Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Peran Branding dalam Membangun Brand yang Kuat sebagai Langkah Strategis untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang Ollivia, Jogita; Mardiana, Anis; Sari, Kurnia; Elaza, Fajar Rhenzy
Jurnal Ekonomika Dan Bisnis (JEBS) Vol. 5 No. 2 (2025): Maret - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jebs.v5i2.2705

Abstract

Membangun brand yang kuat adalah salah satu langkah krusial bagi UMKM untuk dapat bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Brand bukan hanya sekadar nama atau logo, tetapi juga mencerminkan nilai, visi, dan misi dari sebuah usaha. Menurut Kotler dan Keller (2016), brand yang kuat dapat menciptakan pengenalan dan kepercayaan dari konsumen, yang pada gilirannya dapat meningkatkan penjualan dan loyalitas pelanggan. Data dari Nielsen (2020) menunjukkan bahwa 59% konsumen lebih memilih untuk membeli produk dari brand yang mereka kenal. Hal ini menunjukkan bahwa membangun brand yang dikenal dapat memberikan keuntungan kompetitif yang signifikan bagi UMKM. Pentingnya brand juga terlihat dari kemampuan UMKM untuk beradaptasi dengan perubahan pasar. Di era digital saat ini, konsumen semakin memilih untuk berbelanja secara online. Oleh karena itu, UMKM perlu memiliki brand yang dapat dikenali di platform digital. Menurut laporan dari Google dan Bain & Company (2021), 70% konsumen Indonesia lebih memilih berbelanja produk lokal secara online. Ini menunjukkan bahwa UMKM yang memiliki brand yang kuat dan dikenal akan lebih mudah mendapatkan perhatian di pasar digital. Pentingnya identitas brand juga terlihat dari bagaimana UMKM dapat menciptakan pengalaman pelanggan yang unik. Identitas brand yang kuat dapat membantu menciptakan pengalaman yang konsisten di semua titik interaksi dengan pelanggan. Secara keseluruhan, identitas brand adalah fondasi yang kuat bagi UMKM untuk membangun brand yang sukses. Dengan identitas yang jelas dan konsisten, UMKM dapat menciptakan citra positif di benak konsumen dan meningkatkan daya tarik produk mereka di pasar.
The Effect of Implementing the Problem-Based Learning (PBL) Model Assisted by Wordwall Media in IPAS Learning Putri, Suci Rahma; Ali, Gunawan; Sari, Kurnia
The Future of Education Journal Vol 4 No 6 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i6.765

Abstract

This research is motivated by the low learning outcomes in IPAS (Integrated Science and Social Studies) among students. Therefore, this study aims to determine the effect of implementing the Problem-Based Learning (PBL) model with the help of Wordwall media in IPAS learning on the learning outcomes of fifth-grade students. This research uses a quantitative approach with a quasi-experimental type and a one-group pretest-posttest design. The population of this study consists of all fifth-grade students. The sample was taken using a saturated sampling technique. Data collection was carried out using tests with question instruments. After applying the Problem-Based Learning (PBL) model, the average pretest score was 56, and the posttest score was 72, indicating a higher posttest score. Based on non-parametric statistical analysis, it was found that the asymptotic significance (2-tailed) value was 0.000, which is smaller than 0.50, thus the hypothesis is accepted. This means there is a difference between the pretest and posttest results. Therefore, it can be concluded that the hypothesis stating the influence of applying the Problem-Based Learning (PBL) model with the help of Wordwall media in IPAS learning on the learning outcomes of fifth-grade students is accepted.
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP KECEMASAN SOSIAL PADA WANITA: SEBUAH SYSTEMATIC REVIEW DAN META-ANALISIS Putri, Az-zahra Atika; Amirah, Fitria; Sari, Kurnia; Angeline, Maharani Eria; Ramadani, Okta; Mutiara, Nafisa; Ismah, Zata; Sundjaya, Tonny; Rahmadani, Putri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi hubungan antara penggunaan media sosial dan kecemasan sosial pada perempuan melalui tinjauan sistematis terhadap delapan artikel penelitian. Metode yang digunakan mengikuti pedoman PRISMA 2020 dengan pencarian literatur dari database Medline/Pubmed, EMBASE, PsycINFO, dan Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan sosial pada perempuan dipengaruhi oleh lima kelompok faktor utama: sosiodemografi (jenis kelamin, usia, pendidikan), psikososial (depresi, isolasi sosial, pelecehan seksual), perilaku dan interaksi sosial (penggunaan media sosial, kecanduan telepon pintar), gaya hidup (aktivitas fisik, konsumsi alkohol), serta kesehatan dan persepsi risiko (kecemasan keadaan, kecemasan sifat). Temuan kunci mengungkapkan bahwa kecemasan dan depresi memiliki korelasi kuat dengan kecemasan sosial (R: 0,42–0,74). Penggunaan media sosial yang intens berkorelasi positif dengan kecemasan sosial (R: 0,38–0,68). Di sisi lain, faktor sosiodemografi seperti usia dan pendidikan menunjukkan korelasi negatif, mengindikasikan bahwa semakin tua atau berpendidikan tinggi, tingkat kecemasan sosial cenderung menurun. esimpulan penelitian ini menekankan perlunya pendekatan komprehensif yang menggabungkan dukungan psikologis, penguatan hubungan sosial, dan penerapan gaya hidup sehat untuk mengurangi dampak negatif media sosial terhadap kesehatan mental perempuan. Saran untuk penelitian selanjutnya mencakup studi longitudinal untuk mengeksplorasi hubungan kausal serta perluasan cakupan budaya dan demografi untuk generalisasi yang lebih luas.
Implementasi Kedisiplinan Peserta Didik Terhadap Budaya Religius Di Kelas VIII-5, VIII-7, VIII-8 SMPN 16 Kota Bogor Sari, Kurnia; Pesha, Indry Nirma Yunizul
At-Tadris: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2025): At-Tadris: Journal of Islamic Education
Publisher : Ikatan Dai Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56672/xr1xrx80

Abstract

The implementation of student discipline can make students build a nation and have a goal in success. Religious culture can improve students in understanding religious matters in daily life. The background of this study is that there are still students who have not fully complied with the rules of discipline and have not carried out religious culture as set by the school. Therefore, the focus of the problem is the implementation of discipline in grades VIII-5 (30 person), VIII-7 (35 person), VIII-8 (30 person) SMPN 16 Bogor City. This study aims to determine the implementation of student discipline towards religious culture in grades VIII-5, VIII-7, VIII-8 SMPN 16 Bogor City, Student discipline in improving religious culture VIII-8 SMPN 16 Bogor City. To find out the inhibiting and supporting factors for the implementation of students' discipline towards religious culture in grades VIII-5, VIII-7, VIII-8. Through a descriptive qualitative analysis approach, data is collected through interviews and documentation, then analyzed through the stages of reduction and drawing conclusions. The results of the study show that in general, the implementation of discipline is going quite well. The majority of students have arrived on time, dressed neatly, and participated in religious activities such as reading the Qur'an, dhuha prayers, and congregational zuhur prayers. In class VIII-5, there were 25 students who were disciplined and 5 who were not disciplined, in class VIII-7 there were 30 students who were disciplined and 5 were not disciplined, while in class VIII-8 there were 24 students who were disciplined and 6 were not disciplined. Student discipline is seen from the role of teachers in improving discipline, as well as the role of parents to students of SMPN 16 Bogor City.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA KEMAMPUAN LITERASI BACA TULIS SISWA SEKOLAH DASAR Ansya, Yusron Abda'u; Ardhita, Anggun Agia; Rahma, Filza Mulya; Sari, Kurnia; Khairunnisa, Khairunnisa
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 8 No. 3: Juni 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v8i3.60183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi dan memahami faktor penyebab rendahnya kemampuan literasi baca tulis siswa sekolah dasar di UPT SD Negeri 060809 Medan T.A 2023/2024 2) merumuskan solusi yang efektif guna meningkatkan kemampuan literasi numerasi di sekolah tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif studi kasus. Studi kasus atau case study merupakan penelitian menelusuri suatu fenomena (kasus) tertentu pada suatu waktu dan aktivitas, serta mengumpulkan informasi secara rinci dan mendalam dengan menggunakan berbagai metode pengumpulan data selama jangka waktu tertentu. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, ditemukan beberapa faktor utama yang menyebabkan rendahnya kemampuan literasi baca tulis siswa sekolah dasar di UPT SD Negeri 060809 Medan pada T.A. 2023/2024. Faktor-faktor tersebut dapat dikategorikan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi rendahnya kemampuan literasi baca-tulis siswa termasuk memberikan apresiasi kepada siswa, melakukan kegiatan rutin yang berkaitan dengan literasi, dan memberikan dukungan kepada guru.
EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PROGRAM KKN UNTUK PENINGKATAN SDGS DESA JORONG KOTO TUO, KABUPATEN SIJUNJUNG Dewi, Ika Parma; Alimun, Fadhlya Hidayattul; Fadhila, Dian; Sari, Kurnia; Salsabila, Atira Balqis; Azzahra, Fatma; Kautsar, Muhamad Al-Kautsar Al-; Alghifari, Muhammad Dzaki
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.33935

Abstract

ABSTRAK                                                                             Masalah stunting di Indonesia merupakan tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia karena dapat memengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta produktivitas generasi mendatang. Idealnya, setiap anak berhak tumbuh dan berkembang secara optimal, namun prevalensi stunting di Indonesia masih tergolong tinggi. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, Indonesia menempati posisi ke-17 dari 117 negara dengan prevalensi stunting sebesar 30,8%. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi yang terarah dan berkelanjutan, terutama di wilayah pedesaan yang memiliki risiko tinggi terhadap kejadian stunting. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan stunting melalui edukasi gizi, kesehatan lingkungan, serta upaya pencegahan pernikahan dini. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang di Jorong Koto Tuo, dengan mitra pelaksana Posyandu setempat dan dukungan perangkat nagari. Sasaran utama kegiatan adalah masyarakat setempat, khususnya ibu-ibu dan remaja putri, dengan jumlah peserta sebanyak 45 orang yang terdiri atas kader posyandu, ibu rumah tangga, serta remaja perempuan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif dengan teknik penyuluhan interaktif, observasi lapangan, diskusi kelompok kecil, dan pembagian makanan bergizi sederhana. Melalui metode ini, peserta tidak hanya menerima informasi secara pasif tetapi juga terlibat aktif dalam proses diskusi dan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi seimbang, praktik sanitasi lingkungan yang baik, serta penundaan usia pernikahan. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata sebagai model intervensi berbasis masyarakat dalam upaya menurunkan prevalensi stunting, khususnya di daerah berisiko tinggi seperti Jorong Koto Tuo.Kata kunci: Stunting, Edukasi; Gizi; KKN; Pencegahan. ABSTRACTStunting in Indonesia is a serious challenge in the development of human resources as it can affect physical growth, brain development, and the productivity of future generations. Ideally, every child has the right to grow and develop optimally; however, the prevalence of stunting in Indonesia remains high. According to the 2018 Basic Health Research (Riskesdas), Indonesia ranked 17th out of 117 countries with a stunting prevalence rate of 30.8%. This situation indicates the urgent need for targeted and sustainable interventions, particularly in rural areas with a high risk of stunting. This community service program aimed to increase public knowledge and awareness regarding stunting prevention through nutrition education, environmental health promotion, and early marriage prevention efforts. The program was implemented by students from Universitas Negeri Padang during their Community Service Program (KKN) in Jorong Koto Tuo, in collaboration with local Posyandu (integrated health service posts) and supported by village authorities. The primary target groups were local communities, especially mothers and adolescent girls, with a total of 45  participants consisting of Posyandu cadres, housewives, and teenage girls. The implementation methods adopted an educational-participatory approach through interactive counseling, field observations, small group discussions, and the distribution of simple nutritious food. Through these methods, participants were actively involved in discussions and hands-on practice rather than passively receiving information. The results showed a significant increase in community knowledge and awareness regarding balanced nutrition intake, proper sanitation practices, and the importance of delaying early marriage. In conclusion, this program provides a concrete example of a community-based intervention model that can contribute to reducing stunting prevalence, particularly in high-risk rural areas such as Jorong Koto Tuo.Keywords: Stunting; Education; Nutrition; Community Service; Prevention.
Government Health Spending and Life Expectancy: Evidence from Cities and Districts in Indonesia Sari, Kurnia; Hidayat, Budi; Sjaaf, Amal Chalik; Nadjib, Mardiati
Kesmas Vol. 20, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Life expectancy is widely recognized as a fundamental indicator of population health, and its improvement is often linked to government health spending, particularly in decentralized health systems. This study aimed to investigate the relationship between local government health expenditures and life expectancy in decentralized Indonesia. Data from 492 cities and districts, spanning from 2015 to 2019, were analyzed using a two-way fixed effects regression model to control for time-invariant district characteristics and common temporal shocks. The findings indicated that a 10% increase per capita in government health expenditure was associated with a 0.01% increase in life expectancy. This association was established after adjusting for key health system and contextual variables, including physician density, sanitation coverage, poverty rates, and proportion of fiscal transfers from the central government. The association remained strong and statistically significant across all model parameters. The results demonstrated that increased local health expenditure improves population health outcomes.
Hubungan Karakteristik Individu dengan Tingkat Adopsi Petani terhadap Combine Harvester di Desa Kalisari, Kabupaten Lampung Selatan Sari, Kurnia; Soepratikno, Serly Silviyanti; Nurmayasari, Indah; Listiana, Indah
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 5 No. 3 (2023): December
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v5i3.465

Abstract

Produktivitas pertanian khususnya komoditas padi perlu ditingkatkan dengan cara menerapkan teknologi pertanian, khususnya teknologi combine harvester. Tingkat adopsi petani ditentukan oleh penerapan teknologi pertanian, terutama combine harvester. Tanpa adanya adopsi, teknologi oleh petani tentunya teknologi tersebut tidak akan berguna. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan antara karakteristik individu petani dengan tingkat adopsi alat combine harvester. Penelitian ini dilakukan di Desa Kalisari, Kabupaten Lampung Selatan, tepatnya di bulan Februari-Maret 2023. Penelitian ini menggunakan metode sensus terhadap 3 kelompok tani dengan jumlah petani anggota sebanyak 69 orang. Penelitian ini menggunakan data primer meliputi luas lahan, lama berusahatani, pengetahuan petani, umur petani dan pendidikan terakhir petani. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan crosstabs. Hasil penelitian ini menyatakan adanya hubungan nyata antara pengetahuan dan umur petani terhadap tingkat adopsi inovasi, sedangkan luas lahan, lama berusahatani, dan pendidikan formal petani tidak berhubungan dengan tingkat adopsi inovasi.
Infant Outcomes of HIV Positive Mothers Based on HIV PCR Test Result at Jayapura District Hospital Thimoty, James; Sari, Kurnia
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 3 (2025): March
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i3.10685

Abstract

Mother Mother-to-child transmission (MTCT) is the primary route of HIV infection in children under 14 years. Despite the expansion of prevention of mother-to-child transmission (PMTCT) programs and increased antiretroviral therapy (ART) coverage, 17,000 children aged 0–14 years were living with HIV in Indonesia in 2023. This retrospective study analyzed infants born to HIV-positive mothers between January 2018 and December 2022, including only those with HIV polymerase chain reaction (PCR) test results. Of 86 infants, 21 (24.4%) tested positive for HIV, while 65 (75.6%) tested negative. Among those with positive results, 76.2% had an APGAR score <7, 90.5% were term, and 85.7% had a birth weight of ≥2500 grams. All infants received ART prophylaxis, and 91.9% were formula-fed. Infants whose mothers did not receive ART before birth or during labor had a 15-fold higher risk of HIV infection. Additionally, discontinuation of ART prophylaxis before six weeks of age increased the risk fourfold. These findings highlight the importance of early detection of HIV in pregnant women, optimising ART adherence during pregnancy, and providing ART prophylaxis to infants to reduce HIV transmission. Strengthening prevention of mother-to-child transmission (PMTCT) programmes is needed to reduce infant HIV cases in high-prevalence areas such as Papua.
Pengaruh Penambahan Superplasticizer Pada Peningkatan Workability Beton Mutu Tinggi Ayuddin; sari, Kurnia
Sustainable Civil Engineering Journal Vol 2 No 1 (2025): Volume 2 Nomor 1 2025
Publisher : Department of Civil Education FT UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan superplasticizer terhadap peningkatan workability beton mutu tinggi, serta pencapaiannya terhadap beton mutu tinggi. Metode penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan 20 benda uji berbentuk silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Penelitian menggunakan 5 variasi campuran, beton normal (0%), Penambahan Superplasticizer 0,7%, 1,7% dan 0,7%(-20% Air), 1,7% (-20% Air). Pengujian yang dilakukan meliputi slump test, faktor kepadatan, slump flow dan kuat tekan umur 7 dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Superplasticizer pada peningkatan workability diukur dengan nilai slump, faktor kepadatan dan slump flow. Penambahan superplasticizer menyebabkan peningkatan nilai slump dan slump flow. Sedangkan penambahan superplasticizer menyebabkan penurunan faktor kepadatan. Selain itu Penambahan superplasticizer menyebabkan meningkatnya pencapaian beton mutu tinggi baik pada umur 7 dan 28 hari dibandingkan beton tanpa superplasticizer.Peningkatan pencapaian beton mutu tinggi umur 7 dan 28 hari secara berturut-turut sebesar 31% (35 Mpa) dan 12% (39 Mpa).
Co-Authors A E, Yon Achiriah Adang Bachtiar Ahmad Rofi Suryahadikusumah Alghifari, Muhammad Dzaki Alimun, Fadhlya Hidayattul Amirah, Fitria Angeline, Maharani Eria Angi, Ivana Sofia Ardhita, Anggun Agia Athiyah, Athiyah Aulia, Davina Ayuddin Azzahra, Fatma Bianca, Gabriela Budi Hidayat Dwisari, Gustiane Adriani Eka Putri Eka, Shella Cahya Elaza, Fajar Rhenzy Elieser Eriawati Eriawati Fadhila, Dian Farianti, Yuli Gunawan Ali, Gunawan Hery Suliantoro Hudori, Mahfuz Ika Parma Dewi Indah Listiana Indah Nurmayasari Istiqoma, Vella Auliya James Thimoty Jamil, Khoirul Januar Eko Aryansah Julaiha, Julaiha Kautsar, Muhamad Al-Kautsar Al- Khairunnisa Khairunnisa Lina Rahmawati Mangunsong, Emmy Ridhawaty Mardiana, Anis Marlen, Sendy Megraini, Amila Mukhlisa, Mazda Novi Mutiara, Nafisa Nadjib, Mardiati Naser, Muhammad Nikman Nugrahani, Annisa Dewita Nurlia Zahara Nurwahyuni, Atik Ollivia, Jogita Pesha, Indry Nirma Yunizul Prastuti Soewondo Purnawan Adi Wicaksono Purnawan Junadi Putri Rahmadani, Putri Putri, Az-zahra Atika Qulsum, Meily Arovi Rachmaningsih, Firda Safitri Rahma, Filza Mulya Ramadani, Okta Rohmatun , Nikmah Salsabila, Atira Balqis Salsabila, Isna Mutiara Samsul Kamal Sari, Eva Kurnia Sayekti, Sekar Arum Handarbeni Sjaaf, Amal Chalik Soepratikno, Serly Silviyanti Srikanti, Nurul Ayu Suci Rahma Putri Sundjaya, Tonny Syska Purnama Sari, Syska Purnama Taufiq, KM Thimoty, James Timeida, Milya Tria Fatmala, Cici Ul 'Izzah, Nida Valliant, Renaldy Wahyuningsih, Helmi Warsan, Warsan Yuhaswita, Yuhaswita Yunita Yunita Yusron Abda'u Ansya Zata Ismah ZURAIDAH ZURAIDAH