Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penambahan Pigmen Alami Dari Ekstrak Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L) Pada Pakan Terhadap Kecerahan Warna Dan Pertumbuhan Benih Ikan Koi (Cyprinus carpio ) Nor Isnaini; Maya Istyadji; Ratna Yulinda
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 1 No. 3 (2022): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koi (Cyprinus carpio) yaitu salah satu tipe ikan yang dapat dikembangbiakan sebagai ikan hias karena warna dan corak tubuh yang dimilikinya sangat menarik dan indah sehingga mampu  mempengaruhi nilai ekonomis dari koi itu sendiri. Makanan yang memiliki kandungan karotenoid merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membuat warna dan corak dari tubuh koi  itu lebih muncul dan menawan atau setidaknya mampu mempertahankan corak warna yang indah dari dalam tubuhnya itu. Tujuan dari penelitian untuk mendeskripsikan pengaruh pemberian pelet yang dicampur dengan  ekstrak ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) terhadap perubahan warna pada ikan koi (Cyprinus carpio) dan untuk mendeskripsikan pengaruh pemberian pelet yang dicampur dengan  ekstrak ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) terhadap pertumbuhan benih ikan koi (Cyprinus carpio). Penelitian menggunakan RAL yang bersifat eksperimental dengan jumlah perlakuan sebanyak 3 macam dan 1 macam kontrol dan pengulangan sebanyak 3 kali ulangan. Perlakuan meliputi A: pakan takari (kontrol), B: 100 mg ekstrak ubi jalar ungu + pakan takari, C:  200 mg ekstrak ubi jalar ungu + pakan takari, D: 300 mg ekstrak ubi jalar ungu + pakan takari. Data dianalisis mengggunakan  Uji One-way ANOVA yang mana nilai peningkatan warna yaitu  FHitung (22,750) > FTabel(4,07), nilai pertumbuhan berat yaitu FHitung ­­(31,282) > Ftabel (4,07), dan nilai pertumbuhan panjang yaitu FHitung (8,185) > Ftabel (4,07), yang berarti data tersebut signifikan. Penambahan ekstrak ubi jalar ungu berpengaruh terhadap kecerahan warna dan pertumbuhan koi. Peningkatan warna dan pertumbuhan  koi tertinggi terdapat pada perlakuan D ekstrak ubi jalar ungu sebanyak 300 mg/kg
Pengaruh Fermentasi Batang Pisang Sebagai Campuran Pakan Buatan Terhadap Pertambahan Bobot Itik Peking Siti Aminah; Maya Istyadji; Ellyna Hafizah
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 1 No. 3 (2022): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlaksanaan penelitian ini dilakukan sebagai upaya mengetahui pengaruh pada berat badan itik pada minggu ketiga hingga mencapai minggu kelima dan untuk mengetahui apakah itik peking yang diumpankan pakan fermentasi batang pisang dapat mempercerpat kenaikan pada berat badan itik peking. Penelitian ini bersifat eksperimen dengan percobaan di rancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebanyak 3 buah perlakuan yang berbeda dari pemberian persentase fermentasi batang pisang dengan data dianalisis menggunakan aplikasi SPSS menggunakan uji one-way ANOVA. Berdasarkan hasil dan analisis menyatakan berat badan itik yang paling cepat pertumbuhannya adalah itik yang diberikan pakan berbahan baku fermentasi batang pisang (60%), kemudian pakan berbahan baku fermentasi batang pisang (50%), dan yang terakhir adalah batang pisang kering (50%) dan terdapat pengaruh nyata dari penambahan fermentasi batang pisang terhadap berat badan itik peking (0,00<0,5)
Pengaruh Pemberian Pakan Ternak Bersumber Protein Hewani Dan Protein Nabati Terhadap Pertumbuhan Itik Peking Lamiyah Lamiyah; Maya Istyadji; Ellyna Hafizah
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 1 No. 3 (2022): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pembuatan ransum ternak bersumber dari protein hewani dan protein nabati. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kandungan protein dalam ransum dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan itik. Jenis/Model penelitian adalah model  penelitian eksperimen rancangan acak lengkap (RAL). Teknik pengumpulan hasil data dengan teknik observasi dan eksperimen langsung. Hasil penelitian dianalis berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil Kesimpulan penelitian ini yaitu (1) Kandungan protein dari pakan berbahan baku ikan kering adalah sekitar 23,63 % dan kombinasi kedelai dan jagung sebesar 21,44 %, (2) Itik yang paling baik pertumbuhannya adalah itik yang diberikan pakan ikan kering, kemudian kombinasi kedelai dan jagung dan terakhir adalah br-1 dan dedak, (3) Hasil ANOVA didapatkan nilai signifikansi 0,001 < 0,05, yang berarti pemberian pakan yang bersumber dari protein hewani dan protein nabati memberikan pengaruh  terhadap berat badan itik peking
Pengaruh Campuran Pakan Alami (Artemia dan Kuning Telur Bebek) Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Koi (Cyprinus carpio) Nur Alfina Laili; Maya Istyadji; Ratna Yulinda
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 1 No. 3 (2022): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pakan alami Artemia untuk kebutuhan larva ikan koi sudah banyak, begitupun dengan kuning telur yang digunakan sebagai pakan larva. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mencampurkan kedua pakan tersebut dengan dosis yang berbeda guna menghasilkan pakan yang berkualitas lebih baik. Teknik penelitian yang digunakan adalah observasi dan eksperimen. Hasil penelitian yang didapatkan adalah perlakuan B yaitu campuran Artemia 70% + kuning telur bebek 30% menghasilkan pertumbuhan berat dan panjang paling besar yaitu 0,48 gr dan 38 mm, selanjutnya perlakuan A campuran Artemia 50% + kuning telur bebek 50% menghasilkan pertumbuhan berat dan panjang senilai 0,31 gr dan 33 mm. Selanjutnya disusul dengan perlakuan K pakan Artemia 100% tanpa campuran dengan nilai pertumbuhan berat dan panjang yaitu 0,19 gr dan 30 mm, terakhir nilai paling kecil yaitu perlakuan C pakan kuning telur bebek 100% tanpa campuran dengan nilai pertumbuhan berat dan panjang 0,12 gr dan 28 mm. Hasil tingkat kelagsungan hidup paling tinggi yaitu pada perlakuan B senilai 87,50%, lalu perlakuan A senilai 77,50%, perlakuan K 65% dan terakhir nilai paling kecil perlakuan C dengan nilai 52,50%. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan perlakuan yang paling berpengaruh adalah perlakuan campuran Artemia dan kuning telur bebek serta dosis paling baik yaitu perlakuan B
Penambahan Probiotik Rabal Dari Susu Fermentasi, Ragi Tape Dan Kulit Jagung Sebagai Pakan Fermentasi Terhadap Pertumbuhan Dan Tingkat Keberlangsungan Hidup Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Rizki Ma’waddah; Sauqina Sauqina; Maya Istyadji
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 1 No. 3 (2022): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematian dan lamanya pertumbuhan ikan nila hal yang dapat menghambat proses produksi. Tingginya serta meningkatnya harga pakan dan rendahnya kualitas nutrisi merupakan suatu hambatan terhadap peningkatan pertumbuhan dan kelangsungan hidup terhadap ikan nila, dibutuhkannya penambahan suplemen kedalam pakan yang dapat meanaikan tingkat pertumbuhan terhadap ikan nila dan efesiensi pakan agar dapat menurunkan biaya yang tinggi terhadap produksi pakan. Karena adanya permasalahan ini dilakukanlah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik rabal dari susu yang difermentasi, ragi tape serta kulit jagung sebagai pakan fermentasi terhadap pertumbuhan dan tingkat keberlangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini menggunakan teknik yaitu fermentasi,  yaitu dapat menurunkan serat kasar pada kulit jagung, dengan penguraian yang dicampurkan menggunakan susu fermentasi (Lactobacillus,sp.) dan ragi tape (S.cerevisiae). Kulit jagung mengandung protein dan diuraikan menghasilkan asam amino dan sumber energi (ATP) untuk ikan nila. Penelitian dilakukan selama 0-28 hari. Rancangan penelitian yaitu RAL dengan dua perlakuan dan tiga kali pengulangan, P0(tanpa pakan fermentasi) dan P1(menggunakan pakan fermentasi). Uji yang digunakan Uji-T. Hasil penelitian menunjukkan kedua perlakuan berpengaruh nyata dimana pada P0 menurun sedangkan P1 meningkat. Pada hari ke-28 terhadap pertumbuhan bobot ikan P0 2,9gr, P1 4,81gr. Rasio konversi pakan (FCR) P0 2,06%, P1 0,71%. Panjang ikan P0 5,1cm, P1 6,2cm. Kelangsungan hidup dari hasil survival rate (SR) menunjukkan P0 40% dan P1 70%.
Pengaruh Pemberian Limbah Cair Tahu Dengan Konsentrasi Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Secara Hidroponik Istiqomah Istiqomah; Mella Mutika Sari; Maya Istyadji
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 1 No. 3 (2022): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair tahu dihasilkan dari proses pencucian, perebusan, pengepresan, dan pencetakan tahu sangat tinggi. Limbah cair tahu banyak mengandung bahan organik sehingga berpotensi sebagai pupuk organik. Hal ini perlu dilakukan pengolahan atau pemanfataan limbah tersebut, yaitu dijadikan sebagai nutrisi pertumbuhan tanaman pakcoy dengan sistem tanam hidroponik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian limbah cair tahu sebagai nutrisi terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy (Brassica rapa L) secara hidroponik. Penelitian ini menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan metode pengumpulan data yaitu eksperimen, pengukuran, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan dengan 5 perlakuan 1 kontrol dan 4 kali ulangan yaitu L0 (100% AB Mix), L1 (20%), L2 (35%), L3 (50%), L4 (65%), L5 (80%). Data dianalisis secara statistik melalui ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan L2 (35%). Hal ini dibuktikan dengan rata-rata hasil tertinggi pemberian pupuk organik cair limbah cair tahu pada tinggi tanaman: 16,7 cm, jumlah daun: 15,25 berat basah: 20,25. Sedangkan pada panjang akar rata-rata tertinggi pada perlakuan L5 (80%) yaitu 7,775. Dengan demikian, penggunaan limbah cair tahu sebagai nutrisi pertumbuhan tanaman pakcoy memberikan pengaruh yang efektif.
Pengaruh Lama Pemasakan Yang Berbeda Terhadap Kadar Protein Dan Lemak Tepung Ikan Papuyu (Anabas testudineus) Radha Maulidah; Maya Istyadji; Sauqina Sauqina
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 1 No. 3 (2022): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan adalah jenis makanan yang mengandung protein, lemak, vitamin, karbohidrat, dan garam mineral yang semuanya penting bagi tubuh. Tepung ikan adalah salah satu pengolahan untuk tetap mempertahankan mutu ikan. Tepung ikan lokal masih belum mampu menyaingi tepung ikan impor. Oleh karena itu, mutu tepung ikan lokal harus diperbaiki dengan meningkatkan kadar protein dan menurunkan kadar lemak. Adanya permasalahan ini dilakukanlah penelitian untuk mengetahui lama pemasakan dengan presto yang menghasilkan kadar protein tertinggi dan kadar lemak terendah tepung ikan papuyu, mengetahui pengaruh beda pemasakan antara pengukusan dan pemasakan dengan presto terhadap kadar protein dan lemak tepung ikan papuyu, dan mengetahui pengaruh lama pemasakan yang berbeda terhadap kadar protein dan lemak tepung ikan papuyu. Rancangan penelitian ini adalah RAL dengan enam perlakuan yaitu pengukusan selama 30 menit (T0), pemasakan dengan autoclave selama 15 menit (T1), 20 menit (T2), 25 menit (T3), 30 menit (T4), dan 35 menit (T5). Hasil penelitian membuktikan bahwa perlakuan berpengaruh terhadap kadar protein dan lemak tepung ikan papuyu. Kadar protein tertinggi diperoleh pada perlakuan T5 sebesar 80,04%  dan kadar lemak terendah dengan perlakuan T5 juga yaitu 8,68%.
Validity and Practicality of Articulate Storyline Learning Media on Environmental Pollution Materials for Junior High School Students Maya Istyadji; Ratna Yulinda; Dina Amalina; Fahmi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 8 No. 6 (2022): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v8i6.1639

Abstract

Research has been carried out on the development of Articulate storyline on environmental pollution material. This study aims to test the validity and practicality of the Articulate storyline on environmental pollution material. The development model used in this research is the ADDIE development model up to the implementation stage. The instruments used in this study were validation sheets and student response questionnaires. The results of this study obtained high validity criteria with a value of 0.90. The results of the practicality of this study get very practical results with an average value of 95.5%. The product resulting from this research can be continued to the effectiveness stage.
PENGEMBANGAN MODUL IPA SMP BERBASIS LITERASI SAINS PADA MATERI SISTEM EKSKRESI Nandha Rahmasari; Maya Istyadji; Sauqina .
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 11 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8088757

Abstract

An ideal IPA learning module should be able to train the science literacy skills of students, but in reality some outstanding IPA learning modules are still unable to train science literacy skills. The development of teaching materials in the form of science literacy-based modules is expected to make students accustomed to science literacy so as to improve the skills literacy science of students This module focuses on the material of the human excretion system. The purpose of this study is to describe the validity of junior high school IPA modules based on the literacy of material science human excretion systems. The development method used is 4D but in this study only used 3D. The data obtained comes from validation instruments. The validity result of the module obtained a percentage of 90.43% which means it is very valid. The average of 3.62 means very good. This module is also conducted reliability test with a percentage rate of 85.10%. Based on the results of the study, it can be concluded that the SMP IPA module based on science literacy in the excretion system material is suitable for use.
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI KOMPOS DAUN BAMBU DAN DAUN GAMAL TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI PAKCOY (Brassica rapa L.) Rahayu Ningsih; Maya Istyadji; Yasmine Khairunnisa
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v5i2.4153

Abstract

Pupuk organik  dapat meningkatkan kesuburan  tanah serta mengoptimalkan pemanfaatan bahan organik yang keberadaanya melimpah. Pupuk kompos berbahan dasar daun bambu bambu dan daun gamal dapat menyediakan unsur hara untuk pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pengaruh pemberian varian kombinasi kompos daun bambu dan kompos daun gamal terhadap pertumbuhan tanaman sawi pakcoy dan untuk mendiskripsikan takaran terbaik pemberian varian kombinasi kompos daun bambu dan daun gamal terhadap pertumbuhan tanaman sawi pakcoy ( Brassica rapa L.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap ( RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan enam pengulangan dengan A (sebagai kontrol), B (Kompos daun bambu 30%+ kompos daun gamal 70%), C (Kompos daun bambu 50%+ kompos daun gamal 50%), D (Kompos daun bambu 70%+ kompos daun gamal 30%). Hasil penelitian diuji menggunakan uji  one way anova dan dilanjutkan dengan uji HSD. Hasil menunjukkan bahwa pemberian kombinasi kompos daun bambu dan daun gamal yang berbeda berpengaruh nyata (P 0,05) terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, bobot basah tajuk tanaman, dan bobot basah akar tanaman sawi pakcoy. Takaran kombinasi kompos daun bambu dan daun gamal yang terbaik terdapat pada perlakuan B ( kompos daun bambu 30 % + daun gamal 70%).