Claim Missing Document
Check
Articles

KOMPARASI HASIL BELAJAR ANTARA STRATEGI PREDICT-DISCUSS-EXPLAIN-OBSERVE-DISCUSS-EXPLAIN (PDEODE) BERBASIS LABORATORIUM DAN BERBASIS MULTIMEDIA PADA PEMBELAJARAN KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN Anang Budianto; Syahmani Syahmani; Maya Istyadji
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 6, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v6i1.3216

Abstract

Abstract. Effectiveness between PDEODE based multimedia, PDEODE based laboratory and expository instructional strategy to improve learning outcome has been investigated. This study was used quasiexperiment with pretest-posttest nonequivalent group design. Next to that, the study involved students of class XI SMAN 2 Banjarmasin as research subject. The instrument that was used to compare student’s learning outcome of three classes is cognitive test with multiple choice form. Data was analyzed by one way Anova and Duncan. Based on analyze, this study showed that (1) there is a significant difference of learning outcome between PDEODE based multimedia, PDEODE based laboratory and expository instructional strategy (2) the use of PDEODE based multimedia is more effective than the use of expository or PDEODE based laboratory.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BILINGUAL KIMIA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATERI POKOK BAHAN KIMIA RUMAH TANGGA DI SMP NEGERI 1 BANJARMASIN Dyah Ayu Riana; Maya Istyadji; Parham Saadi
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 6, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v6i1.3218

Abstract

Abstract. The research development of bilingual teaching material chemistry with contextual approach to the subject matter household chemical materials was studied. The aim of this research development was produced the product bilingual teaching material chemistry with contextual approach to the subject matter household chemical materials to support bilingual learning strategies and according to contextual learning steps. The model of the development refered to Dick & Carey model approach system. Expert tes subject was lecturer of FKIP UNLAM Banjarmasin, they were 3 lecturers of chemistry department as expert of matter and 2 lecturers of english department as expert of english. Meanwhile tryout subject were students of grade VIII in Junior High School 1 Banjarmasin year 2012/2013, they were 15 students of grade VIII that determined by randomly as small group tryout and 31 students of grade VIII A as field tryout. Data collection techniques were used a questionnaire sheet validation for expert of matter and english, observation sheet, achievement test, and students response. All of the data of the research were analyzed descriptively. The result of the research indicates that has been developed a bilingual teaching material chemistry with contextual approach to the subject matter household chemical materials which is valid and effective for increasing conceptual comprehension and english competence of students.
MISKONSEPSI DITINJAU DARI PENGUASAAN PENGETAHUAN PRASYARAT UNTUK MATERI IKATAN KIMIA PADA KELAS X Muhammad Wahyu Noviani; Maya Istyadji
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 8, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v8i1.3860

Abstract

Abstract. A research descriptive study has done about identification of misconceptions based prerequisite knowledge on learning materials chemical bonds. This study aims to determine the misconceptions caused prerequisite material relationship with the chemical bonds material on the class X SMA Negeri 1 Sungai Tabuk. This study used a method quantitative-qualitative with research design the form of descriptive survey study. The research sample is determined by simple random sampling (SRS) technique with population class X students as many as 204 students and samples taken as many as 62 students. Instrument using a two tier multiple choice diagnostic. Technique analyze data use descriptive statistics on the percentage. The results showed that happened a misconception based on relationships the knowledge of prerequisite and knowledge of chemical bonds in the chemical bond materials, involve defining concepts of atomic theory, properties of elements in the periodic table of elements, the stability of the element, electron configuration, and structure lewis.Keywords: identification misconceptions, prerequisite knowledge, two tier multiple choice diagnostic instrument, The chemical bond
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA SMP TOPIK KLASIFIKASI MATERI DAN PERUBAHANNYA UNTUK MENUNJANG LITERASI SAINS Inke Permataningsih; Maya Istyadji; Ellyna Hafizah
Vidya Karya Vol 36, No 1 (2021)
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.553 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v36i1.10389

Abstract

The scientific literacy of students in Indonesia was based on the results of the 2018 PISA survey with a value of 392 points which was included in the low category. Therefore, in this study, the development of science teaching materials for junior high school, the topic of material was classification and its changes, contained 4 aspects of scientific literacy in teaching materials and contained local wisdom of the Kalimantan community. This research used the 4D development model to the development stage, namely validation by five experts to determine the validity of the module so that data on the aspects of content, presentation, language, graphic and scientific literacy in the module got a validity value> 0.80 with a very valid category. Based on the results, the module developed had met the validity criteria.Keywords: Integrated Science; Literacy Science; Local Wisdom; Teaching Materials Literasi sains peserta didik di Indonesia berdasarkan hasil survei lembaga PISA tahun 2018 dengan nilai sebesar 392 point yang mana termasuk ke dalam kategori rendah. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan pengembangan bahan ajar IPA SMP topik klasifikasi materi dan perubahannya yang memuat 4 aspek literasi sains pada bahan ajar serta memuat kearifan lokal masyarakat Kalimantan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D sampai pada tahap develop yaitu validasi oleh lima orang ahli untuk mengetahu kevalidan modul sehingga didapatkan data  pada aspek penilaian isi, penyajian, bahasa, kegrafisan dan literasi sains dalam modul mendapat nilai kevalidan > 0,80 dengan kategori sangan valid. Berdasarkan hasil itu modul yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria validitas.Kata Kunci: IPA terpadu; Literais Sains; Kearifan Lokal; Bahan Ajar
Pelatihan Pembuatan dan Pengembangan Bahan Ajar Elektronik Menggunakan Flip Pdf Professional pada Mata Pelajaran IPA SMP Berbasis Kearifan Lokal Lahan Basah Ellyna Hafizah; Maya Istyadji
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i3.3535

Abstract

Adanya kebijakan pembelajaran jarak jauh selama pandemi covid 19 ini telah membawa suatu permasalahan pada proses pembelajaran yang dirasakan oleh sekolah mitra. Salah satu permasalahan yang dirasakan berupa kemampuan para guru masih di dominasi kemampuan dalam pembelajaran langsung. Selain itu keberadaan gadget yang dimiliki peserta didik kurang dimanfaatkan dengan maksimal selama proses pembelejaran jarak jauh ini.  Berdasarkan keadaan yang ada saat ini, maka perlu upaya dan langkah nyata dalam bentuk pembimbingan sebagai wujud kegiatan pengabdian yang perlu dilakukan untuk menjembatani masalah yang ada. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan agar guru-guru IPA pada khususnya dan guru-guru bidang lainnya di sekolah mitra pada umumnya mampu mengoptimalkan proses pembelajaran dengan pemanfaatan bahan ajar elektronik berbantuan flip pdf professional. Metode pelaksanaan pengabdian ini terdiri dari tahap persiapan dan pembekalan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 26 guru-guru di SMPN 18 Banjarmasin dan dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2021 selama 1 (satu) hari secara luring berupa suatu pelatihan. Hasil kegiatan pengabdian ini diantaranya: (1) dapat melatihkan kemampuan para guru-guru dalam membuat bahan ajar berbasis kearifan lokal lahan basah; (2) dapat melatihkan soft skill para guru-guru dalam membuat bahan ajar elektronik menggunakan flip pdf professional; (3) dapat melatihkan keterampilan literasi multimedia pada para guru-guru peserta kegiatan pengabdian. Kegiatan pengabdian ini terlaksana dengan baik dilihat dari hasil respon peserta pengabdian pada akhir kegiatan. Selain itu peserta kegiatan juga memberikan masukan akan perlunya pelatihan serupa dengan jenis media atau aplikasi e-learning lainnya. A distance learning policy during the covid 19 pandemics has brought a problem to the learning process felt by partner schools. One of the perceived problems in the form of the ability of teachers is still dominated by the ability of indirect learning. In addition, the existence of gadgets owned by students is not utilized optimally during this distance learning process. Based on the current situation, real efforts and steps are needed in mentoring as a form of service activities that need to be done to bridge the existing problems. This community service activity aims that science teachers in particular and other field teachers at partner schools, in general, can optimize the learning process by using electronic teaching materials assisted by professional flip pdfs. The method of implementing this service consists of the stages of preparation and debriefing, implementation and evaluation. This service activity was attended by 26 teachers at SMPN 18 Banjarmasin and was held on May 25, 2021, for 1 (one) day offline in the form of training. The results of this service activity include: (1) being able to train the abilities of teachers in making teaching materials based on local wetland wisdom; (2) can train the soft skills of teachers in making electronic teaching materials using professional flip pdf; (3) can train multimedia literacy skills for teachers participating in community service activities. This service activity was carried out well, seen from the results of the response of the service participants at the end of the activity. In addition, the activity participants also provided input on the need for similar training with other types of media or e-learning applications. 
POLA ARGUMENTASI PADA PEMBELAJARAN IPA DI SMP NEGERI 13 BANJARMASIN (ARGUMENTATION PATTERN ON NATURAL SCIENCE LEARNING IN SMPN 13 BANJARMASIN) Rizky Amanda Yogaswara; Maya Istyadji; Rizky Febriyani Putri; Syubhan Annur
Indonesian Journal of Natural Science Education Vol 4, No 1 (2021): JUNI
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/nse.v4i1.1846

Abstract

Proses pembelajaran yang berkualitas tercipta apabila peserta didik dan guru berperan aktif di dalamnya. Berargumen merupakan salah satu bentuk keaktifan dalam proses pembelajaran di kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan dan mengidentifikasi pola argumentasi peserta didik dalam pembelajaran IPA. (2) Mendeskripsikan peran guru dalam proses pembelajaran untuk memicu argumentasi dalam kelas. Pengumpulan data menggunakan pengamatan dan dokumentasi untuk memperoleh data argumentasi dalam kelas dengan menggunakan analisis argumen Toulmin. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola argumentasi di kelas hanya mencapai pada pola 1. Peran guru masih belum bisa menggali kemampuan berargumentasi peserta didik. Berdasarkan hasil penelititan diperoleh simpulan bahwa pola argumentasi dalam proses pembelajaran IPA hanya mencapai pada pola 1. Guru berperan memfasilitasi peserta didik selama proses belajar mengajar untuk memicu argumentasi dalam kelas.
Pengembangan Bahan Ajar IPA Berbasis Literasi Sains Pada Topik Kestabilan Suhu Tubuh Makhluk Hidup Dalam Kehidupan Sehari-Hari Kelas VII SMP Risnawati; Maya Istyadji; Rizky Febriyani Putri
Pahlawan Vol. 17 No. 2 (2021): Oktober, 2021
Publisher : Universitas Achmad Yani Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.064 KB) | DOI: 10.57216/pah.v17i2.1

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih sulit dan abstraknya topik materi kestabilan suhu tubuh makhluk hidup dalam kehidupan sehari-hari ini, di karenakan topik materi ini masih kurangnya konten muatan literasi sains pada buku ajar yang digunakan peserta didik di sekolah. Maka peneliti melakukan penelitian dan pengembangan bahan ajar IPA berbasis literasi sains pada Topik Kestabilan Suhu Tubuh Makhluk Hidup dalam Kehidupan Sehari-hari kelas VII. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Penelitian ini bermaksud akan mendeskripsikan validitas modul pembelajaran IPA SMP berbasis literasi sains berdasarkan penilaian para ahli atau validator. Modul pembelajaran dikembangkan dengan menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate), namun tetapi penelitian ini sampai pada tahap validasi pakar (develop) saja. Instrumen yang dipergunakan pada penelitian ini berupa lembar validasi modul pembelajaran berbasis literasi sains. Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan data hasil validasi menunjukkan bahwa modul pembelajaran berbasis literasi sains mempunyai tingkat validitas yang sangat baik dilihat dari enam aspek: (1) aspek format modul memperoleh skor 3,84 (2) aspek bahasa memperoleh skor 3,79 (3) aspek isi modul memperoleh skor 3,91 (4) aspek penyajian modul memperoleh skor 3,73 (5) aspek manfaat atau kegunaan modul memperoleh skor 3,83 (6) aspek literasi sains memperoleh skor 3,83. Hasil dari skor ke 6 aspek memiliki kriteria sangat valid dan rata-rata reliabilitas untuk ke 6 aspek yaitu 97%. Berdasarkan rata-rata hasil validasi dan reliabilitas modul tersebut, modul IPA SMP berbasis literasi sains pada topik kestabilan suhu tubuh makhluk hidup dalam kehidupan sehari-hari kelas VII yang dikembangkan oleh peneliti dengan kriteria sangat valid dan layak untuk digunakan.
Analisis Literasi Sains Siswa SMP Berakreditasi A di Banjarmasin Sauqina Sauqina; Maya Istyadji
Journal of Mathematics Science and Computer Education Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.952 KB) | DOI: 10.20527/jmscedu.v2i1.5220

Abstract

Laporan dari PISA menunjukkan bahwa literasi sains Indonesia masih berada di 10 besar terendah di seluruh negara peserta PISA sejak tahun 2006 hingga 2018. Namun kurangnya informasi sehubungan dengan ruang sampling penelitian PISA yang digunakan dalam tes PISA yang dilakukan oleh OECD dan belum tersedianya alat tes standar yang dapat diakses dengan mudah untuk menilai literasi sains membuat sebagian besar praktisi pendidikan di Indonesia tidak memiliki gambaran yang jelas tentang kondisi literasi sains siswanya. Dengan menggunakan instrumen yang telah dikembangkan oleh peneliti sebelumnya, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis kondisi literasi sains siswa di salah satu SMP Negeri Terakreditasi A di Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang pengumpulan datanya menggunakan alat tes literasi sains kontekstual lahan basah Kalimantan Selatan. Peserta tes terdiri dari 106 siswa kelas 8 dan kelas 9 di SMP Negeri Banjarmasin. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara umum nilai literasi sains siswa secara keseluruhan masih rendah dengan ketuntasan 40,56%. Menjelaskan fenomena secara ilmiah menempati urutan kedua dengan ketuntasan 42%. Mengevaluasi dan merancang investigasi ilmiah menempati urutan ketiga dengan penyelesaian 32%, sedangkan untuk menginterpretasikan data dan bukti ilmiah menempati urutan pertama dengan penyelesaian 48%. Uji Mann Whitney menunjukkan bahwa hanya sejumlah kecil korelasi antar kompetensi. Penulis mempertimbangkan kemungkinan bahwa penguasaan kompetensi literasi sains tidak harus dikembangkan secara bertahap seperti yang disarankan oleh taksonomi kognitif Bloom. Pendidik harus mempertimbangkan pendekatan alternatif dalam mengajar literasi sains tanpa hanya mengandalkan pengajaran yang didasarkan pada struktur hierarki kognitif Taksonomi Bloom. The report from PISA shows that Indonesia's science literacy is still in the top 10 lowest in all PISA participating countries from 2006 to 2018. However, the lack of information in connection with the PISA research sampling room used in the PISA test conducted by the OECD and the unavailability of accessible, standardized test kits for assessing scientific literacy resulted in most education practitioners in Indonesia not having a clear picture of the condition of their students' science literacy. Using instruments that previous researchers have developed, this study was conducted to find out and analyze students' condition of science literacy in one of the A Accredited State Junior High Schools in Banjarmasin. This study is a quantitative study whose data collection uses the South Kalimantan Wetlands-Contextual Science Literacy test tool. The test participants comprised 106 students from grades 8 and 9 at an SMP Negeri in Banjarmasin. The analysis showed that, in general, the overall science literacy score of students was still low, with completion of 40.56%. Explaining phenomena scientifically is at the second rank with a 42% completion. Evaluating and designing scientific investigations is at the third rank with a completion of 32%, while interpreting data and scientific evidence is of the first rank with a completion of 48%. Mann Whitney's test showed only a very small correlation between competencies. Authors considered that mastery of science literacy competence was not developed gradually as suggested by Bloom's cognitive taxonomy. Educators should consider an alternative approach to teaching scientific literacy without relying solely on teaching tactics based on Bloom's Taxonomy's cognitive hierarchy structure.   
Pengaruh Fermentasi Kangkung Air (Ipomoea aquatica forsk) Sebagai Campuran Pakan Terhadap Pertumbuhan Itik Peking Ahmad Sauki; Maya Istyadji; Ellyna Hafizah
Oryza : Jurnal Pendidikan Biologi Vol 11 No 2 (2022): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/oz.v11i2.913

Abstract

Kangkung air dapat meningkatkan pertumbuhan itik peking(Anas platyrhyncos domestica) karena memiliki banyak kadar nutrisi seperti protein, karbohidrat, kadar air, kadar abu dan serat kasar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui kandungan protein, karbohidrat, serat kasar, kadar abu dan kadar air yang dihasilkan dari kangkung sebelum dan sesudah fermentasi setelah menjadi pakan. (2) Mengetahui formulasi yang optimal dengan kandungan nutrisi yang baik untuk pembuatan pakan ternak itik peking (Anas platyrhyncos domestica). (3) Mengetahui perkembangan berat/massa itik peking (Anas platyrhyncos domestica). Jenis/Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model penelitian eksperimental. Semua data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalis dengan analisis variansi berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Dari penelitian ini didapatkan hasil kesimpulan berupa (1) kandungan pakan yang optimal kadar air 14.91% kadar abu 5.06% protein 19.6% karbohidrat 27.27% dan serat kasar 4.97%. (2) dengan formulasi pakan dedak 40% dan fermentasi kangkung 60% menghasilkan pertumbuhan yang optimal. (3) hasil perkembangan itik yang optimal yang di dapat adalah P1 dengan berat rata-rata 1039.56 gr. Penelitian ini memiliki pengaruh terhadap perkembangan itik peking (Anas platyrhyncos domestica).
Scientific literacy on the topic of light and optical instruments in the innovation of science teaching materials Fahmi Fahmi; Nur Chalisah; Maya Istyadji; Yudha Irhasyuarna; Muhammad Kusasi
Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Vol 8, No 2: Oktober 2022
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipi.v8i2.41343

Abstract

This study aims to innovate science teaching materials based on scientific literacy on light and optical instruments. The study used the research and development (RD) method with the four-D (4D) model. The subjects in the study included three experts and 60 class VIII students with an age range of 13-15 years at the same level. This study collected quantitative data from product validation, questionnaire, and scientific literacy test. The questionnaire and test instrument have been proven valid and reliable based on expert judgment and empirical tests. The data were analyzed using descriptive and empirical statistic tests. The expert judgment proves that science teaching materials score 3.79 of 4 and scientific literacy aspects 3.71 of 4, which is valid. In addition, the teaching materials were also categorized as effective with an overall score (z = -4.731 and p-value = 0.000 0.05). In detail, the learning process increases student scientific literacy (p-value = 0.0000.05). Furthermore, science teaching materials based on scientific literacy could be optimized to improve students' scientific literacy skills sustainably.