Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Edukasi Penggunaan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) di Desa Labuhan Sumbawa Rusmayadi, Rusmayadi; Haryanto, David; Gustia Kesuma, Evi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2709

Abstract

The health sector is a key factor supporting health in rural areas, including Sumbawa. Healthcare service are a top priority fot providers because they are a fundamental human right and the goverment is obligated to provide them. The method used is socialization with a personal approach to the community in the Labuhan Sumbawa area. The population of Labuhan Sumbawa is 14,723 people. During community service, education was provided to 56 heads of families at random. The results showed that 19 heads of families were still inactive in using BPJS Kesehatan, citing inability to afford the monthly payments, their BPJS Kesehatan accounts had long been blocked and they had not yet been re-registered. They also refused to use BPJS Kesehatan because they felt it was not yet necessary.ABSTRAKSektor kesehatan merupakan sektor utama yang mendukung kesehatan di daerah pedesaan, termasuk di Sumbawa. Pelayanan kesehatan menjadi prioritas utama penyelenggara karena merupakan salah satu hak mendasar masyarakat serta penyediaannya wajib diselenggarakan oleh pemerintah. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi dengan pendekatan secara personal kepada masyarakat di wilayah Labuhan Sumbawa. Jumlah penduduk di labuhan sumbawa 14.723 jiwa. Pada pengabdian masyarakat dilakukan edukasi 56 kepala keluarga secara acak. Hasil didapatkan masih ada 19 kepala keluarga yang tidak aktif menggunakan BPJS kesehatan dengan alasan tidak mampu membayar tiap bulannya, BPJS yang digunakan sudah lama di blokir dan tidak melakukan pengurusan kembali, dan tidak mau menggunakan BPJS kesehatan karena merasa BPJS belum perlu di buat.
Pendampingan Pasangan Usia Subur dengan Masalah Infertilitas melalui Konseling Keperawatan Reproduksi di Desa Labuhan Sumbawa Kecamatan Labuhan Badas Evi Gustia Kesuma; Yunita Yunita; Fitri Setianingsih
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i1.3092

Abstract

Infertilitas pada pasangan usia subur (PUS) masih menjadi permasalahan kesehatan reproduksi yang berdampak pada aspek fisik, psikologis, dan sosial, khususnya di wilayah pedesaan dengan keterbatasan akses informasi kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesiapan pasangan usia subur dalam menghadapi masalah infertilitas melalui pendampingan berbasis konseling keperawatan reproduksi di Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas. Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan reproduksi, konseling individual dan pasangan, diskusi interaktif, serta pendampingan berkelanjutan. Sasaran kegiatan adalah pasangan usia subur yang mengalami atau berisiko mengalami infertilitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai konsep infertilitas, faktor penyebab, upaya pencegahan, serta pilihan penanganan yang tepat. Perubahan sikap dan perilaku pasangan menuju pola hidup sehat. Terjalinnya komunikasi yang lebih baik dan dukungan emosional antar pasangan, meningkatnya keterbukaan dalam mengungkapkan masalah reproduksi, serta meningkatnya kesiapan psikologis pasangan dalam menjalani proses pemeriksaan dan terapi lanjutan. Pendampingan konseling keperawatan reproduksi juga membantu pasangan dalam mengelola stres dan kecemasan yang berkaitan dengan infertilitas. Kegiatan ini disimpulkan efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam mendukung kesehatan reproduksi pasangan usia subur serta berpotensi meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga di masyarakat.