Articles
Identifikasi Cacat Produk Dan Kerusakan Mold Pada Proses Plastic Injection Molding
Hanifah Widiastuti;
Saprin Epraim Surbakti;
Fedia Restu;
Muhammad Hasan Albana;
Ihsan Saputra
Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) - December 2019
Publisher : Politeknik Negeri Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (667.34 KB)
|
DOI: 10.30871/jatra.v1i2.1805
Mold (cetakan) merupakan perkakas pada proses injection molding untuk membuat produk dari plastik. Akibat penggunaan selama proses produksinya, mold ini dapat mengalami kerusakan yang mengakibatkan terjadinya cacat pada produk. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai cacat produk yang sering terjadi akibat kerusakan pada mold serta bagian dari mold yang rusak pada proses plastic injection molding di perusahaan manufaktur Batam. Dari pengumpulan data yang dilakukan selama satu bulan, maka didapatkan bahwa cacat produk yang terjadi berkaitan dengan rusaknya mold adalah cacat flash (material sisa) dengan persentase sekitar 92% dan 8% colour streaks. Bagian mold yang mengalami kerusakan sehingga mengakibatkan cacat flash tersebut adalah sub insert (45,45%), insert (27,27%), slider (18,18%), dan ejector pin (9,09%). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa cacat produk yang sering terjadi akibat kerusakan mold adalah flash dan cacat flash banyak disebabkan oleh kerusakan mold pada bagian sub insert.
Studi Kelayakan Pemindahan Area Pelayaran Batam Marine Ambulance (BMA) dari Pelabuhan Tanjung Punggur ke Area Sekupang Kota Batam
SAPTO WIRATNO SATOTO;
Muhammad Zainuddin Lubis;
Lalu Giat Juangsa Putra;
Hanifah Widiastuti;
Rahman Hakim;
Benny Hadli Irawan;
Ihsan Saputra;
Naufal Abdurrahman;
Budi Baharudin
INOVTEK POLBENG Vol 12, No 2 (2022): INOVTEK Vol 12, No 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35314/ip.v12i2.2585
Pemindahan area pelayaran dilakukan guna memeperluas area pelayanan Batam Marine Ambulance (BMA). Kapal BMA merupakan kapal yang dibuat dengan kerjasama 3 instansi antara lain: Lembaga Amil Zakat (LAZ) Batam, Rumah Sakit Awal Bros Batam dan Politeknik Negeri Batam. Pemindahan area memerlukan kajian secara teknis baik terkait dengan kapal maupun tingkat kebutuhan transportasi yang digunakan. Lokasi pemindahan yang direncanakan adalah dari pelabuhan Tanjung Punggur menuju ke Pelabuhan Belakang Padang (Sekupang). Pemindahan ini diharapkan dapat meningkatkan taraf kesehatan masyarakat dan kemanfaatan dari BMA. Dari hasil kajian awal dan literatur didatapkan data bahwa, banyak masyarakat yang masih membutuhkan adanya sarana taransportasi yang tidak berbayar untuk melayani kesehatan. Hal ini terlihat dari banyaknya warga yang enggan untuk memeriksakan kesehatan karena kendala pada pembiayaan transportasi. Dari segi teknis terkait dengan kondisi perairan, area pelayaran lama dan area pelayaran yang direncanakan tidak memiliki perbedaan yang signifikan, sehingga untuk dampak lingkungan terhadap gerakan kapal dirasa tidak akan begitu jauh dan masih memiliki performa yang sama.
Stress dan Displacement Pada Spreader Beam Akibat Variasi Pembebanan
Mukhlis Ramadhani;
Ihsan Saputra;
Budi Baharudin
Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) - December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30871/jatra.v4i2.4875
Dalam proses pengangkatan produk benda yang berukuran tinggi dan memiliki berat benda yang sangat besar, diperlukan alat bantu yang bisa mengatasi pengangkatan. Spreader beam adalah alat bantu yang berfungsi sebagai pembantu pengangkatan beban dan memberikan keseimbangan. Hal ini perlu diperhatikan pada spreader beam, agar beban yang diangkat tidak melebihi kapasitas maksimum kekuatan materialnya. Oleh karena itu diperlukan kekuatan struktur dari desain spreader bar yang akan dipergunakan untuk lifting maupun crane. Desain produk memberikan gambaran proses benda dan bentuk ukuran yang berfungsi sebagai informasi saat penggambaran desain. Dengan memiliki perangkat pengerjaan sudah lebih modern pada produktivitas yang menggunakan mesin hingga kegiatan yang berbasis software. Pembuatan desain modelling menggunakan software SolidWorks. Pemodelan SolidWorks pada pengujian serta pemberian beban dengan variasi yang berbeda mengungkapkan bahwa spreader beam mencapai titik maksimum pada berat beban variasi 60 ton dengan mengalami tegangan (stress) maksimal 1,903 + 08 dan perpindahan (displacement) maksimal 0,77 mm; serta faktor keamanan (factor of safety) maksimal dengan nilai 1,2. Terlihat juga variasi pembebanan 60 Ton terdapat area yang mengalami displacement yang dapat menimbulkan kegetasan pada suatu saat pengangkatan. Hal tersebut bisa diatasi dengan menambahkan 4 plate support tambahan sebagai patokan untuk menahan titik tumpuan. Dengan adanya tambahan 4 Plate support tentu tidak mempengaruhi nilai dari kekuatan maksimum (yield strength) berkurang.
Identifikasi Flashing Pada Mold Alat Cukur
Benny Haddli Irawan;
Mufti Fathonah Muvariz;
Nicolanta Hiskia Sembiring;
Nur Fitria Pujo Leksonowati;
Rahman Hakim;
Ihsan Saputra
Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) - June 2023
Publisher : Politeknik Negeri Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30871/jatra.v5i1.5239
Molding is a process utilized by industries to shape plastic products. One of the plastic molding processes involves injection molding. Injection molding is a procedure where plastic pellets are placed into a hopper or channel and subsequently fed into a barrel. The injection is propelled by a screw mechanism through a machine nozzle and a sprue bushing enters the mold cavity. All of this occurs within a closed mold. A flashing defect in a product refers to an excess material flaw located at the product's edges. To identify the causes of flashing defects in shaving tools, a fishbone diagram is employed, categorizing factors into five: machine factors, material factors, method factors, human factors, and mold factors. The identification results show that flashing defects in shaving tools are primarily attributed to mold factors, where 37 cavities exhibit flashing defects.
Rancang Bangun Semi Auto Pressing Jig Diseji P702
Benny Haddli Irawan;
Reza Widyanto;
Ihsan Saputra
Virtual of Mechanical Engineering Article Vol 8 No 2 (2023): V-MAC
Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas PGRI Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36526/v-mac.v8i2.3129
Untuk mengurangi biaya produksi, peningkatan proses manufaktur suatu produk sangatlah berpengaruh terutama dengan meningkatkan kualitas dari produk. Dalam penelitian ini kualitas produk dihasilkan dengan kecepatan produksi dan mesin yang berkualitas. Jig dan Fixture merupakan alat atau perkakas bantu yang berfungsi untuk memegang dan mengarahkan benda kerja sehingga proses manufaktur suatu produksi lebih efesien dan akurat. Jig di defenisikan sebagai peralatan khusus yang memegang atau menyangga komponen yang akan dipasang pada mesin. Fixture adalah peralatan produksi yang menyangga benda kerja secara kuat sehingga proses pemesinan dapat dilakukan. Pada umumnya Jig dan Fixture adalah satu kesatuan dimana sebagai alat pemegang benda kerja produksi. Alat ini dirancang sebagai alat bantu produksi berfungsi untuk menempatkan dan memegang benda kerja dan juga menyatukan dua komponen produk menjadi satu dengan menggunakan mekanisme pengepresan yang memakai sistem pneumatik dimana dengan pengumpulan data dari customer dan internal perusahaan sehingga menghasilkan perancangan mesin Pressing Jig Diseji P702 dengan detail dan sesuai dengan tahapan pembuatan mesin.
PERANCANGAN DAN MODIFIKASI MOLD INSERT UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI LIGHT GUIDE
Irawan, Benny Haddli;
Septaningrum, Putri;
Wijayanti, Ita;
Hakim, Rahman;
Saputra, Ihsan
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 14 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/jrm.v14i3.1457
The use of plastic is often found in human life. Therefore, many manufacturing companies are competing to increase the production and quality of their plastic products. One way to increase production is to redesign a Mold base so that the Mold has a larger production capacity than before. The increase in product demand from consumers, which was initially 65,000 pcs/month to 95,000 pcs/month, is also the background for conducting this research. The purpose of this study is to redesign the soft tool using the old Mold base. The design uses Siemens UG NX 5 software. The Mold used is a two-plate Mold. The manufacture of the core cavity uses NAK 80 steel and plastic raw material in the form of Polycarbonate (PC). At the end of the study, a simulation was carried out using the Moldex 3D Flow Mold software to see the cycle time of the old and new Mold injection processes. From the results of this study, production capacity increased from 67,804 pcs/month to 118,536 pcs/month resulting in twice as many products as the old Mold design, with an increase in cycle time of 14.37% longer than the old Mold design also ensuring the quality of the product is maintained.
Efektivitas Relaas Panggilan Surat Tercatat Via Pos Dalam Penyelesaian Perkara Secara E-Court di Pengadilan Agama Padang Kelas IA
Saputra, Ihsan;
Roza, Darmini;
Helen, Zennis
Jurnal Sakato Ekasakti Law Review Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Sakato Ekasakti Law Review (Agustus)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31933/v8jh4w97
Pasal 17 Ayat (2) Peraturan Mahkamah Agung Nomor 7 Tahun 2022 tentang Perubahan Atas Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2019 tentang Adminstrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan secara Elektronik mengatur bahwa pemanggilan kepada tergugat yang tidak memiliki alamat elektronik dapat dilakukan melalui surat tercatat. Dengan adanya ketentuan ini, Pengadilan Agama Padang Kelas 1 A sejak bulan juni 2023 telah melakukan kerja sama dengan Pos dalam penerapan Panggilan Surat Tercatat Via Pos Dalam Penyelesaian Perkara Secara E-Court. Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan analisis maka dapat disimpulkan; Pertama, Bahwa Efektivitas Relaas Panggilan Surat Tercatat Via Pos Dalam Penyelesaian Perkara Secara E-Court Di Pengadilan Agama Padang Kelas I A cukup efektif meskipun masih perlu dilakukan evaluasi lebih mendalam terkait kendala-kendala yang sering ditemukan. Pengadilan Agama Padang Kelas I A mencatat bahwa jumlah relaas yang gagal kirim kepada para pihak tidak terlalu banyak dan alasan gagal kirim tersebut berkaitan dengan kondisi para pihak bukan karena adanya kesalahan prosedur dari pihak Pos. Kedua, Bahwa Kendala-kendala yang ditemukan dalam Panggilan Relaas Surat Tercatat Via Pos Dalam Penyelesaian Perkara Secara E-Court Di Pengadilan Agama Padang Kelas I A terbagi menjadi empat yaitu 1) Tergugat atau Termohon Tidak Dikenal, 2) Alamat Rumah tidak diakui oleh tergugat atau dipalsukan oleh Penggugat, 3) Alamat Rumah Salah, 4) dan Rumah Kosong. Kendala-kendala yang terjadi tersebut berkaitan dengan faktor sosial dan budaya. Terkait kendala rumah kosong, sebenarnya dapat diatasi dengan menyerahkan relaas kepada pihak terkait yang dibenarkan Undang-Undang seperti kepala desa, lurah, RT, RW ataupun petugas keamanan lingkungan (Satpam) akan tetapi petugas Pos tidak melakukan ketentuan ini mengingat Pos memilih menerapkan SOP pengiriman yang telah diterapkan Pos jauh sebelum terjadi kerja sama dengan Mahkamah Agung.
Dampak Nilai Hardness berdasarkan Parameter Heat Input pada Proses Pengelasan GTAW untuk Material Superduplex Stainless Steel S32750
Irawan, Benny Haddli;
Saputra, Ihsan;
Ardiyansyah, M
Jurnal Teknik Mesin Vol 17 No 2 (2024): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Politeknik Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30630/jtm.17.2.1363
In this sophisticated era, the metal manufacturing process cannot be separated from welding process. Welding is a process of joining two metals using electrodes or filler metals which are commonly used in the world of fabrication and industry. Heat energy greatly affect the quality of the weld. Three parameter in heat energy is Ampere, Voltage and Heat input. The purpose of this study was to determine the effect of heat input to value of hardness on materials Superduplex Stainless Steel S32750 with GTAW process welding. The hardness of the material is very important to determine the resistance of a material. In the fabrication process threre are still material that have a hardness value that exceeds the standard value of the material manufacture. The welding process is carried out from root, hotpass, fill pass and capping with five variations of heat input to five the specimen of the test object, then do the hardness test with Vickers with a test kit portable UCI Sonodur 3. The hardness test carried out on weld metal, base metal and heat affected zone. From the analysis carried out with five variations of heat input and comparing the hardness values at each test location, a low heat input of 0.97 kJ/mm resulted in the highest average hardness value of 299.2 HV in the base metal area, the area exposed to heat (HAZ) of 265.9 HV, and the weld metal area of 229.5 HV. Based on this, it can be concluded that the hardness value in GTAW welding with low heat input has the highest hardness value compared to high heat input.
Kajian Proses Pembuatan Suku Cadang Molding Pada Industri Elektronik
Irawan, Benny Haddli;
Hakim, Rahman;
Laili, Nurul;
Saputra, Ihsan;
Baharudin, Budi;
Maskarai, Abulija
Virtual of Mechanical Engineering Article Vol 9 No 2 (2024): V-MAC
Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas PGRI Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36526/v-mac.v9i2.4319
Penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil survei dan investigasi pada industri elektronik yang berlokasi di Bintan. Perusahaan tersebut bergerak pada bidang Design and Manufacture of Precision Engineering Plastic Components and Electronic Connectors. Dari hasil konsolidasi diperoleh bahwa salah satu aktivitas yang dilakukan yaitu melakukan proses maintenance dengan cara melakukan penggantian suku cadang Molding yang digunakan untuk menghasilkan komponen plastik maupun elektronik. Pada aktivitas produksi, suku cadang Molding tersebut secara prosedur pasti dilakukan pergantian setiap jumlah produksi tertentu atau bisa diperkirakan setiap bulannya terjadi pergantian suku cadang. Oleh karenanya menjaga kesediaan suku cadang menjadi hal yang urgen demi terlaksananya proses produksi dan terpenuhi target perusahaan. Suku cadang yang dimaksud selama ini dipesan dan dibuat dari negara Singapura sehingga perputaran, proses transfer maupun kajian teknologi tidak termanfaatkan oleh industri di Indonesia. Padahal nilai suku cadang yang diganti setiap bulannya sangat besar dengan perkiraan secara kasar memiliki nilai total milyaran rupiah. Berdasarkan hal tersebut diperlukan kajian yang berfokus untuk mendalami proses pembuatan suku cadang dari Molding sehingga industri tidak perlu mengimpor suku cadang dari negara luar.
Pengaruh Proses Tacking dan Welding Sequence Terhadap Distorsi Pada Pengelasan Butt Joint Pipa Dengan Flange Berbahan Carbon Steel
Pamungkas, Nurman;
Leksonowati, Nur Fitria Pujo;
Mufariz, Mufti Fathonah;
Hakim, Rahman;
Baharudin, Budi;
Dzulfiqar, Mohamad Alif;
Saputra, Ihsan;
Aryswan, Adhe;
Reynaldi, Muhammad Ryan
Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) - December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30871/jatra.v5i2.6893
This research explores the issue of distortion in spool pipes within the context of the fabrication process, with a specific focus on pipe connections with flanges. The main objective of this study is to investigate the impact of distortion caused by the tacking process during fit-up and the sequence of welding sequences in the welding process. The experiments were conducted by collecting data through inspections of concentricity in the connections using the Total Station Sokkia CX 101 S/N GP1159 tool, with tolerances set at 1, and 0.75 for capping weld. Fabrication Piping and Structure Onshore served as the testing location, with ASTM A671 CC60-12 as the testing material. All tests were conducted at room temperature. The inspection results were used as a guide for the repair process, providing instructions to the Fitter for improving the connections and enabling the welder to maintain the precision of the pipe connections with flanges to avoid distortion. Based on the experimental results, the concentricity of pipe connections reflects the occurring distortion, while welding sequences show a counter effect at each welding step. The distortion after welding, measured at 0.75, still complies with client specifications.