abstract

This study aims to analyze the effect of interactive learning media and learning motivation on students’ learning outcomes in the subject of Natural and Social Sciences at Elementary School Cluster 1, Poigar District. Interactive learning media is believed to enhance students’ engagement through the integration of text, images, audio, video, and animation, thereby creating a more attractive and meaningful learning experience. In addition, learning motivation plays an important role as a psychological drive that influences students’ persistence and achievement in the learning process. This research employed a quantitative approach with a 2×2 factorial quasi-experimental design involving an experimental class and a control class. The subjects of the study were 40 fourth-grade students. The research instruments included an IPAS learning achievement test, a learning motivation questionnaire, and an observation sheet on the use of interactive learning media, all of which had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using the independent samples t-test and two-way ANOVA to examine the main effects and interaction between variables. The results showed that interactive learning media and learning motivation significantly affected students’ learning outcomes, both partially and through interaction effects. The average posttest score of the experimental class (87.3) was higher than that of the control class (74.7), with N-gain scores of 73.05% (high category) and 43.51% (moderate category), respectively. In conclusion, interactive learning media and learning motivation significantly influence students’ learning outcomes in IPAS. The use of interactive media supported by high learning motivation can optimally improve students’ academic achievement.
Pengaruh Supervisi Akademik Kepala Sekolah Dan Budaya Organisasi Sekolah Terhadap Kinerja Profesional Guru SD Di Kecamatan Poigar Aurike Aneke Novita Korua; Jeffry S. J. Lengkong; Aldjon N. Dapa
Literasi: Jurnal Pendidikan Guru Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/literasi.v5i1.3545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh supervisi akademik kepala sekolah dan budaya organisasi sekolah terhadap kinerja profesional guru Sekolah Dasar di Kecamatan Poigar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya peningkatan kinerja profesional guru sebagai salah satu faktor utama dalam meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SD di Kecamatan Poigar, dengan jumlah sampel sebanyak 200 responden yang ditentukan menggunakan teknik teknik sampling & persentase hasil. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) supervisi akademik kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja profesional guru, (2) budaya organisasi sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja profesional guru, dan (3) supervisi akademik kepala sekolah dan budaya organisasi sekolah secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja profesional guru. Besarnya kontribusi kedua variabel bebas terhadap kinerja profesional guru ditunjukkan oleh nilai koefisien determinasi sebesar 68,5 %. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kinerja profesional guru dapat dilakukan melalui pelaksanaan supervisi akademik yang efektif serta penguatan budaya organisasi sekolah yang positif. Oleh karena itu, kepala sekolah diharapkan dapat meningkatkan kualitas supervisi akademik dan membangun budaya organisasi yang kondusif guna mendukung peningkatan kinerja profesional guru.
Pemberdayaan Literasi Fisik melalui Pelaksanaan Program PJOK Mahasiswa KKN bagi Masyarakat di Sulawesi Utara Muhamad Furqon Al Hadiq; Tiyas Abror Huda; I Wayan Aditya Kurnia Wijaya; Aldjon Nixon Dapa
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat (JPOM) Vol. 7 No. 2 (2026): Juli (2026)
Publisher : PJKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v7i2.875

Abstract

Program PJOK KKN dilaksanakan untuk merespons rendahnya kebiasaan berolahraga dan terbatasnya akses aktivitas fisik terstruktur di masyarakat desa. Kegiatan yang dilakukan meliputi senam sehat, edukasi literasi fisik, dan pembiasaan perilaku hidup bersih di sekolah melalui metode demonstrasi. Data diperoleh melalui angket literasi fisik yang dibagikan oleh mahasiswa KKN kepada Masyarakat peserta kegiatan. Jumlah responden mencapai 1.235. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat mengenai manfaat olahraga berada pada kategori baik, namun perilaku aktif belum terbentuk secara konsisten. Sebagian besar responden hanya berolahraga satu hingga dua kali per minggu, dan 13,36% tidak pernah berolahraga. Indikator pengetahuan menjadi aspek paling kuat, sementara motivasi, kepercayaan diri, dan kebiasaan aktif merupakan aspek yang paling lemah. Analisis per item juga memperlihatkan kesenjangan yang jelas antara pemahaman dan praktik aktivitas fisik. Pelaksanaan program PJOK KKN memberikan wadah aktivitas fisik yang mudah diikuti, mendorong partisipasi warga, dan memperkuat dukungan sosial sebagai faktor penting dalam perubahan perilaku. Kegiatan ini dapat menjadi dasar pengembangan program rutin bagi masyarakat desa