Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Metode KLT Video Densitometri untuk Penetapan Kadar Tiamfenikol dalam Sirup Kering Rachmawati, Winasih; Pratiwi, Ellen Rachmatunnisya; Yuliantini, Anne
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Suppl. 5, No. 2 (2023) Special Issue for The 3rd Bandung International Teleconference on Pharmacy (B
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v0i0.50619

Abstract

Video densitometri merupakan metode analisis kuantitatif densitometri dengan prinsip pemindaian optik elektronik. Kromatografi lapis tipis (KLT) dapat menghasilkan data pemisahan yang cepat dan desain instrumen sederhana secara simultan, sehingga meningkatkan sensitivitas dan kompatibilitas dengan analisis data. Metode ini sederhana, murah, dan cepat untuk menghitung bercak pada pelat KLT. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh metode analisis penentuan thiamphenicol dalam sirup kering. Untuk tujuan ini, KLT video telah dikembangkan dan divalidasi. Analisis tiamfenikol tersebut dilakukan melalui beberapa tahap, antara lain optimasi kondisi KLT, perekaman bercak KLT dengan kamera, analisis bercak dengan ImageJ, validasi metode analisis, dan analisis tiamfenikol dalam sirup kering. Kondisi optimum untuk KLT menggunakan pelat silika gel GF254 dengan fase gerak etil asetat:kloroform:metanol (7,5:2:0,5, v/v/v). Deteksi dilakukan di bawah lampu UV 254 nm, kemudian difoto menggunakan kamera digital Sony Alpha A5100 dengan sensitivitas ISO 100, titik fokus 50 mm, aperture f/6, dan shutter speed 1/15 detik. Gambar yang diambil dianalisis menggunakan perangkat lunak ImageJ untuk menentukan nilai AUC setiap bercak. Uji selektivitas menghasilkan nilai α lebih besar dari 1,5. Hasil validasi metode diperoleh persamaan regresi y = 1.7481x + 16498 (r = 0,9995; Vx0 = 0,80%). Batas deteksi  dan batas kuantitasi masing-masing sebesar 21,78 dan 72,60 bpj. Presisi (%RSD) dalam satu hari dan antar hari masing-masing adalah 1,07 dan 1,34%. Akurasi dilakukan dengan menggunakan simulasi sampel untuk mendapatkan persen perolehan kembali direntang 96,62 - 100,91%. Kadar tiamfenikol ditentukan pada tiga produk sirup kering dan bervariasi masing-masing sebesar 99,26%, 101,25%, dan 101,81%. Metode KLT video densitometri dapat digunakan sebagai metode alternatif analisis tiamfenikol sirup kering.
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS SIDIK JARI DAUN KATUK DARI LIMA DAERAH DI JAWA BARAT MENGGUNAKAN SPEKTROSKOPI FTIR DAN KEMOMETRIK Rachmawati Winasih; Dinata Deden Indra; Sari Nurmala
Pharmacoscript Vol. 6 No. 1 (2023): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v6i1.1164

Abstract

Katuk merupakan salah satu tanaman yang daunnya digunakan sebagai obat herbal di Indonesia. Proses budidaya tanaman obat di berbagai daerah dapat mempengaruhi kualitas kandungan di dalamnya. Pengendalian mutu tanaman obat dapat dilakukan dengan cara menentukan sidik jari tumbuhan menggunakan pendekatan kemometrik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik daun katuk dari lima daerah di wilayah Jawa Barat menggunakan metode spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR) yang dikombinasikan dengan Principal Component Analysis (PCA). Tahapan penelitian meliputi pengumpulan sampel dari lima daerah yaitu Bandung, Sumedang, Bogor, Sukabumi dan Tasikmalaya, kemudian sampel diekstraksi menggunakan etanol 96%. Ekstrak tersebut dianalisis menggunakan FTIR pada rentang bilangan gelombang 4000-650 cm-1. Spektrum FTIR sampel diberi perlakuan pendahuluan seperti smoothing, derivate dan baseline terlebih dahulu sebelum dianalisis dengan PCA. Hasil penelitian menunjukkan spektrum FTIR yang relatif sama dari lima jenis sampel. Sampel dari kelompok 1 (Sumedang, Bogor) dan kelompok 2 (Sukabumi dan Bandung) menunjukkan hubungan yang erat pada skor plot PCA, sedangkan Tasikmalaya dikelompokkan ke dalam kelompok lain. Analisis diskriminan dapat mengklasifikasikan daun katuk menurut jenis varietasnya. Metode yang dikembangkan ini cocok untuk identifikasi dan autentikasi daun katuk.
IDENTIFIKASI ZAT WARNA RHODAMIN B PADA KOSMETIK PEMERAH PIPI DAN EYE SHADOW DENGAN METODE KLT DAN KCKT Winasih Rachmawati
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 1 No 02 (2014): JURNAL FARMASI GALENIKA
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v1i02.22

Abstract

Rhodamine B is a synthetic red in paint and textile industry which is conclude as carcinogenic and being accumulated in the body. Cosmetics such as blush on and eye shadow is decorative cosmetics giving redish color and has a red color in the preparate. Identification of rhodamine B in blush on and eye shadow was conducted using TLC and HPLC. The mobile ammonia n-butanol phase in TLC method was mixture of ethyl acetate 25% (20:55:25, v/v/v) with Rf value of 0.86. HPLC was then further used to analyze at a wavelength 554 nm, using mobile phase acetonitrile water (47:47:6, v/v/v) with a flow rate of 1.4 mL/min and C18methanol column. The limit of detection and limit of quantitation for rhodamin B were 0.449 and 1.498 μg/mL, respectively. Three of six samples of blush on and all eye shadow samples positive containing rhodamine B. Keywords:, , , , . Kata kunci : ,
ANALISIS LOGAM FE DAN MN SERTA CEMARAN MIKROBA PADA AIR MINUM ISI ULANG Winasih Rachmawati; Wendi Andriatna; Vivi Puspitasari
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 1, 2018
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v5i1.110

Abstract

Air merupakan kebutuhan dasar bagi kehidupan yang saat ini semakin meningkat sesuai dengan keperluan dan taraf kehidupan penduduk. Air dan kesehatan merupakan dua hal yang saling berhubungan karena kualitas air yang dikonsumsi dapat menentukan derajat kesehatan masyarakat tersebut. Masalah yang banyak dihadapi saat ini adalah semakin berkurangnya air bersih yang dapat digunakan untuk konsumsi sehari-hari. Air minum isi ulang (AMIU) merupakan salah satu alternatif bagi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan air minum sehari-hari. AMIU harus memenuhi persyaratan kualitas yang telah ditetapkan sesuai Permenkes No. 492/2010. Tujuan dari penelitian ini adalah memeriksa kualitas air di depot air minum isi ulang di sekitar daerah Cibiru untuk memastikan bahwa air tersebut memenuhi syarat secara kimia dan mikrobiologi. Salah satu persyaratan kimia yang harus dipenuhi adalah kandungan logam Fe dan Mn. Metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) telah digunakan untuk menganalisis logam Fe dan Mn tersebut sedangkan untuk pengujian cemaran mikroba digunakan metode Most Probable Number (MPN) coliform. Hasil analisis kandungan Fe dari ke-4 sampel berturut-turut adalah 0,0346; 0,0223; 0,1212; dan 0,0470 mg/l. Hasil analisis kandungan Mn pada ke-4 sampel adalah 0,0196; 0,0068; 0,0132; dan 0,0132 mg/l. Hasil pengamatan uji cemaran mikroba dari ke-4 sampel diketahui bahwa sampel 3 dan 4 mempunyai nilai 6,1 dan 6,8 MPN/g dalam 100 ml sampel. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sampel air minum isi ulang yang digunakan memenuhi syarat secara kimiawi karena kandungan Fe dan Mn di bawah persyaratan, sedangkan sampel 3 dan 4 tidak memenuhi persyaratan secara mikrobiologi.
ANALISIS SEFADROKSIL DALAM SIRUP KERING DAN DEGRADASINYA PADA SUHU YANG BERBEDA MENGGUNAKAN METODE KCKT Winasih Rachmawati; Dita Puspita Sari; Liska Ramdanawati
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v6i1.138

Abstract

Latar belakang: Sefadroksil merupakan antibiotik generasi pertama sefalosporin yang digunakan dalam pengobatan infeksi di saluran pernafasan. Sediaan yang sering di konsumsi untuk anak-anak yaitu sediaan sirup kering (dry syrup). Penambahan air pada suspensi kering sefadroksil akan mempengaruhi stabilitas dari zat aktif jika disimpan dalam jangka waktu yang lama, sehingga dapat memberi pengaruh terhadap degradasi kadar sefadroksil. Metode: Pada penelitian ini persentase penurunan kadar sefadroksil dalam sediaan dianalisis menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) dengan kolom Sunfire C18 5µm (4,6 x 250 mm), perbandingan fase gerak metanol:air (55:45), laju alir 1 ml/menit dan detektor UV pada panjang gelombang maksimum 230 nm. Kondisi tersebut telah memenuhi parameter uji kesesuaian sistem dan validasi metode analisis. Sampel dry sirup direkonstitusi menggunakan akuades, kemudian disimpan selama 14 hari pada suhu ruang (25-30°C) dan lemari pendingin (8°C). Sampel dianalisis pada hari ke-0, 3, 5, 7 dan 14. Hasil Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa terjadi penurunan kadar sefadroksil selama penyimpanan 14 hari. Pada sampel A terjadi penurunan kadar sebanyak 30,31% di suhu ruang dan 24,58% di lemari pendingin. sedangkan pada sampel B terjadi penurunan kadar sebanyak 32,49% di suhu ruang dan 25,56% di lemari pendingin. Namun secara statistik diketahui bahwa suhu penyimpanan tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar.
PENGARUH PENGOLAHAN TERHADAP KANDUNGAN RUTIN PADA DAUN SINGKONG Rachmawati, Winasih; Yuliantini, Anne; Saeful, Ade Kurnia
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 2
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v8i2.193

Abstract

Daun singkong diketahui mengandung rutin sebagai senyawa bioaktif. Tanaman ini memberikan banyak manfaat dalam pengobatan salah satunya sebagai antioksidan. Telah dilakukan penelitian untuk mengevaluasi pengaruh perbedaan pengolahan daun singkong (Manihot esculenta Crantz) terhadap kandungan rutin. Adapun pengolahan daunnya adalah sebagai berikut: segar, dikukus dan direbus. Analisis senyawa rutin ditentukan dengan spektrofotometer sinar tampak setelah dikompleksasi dengan aluminium klorida. Prosedur yang dilakukan telah divalidasi untuk larutan standar menunjukkan linieritas (R2>0,99) dengan batas deteksi dan batas kuantifikasi masing-masing sebesar 0,66 dan 2,21 g/mL. Metode validasi spektrofotometri tampak untuk kuantifikasi rutin pada daun singkong memenuhi persyaratan linieritas, sensitif, presisi, spesifik, dan akurat. Kadar rutin pada daun singkong segar, kukus dan rebus masing-masing adalah 1,94, 1,7 dan 1,22% b/b. Dapat disimpulkan bahwa pengolahan daun singkong dapat menurunkan kadar rutin.
ANALISIS KCN MENGGUNAKAN METODE TITRASI ARGENTOMETRI LIEBIG-DENIGES PADA AIR RENDAMAN SINGKONG YANG DIRENDAM AIR KELAPA Emma, Emawati; Jigan Az, Zahra; Winasih, Rachmawati
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2429

Abstract

Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan beraneka ragam, Keanekaragaman tersebut membuka banyak peluang alternatif terhadap pengganti produk kimia yang dapat menimbulkan dampak negatif baik bagi kesehatan maupun lingkungan. Salah satu pemanfaatan tanaman ialah sebagai pengendali hama tikus alami (rodentisida). Singkong diketahui memiliki kandungan senyawa berbahaya yakni sianida (HCN) jika dilakukan pengupasan dan disimpan dalam jangka waktu yang lama. Sementara itu, air kelapa merupakan sumber kalium elektrolit yang baik, dan menyediakan 600 miligram dalam satu cangkir. Jika dilakukan perendaman singkong menggunakan air kelapa maka Ion kalium (K+) akan bereaksi dengan sianida (CN-) dalam singkong dan membentuk senyawa Kalium Sianida (KCN) yang memiliki efek racun. Pemanfaatan racun KCN tersebut telah banyak digunakan untuk mengendalikan hama pengerat oleh masyarakat, akan tetapi penelitian mengenai kandungan dan kadar senyawa KCN pada air rendaman tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar KCN pada air rendaman singkong dengan air kelapa sebagai racun untuk hewan pengerat. Metode yang digunakan untuk analisis KCN adalah argentometri Liebig-Deniges dimana digunakan larutan AgNO3 sebagai pentiter dengan indikator ammonia dalam KI. Sebelum penetapan kadar, dilakukan validasi metode presisi dan akurasi. Hasil analisis KCN dalam sampel air rendaman dengan perbandingan 1 kg singkong : 2 liter air kelapa memiliki kadar KCN sebesar 2,229 mg/20 mL. Dengan kadar tersebut, pemberian sebanyak 20,6 mL sediaan pada tikus berbobot 200 g setara dengan dosis 11,5 mg/kg BB, yang merupakan nilai LD50 KCN pada tikus dewasa.
PENGEMBANGAN METODE KLT VIDEO DENSITOMETRI UNTUK ANALISIS MIKONAZOL NITRAT DAN HIDROKORTISON ASETAT DALAM SEDIAAN KRIM Winasih, Rachmawati; Salsabila, Putri; Fauzan Zein, Muttaqin
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2441

Abstract

Infeksi jamur pada kulit dapat diatasi dengan sediaan krim yang mengandung mikonazol nitrat (MN) dan hidrokortison asetat (HA). Penetapan kadar kedua zat tersebut dapat dilakukan secara simultan menggunakan beberapa metode seperti KCKT, spektrofotometri UV dan FTIR, akan tetapi penggunaan metode KLT video densitometri belum pernah dilaporkan di literatur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan KLT video densitometri untuk analisis MN dan HA yang efektif dalam formulasi krim. Tahapan penelitian dimulai dari pembuatan larutan baku, optimasi sistem KLT, validasi metode analisis dan penetapan kadar MN dan HA pada sediaan krim. Sistem KLT terbaik untuk pemisahan yaitu menggunakan fase diam silika gel GF254 dan fase gerak campuran n-heksan:kloroform:metanol (6:3:1). Bercak pada plat KLT divisualisasikan di bawah lampu UV254, kemudian direkam menggunakan kamera digital, dan dianalisis secara kuantitatif menggunakan software ImageJ untuk menghitung luas area. Hasil penelitian menunjukkan nilai faktor selektivitas (α) sebesar 1,52. Nilai koefisien korelasi (r) untuk keduanya diatas 0,99. Nilai batas deteksi dan batas kuantitasi berturut-turut adalah 30,63 dan 102,10 bpj untuk MN, serta 12,12 dan 40,39 bpj untuk HA. Perolehan kembali sebesar 100,84±1,25% untuk MN dan 100,27±0,89% untuk HA, sedangkan nilai presisi (%SBR) untuk MN dan HA sebesar 0,647% dan 0,547%. Kadar MN dan NA dalam sediaan krim berturut-turut adalah 100,41±0,27% dan 101,15±0,18%. Metode KLT video densitometri dapat digunakan sebagai metode analisis alternatif yang sederhana, cepat dan andal dalam penetapan kadar zat aktif MN dan HA dalam sediaan krim kombinasi.
Geographical Characterization of West Java Clove by FTIR and Chemometrics PCA Analysis Rachmawati, Winasih; Khoirunnisa, Intan; Asnawi, Aiyi
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v13i1.61029

Abstract

Clove is a plant native to West Java, Indonesia, and its composition has been scientifically proven to have antioxidant, antibacterial, antinociceptive, and cytotoxic effects. The quality of a plant is influenced by its growth location, harvest time, and genetic attributes. This study was designed to determine the characteristics of the cloves from West Java. This study aimed to develop a clove fingerprint profile using Fourier transform infrared (FTIR) spectroscopy and principal component analysis (PCA) chemometrics across five regions of West Java. Clove flowers were collected from Bandung, Bogor, Purwakarta, Cianjur, and Tasikmalaya, Indonesia. The cloves were then extracted by maceration with 96% ethanol for three 24-hour periods. The extract was analyzed by FTIR over 4000-650 cm-1 and then subjected to preprocessing steps, including smoothing, differentiation, and Standard Normal Variate. A cumulative PC value of 91% formed three clusters with similar qualities in the score plot: Group 1 (Purwakarta), Group 2 (Bandung, Cianjur, and Tasikmalaya), and Group 3 (Bogor). Chemometric analysis can be used to authenticate and classify cloves based on geographical distribution.
Analysis of Cyanide in Cassava with Different Storage Durations Using Visible Light Spectrophotometry and Ninhydrin Reagen Emma Emawati; Silvan Maulana; Winasih Rachmawati
Indonesian Journal of Herbal Science and Innovation Vol. 1 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Herbal Science and Innovation
Publisher : PT CENDEKIA SCIENCE AND TECHNOLOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64673/ijherbsi.v1i1.5

Abstract

Cassava (Manihot esculenta Crantz) is the third most important staple food in Indonesia, after rice and corn. Although it offers numerous health benefits, cassava also contains potentially harmful compounds, such as cyanide. This study aimed to analyze cyanide levels in freshly harvested cassava and cassava stored for five days, using both qualitative and quantitative methods. The research gap identified is the limited data on how storaåge duration affects cyanide levels in cassava and its implications for food safety. To address this, the study used qualitative analysis with picrate paper and quantitative analysis through UV-Vis spectrophotometry, employing ninhydrin as the reagent. The qualitative results revealed that both freshly harvested cassava and cassava stored for five days tested positive for cyanide, as indicated by the formation of a red-brown color on the picrate paper. The quantitative analysis was preceded by method validation, which showed excellent performance, including linearity (r = 0.9982), detection limit (BD = 1.33 µg/mL), quantification limit (BK = 4.43 µg/mL), recovery rate (98.7%), and relative standard deviation (RSD = 1.53%). The cyanide content in freshly harvested cassava was found to be 4.94 µg/g, while the content in cassava stored for five days was 7.16 µg/g. Both cassava samples were found to be safe for consumption, as their cyanide levels were below the safety threshold of 10 ppm. This study provides valuable insights into the safe consumption of cassava, even with storage, underlining the importance of proper handling.