Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH JARAK TANAM DAN FREKUENSI PENYIANGAN GULMA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum) Wulandari, Retno; Suminarti, Nur Edy; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 7 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil tanaman bawang merah ialah dengan kombinasi penggunaan jarak tanam dan frekuensi penyiangan gulma. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh jarak tanam dan frekuensi penyiangan gulma pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum). Penelitian ini telah dilaksana- kan di Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang pada bulan Juli-Oktober 2013. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 12 perlakuan dan diulang 3 kali sehingga total petak percobaan adalah 36 petak. Perlakuan yang digunakan ialah P1 = Jarak tanam 20 cm x 15cm, tanpa disiang; P2 = Jarak tanam 20 cm x 15 cm, disiang 1 kali umur 15 hst; P3 = Jarak tanam 20 cm x 15 cm, disiang 2 kali umur 15, 30 hst; P4 = Jarak tanam 20 cm x 15 cm, disiang 3 kali umur 15, 30, 45 hst; P5 = Jarak tanam 20 cm x 20 cm, tanpa disiang; P6 = Jarak tanam 20 cm x 20 cm, disiang 1 kali umur 15 hst; P7 = Jarak tanam 20 cm x 20 cm, disiang 2 kali umur 15, 30 hst; P8 = Jarak tanam 20 cm x 20 cm, disiang 3 kali umur 15, 30, 45 hst; P9 = Jarak tanam 20 cm x 25 cm, tanpa disiang; P10 = Jarak tanam 20 cm x 25 cm, disiang 1 kali umur 15 hst; P11 = Jarak tanam 20 cm x 25 cm, disiang 2 kali umur 15, 30 hst; P12 = Jarak tanam 20 cm x 25 cm, disiang 3 kali umur 15, 30, 45 hst. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam 20 cm x 20 cm dan 20 cm x 25 cm yang disertai dengan penyiangan 3 kali pada umur 15, 30, dan 45 hst menunjukkan hasil yang lebih baik pada panjang tanaman, jumlah anakan, jumlah daun, luas daun, bobot segar umbi, bobot kering umbi, bobot segar total tanaman dan hasil panen.
PENGARUH BERBAGAI DOSIS BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Verdiana, Miranti Ayu; Sebayang, Husni Thamrin; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 8 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian bahan organik merupakan suatu upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Salah satu bahan organik yang dapat digunakan adalah biochar. Apabila tanah dalam keadaan baik maka akan dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Penelitian bertujuan untukmengetahui aplikasi biochar terhadap ketersediaan NPK dalam efisiensi penggunaan pupuk NPK pada tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang pada bulan Juli–Oktober 2014. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 12 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan biochar sekam padi dapat memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan tanpa biochar. Aplikasi biochar sebesar 2 t ha-1 dan 4 t ha-1 mampu mengurangi dosis pupuk anorganik pada tanaman jagung. Hasil panen pada kombinasi perlakuan biochar 4 t ha-1 dan NPK 180 kg ha-1 14,20 t ha-1 meningkat 12,67% dari kombinasi perlakuan biochar 0 t ha-1 dan NPK 300 kg ha-1 dengan hasil panen 12,66 t ha-1 dan meningkat 1,36% dari kombinasi perlakuan biochar 2 t ha-1 dan NPK 300 kg ha-1 dengan hasil panen 14,01 t ha-1.
PENGARUH PENGENDALIAN GULMA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril) PADA BERBAGAI SISTEM OLAH TANAH Prayogo, Dio Priyo; Sebayang, Husni Thamrin; Nugroho, Agung
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai ialah bahan makanan penting dan telah digunakan sebagai bahan dasar pembuatan tempe, tahu, tauco, kecap, tauge dan sebagai bahan campuran makanan ternak. Penelitian yang telah di-lakukan untuk mengetahui pengaruh sistem olah tanah dan cara pengendalian gulma pada pertumbuhan tanaman kedelai (Glycine max L.) serta memperolah sistem olah tanah dan cara pengendalian gulma yang tepat pada pertumbuhan tanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan di area persawahan yang berada di desa Semanding, Kecamatan Dau, Malang, Jawa Timur, pada bulan Januari sampai dengan April 2014. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 kali ulangan. Sebagai petak utama adalah sistem olah tanah yaitu T0 (tanpa olah tanah), T1 (olah tanah minimum), dan T2 (olah tanah maksimum). Sebagai anak petak adalah G0 (tanpa penyiangan), G1 (penyiangan 30 dan 45 hst), dan G2 (herbisida pasca tumbuh glifosat 240 g l-1 (0 hst) dan penyiangan 45 hst). Parameter pengamatan pertumbuhan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah cabang. Parameter pengamatan panen meliputi jumlah polong isi/tanaman, jumlah biji/tanaman, dan berat polong/ tanaman. Parameter pengamatan gulma meliputi analisis vegetasi gulma dan berat kering gulma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan olah tanah berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, bobot polong, dan hasil kedelai (ton ha-1). Perlakuan pengendalian gulma berpengaruh nyata terhadap berat kering gulma, jumlah cabang, jumlah polong, dan jumlah biji. Interaksi antara sistem olah tanah dan pengendalian gulma berpengaruh nyata terhadap bobot kering gulma pada umur 45 dan 60 hst dan jumlah bunga 45 hst.
PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN MULSA ORGANIK PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril) Pradoto, Rendy Wahyu; Sebayang, Husni Thamrin; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai adalah salah satu komoditas pangan yang penting di Indonesia. Tanaman kedelai akan tumbuh dengan baik apabila syarat tumbuhnya terpenuhi dengan melakukan teknik budidaya yang tepat. Oleh karena itu, olah tanah dan mulsa adalah teknik budidaya yang tepat diterapkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman kedelai. Pengaruh yang ditimbulkan akibat olah tanah dan mulsa bergantung pada tingkat olah tanah dan bahan mulsa. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh olah tanah dan mulsa organik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai, serta mendapatkan kombinasi yang tepat antara olah tanah dan mulsa organik untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil kedelai yang optimal. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Jatikerto, Kabupaten Malang, pada bulan Juni sampai September 2014. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan mulsa organik dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa olah tanah minimal dan mulsa jerami 6 ton ha-1 dapat meningkatkan secara nyata tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun, jumlah polong pertanaman, bobot biji pertanaman, bobot 100 biji, hasil biji per hektar. Perlakuan olah tanah minimal dan mulsa jerami 6 ton ha-1 menghasilkan panen lebih besar 2,26  ton ha-1 lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan tanpa olah tanah dan tanpa mulsa dengan peningkatan hasil 96,52 %.
PENGARUH WAKTU DAN METODE PENGENDALIAN GULMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Dinata, Aprianto; Sudiarso, Sudiarso; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan gulma pada siklus hidup tanaman dapat berpengaruh terhadap hasil tanaman. Pengaruh negatif gulma terhadap tanaman terjadi karena kompetisi unsur hara, air, cahaya dan ruang tumbuh. Prinsip utama dalam pengendalian gulma ialah menekan populasi gulma sebelum menurunkan hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh waktu dan metode pengendalian gulma terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Desember 2014 di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya yang terletak Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang, ketinggian tempat 303 m dpl, suhu rata-rata 23-26ºC, curah hujan rata-rata 100 mm bulan-1, jenis tanah Alfisol dan pH tanah 6,0-7,5. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini ialah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan yang diulang 3 kali, yaitu (N1) Tanpa pengendalian gulma (kontrol), (N2) Penyiangan 21 hst, (N3) Penyiangan 42 hst, (N4) Penyiangan 21 hst + 42 hst, (N5) Herbisida pra tumbuh, (N6) Herbisida pasca tumbuh (21 hst), (N7) Herbisida pra tumbuh + penyiangan 21 hst, (N8) Herbisida pasca tumbuh (21 hst) + penyiangan 42 hst, (N9) Herbisida pra tumbuh + herbisida pasca tumbuh (21 hst). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu dan metode pengendalian gulma berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Kombinasi aplikasi herbisida pasca tumbuh umur 21 hst dan penyiangan 42 hst serta kombinasi penyiangan 21 dan 42 hst dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman.
PERTUMBUHAN BIBIT SATU MATA TUNAS YANG BERASAL DARI NOMOR MATA TUNAS BERBEDA PADA TANAMAN TEBU ( Saccaharum officinarum L. ) VARIETAS BULULAWANG DAN PS862 Anindita, Devina Cinantya; Sebayang, Husni Thamrin; Tyasmoro, Setyono Yudo
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyebab rendahnya produktivitas tebu dan rendemen adalah kualitas bibit tebu yang kurang baik. Alternatif untuk meningkatkan kualitas bibit dengan sistem single bud planting. Salah satu metode dari single bud planting yaitu bud chip. Single Bud Planting merupakan perbanyakan bibit tebu yang menggunakan satu mata tunas yang dipindahkan ke kebun pada umur 2,5 – 3 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi nyata antara letak mata tunas dengan dua varietas tebu (Saccharum officinarum L.), dan memperoleh letak mata tunas terbaik pada setiap varietas. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari hingga April 2015 di kebun percobaan P3GI, Pasuruan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi dengan faktor pertama varietas dan faktor kedua letak mata tunas. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara perlakuan varietas dengan letak mata tunas pada pembibitan tebu. Varietas Bululwang nomor mata tunas 7, 8, 9 dan Varietas PS862 nomor mata tunas 7, 8, 9, 10 dan 11 pada parameter bobot kering total tanaman menunjukkan interaksi nyata terhadap perlakuan lainnya. Nomor mata tunas terbaik pada varietas Bululawang ialah 7, 8, 9 dan Varietas PS862 terdapat pada nomor mata tunas yang sama yaitu 7, 8, 9, 10 dan 11 pada parameter bobot kering total tanaman
PENGARUH WAKTU PENGENDALIAN GULMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) PADA BERBAGAI TARAF PEMUPUKAN NITROGEN Mahendra, Reza; Widaryanto, Eko; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi kacang hijau di Indonesia perlu ditingkatkan. Untuk meningkatkan produktivitas kacang hijau nasional dapat dilakukan dengan pengendalian gulma serta pemupukan yang sesuai. Salah satu metode pengendalian gulma ialah dengan penyiangan dengan waktu yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu penyiangan gulma yang tepat, serta pengaruh perbedaan dosis pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Penelitian dilaksanakan di UPT Pengembangan Benih Palawija, Kec. Singosari, Kab. Malang pada bulan Februari-April 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak (RAK) sederhana dengan mengkombinasikan perlakuan pemberian dosis pupuk Nitrogen (N) yang terdiri dari dua taraf perlakuan : N1 (dosis 50 kg N ha-1) dan  N2 (dosis 100 kg N ha-1)  serta waktu penyiangan gulma (P) yang terdiri dari empat taraf perlakuan : P1 (penyiangan 10 HST), P2 (penyiangan 10 dan 20 HST) dan P3 (penyiangan 10, 20 30 HST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan taraf pemupukan nitrogen dari N1 (dosis 50 kg N ha-1 ) ke N2 (dosis 100 kg N ha-1) tidak memberikan pengaruh terhadap hasil per hektar tanaman kacang hijau, sedangkan waktu penyiangan gulma P3 (10, 20 dan 30 HST) memberikan pengaruh terhadap peningkatan hasil tanaman kacang hijau pada taraf pemupukan N2 (dosis 100 kg N ha-1) dibanding perlakuan waktu penyiangan P2 (10 dan 20 HST), P1 (10 HST), dan P0 (tanpa penyiangan).
PENGARUH PENGENDALIAN GULMA PADA PERTUMBUHAN VEGETATIF DUA JENIS BIBIT TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) Raharjo, Erwansyah Budi; Tyasmoro, Setyono Yudo; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tebu ialah bahan utama yang digunakan dalam pembuatan gula. Tanaman tebu  tumbuh dengan baik pada daerah beriklim tropis khususnya Indonesia. Tebu sebagai salah satu komoditi pokok di kalangan masyarakat petani tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan cara pengendalian gulma pada pertumbuhan vegetatif dua jenis bibit tanaman tebu yang dimulai pada bulan Februari sampai Juni 2015 di PG. Krebet Baru, PT PG. Rajawali I, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Penelitian disusun  menggunakan Rancangan Acak Kelompok Sederhana yang terdiri dari 8 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu : dua bibit budset + tanpa pengendalian gulma (P1), dua bibit budset penyiangan 1 dan 2 bulan (P2), dua bibit budset + herbisida glifosat + penyiangan 2 bulan (P3), dua bibit budset + herbisida glifosat + herbisida ametrin 2 bulan (P4), bibit bagal mata dua + tanpa pengendalian gulma (P5), bibit bagal mata dua + penyiangan 1 dan 2 bulan (P6), bibit bagal mata dua + herbisida glifosat + penyiangan 2 bulan (P7), bibit bagal mata dua + herbisida glifosat + herbisida ametrin 2 bulan (P8). Pengendalian gulma pada perlakuan penyiangan 1 dan 2 bulan, herbisida glifosat + penyiangan 2 bulan, dan herbisida glifosat + herbisida ametrin 2 bulan baik pada dua bibit budset maupun bibit bagal mata dua berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun per tanaman, jumlah anakan, diameter batang, bobot kering gulma dan analisis vegetasi.  Hasil penyiangan 1 dan 2 bulan paling nyata menekan pertumbuhan gulma baik pada dua bibit budset maupun bibit bagal mata dua.
PENGARUH CARA PENGENDALIAN GULMA PADA PERTUMBUHAN VEGETATIF AWAL TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) ASAL BIBIT BUD CHIP VARIETAS PSJK 922 Puspitasari, Destyarini; Dwi Yamika, Wiwin Sumiya; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tebu ialah bahan baku utama dalam pembuatan gula. Kebutuhan tebu di Indonesia selalu meningkat setiap tahunnya seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, namun produksi tebu saat ini belum mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat. Salah satu penyebab rendahnya produksi tebu ialah gulma. Keberadaan gulma pada tanaman tebu dapat menurunkan produksi sebesar 15-53,7%. Keberadaan gulma berpengaruh nyata pada pertumbuhan awal vegetatif tanaman tebu sehingga perlu dilakukan pengendalian. Pengendalian gulma dilakukan dengan cara penyiangan dan aplikasi herbisida. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Juni 2015 di PG Krebet Baru, Bululawang, Malang. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok Sederhana (RAK) yang terdiri dari 3 kali ulangan dengan 8 perlakuan, yaitu tanpa pengendalian (P1), penyiangan 1 bulan (P2), penyiangan 2 bulan (P3), penyiangan 1 bulan + 2 bulan (P4), herbisida Glifosat + penyiangan 1 bulan (P5), herbisida Glifosat + penyiangan 2 bulan (P6), herbisida Glifosat + herbisida Ametrin 1 bulan (P7) dan Herbisida Glifosat + herbisida Ametrin 2 bulan (P8). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan aplikasi herbisida Glifosat dan penyiangan 2 bulan menunjukkan hasil pertumbuhan vegetatif tanaman tebu terbaik. Aplikasi herbisida Glifosat dan penyiangan 2 bulan dapat meningkatkan tinggi tanaman sebesar 23,77%, jumlah anakan sebesar 69,33%, diameter batang sebesar 16,6% dan jumlah daun 17,16%.
PENGARUH WAKTU DAN FREKUENSI PENGENDALIAN GULMA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SORGUM (Sorghum bicolor L. Moench) Yahfi, Muchamad Arif; Suminarti, Nur Edy; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 7 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara agraris, memiliki banyak tanaman berpotensi sebagai sumber karbohidrat, diantaranya ialah sorgum. Kebutuhan pangan yang semakin meningkat menyebabkan sorgum dapat digunakan sebagai alternatif pangan karena dalam 100 g biji sorgum terkandung protein (10-17%), lemak (2,6-45%), abu (1,6-2,2%), serat (2,5-3,5%), serta mineral seperti kalsium (150 mg), magnesium (790 mg), dan fosfor (4.210 mg). Biji sorgum juga dapat digunakan sebagai bahan baku industri seperti sirup, alkohol, lilin, pati, minyak goreng, sedangkan batang dan daun sorgum digunakan sebagai pakan ternak. Banyaknya potensi sorgum menjadikan alasan untuk membudidayakan sorgum di Indonesia. Gulma menjadi salah satu kendala managemen yang dihadapi. gulma bisa menurunkan produksi sorgum sampai 20%, sehingga perlu dilakukan pengendalian. Pengendalian yang dilakukan pada saat penelitian adalah pengendalian mekanik, karena efektif dilakukan pada luasan yang sempit. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Juli 2015 di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya Jatikerto, Malang. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 3 kali ulangan dengan 7 perlakuan, yaitu tanpa penyiangan (P1), penyiangan 10 hst (P2), penyiangan 10 hst + 20 hst (P3), penyiangan 10 hst + 20 hst + 30 hst (P4), penyiangan 15 hst (P5), penyiangan 15 hst + 30 hst (P6), dan penyiangan 15 hst + 30 hst + 45 hst (P7). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 3 kali penyiangan pada umur 15 hst + 30 hst + 45 hst menunjukkan pertumbuhan dan hasil baik, karena dapat meningkatkan luas daun sebesar 12,53%, bobot basah 26,54%, bobot kering total tanaman 38,44%, bobot malai 45,92% dan hasil panen 43,59%.
Co-Authors Adzanu, Mahfud Agus Suryanto Agzarida, Indyana Aini Nurul Al Fath Mubin Mubarak Alima Fazari, Faiz Tsauban AmaliaPangestu Yulianingtyas Pangestu Yulianingtyas, AmaliaPangestu Yulianingtyas Pangestu Anindita, Devina Cinantya Anna Satyana Karyawati Arief Widyanto Ariska, Tri Ariya Tri Sektiwi Arsetia, Reanida Tri Bambang Guritno Brilliantika, Ayuma Aprily Citra Surya Dwi Respati, Citra Surya Dewi, Tika Noviana Dhimas Prakoso Setiawan Dinata, Aprianto Dwi Wahyu Sulistyo Utomo Effendi, Mokhtar Egiditya, Balda Eko Widaryanto Fadhillah, Ghani Ilman Fajarwati, Santi Kusuma Febriyanto Andika Kurniawan Fiolita Prameswari Putri Firdaus, Muhammad Ferry Ginting, Egia Pranata Hasifah, Alifah Dita Hendra, Archippus Christopher Hermawan Nugraha Utama Iwan Jumrotul Abadi Kartika Yurlisa, Kartika Kartika, Luki Rahma Karuniawan Puji Wicaksono Kharisma Hapsarini Nasution Kiki Puspitasari M.Nazula Syafi’i Rifqi Ulya Manik, Jekki Putra Marbun, Lindung Sahat Martua Matanari, Aldo Medha Baskara Nababan, Gabriel Rivaldo Naibaho, Brenda Titania Nainggolan, Desriati Nugroho, Agung Nur Azizah Nur Edy Suminarti Nur Yuliani Nuraini, Wiwin Nurhayati Nurhayati Nursalam, Yunita Ekaputri Paramyta Nila Permanasari, Paramyta Nila Perdani, Mulia Sari Pradoto, Rendy Wahyu Praseptyo, Ricky Pratama Timor, Bella Agusta Prayitno, Fajar Budhi Prayogo, Dio Priyo Prihatin, Wiwit Purba, Anggi Titin Anne Puspitasari, Destyarini Putra, Bagus Sulistyono Putri, Fasya Afitra Maraya Putri, Widya Syah Putri, Yoladeva Anneke Raharjo, Erwansyah Budi Rahmadita, Sylvie Rahmasari, Dewi Ayu ramadhanty, dhia Retno Wulandari Reza Mahendra Rifai, Apreza Pallevi Saputra, Ryan Ananda Sardjono Soekartomo Sembiring, Daniel Teguh Surya Sena, Ega Aris Setiawan, Eko Agus Setyono Yudo Tyasmoro Sitompul, Boy Bravo Soedharmo, Gita Gowinda Sudiarso Sudiarso Susanto, Ainnayya Deva Titiek Islami Titin Sumarni Tomy Hardiman Tristi Indah Dwi Kurnia Ummi Hadiyati Muntashilah, Ummi Hadiyati Verdiana, Miranti Ayu Wahida, Rahmania Wardani, Fajarany Ratih Wibowo, Dimas Satriyo Wijayanti, Mia Rajib Wiwin Sumiya Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Yahfi, Muchamad Arif Yogi Sugito Yurlisa , Kartika